APKDock Logo
Sampul Novel Salah Target

Salah Target

8.6 / 10.0
Demi membalas dendam pada Dicky Prasetyo, Andrey memimpin sindikatnya untuk menculik Flamboyan Prasetyo demi tebusan. Sialnya, mereka salah sasaran; Flamboyan hanyalah anak asisten rumah tangga Dicky, sementara target asli, Kirana yang difabel, sedang pergi. Ketika Dicky mendadak lenyap misterius, Bramastyo Hartawan harus berjuang sendirian. Ia mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan kekasih sekaligus calon mertuanya dari ancaman kematian yang kian nyata.

Salah Target Bab 1

“Lepaskan! Tolooooong!” teriak seorang gadis muda kira-kira berumur dua puluh tahun.

Baru saja gadis itu membuka matanya, setelah entah berapa lama dia tidak sadarkan diri. Matanya menyapu setiap sudut ruangan yang pengap dan kurang pencahayaan.

Hening. Tak ada suara apapun. Bahkan tak ada orang lain, selain dirinya di ruangan yang hanya berukuran 3 x 3 meter itu.

Dari balik tirai gorden jendela yang ada di pojok ruangan itu, temaram warna orange masih tampak sedikit terlihat. Pertanda saat itu hari masih sore.

Kembali netranya mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Ketika dirasa aman, perlahan dia menggeser tubuhnya, walau dengan kedua tangan yang terikat di belakang.

Tubuhnya terasa lemas tidak bertenaga. Kerongkongannya terasa kering. Tiba-tiba terdengar perutnya berbunyi.

Kruuuk! Kruuuk! Kruuuk!

Cacing-cacing di dalam perutnya, mungkin sedang mengamuk karena entah berapa lama perutnya tidak terisi makanan.

Di saat gadis itu mencoba menggeser tubuhnya, untuk sedikit merapat ke samping dipan yang berada di depannya, ada bagian lengan yang terasa perih, seperti disayat benda tajam.

Dalam remang cahaya lampu yang hanya lima watt, dia melihat ada luka sayatan kira-kira berukuran sepuluh centimeter.

Lengan atasan setelan piyamanya, motif bunga-bunga, warna merah muda, yang dia pakai pun sobek sepanjang luka itu.

Tiba-tiba dia merasa kepalanya nyut-nyutan. Begitu berat, pusing, dan matanya berkunang-kunang. Berulang kali gadis itu mengerjapkan matanya. Terasa ada yang mengganggu pandangannya.

Saat itu dia tersadar, di pelipis matanya pun ternyata bengkak. Seperti terbentur benda tumpul. Sayang, tangannya sedang terikat, sehingga dia tidak mampu meraba seberapa besar bengkak di matanya dan seberapa parah luka di lengannya.

Dari cermin di depan dipan yang saat ini tepat berada di hadapannya, dia melihat pelipis matanya lebam berwarna biru keungu-unguan. Benjolan kecil itu sangat mengganggu pandangannya.

“Sebenarnya aku di mana? Siapa yang membawaku? Apa motifnya? Mengapa?” gumamnya.

Berbagai pertanyaan tiba-tiba memberondong di benaknya, yang tak mampu dia jawab. Keningnya mengkernyit, mengingat-ingat kembali kejadian terakhir malam itu di kamarnya.

***

Malam itu hampir jam satu dini hari, saat dia tiba-tiba terbangun dan melihat sekelebat bayangan hitam mengendap-endap di samping kamarnya.

Di saat semua orang di rumah sudah terlelap, tiba-tiba mati lampu. Seketika gadis itu terbangun dari tidurnya.

Sebab dia dapat melihat sosok yang mengendap-endap itu, dari tirai gorden kamarnya yang mendapat pancahayaan dari sinar bulan. Kebetulan bulan menampakkan wajahnya, meskipun malam itu bukan malam bulan purnama.

Namun, dia yakin itu adalah sebuah kesengajaan. Karena dia melihat sorot lampu dari rumah tetangga yang masih menyala.

Biasanya dia tidur bersama kakak perempuannya. Namun, kakak perempuannya bersama ibunya sedang menghadiri undangan dari relasi bisnis ayahnya di luar kota.

Sengaja dia tidak ikut bersama mereka, karena esok pagi ada ujian semester di kampusnya. Belum selesai dia mengingat-ingat seluruh kejadian di malam itu, sebelum dia baku hantam dengan bayangan di malam itu, mendadak dia tersentak saat menyadari bahwa dia ada ujian akhir semester.

“Astaga! Sudah berapa lama aku di sini. Mengapa tidak ada orang sama sekali. Toloooong! Toloooong!”

