APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Dua bulan pasca kematiannya, sebuah keluarga baru menyadari bahwa mereka meninggalkan putri mereka di tengah hutan saat wisata. Mengira sang putri hanya merajuk karena dihukum berjalan kaki, sang adik justru mengirimkan pesan ejekan agar dia mati demi menguasai warisan nenek mereka. Ibu yang bersikap dingin bahkan mengancamnya agar hadir di pesta ulang tahun keluarga. Mereka tidak pernah menduga bahwa korban tidak pernah bisa keluar dari sana. Pencarian intensif di pegunungan akhirnya mengungkap kenyataan mengerikan saat sisa-sisa tulang belulangnya ditemukan terkubur.
Bab
Bagikan

Bab 5

Dulu, Nenek takut Ibu akan menderita jika menikah dengan Ayah yang miskin, sehingga dia tidak menyetujui pernikahan mereka. Ibu pun melampiaskan dengan mabuk semalaman. Tak disangka, malam itu dia dilecehkan oleh sekelompok pemuda berandalan dan akhirnya hamil.

Saat itu, Ibu masih muda dan sebetulnya punya pilihan hidup yang lebih baik. Namun, demi membuat Nenek merasa bersalah, dia memutuskan untuk tetap melahirkanku

Ketika aku berusia tiga tahun, Ibu tidak sengaja melihat bayangan Ayah di wajahku dan buru-buru melakukan tes DNA untuk memastikan. Hasilnya menunjukkan bahwa aku benar-benar anak kandung Ayah, bukan anak dari berandalan itu.

Ibu sangat lega dan berhasil mempertahankan hubungannya dengan Ayah. Namun, di mata mereka berdua, aku tetap dianggap sebagai "noda" dalam kisah cinta mereka. Karena itulah, mereka meninggalkan diriku yang masih kecil ini untuk diasuh Nenek, sedangkan mereka sendiri bepergian jauh.

Saat itu, Ayah baru saja bercerai dengan istri pertamanya dan Ferdy yang merupakan anak dari pernikahan tersebut yang sudah berusia dua tahun.

Ibu memberikan seluruh cintanya pada anak tiri itu. Mereka berdua merasa kehilangan waktu bersama selama empat tahun, sehingga mereka pergi ke panti asuhan untuk mengadopsi seorang gadis berusia empat tahun yang kemudian diberi nama Sierra.

Karena maknanya yang istimewa, mereka sangat memanjakan Sierra, seolah-olah ingin memberikan segalanya untuk Sierra. Padahal aku adalah anak kandung hasil cinta mereka, tetapi justru menjadi sosok yang terlupakan dalam keluarga ini.

Berhubung Ibu tidak bisa menghadirkanku ke hadapan Nenek, akhirnya Ibu hanya berkata, "Karena sudah datang, ayo kita makan dulu."

Nenek memandangi seisi rumah dan berusaha menenangkan diri. "Shelly nggak ada di rumah?"

Wajah Ibu menunjukkan sedikit kepasrahan. "Sudah kubilang, Shelly sedang ngambek. Kalau dia nggak mau keluar, apa yang bisa kulakukan?"

Nenek mengernyitkan dahi. "Ada masalah apa sebenarnya?"

Ibu ragu-ragu sejenak. Dia sengaja mengabaikan soal Lembah Liar, lalu berkata dengan nada tidak acuh, "Cuma karena kami nggak hadir di acara wisudanya, dia masih dendam karena masalah itu."

Mendengar hal ini, wajah Nenek menjadi muram. "Dasar anak itu. Padahal aku sudah nanya kapan acara wisudanya, tapi dia nggak mau kasih tahu aku. Sebagai orang tua, kenapa kalian malah nggak hadir? Acara wisuda itu penting bagi anak."

Ibu ingin berdalih, tetapi tidak tahu harus bagaimana memulainya. Tidak mungkin dia mengatakan bahwa Sierra menahan mereka karena kakinya terluka, bukan? Jika benar-benar berkata seperti itu, Nenek hanya akan semakin membenci Sierra.

Semua orang terdiam, hanya uap dari makanan yang perlahan naik memenuhi udara.

Ayah berkata, "Bu, jangan berdiri saja, ayo kita makan dulu!"

Di dalam hatinya, Nenek sebenarnya tidak ingin memperburuk hubungannya dengan putri tunggalnya. Karena itulah, dia hanya makan tanpa banyak bicara. Momen langka bisa duduk untuk makan bersama membuat Ibu merasa senang. Dia bahkan menyuguhkan minuman impor untuk semua orang.

Nenek mengingatkan Ibu untuk perbanyak minum air putih dan mengurangi minuman bersoda. "Kamu sudah pernah gagal ginjal, masih saja minum minuman begini. Shelly sudah berikan satu ginjalnya untukmu. Kamu nggak mungkin berharap dia berikan ginjalnya yang satu lagi, 'kan?"

Pegangan Ibu pada gelasnya seketika terhenti, lalu menatap Nenek dengan kaget.

"Bu, kamu bilang apa? Waktu aku sakit gagal ginjal dulu, Sierra yang mendonorkan ginjalnya untukku. Berani-beraninya kamu ngomong begitu di depan anak-anak, nggak tahu malu sekali!"

Tatapan Ibu tampak sangat serius.

Nenek langsung beranjak dengan marah. "Kamu ini benar-benar bodoh! Sudah kubilang, nggak seharusnya kalian merawat anak nggak tahu balas budi itu. Dia bahkan berani bohong soal beginian?"

Sierra langsung menangis ketakutan. "Jangan bertengkar lagi! Ibu, kalau Nenek bilang itu ginjal dari Kakak, ya berarti dari Kakak. Jangan marah lagi."

Ucapan ini justru semakin meyakinkan Ibu bahwa Nenek hanya mencari gara-gara.

Dengan marah, Ibu mengusir Nenek, "Ibu, tadinya aku nggak mau kita bertengkar seperti ini. Tapi kalau kamu terus berpihak sama gadis keras kepala itu dan bahkan nggak bisa bersikap adil, lebih baik kamu pulang saja."

Mendengar ini, aku hanya bisa menangis.

Dulu, saat Ibu mengalami gagal ginjal, akulah yang mendonorkan ginjal secara anonim untuknya. Namun entah bagaimana, cerita itu kemudian berubah menjadi Sierra yang mendonorkan ginjalnya.

Nenek sebenarnya sudah menduga bahwa pendonor anonim itu adalah aku, tapi aku melarangnya untuk mengungkapkan hal itu. Aku hanya berharap Ibu bisa mencintaiku tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Nenek yang merasa bersalah karena dulu telah memisahkan Ayah dan Ibu, sehingga membuat Ibu diserang oleh berandalan, selalu memanjakan Ibu. Demi perasaanku, dia setuju untuk menjaga rahasia ini. Namun, semua ini tidak diketahui oleh Ibu.

Hari ini, saat Nenek menyebutkan hal itu, Ibu sama sekali tidak mau percaya. Makan malam yang awalnya diharapkan menjadi momen kebersamaan, malah berakhir dengan perselisihan.

Begitu Nenek pergi, ponsel Ibu langsung berdering. Di layar tertera nama "Shelly".

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arimbi
8.7
Akibat insiden di perkemahan desa, Hanna terpaksa menikah dengan Sultan. Namun setelah pindah ke kota, sikap Sultan yang semula lembut berubah drastis. Hanna justru dikurung dalam rumah dan dikekang aturan ketat tanpa diakui sebagai istri sah. Sultan rupanya sangat terobsesi menjadikan Hanna sebagai pengganti sosok Arimbi, cinta pertamanya yang mengalami gangguan jiwa. Di bawah bayang-bayang masa lalu sang suami, Hanna kini harus menghadapi tekanan mental berat yang menghancurkan masa depannya.
Sampul Novel CANDIKALA
9.2
Hidup Halimah berubah mencekam saat ia tiba-tiba mampu melihat dimensi gaib mengerikan dan para calon tumbal yang terancam mati. Kemampuan misterius ini membawanya pada dilema batin yang gelap: apakah ia harus ikut memburu tumbal demi bertahan hidup? Di tengah teror yang terus mengintai, Halimah harus berjuang keras mengungkap rahasia kutukan kuno tersebut sekaligus menemukan jalan keluar untuk menyelamatkan jiwanya dari ancaman maut.
Sampul Novel Ganti Rugi Nyawa Putriku
9.6
Setelah tewas terbakar akibat aksi balas dendam suaminya yang murka atas kematian sang mantan kekasih dalam kecelakaan pesawat, seorang ibu mendapat kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari putri mereka mengalami serangan jantung. Namun kali ini, sang suami yang bekerja di menara kontrol bandara sengaja memutus komunikasi dengannya. Ketika pria itu menyadari keputusan egoisnya justru merenggut nyawa putri kandung mereka sendiri, penyesalan mendalam mulai menghancurkan akal sehatnya.
Sampul Novel Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku
9.6
Saat ajal menjemput akibat mutilasi yang kejam, korban berusaha menghubungi kakaknya demi meminta pertolongan terakhir. Namun, panggilan telepon darurat itu justru disambut dengan kemarahan dan ancaman karena sang kakak lebih mementingkan pesta ulang tahun orang lain. Tanpa sempat menjelaskan situasi mengerikan yang sedang dihadapi, komunikasi diputus sepihak. Kisah tragis dalam novel horor modern ini menyajikan misteri memilukan tentang penyesalan yang terlambat setelah kematian menjemput.
Sampul Novel Paman Terobsesi Padaku
8.3
Kehidupan indah Serena hancur seketika setelah orang tuanya tiada. Kini, ia harus menghadapi perubahan drastis Paman Xavier yang dahulu sangat menyayanginya. Sang paman bertransformasi menjadi sosok posesif yang mengontrol ketat setiap jengkal kebebasan Serena. Di balik kelembutan Xavier saat keinginannya dituruti, tersimpan ancaman senjata tajam yang siap mengintai tiap kali Serena membangkang. Serena pun terjebak dalam lingkaran obsesi mengerikan pamannya.
Sampul Novel Pernikahan Sempurnaku, Rahasia Mematikannya
9.4
Tiga bulan membina rumah tangga dengan miliarder Baskara Aditama, kebahagiaan wanita ini hancur seketika saat Diana, sang mantan kekasih, datang menyerang. Bukannya menolong, Baskara malah membela Diana dan membiarkannya menyiksa sang istri. Bahkan saat nyawanya terancam oleh kepungan pria misterius, Baskara tega memutus telepon. Demi selamat, ia nekat melompat dan menghubungi Paman Suryo. Baskara tak tahu bahwa istri yang dikhianatinya adalah bagian dari Keluarga Wallace yang siap membalas dendam.