APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

Sahabatku Menyembuhkan Gairahku

Dalam keheningan kamar yang diterangi cahaya kekuningan yang temaram, sebuah sentuhan dari tangan besar dan kasar terasa begitu lentur menjalar. Posisi intim yang memalukan ini membuatku terbenam di atas bantal tanpa daya untuk memberikan perlawanan. Di tengah kepasrahan yang membingungkan, batas antara rasa sakit dan kenikmatan instan menjadi kabur, menyisakan tangisan tertahan yang meluncur begitu saja saat semuanya terasa mengalir terlalu dalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kavi melepaskan sarung tangannya, lalu berkata, "Titik akupunktur di sini nggak mudah ditemukan. Aku harus mencarinya terlebih dahulu, jadi bersabarlah sedikit."

Sambil berkata demikian, dia berjalan mendekat, lalu berlutut di belakangku.

Satu tangannya memegang pahaku yang kencang, sementara satu tangan lainnya membuka pakaianku, lalu mulai mencari titik akupunktur di pangkal kakiku.

Napas yang panas dan lembap menyemprot pinggangku. Sentuhan lembap di atas kulitku benar-benar tidak mungkin untuk diabaikan dalam situasi tersebut.

Napasku menjadi cepat.

Beberapa kali, tangannya menyentuhku, tetapi segera menjauh lagi.

Setelah mengulanginya beberapa kali, aku merasa makin kosong di dalam. Adegan diriku dengan Devon mulai melayang-layang di benakku.

"Ketemu. Tahan postur tubuhmu, jangan bergerak. Kalau kamu bergerak, jarum perak ini akan bengkok. Itu nggak baik untuk tubuhmu."

Setelah Kavi selesai berbicara, dia menusukkan jarum perak ke titik akupunktur.

Astaga!

Aku hanya merasakan seolah-olah seluruh jiwaku tertusuk. Rasa asam langsung mengalir ke anggota tubuhku, membuatku sulit untuk mempertahankan postur berlututku.

Pinggangku ambruk, aku membenamkan diriku dengan lembut ke tempat tidur. Namun, sebuah lengan yang kuat melingkari pinggangku.

Kemudian, sensasi panas yang menyengat terasa di belakang pantatku ….

Kavi meletakkan pahanya di bawahku, memungkinkanku untuk setengah duduk di atasnya.

Namun, aku membasahi celananya.

Keganasan Devon melayang-layang di benakku. Aku tidak bisa menahan diri untuk menggoyangkan pinggangku, lalu bersandar ke belakang.

Aku menginginkan lebih ….

Namun, aku tidak bisa melakukannya. Kavi adalah pacar Vania.

Tepat pada saat ini, jarum perak yang ditusukkan di titik akupunktur tiba-tiba ditekan lagi.

"Ah …. Ini terlalu dalam …."

Aku tidak bisa menahan diri untuk berteriak.

Kavi tiba-tiba berada di atasku, satu tangannya menutupi mulutku.

"Kamu menginginkannya sekarang!"

Kavi berkata dengan penuh nafsu, seolah-olah dia telah berubah menjadi orang yang berbeda.

Aku ingin meronta, tetapi hatiku tidak mengizinkan.

Bahkan, aku mengharapkan Kavi untuk membawaku lebih dalam dengan posisi ini ….

"Jalang!"

Kavi mengumpat. Kata-kata yang akan membuatku marah di masa lalu, saat ini terdengar seperti membuat darahku terbakar.

Namun, akal sehat berusaha keras untuk membuatku tidak tenggelam. "Kavi, aku memiliki seorang suami. Aku juga sahabat Vania!"

"Dasar jalang, jangan berpura-pura polos. Kamu menginginkannya setelah tusukan pertama!"

Kavi mengatakan ini sambil mencabut jarum perak dengan cepat. Kemudian, dia mengangkat tubuhku yang lemas, lalu membuka pintu kamar.

"Kamu masih berpikir Vania adalah sahabatmu? Apakah kamu ingin melihat apa yang dilakukan sahabatmu dengan suamimu sekarang?" ujar Kavi.

Pintu terbuka sedikit. Aku membuka mataku untuk melihat keluar, lalu aku langsung melihat pemandangan yang mengejutkan.

Entah sejak kapan Devon datang ke rumah Kavi. Pada saat ini, dia sedang mencium Vania di sofa!

Vania duduk di atas Devon. Rok panjangnya menghalangi bagian bawah mereka berdua, tetapi Vania bergerak menggoyangkan pinggangnya.

Sementara itu, Devon membenamkan kepalanya di depan Vania.

"Istrimu sedang disetubuhi di dalam …. Sementara di luar, kamu menyetubuhi istri orang lain. Bukankah itu menyenangkan?"

Vania bertanya dengan suara lirih.

Aku tidak mendengar jawaban Devon. Aku hanya melihatnya merobek celana dalam Vania, lalu melemparkannya ke lantai.

"Mereka sudah bersama sejak lama …."

Pintu ditutup, sementara Kavi mengusap pinggulku dengan menggoda.

"Jangan terlalu tertutup. Aku tahu kalau milik Devon terlalu besar. Dia juga selalu bertindak gegabah. Sebagai seorang wanita, kamu nggak pernah menikmatinya …."

Tangan Kavi yang besar dan kasar memijat punggungku dengan lembut. Setiap gerakannya membawa kekuatan magis, membuatku tidak bisa menahan diri untuk menginginkan lebih.

Ketika memikirkan adegan yang baru saja aku lihat, hatiku terasa sangat sakit.

Keinginan untuk membalasnya mencapai puncak. Aku mengambil inisiatif untuk bersandar, lalu mengangkat kaki kiriku.

Kavi dengan penuh semangat membuka pintu lagi, membuatku bisa melihat dengan jelas setiap gerakan Devon dan Vania di luar.

Aku melihat Vania memutar pinggang rampingnya dengan penuh semangat, lalu mengulurkan tangannya ke rambut Devon.

Ketika melihat suami dan sahabatku sendiri melakukan hal semacam ini, aku diam-diam merasa terangsang.

Bahkan air pun mengalir seperti sungai.

Di belakangku, Kavi membuka ikat pinggangnya. Satu tangannya masuk ke dalam mulutku, mengaduk-aduknya.

Kemudian, satu tangan lainnya terulur ke bawah, mencubit tubuhku yang lemas, mendorong bagian pinggangku ke dalam, menghantamku dengan keras ….

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ALASKA
8.4
Bhalendra Alaska Arlic meyakini bahwa perubahan sejati harus muncul dari kesadaran pribadi. Meski terus didera kepedihan hingga batinnya hancur, Alaska tetap berusaha tegar. Masa lalunya bersama Yesaya justru menorehkan trauma hebat dibanding memori indah. Di sisi lain, Azka memandang cinta tak lebih dari sekadar bualan belaka. Terperangkap dalam bayang-bayang kepedihan lama, sanggupkah kehadiran orang baru meruntuhkan benteng pertahanan Alaska dan memulihkan luka di hatinya?
Sampul Novel Calon tunanganku yang direbut adik angkatku
9.8
Setelah mendapatkan kesempatan hidup kedua, sang protagonis menolak menjadi korban penindasan adik angkatnya, Maudy. Saat Maudy mencoba merebut Felix dan mengacaukan sesi foto pernikahan mereka dengan membawa-bawa nama Grup Setiawan, ia tidak lagi melarikan diri sambil menangis seperti di masa lalu. Dengan keberanian baru, ia menampar Maudy dan mempertanyakan kelayakannya dalam mewakili nama besar keluarga. Ini adalah kisah pembalasan dendam dan perebutan kembali hak yang sempat terampas.
Sampul Novel Cinta Om Duda
7.9
Sebagai CEO sukses dan duda satu anak, Rehan Hadinata merindukan kehadiran sosok wanita di hidupnya. Di tengah banyaknya wanita yang mencoba mendekat, belum ada satu pun yang mampu memikat hatinya. Suatu ketika, Rehan mencoba peruntungan melalui aplikasi kencan daring dan terpikat oleh profil Nesya Cintia Ayu. Ia pun memutuskan berkirim pesan untuk memulai perkenalan. Akankah obrolan ini membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius?
Sampul Novel Jenderal Kau Tidak Tahu Malu!
9.0
Mireya Herlambang, penembak jitu terbaik dari organisasi Galaxy Hitam di kota Irich, mengemban tugas mematikan dari pimpinannya. Dia ditargetkan untuk melenyapkan Arnold Aksara, jenderal berhati dingin dan kejam. Misi berisiko tinggi ini ia ambil demi membalas dendam atas kematian keluarganya. Namun, di tengah upaya pembunuhan tersebut, Mireya justru dihadapkan pada dilema besar. Akankah ia berhasil mengeksekusi sang jenderal, atau malah jatuh hati pada pesona targetnya?
Sampul Novel Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku
7.9
Sepuluh tahun pernikahan penuh kebencian berakhir tragis saat Richard Starling tewas demi menyelamatkan istrinya dari kecelakaan. Kematian itu meninggalkan penyesalan mendalam bagi semua orang, termasuk mertua yang menyalahkan sang istri. Ketika penemuan mesin waktu tiga tahun kemudian memberinya kesempatan kedua, sang protagonis memutuskan kembali ke masa lalu. Kali ini, ia bertekad melepaskan hubungannya dengan Richard dan membiarkannya hidup bahagia tanpa dirinya.
Sampul Novel Kubiarkan Kau Bersama Selingkuhanmu
9.1
Hatiku hancur saat tahu Arza, suamiku, berselingkuh dengan Zorah. Padahal, aku selalu membiayai hidup janda dari mendiang kakakku itu. Sungguh kejam balasan yang Zorah berikan atas kebaikanku. Namun, aku menolak terpuruk meratapi pengkhianatan ini. Aku telah merancang serangkaian kejutan menyakitkan untuk menghancurkan hidup mereka berdua. Kini, giliran para pengkhianat itu merasakan pembalasanku yang tak terduga.