Kembali gadis itu berteriak meminta pertolongan. Saat tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka, seorang laki-laki dengan kumis tebal, kira-kira berumur empat puluh lima tahun masuk.

Kulitnya sawo matang, rambutnya ikal agak gonrong tidak rapi, pakaiannya lusuh, pandangannya tajam, dan bengis. Laki-laki itu menyodorkan sepiring nasi beserta lauknya dan segelas air putih.

“Diam! Jangan berisik! Makan dulu agar kamu tak cepat-cepat sekarat. Menyusahkan saja!” kata laki-laki berkumis tebal itu.

“Siapa kamu! Lepaskan aku! Mengapa kalian menculikku!” ucap gadis itu sambil meronta-ronta minta dilepaskan.

“Jangan banyak bertanya! Jangan berisik! Segera makan makananmu! Atau kau kumampuskan sekarang!” bentaknya.

Laki-laki itu mendekat, gadis itu beringsut dari tempat duduknya. Dalam panik dia sempat terdiam lalu berpikir.

‘Aku yakin, dia hanya disuruh seseorang. Malam itu aku melihat bayangan beberapa orang. Jadi, tidak mungkin dia berbuat macam-macam kepadaku. Kalau aku jual mahal, pura-pura tidak mau makan, dari mana aku mendapat kekuatan untuk melawan mereka dan melarikan diri. Ah, aku ikuti saja dulu permainan mereka,’ ucap batinnya.

Gadis yang berani dan cerdas. Laki-laki berkumis tebal itu semakin mendekat, lalu berhenti ketika gadis itu menghentikan gerakannya.

“Stop! Jangan mendekat!” serunya.

“Aku mau membuka ikatanmu. Bagaimana kamu bisa makan, kalau tanganmu terikat. Goblok!” ucap laki-laki itu kasar.

Setelah ikatan di kedua tangan gadis itu terbuka, segera dia melahap makanannya. Untuk ukuran seorang gadis mungil sepertinya, satu piring penuh nasi dengan satu potong dada ayam goreng, tumis kacang panjang, dua perkedel dan satu gelas besar, air putih seharusnya tidak habis.

Namun, dia melahap habis semua makanan itu, hanya dalam waktu beberapa menit saja. Lahap sekali dia, seperti seorang yang satu minggu tidak makan.

“Rakus sekali kamu! Kamu anak seorang konglomerat, makan seperti pengemis kelaparan!” ucap laki-laki berkumis tebal, yang menunggui gadis itu makan.

“Aku lapar. Sudah berapa hari aku di sini. Lepaskan aku. Aku ada ujian akhir semester. Ini menentukan masa depanku. Tolonglah! Apa salahku!” pinta gadis itu.

“Persetan! Bukan urusanku!” ketusnya.

Setelah gadis itu selesai makan, laki-laki itu kembali mengikatnya.

“Tolong lepaskan aku! Jangan ikat aku lagi. Paling tidak obati dulu lukaku. Aku kesakitan. Sebenarnya apa yang kalian inginkan dariku?” rengek gadis itu, menurunkan nada bicaranya, dengan tatapan memohon yang terlihat memelas sekali.

Tanpa banyak bicara dan tidak memedulikan rengekannya, laki-laki berkumis tebal itu langsung keluar dari ruang itu, sambil membawa gelas dan piring bekas makan gadis itu.

Gadis itu mendengkus perlahan. Kecewa saat rengekannya tidak digubris oleh laki-laki berkumis tebal itu. Perutnya terasa begah karena kekenyangan.

Hal yang sama sekali belum pernah dia lakukan selama hidupnya, makan bagai orang kesetanan. Sambil meringis menahan sakit, dia beringsut dari tempat duduknya mendekati jendela satu-satunya di ruangan itu.

Tiba-tiba kembali pintu ruangan itu terbuka. Laki-laki dengan kumis tebal itu kembali masukke sana. Laki-laki itu melotot menyangka gadis itu hendak melarikan diri.

“Hooey ... brengsek! Mau ke mana kamu. Jangan pikir kamu bisa melarikan diri. Semua tempat ini dijaga ketat. Tubuhmu juga terikat. Jangan paksa aku berbuat kasar. Keparat!”

Laki-laki berkumis tebal itu segera masuk dan menyeret gadis itu kembali ke tengah ruangan di dekat dipan. Lalu dia mengeluarkan kotak P3K.

Meskipun ucapan dan perlakuan laki-laki itu kasar, telihat dengan telaten dia mengompres luka lebam di pelipis mata gadis itu, lalu memberi obat merah dan memakaikan kain perban.

Hal yang sama juga dia lakukan dengan luka di lengan gadis itu. Sebelum keluar, kembali laki-laki itu mengancam dengan kata-kata kasar.

“Jangan macam-macam! Atau kau akan membusuk di ruangan ini selamanya. Aku bisa saja menghabisi nyawamu kapan saja aku mau. Tapi nyawamu terlalu berharga. Akan kutukar nyawamu dengan sebuah pulau berikut ratusan gadis cantik yang akan menghiburku setiap hari. Hahaha!”

Tawa laki-laki itu sungguh menjijikkan. Ingin rasanya gadis itu meludahi wajahnya. Setelah semua beres, kembali laki-laki itu melangkah keluar dan mengunci pintu ruangan itu rapat-rapat. Sayup-sayup terdengar percakapan laki-laki itu dengan seseorang melalui sambungan telepon.

“Sebenarnya siapa mereka? Apa maksud mereka menculikku?” gumamnya

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Salah Target

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Jangan Main-Main Dengan Dia
8.9
Yolanda dibuang ke desa terpencil oleh orang tua angkatnya yang licik. Di sana, ia justru menemukan fakta bahwa dirinya adalah pewaris sah keluarga konglomerat terpandang. Meski kini hidup bergelimang kasih sayang, Yolanda harus menghadapi kedengkian dari adiknya. Berbekal kemampuan luar biasa, ia bangkit untuk menuntut balas. Di tengah perjuangannya, pesona Yolanda memikat seorang miliarder yang kini terus mengejarnya demi membongkar rahasia besar yang ia sembunyikan.
Sampul Novel Self Satisfaction
9.4
Terbawa gairah yang membara, Luna dan Gian larut dalam keintiman yang mendalam. Walau diliputi keraguan dan kecemasan, Luna akhirnya menyerah setelah Gian berjanji akan bertanggung jawab atas segalanya. Tindakan penuh risiko itu pun mereka lakukan. Namun, kepuasan sesaat tersebut segera berganti menjadi ketakutan besar bagi Luna. Kini, ia harus berkejaran dengan waktu, berjuang mencari solusi cepat guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Sampul Novel TARA
9.1
TARA
Bertahun-tahun Attara hidup dalam siksaan fisik dan batin oleh orang tuanya. Saat rahasia kelam masa lalunya mulai terbongkar, ia justru memilih menutup rapat kenyataan tersebut demi melindungi keutuhan keluarga yang telah membuangnya. Terjebak di antara kepedihan mendalam dan kejujuran, Tara kini berada di persimpangan jalan. Sanggupkah ia menyelamatkan dirinya dari kehancuran, ataukah rahasia yang ia sembunyikan justru akan meruntuhkan sisa hidupnya?
Sampul Novel Terpaksa Menikah dengan Tuan Keenan
8.8
Dikhianati kekasih hingga menjadi ibu tunggal membuat Emily menghadapi gunjingan. Demi menutupi aib, orang tuanya menjodohkan Emily dengan Keenan Derrel Ferano. Pengusaha sukses itu butuh istri demi menepis rumor miring tentang dirinya. Emily sempat menolak, tetapi kedekatan putranya dengan Keenan membuatnya luluh pada pernikahan kontrak ini. Namun, saat pernikahan dimulai, sosok masa lalu yang dinantinya justru kembali hadir.
Sampul Novel Tumbal Mahasiswa KKN
7.8
Kegiatan KKN Laras dan teman-temannya berubah menjadi mimpi buruk saat mereka terjebak di sebuah desa misterius. Kepala desa setempat rupanya memimpin sekte pemuja iblis demi mempertahankan kecantikan abadi, dengan mengincar mahasiswi perawan sebagai tumbal ritual. Di tengah ancaman maut menjelang bulan purnama, hadir sosok misterius bernama Arjanta yang berusaha melindungi Laras. Namun, aksi penyelamatan ini memicu konflik dengan Fabian, kekasih Laras. Demi menyelamatkan nyawa Laras, Arjanta nekat mengambil keputusan ekstrem.
Sampul Novel You Have Me
9.0
Bagi Audrey, asmara tak pernah nyata. Tumbuh tanpa sosok ayah dan melihat ibunya bekerja di lokalisasi membuatnya enggan memercayai cinta. Fokus hidupnya hanyalah mengumpulkan uang demi masa depan mandiri. Namun, sang ibu mengajukan tuntutan sulit demi keluar dari sana: Audrey harus bersuami pria kaya. Kini ia bimbang antara mempertahankan prinsip lajangnya atau memenuhi ambisi sang ibu agar bisa menyelamatkannya dari dunia malam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan