APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Roh Jiwa Putri yang Teraniaya

Dua bulan pasca kematiannya, sebuah keluarga baru menyadari bahwa mereka meninggalkan putri mereka di tengah hutan saat wisata. Mengira sang putri hanya merajuk karena dihukum berjalan kaki, sang adik justru mengirimkan pesan ejekan agar dia mati demi menguasai warisan nenek mereka. Ibu yang bersikap dingin bahkan mengancamnya agar hadir di pesta ulang tahun keluarga. Mereka tidak pernah menduga bahwa korban tidak pernah bisa keluar dari sana. Pencarian intensif di pegunungan akhirnya mengungkap kenyataan mengerikan saat sisa-sisa tulang belulangnya ditemukan terkubur.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pembawa acara terus mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memasuki kawasan berbahaya tersebut agar terhindar dari insiden yang tidak diinginkan.

Ferdy duduk dengan penuh perhatian, "Lembah Liar ternyata ditutup?"

Ibu tampak seperti mengingat sesuatu, alisnya langsung mengernyit tajam.

Sampai akhirnya Ferdy bangkit dari sofa, lalu menepuk pahanya dengan bersemangat, "Wah, hebat! Jadi, perkemahan kita di Lembah Liar itu yang terakhir? Teman-temanku pasti iri berat. Mereka bahkan belum pernah ke sana, tapi sekarang malah sudah ditutup."

Ekspresi tegang Ibu pun perlahan mulai mereda "Cukup, sudah dewasa begini masih saja berisik seperti anak kecil. Ulang tahun nenekmu sudah dekat, kamu sudah milih hadiah belum?"

Ayah yang tadinya berwajah muram, kini terlihat lebih tenang. "Kali ini, kalian berdua harus pintar ngomong untuk menyenangkan hatinya."

Ferdy memasang wajah meremehkan, "Toh setiap tahun Shelly yang selalu milihin hadiah untukku dan Nenek pasti suka. Jadi, kalian nggak perlu repot-repot." Dia pun kembali menonton pertandingan sepak bola.

Mendengar namaku disebut, tatapan Ibu kembali dipenuhi rasa benci. Dia segera berbalik dan masuk ke kamarnya. Setelah duduk di tempat tidur sejenak, dia pura-pura santai sambil mengambil ponsel.

Ibu membuka percakapan denganku di aplikasi WhatsApp. Percakapan terakhir kami terasa seperti sudah sangat lama. Beberapa kalimat singkat yang dulu terlihat sepele, kini tampak begitu asing.

Raut wajahnya menyiratkan perasaan yang sulit diungkapkan. Dia menahan tombol rekam suara, lalu menggerutu selama belasan detik.

"Shelly, besok juga kamu harus pulang. Aku bisa izinkan kamu tinggal di rumah lagi. Kalau kamu tetap sembunyi, aku akan putus hubungan sama kamu!"

Setelah selesai, dia membuang ponselnya ke samping dan merebahkan diri untuk tidur. Aku berdiri di sisinya, ingin menangis tapi tidak ada air mata yang keluar.

Setengah tahun yang lalu saat aku lulus, Ayah dan Ibu absen dari acara wisudaku yang sudah mereka janjikan akan hadir, hanya karena Sierra mengalami luka kecil. Saat pulang, aku mengeluh pada mereka. Namun, mereka justru mengusirku dari rumah dengan alasan aku sudah dewasa dan bisa tinggal sendiri.

Aku takut jika Nenek tahu tentang ini, Ibu akan kena marah lagi. Oleh karena itu, aku merahasiakannya dari Nenek. Bahkan saat mencari pekerjaan, aku tidak berani menggunakan koneksi Nenek.

Ibu tahu, aku selalu mengharapkan pengakuan darinya dan Ayah seumur hidupku. Itulah kelemahanku. Hanya dengan ancaman putus hubungan, aku pasti akan segera muncul dan meminta maaf padanya.

Namun, kini, ancamannya tak lagi berpengaruh padaku. Karena aku sudah meninggal dua bulan lalu.

Ketika Ibu bangun, hari sudah menjelang senja. Saat dia melihat ponselnya, satu-satunya pesan yang masuk adalah dari sahabat baiknya, Bibi Lucy.

[ Von, seingatku keluarga kalian baru saja pergi ke Lembah Liar beberapa waktu lalu, ya? Semuanya baik-baik saja, 'kan? ]

[ Terus, gimana dengan Shelly? Aku coba telepon dia tapi nggak ada jawaban. ]

Melihat pesan dari Bibi Lucy, aku merasa terharu. Selama ini, selain Nenek, Bibi Lucy adalah salah satu dari segelintir orang yang peduli padaku. Di saat-saat sulit, aku selalu menjaga agar Nenek hanya tahu kabar baikku.

Ketika aku merasa sedih, hanya Bibi Lucy yang akan menepuk pundakku dan menghibur, "Ibumu cuma belum memahami perasaannya. Dia sebenarnya menyayangimu."

Aku selalu percaya pada ucapannya. Namun saat menjelang kematianku, aku terus mencoba menghubungi Ibu, tetapi semua panggilanku malah diabaikan. Saat itulah, aku baru menyadari bahwa di dunia ini ada yang disebut kebohongan dengan niat baik.

Mungkin karena tidak rela, arwahku masih tetap berada di dekat Ibu setelah aku meninggal. Sebenarnya aku tidak ingin begitu. Aku tidak ingin menyaksikan mereka hidup bahagia sebagai keluarga yang lengkap.

Ibu memijat pelipisnya dan membalas pesan Bibi Lucy.

[ Entah sudah mati di mana dia sekarang. Dua hari lagi ulang tahun neneknya, kamu ikut aku ke sana, ya? ]

Bibi Lucy cukup dekat dengan keluarga kami, sehingga dia pun langsung menyetujuinya. Dia bahkan mengatakan bahwa dia telah membawakan syal sutra buatan tangan yang sudah lama kuinginkan.

Gerakan mengetik Ibu sempat terhenti. Dia tahu, syal itu adalah pesananku dari Bibi Lucy sebagai hadiah untuknya. Di awal tahun, aku pernah menanyakan apa yang diinginkannya untuk Hari Ibu dan dia hanya memperlihatkan sebuah video yang sedang ditontonnya di ponsel. Aku langsung mengingatnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mauku Menjomlo
9.4
Di usianya yang melewati kepala tiga, Hasmi Azzahra kerap menjadi sasaran gunjingan tetangga karena masih melajang. Berprofesi sebagai perawat desa, ia tak ambil pusing dengan cap tidak laku yang disematkan padanya. Bagi Hasmi, pernikahan bukanlah hal yang bisa terburu-buru demi status sosial belaka, melainkan komitmen seumur hidup yang sakral. Walau mendambakan kehadiran pendamping hidup, ia memilih sabar menanti sosok yang tepat di tengah derasnya tekanan lingkungan sekitar.
Sampul Novel (Bukan) Pernikahan Impian
9.8
Dara menghadapi tekanan besar dari keluarga yang menuntutnya segera menikah demi menghindari perjodohan paksa. Di tengah situasi pelik itu, ia bertemu Alfan, seorang duda yang kesulitan mengasuh putri kecilnya sendirian sejak kepergian istrinya. Demi menghadirkan sosok ibu bagi sang anak, Alfan menawarkan sebuah solusi praktis kepada Dara. Keduanya pun sepakat memulai pernikahan yang didasari oleh kebutuhan mendesak satu sama lain.
Sampul Novel Galau Cinta Untuk Siapa
8.7
Demi nama baik keluarga, Kaila terpaksa menggantikan Dwina yang kabur sesaat sebelum akad nikah dengan Boyke Dhamara. Setelah setahun menjalani pernikahan dini tanpa cinta, Dwina tiba-tiba kembali dan mendesak Kaila untuk bercerai agar ia bisa bersatu lagi dengan Boyke. Kaila kini didera dilema besar. Bagaimana sikap Boyke menghadapi kembalinya sang mantan kekasih? Akankah pernikahan Kaila sebagai istri pengganti harus berakhir?
Sampul Novel Terjebak Pesona Anak Teman Mama
8.1
Nadia Anindita, siswi pemberontak yang menggemaskan, selalu berselisih dengan ketua OSIS populer nan kaku, Raka Bratama. Di balik kebencian dan perdebatan sengit mereka, tersimpan masa lalu keluarga yang rumit. Takdir tak terduga pun datang saat keluarga menjodohkan mereka secara paksa. Kini, keduanya terjebak dalam ikatan pernikahan yang konyol. Akankah ego mereka memicu perceraian, atau justru menumbuhkan benih cinta sejati?
Sampul Novel The Passion of an Actor
9.0
Kehidupan mewah Raditya Pratama sebagai aktor papan atas tidak menghalanginya untuk terpikat pada Dayu. Perempuan sederhana ini bahkan sama sekali tidak mengetahui ketenaran yang dimiliki Raditya. Perbedaan latar belakang yang mencolok tidak menyurutkan niat sang selebritas untuk mendekatinya. Namun, jalinan asmara mereka harus menghadapi rintangan berat yang menguji ketulusan perasaan masing-masing. Akankah cinta mereka bertahan melewati perbedaan kelas sosial ini?
Sampul Novel Transmigrasi Badgirl
9.8
Aqila Zara Maureen tak pernah menduga akan mengalami fenomena mistis pertukaran jiwa. Tiba-tiba saja, ia terbangun di dalam tubuh seorang gadis feminin yang dikenal sebagai perundung kejam di sekolahnya. Terperangkap dalam raga baru yang reputasinya sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya, Aqila kini harus menanggung sanksi sosial yang berat. Sembari bertahan hidup, ia juga harus mengungkap misteri besar di balik transmigrasi aneh ini.