APKDock Logo
Sampul Novel Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

9.5 / 10.0
Dua bulan pasca kematiannya, sebuah keluarga baru menyadari bahwa mereka meninggalkan putri mereka di tengah hutan saat wisata. Mengira sang putri hanya merajuk karena dihukum berjalan kaki, sang adik justru mengirimkan pesan ejekan agar dia mati demi menguasai warisan nenek mereka. Ibu yang bersikap dingin bahkan mengancamnya agar hadir di pesta ulang tahun keluarga. Mereka tidak pernah menduga bahwa korban tidak pernah bisa keluar dari sana. Pencarian intensif di pegunungan akhirnya mengungkap kenyataan mengerikan saat sisa-sisa tulang belulangnya ditemukan terkubur.

Roh Jiwa Putri yang Teraniaya Bab 1

Dua bulan setelah kematianku, akhirnya Ayah dan Ibu menyadari bahwa mereka lupa membawaku pulang dari perjalanan wisata. Ayah mengerutkan kening dengan jengkel, "Bukankah kita hanya menyuruhnya berjalan kaki pulang? Apa harus sampai berlarut-larut begini?"

Adikku membuka percakapan lama kami dan mengirimkan sebuah stiker penuh ejekan, disertai pesan. [ Lebih baik kamu mati di luar sana, jadi seluruh harta Nenek jatuh ke tangan aku dan Kak Sierra. ]

Namun, tak ada balasan dariku.

Dengan ekspresi dingin, Ibu berkata, "Katakan padanya, kalau dia datang tepat waktu ke pesta ulang tahun neneknya, aku nggak akan permasalahkan soal dia sengaja mendorong Sierra ke air."

Mereka tidak pernah mengira bahwa aku tak pernah berhasil keluar dari hutan itu.

Akhirnya setelah melalui pencarian yang intens, mereka menggali setiap jengkal tanah hingga di tengah hutan pegunungan dan menemukan sisa-sisa tulang belulangku.

Lantaran tidak bisa menghubungiku dan didesak oleh nenek, keluargaku akhirnya mendatangi rumah kontrakan yang bobrok di desa dengan perasaan enggan.

Ferdy menutup hidungnya. "Kenapa si pembawa sial itu tinggal di tempat begini? Ayah, Ibu, aku nggak mau masuk!"

"Oke, kalian berdua pulang saja dulu, biar Ayah dan Ibu saja yang masuk."

Sierra memeluk tangan ibunya dengan manja, lalu berkata dengan wajah yang penuh perhatian, "Adikku ini benar-benar nggak tahu sopan santun. Telepon nggak diangkat, pesan nggak dibalas, sampai kalian berdua harus datang ke sini."

"Kalau ketemu nanti pasti kuberi pelajaran!" Mata Ibu menyiratkan kebencian. Kemudian, dia menggandeng Ayah untuk masuk ke dalam.

Setelah menaiki empat lantai tangga, mereka terengah-engah berdiri di depan pintu kamar 401. Begitu mengetuk pintu, seorang pria paruh baya bertelanjang dada membuka pintu. "Cari siapa?" tanyanya.

Melihatnya, Ayah langsung marah besar, "Apa hubunganmu sama putriku? Kenapa kamu tinggal di sini?"

Sambil marah-marah, Ibu menerobos masuk ke dalam dan berteriak kesal, "Shelly, keluar kamu! Berani-beraninya kamu menghindari orang tua dan tinggal sama orang lain?"

Tak lama kemudian, seorang wanita berperut besar keluar. "Kalian salah alamat, ya? Kami sekeluarga baru pindah ke sini dua bulan lalu."

Ibu menyergah dengan kesal, "Putriku yang ngasih alamat ini, mana mungkin salah?"

Melihat bahwa Ibu begitu keras kepala, pria paruh baya itu mengusir mereka keluar, "Keluar, keluar! Kalian bahkan nggak tahu putri kalian sendiri di mana, apa kalian pantas jadi orang tua?"

Seolah-olah teringat akan sesuatu, wanita hamil itu buru-buru menambahkan, "Shelly itu penyewa sebelumnya ya? Pemilik rumah bilang dia menunggak sewa sebulan dan nggak bisa dihubungi, jadi rumahnya kami kontrak."

Mendengar hal itu, Ibu marah besar, "Sudah pindah malah nggak bilang-bilang! Sia-sia saja kami ke sini, dasar anak durhaka!"

Saat mereka berdua hendak pergi, pemilik rumah kebetulan datang. Begitu mengetahui identitas Ayah dan Ibu, dia langsung meminta uang sewa. "Cepat bayar uang sewanya dan bawa pergi barang-barang yang ditinggalkannya. Jangan kotori tempatku!"

Ayah dan Ibu tidak percaya. Mereka kemudian dibawa oleh pemilik rumah ke gudang tempat barang-barangku disimpan. Barang-barang itu sudah tidak terurus dan berdebu setelah dua bulan tidak ada yang membersihkan.

Ayah mengenali beberapa pakaian yang sering kupakai, "Ini memang bajunya."

Ibu mendengarnya dan mengerutkan kening dengan dingin, "Anak durhaka itu sengaja ya? Setelah pindah rumah, dia ninggalin tumpukan sampah ini supaya kita datang untuk beresin?"

Pemilik rumah itu tidak tahan lagi mendengarnya. Dia pun berbaik hati mengingatkan, "Ini bukan sampah, semuanya barang yang sering dia pakai. Ada album foto dan juga beberapa dokumen. Gadis ini orang baik, jadi aku bantu dia nyimpan semuanya."

Ibu tidak peduli. Gudang itu berbau lembap. Dia menutup hidung dan keluar, lalu langsung meneleponku. Karena tidak ada jawaban, dia pun meninggalkan pesan.

[ Shelly, kamu sudah cukup belum dengan tingkahmu? Aku dan ayahmu sekarang ada di rumah kontrakanmu, cepat pulang! ]

Nada angkuhnya tak berubah dan kebencian di matanya tidak bisa disembunyikan. Ibu tidak merasa heran jika aku tidak membalas pesan Ferdy. Bagaimanapun, kami berdua telah menjadi musuh setelah diadu domba oleh Sierra.

Namun, Ibu tidak bisa menerima jika aku tidak membalas pesannya. Ibu semakin tidak sabar. Dia berkata pada Ayah dengan nada dingin, "Biarkan saja dia, ayo kita pulang. Tempat ini bukan tempat yang layak untuk manusia!"

Mendengar kata-katanya, pemilik rumah memandang mereka dengan marah, "Eh, apa-apaan cara bicara Anda ini? Barang-barang anak Anda ini, mau diambil atau nggak? Kalau nggak, saya buang saja."

Menyadari tidak bisa mengharapkan mereka membayar sewa, pemilik rumah akhirnya menyerah. Namun, Ibu tetap pergi tanpa menoleh sedikit pun.

Pemilik rumah yang marah besar, akhirnya berteriak, "Kalian ini nggak punya hati ya? Anak kalian sudah dua bulan nggak bisa dihubungi, kalian nggak khawatir terjadi sesuatu padanya?"

Ibu tertawa sinis, "Anak pembawa sial itu hidupnya keras, mana mungkin akan terjadi sesuatu padanya!"

Setelah pulang, Ibu menelepon Nenek.

"Bu, untuk apa Ibu masih terus merindukan Shelly si anak durhaka itu? Warisan Ibu nanti kasih ke Ferdy dan Sierra saja. Untuk apa peduli sama dia lagi?"

Rohku melayang di samping mereka sambil tersenyum getir.

Ibu, aku adalah satu-satunya putri kandungmu, kenapa kamu begitu membenciku ....

Lanjut Membaca

Daftar Isi Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun membina rumah tangga, Jessica hanya mendapatkan kepedihan dari Aaron. Usai perceraian mereka, ia memilih mandiri dan sukses membangun karier sebagai desainer terkemuka serta pengusaha tanpa sokongan kekayaan keluarganya. Namun, di tengah keberhasilan dan kemandirian yang kini ia nikmati, Aaron mendadak muncul kembali. Sang mantan suami didera penyesalan mendalam dan memohon dimaafkan. Akankah Jessica luluh atau memilih menutup rapat pintu hatinya?
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia dinikahi Seno Bagaskara, seorang konglomerat yang membawanya ke rumah besar keluarganya. Namun, tinggal bersama saudara ipar lain memicu konflik rumit. Di balik kemegahan rumah itu, Anisa tidak menyadari bahwa adik kandung Seno serta suami dari iparnya memendam gairah terlarang pada dirinya. Kini, ia terperangkap dalam bahaya nafsu terselubung di kediaman tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi ancaman ini?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan