APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Saat Cerai Bukan Lagi Sekadar Kata

Ketika cinta lama suaminya bercerai, rumah tangga yang dipertahankan sekian lama runtuh seketika. Yohan menyodorkan surat cerai ke-99 demi menjaga Chika, sementara putra kandungnya sendiri malah mengusirnya demi menyambut wanita baru. Berbeda dari dugaan mereka, sang istri pergi tanpa air mata setelah menandatangani surat itu. Sepuluh tahun berlalu, sang anak yang kini berprestasi hanya bisa menangis di hadapan publik, memohon kepulangan ibunya yang telah lama hilang.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku tidak ingin menanggapinya. Nada suaraku datar tanpa emosi.

"Maaf, aku memang nggak bisa jadi ibu. Biar Chika aja yang gantiin."

Aku benar-benar berkata jujur. Tapi, entah kenapa amarah Yohan malah padam.

Dia menatapku beberapa kali, lalu mengeluarkan sekotak bubur dengan isi makanan laut yang sudah dingin dan meletakkannya di meja.

"Jangan ngomong sembarangan di depan anak. Ini bubur buatanku sendiri, khusus kubawa buat kamu."

Gerakanku menuang air terhenti sejenak, mataku memantulkan rasa sinis dan sedih.

Aku sudah melihat unggahan Chika di media sosial tadi malam.

Foto punggung seorang pria di dapur, mengenakan celemek, sedang mengaduk bubur.

[Semua orang suka yang kurus, cuma kamu yang nyuruh aku makan dengan baik.]

Meski pencahayaannya redup, aku langsung tahu pria itu Yohan.

Soalnya di jari manis tangan kirinya masih melingkar cincin pernikahan kami.

Sekarang, cincin itu sudah tidak ada.

Yohan refleks menatap jari manisnya yang kini kosong saat menyadari arah pandangku.

Sekilas ada ekspresi canggung di wajahnya.

"Cincinnya aku pinjemin ke Chika. Dia cuma mau mainin dua hari."

Masuk akal sekali. Rupanya cincin kawin memang bisa dipinjam untuk mainan.

Aku tersenyum tipis, berusaha keras menahan rasa sakit di dada.

Yohan malah tersulut emosi melihat senyumku.

"Cuma cincin doang, kamu nggak usah lebay. Cepat makan buburnya."

"Aku peringatkan, selagi masih ada cara untuk mundur, turunin egomu sekarang."

"Atau kamu mau aku kasih surat cerai lagi?"

Suaranya serak, tapi penuh ancaman dan keyakinan diri.

Dia tidak tahu kalau aku sudah menandatangani surat itu.

Aku menatap mangkuk bubur itu. Karena dibiarkan semalaman, nasi di dalamnya sudah menggumpal.

Beberapa potong kulit udang dan duri ikan sisa terlihat di permukaan.

"Maaf, aku alergi bahan makanan laut."

Yohan tertegun, wajahnya tampak canggung.

Leon yang masih kesal karena tadi tidak kuhibur, berjalan ke arahku dengan mata merah dan menatapku tajam seperti menatap musuh.

"Cuma alergi doang, 'kan? Tante Chika bilang alergi ringan nggak bakal bikin orang mati."

"Aku tahu kamu cuma pura-pura. Kamu cuma mau rebut perhatian ayah dari Tante Chika. Ayah, jangan percaya dia."

Aku terpaku. Belum sempat bereaksi, Yohan sudah menekanku ke meja makan.

Ekspresinya berubah dari canggung menjadi marah, seperti sedang memarahi anak kecil yang tidak tahu aturan.

"Sania, kamu ini dikasih hati minta jantung."

"Makan sampai habis."

Dia mencengkeram pipiku dan memaksa menuangkan bubur seafood yang dingin itu ke dalam mulutku.

Leon bertepuk tangan sambil tertawa terbahak-bahak, seperti sedang menonton pertunjukan lucu.

Setelah suapan terakhir masuk, Yohan melepaskan cengkeramannya dan menyeka mulutku dengan lembut.

"Begini lebih baik, 'kan? Sania, kamu harus nurut, ya."

Aku mendorongnya menjauh. Aku menekan tenggorokanku dengan panik, berusaha memuntahkan semuanya.

Tapi, sudah terlambat. Tenggorokanku mulai terasa gatal dan melepuh, napasku makin sesak.

Dalam detik terakhir sebelum kehilangan kesadaran, aku melihat satu orang dewasa dan satu anak kecil berlari panik ke arahku.

...

Saat aku membuka mata, aku sudah berada di ruang perawatan.

Bau cairan disinfektan begitu kuat, anehnya justru membuatku merasa tenang.

Perawat menjelaskan padaku, "Kamu kena reaksi alergi berat. Untung suamimu cepat bawa kamu ke rumah sakit, kalau nggak, bisa fatal."

Aku menoleh ke samping, merasa geli sendiri.

Bukankah justru mereka yang tahu aku alergi, tapi tetap memaksaku makan bubur itu?

Perawat masih terus bicara tanpa henti, "Tapi suamimu juga aneh. Setelah antar kamu, dia malah nerima telepon lalu pergi. Sampai sekarang belum bisa dihubungi."

"Mending kamu telepon suamimu deh, biaya rawat inapnya belum dibayar."

Aku terpaku sejenak, baru sadar kalau aku masih mengenakan piyama dan tidak membawa dompet maupun ponsel.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel sangat berharap Nathan mengizinkannya pergi membawa putri mereka, Key. Akan tetapi, amarah membuat Nathan menolak mentah-mentah permintaan itu karena enggan ditinggalkan lagi. Nathan menegaskan Key hidup bahagia bersamanya dan melarang Rachel mendekat. Di balik sikap kerasnya menahan Rachel, tersimpan rasa cinta yang begitu besar. Nathan sama sekali tidak berniat menyakiti; ia hanya ingin memastikan Rachel dan Key selalu berada di sisinya.
Sampul Novel Dipaksa Menikahi Mafia Kejam
9.1
Niat baik Grazella Elnara Wesley menolong orang asing berujung petaka. Dia dipaksa menikah oleh Gabriel Leonard Mattew, bos mafia kejam asal Italia yang terobsesi padanya karena kemiripan fisik dengan masa lalunya. Meski terjebak di dunia Leon yang keji, mahasiswi psikologi ini bertekad melindungi hatinya. Sembari berjuang demi kesembuhan sang adik, Grazella harus bertahan menghadapi kekejaman pria yang merasa dirinya tuhan tersebut.
Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku
8.2
Setelah merelakan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini justru menghadapi kenyataan pahit. Kehadiran kembali cinta lama suaminya yang baru bercerai mengubah segalanya. Diperlakukan layaknya pelayan oleh anak kandungnya sendiri dan diabaikan oleh sang suami, ia akhirnya memilih mundur. Dengan menandatangani berkas perceraian tanpa menuntut hak apa pun, ia pergi menjauh. Namun kini, setelah ia melangkah pergi, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Sampul Novel Sang Abdi
8.0
Kirana, gadis tunarungu yang kesulitan mendapat jodoh, dinikahkan ayahnya dengan Farhan, duda berumur empat puluh tahun. Farhan setuju karena utang budi, tetapi ia mengajukan syarat ekstrem yang wajib dipatuhi keluarga Kirana. Kini, Kirana harus berbakti dalam pernikahan yang gelap, di mana suaminya masih berhubungan intim dengan anak angkatnya bahkan ibu kandung Kirana. Sanggupkah kesabaran Kirana berujung bahagia?
Sampul Novel Setelah 17 Tahun Pernikahan
8.6
Amira harus menerima kenyataan pahit setelah sebulan lumpuh akibat stroke ringan. Melalui rekaman obrolan Bu Nur dan Bu Sarah, ia mengetahui rencana pengkhianatan ibu mertuanya. Bu Nur yang pesimis akan kesembuhan Amira berniat menjodohkan Habib dengan Laila. Sang mertua bahkan mengklaim bahwa Habib telah menyetujui rencana poligami tersebut dengan dalih kelelahan mengurus dirinya sendiri setelah 17 tahun bersama.
Sampul Novel Terpaksa Menjadi Istri Pengganti
8.2
Mikayla Audrien Gunawan, gadis manja berusia 18 tahun, harus menghadapi kenyataan pahit saat bisnis ayahnya bangkrut dan sang ayah jatuh sakit. Demi membiayai pengobatan, ia terpaksa menjadi tulang punggung keluarga. Di tengah kesulitan, seorang pria kaya menawarinya kesepakatan untuk menjadi istri pengganti bagi putranya. Mikayla menerima tawaran tersebut setelah calon pengantin wanita yang asli ketahuan berselingkuh tepat sebelum hari pernikahan dimulai.