APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Dua bulan pasca kematiannya, sebuah keluarga baru menyadari bahwa mereka meninggalkan putri mereka di tengah hutan saat wisata. Mengira sang putri hanya merajuk karena dihukum berjalan kaki, sang adik justru mengirimkan pesan ejekan agar dia mati demi menguasai warisan nenek mereka. Ibu yang bersikap dingin bahkan mengancamnya agar hadir di pesta ulang tahun keluarga. Mereka tidak pernah menduga bahwa korban tidak pernah bisa keluar dari sana. Pencarian intensif di pegunungan akhirnya mengungkap kenyataan mengerikan saat sisa-sisa tulang belulangnya ditemukan terkubur.
Bab
Bagikan

Bab 4

Keesokan harinya, keluargaku tetap tidak mendapat kabar dariku. Pagi-pagi sekali, Nenek datang langsung ke rumah.

"Nenek!" seruku dengan senang sambil melayang ke arahnya.

Setelah meninggal, aku sering berharap bisa melihat Nenek lagi. Namun, jiwaku terikat oleh Ibu sehingga aku tak bisa pergi jauh. Untungnya, Nenek datang sendiri. Bisa melihatnya lagi membuatku merasa lebih tenang.

Namun, sebelum aku bisa mendekati Nenek, Ferdy langsung menyambutnya dengan ceria, "Nenek!"

Selama bertahun-tahun, Ferdy selalu mencoba mengambil hati Nenek dengan mengatasnamakan kedekatanku dengannya. Dengan bantuanku, Nenek sudah menerima Ferdy sebagai cucu meskipun tidak ada hubungan darah. Nenek juga tidak pernah bersikap terlalu formal terhadap cucu-cucunya.

Dengan lembut, dia menggenggam tangan Ferdy dan mengajaknya duduk, "Sudah dewasa begini, masih saja berisik sekali. Mana kakakmu?"

"Kakak!" teriak Ferdy.

Sierra langsung berlari keluar, "Nenek sudah datang!"

Saat melihat Sierra, Nenek yang tadinya tampak penuh harap, mendadak berubah menjadi dingin. Dia hanya bergumam dengan nada datar, tanpa ada kehangatan sedikit pun.

Melihat hal ini, Ibu langsung mengerutkan kening, "Ibu, Sierra lagi nyapa Ibu. Kenapa Ibu dingin sekali sama dia?"

Mendengar ucapan Ibu, Nenek merasa kesal, "Mau bagaimana perlakuanku terhadapnya, itu bukan urusanmu. Lihat saja tingkah lakunya sehari-hari, apa ada yang bisa disukai dari dirinya?"

Ibu sangat menyayangi Sierra. Mendengar ucapan Nenek, amarahnya langsung terpancing, "Bu, Sierra anak baik. Apa Ibu nggak bisa lebih sabar sama dia?"

Wajah Nenek memerah saking marahnya, lalu menunjuk ke arah Ibu, "Dasar kamu ini, tahunya cuma bela dia. Kamu nggak lihat bagaimana dia menindas orang? Aku memang nggak suka sama dia, memangnya kenapa?"

Ibu juga tidak mau kalah. Dengan tangan yang berkacak pinggang, dia bersitegang terhadap Nenek, "Sierra nggak nindas orang. Kamu bisa jadi begini pasti gara-gara dihasut si Shelly sialan itu, 'kan?"

Sebenarnya, aku hanya pernah menangis di hadapan Nenek sekali. Saat itu karena Nenek membelaku, Ibu menghukumku untuk menyalin tulisan "Maaf, Sierra" sebanyak 10 ribu kali. Aku menulis hingga tanganku hampir tak bisa bergerak lagi dan sejak saat itu, aku tak berani lagi mengadu.

Sejak aku tinggal bersama Ayah dan Ibu, Sierra selalu bersikap memusuhiku. Dia sering memperkirakan waktu dengan tepat untuk sengaja menabrakku, lalu saat Ayah dan Ibu datang, dia berpura-pura terjatuh dan menuduhku mendorongnya.

Sierra juga merobek tugas yang sudah kuselesaikan dan membuatku dihukum oleh guru. Dia menyembunyikan tasku hingga hampir membuatku terlambat ke sekolah. Dia bahkan mencoret-coret bajuku agar aku dipermalukan di depan teman-teman.

Melihat Ibu selalu membelanya, dia semakin berani menindasku. Ketika aku mengadu pada Ayah dan Ibu, tanggapan mereka selalu sama ... mengatakan aku terlalu rewel atau terlalu sensitif. Meski hatiku terasa sakit, aku tak pernah mengeluh lagi.

Saat dewasa, Sierra terus memperlihatkan kekuasaannya di keluarga. Di acara-acara keluarga, dia sering melakukan hal-hal kecil untuk mengucilkanku. Ketika Ayah dan Ibu berulang tahun, dia mengajak semua orang makan di luar, tetapi tidak mengundangku.

Ketika liburan tiba, mereka selalu memintaku untuk menjaga rumah. Lama-kelamaan, Ayah dan Ibu terbiasa dengan peranku yang terabaikan dan aku pun mulai merasa bahwa diriku hanya pantas menjadi sosok yang "ada tapi tak dianggap."

Di ruang tamu, suasana semakin memanas antara Ibu dan Nenek. Akhirnya, Ayah berdiri untuk melerai, "Von, Ibu sudah tua. Jangan bertengkar lagi dengannya. Kita ini satu keluarga, nggak perlu ribut cuma karena masalah sepele."

Meskipun Nenek tidak terlalu menyukai Ayah, demi Ibu dan aku, dia mencoba untuk menerima kehadiran Ayah. Namun, terhadap Sierra yang bukan darah dagingnya, Nenek tetap tidak bisa bersikap ramah.

Setelah menatap tajam ke arah Sierra sekilas, Nenek langsung memalingkan pandangan, seolah-olah merasa muak untuk melihatnya lebih lama.

"Di mana Shelly? Aku mau bawa dia pulang dan tinggal bersamaku dua hari."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Di usianya yang melewati kepala tiga, Hasmi Azzahra kerap menjadi sasaran gunjingan tetangga karena masih melajang. Berprofesi sebagai perawat desa, ia tak ambil pusing dengan cap tidak laku yang disematkan padanya. Bagi Hasmi, pernikahan bukanlah hal yang bisa terburu-buru demi status sosial belaka, melainkan komitmen seumur hidup yang sakral. Walau mendambakan kehadiran pendamping hidup, ia memilih sabar menanti sosok yang tepat di tengah derasnya tekanan lingkungan sekitar.
Sampul Novel (Bukan) Pernikahan Impian
9.8
Dara menghadapi tekanan besar dari keluarga yang menuntutnya segera menikah demi menghindari perjodohan paksa. Di tengah situasi pelik itu, ia bertemu Alfan, seorang duda yang kesulitan mengasuh putri kecilnya sendirian sejak kepergian istrinya. Demi menghadirkan sosok ibu bagi sang anak, Alfan menawarkan sebuah solusi praktis kepada Dara. Keduanya pun sepakat memulai pernikahan yang didasari oleh kebutuhan mendesak satu sama lain.
Sampul Novel Galau Cinta Untuk Siapa
8.7
Demi nama baik keluarga, Kaila terpaksa menggantikan Dwina yang kabur sesaat sebelum akad nikah dengan Boyke Dhamara. Setelah setahun menjalani pernikahan dini tanpa cinta, Dwina tiba-tiba kembali dan mendesak Kaila untuk bercerai agar ia bisa bersatu lagi dengan Boyke. Kaila kini didera dilema besar. Bagaimana sikap Boyke menghadapi kembalinya sang mantan kekasih? Akankah pernikahan Kaila sebagai istri pengganti harus berakhir?
Sampul Novel Terjebak Pesona Anak Teman Mama
8.1
Nadia Anindita, siswi pemberontak yang menggemaskan, selalu berselisih dengan ketua OSIS populer nan kaku, Raka Bratama. Di balik kebencian dan perdebatan sengit mereka, tersimpan masa lalu keluarga yang rumit. Takdir tak terduga pun datang saat keluarga menjodohkan mereka secara paksa. Kini, keduanya terjebak dalam ikatan pernikahan yang konyol. Akankah ego mereka memicu perceraian, atau justru menumbuhkan benih cinta sejati?
Sampul Novel The Passion of an Actor
9.0
Kehidupan mewah Raditya Pratama sebagai aktor papan atas tidak menghalanginya untuk terpikat pada Dayu. Perempuan sederhana ini bahkan sama sekali tidak mengetahui ketenaran yang dimiliki Raditya. Perbedaan latar belakang yang mencolok tidak menyurutkan niat sang selebritas untuk mendekatinya. Namun, jalinan asmara mereka harus menghadapi rintangan berat yang menguji ketulusan perasaan masing-masing. Akankah cinta mereka bertahan melewati perbedaan kelas sosial ini?
Sampul Novel Transmigrasi Badgirl
9.8
Aqila Zara Maureen tak pernah menduga akan mengalami fenomena mistis pertukaran jiwa. Tiba-tiba saja, ia terbangun di dalam tubuh seorang gadis feminin yang dikenal sebagai perundung kejam di sekolahnya. Terperangkap dalam raga baru yang reputasinya sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya, Aqila kini harus menanggung sanksi sosial yang berat. Sembari bertahan hidup, ia juga harus mengungkap misteri besar di balik transmigrasi aneh ini.