APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rumah tangga yang dibina sekian lama hancur seketika saat sang suami, Benson, diam-diam mendonorkan sperma kepada janda mendiang sahabatnya. Bukannya merasa bersalah, Benson justru memarahi istrinya dengan dalih rasa kemanusiaan dan setia kawan. Pengkhianatan ini kian nyata ketika sang janda memamerkan penthouse mewah baru lengkap dengan foto Benson yang sedang memasak di dapur mereka. Sadar bahwa pengorbanan dan toleransinya telah dieksploitasi habis-habisan, sang istri akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri pernikahan beracun ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Istri dari mendiang sahabat suamiku mengunggah foto hasil pemeriksaan kehamilan.

“Terima kasih atas spermamu yang memberiku kesempatan memiliki anak sendiri.”

Aku melihat di kolom suami tertera nama suamiku, Benson. Lalu, meninggalkan komentar tanda tanya.

Tak lama kemudian, Benson langsung meneleponku dan memarahiku habis-habisan.

“Dia itu seorang janda dan hidupnya kesepian. Dia hanya ingin punya anak supaya ada teman di rumah, biar agak ramai. Masa kamu nggak punya sedikit pun rasa toleransi?”

“Lagipula, Celvin itu sahabat baikku. Dia sudah meninggal, jadi wajar kalau aku menjaga istrinya. Ini namanya setia kawan, kamu mengerti nggak, sih?”

Tak lama kemudian, janda sahabatnya itu kembali memamerkan foto sebuah apartemen mewah tipe penthouse di Sandona.

“Untung ada kamu yang menemaniku, membuat aku kembali merasakan hangatnya sebuah rumah.”

Melihat foto punggung Benson yang sedang sibuk di dapur, aku pun berpikir, sepertinya pernikahan ini memang sudah waktunya berakhir.

Saat Benson pulang, aku baru saja mendapat jadwal untuk operasi aborsi.

Aku dan Benson sudah menikah lima tahun, tapi belum pernah berhasil punya anak.

Beberapa hari lalu, aku baru tahu kalau diriku hamil dua bulan. Awalnya aku berencana memberitahu kabar ini di hari peringatan pernikahan kami sebagai kejutan. Tapi sekarang, sepertinya dia sudah tidak membutuhkannya lagi.

Benson meletakkan sebuah kantong di meja, lalu mendekat hendak memelukku.

“Sayang, aku bawakan bubur daging cincang dan telur pitan kesukaanmu. Ayo, cepat dimakan.”

Sekilas aku melirik isi kantong itu, buburnya terlihat encer. Butiran nasinya berantakan, dagingnya hampir tak terlihat. Aku hanya merasa miris.

Mungkin ini sisa makanan orang lain.

Aku pun menghindar dari pelukannya dan mendorong kantong itu menjauh.

“Aku nggak selera.”

Benson mengira aku bercanda, lalu menuangkannya ke mangkuk dan menyodorkannya ke mulutku.

“Jangan begitu, sayang. Bukannya kamu paling suka ini?”

Aroma amis bubur yang sudah dingin menusuk hidungku. Aku tak tahan lagi dan buru-buru lari ke kamar mandi untuk memuntahkannya.

Saat dia hendak menepuk punggungku, aku menepis tangannya keras-keras, menatapnya dengan mata memerah.

“Jangan sentuh aku!”

Ditolak berkali-kali membuatnya naik pitam. Suaranya meninggi, nadanya terdengar kesal.

“Kamu mau apa sih? Aku sudah berusaha untuk menyenangkanmu, itu masih kurang?”

“Aku bahkan nggak mempermasalahkan komentar nyinyirmu itu, tapi kamu malah terus-terusan memancingku!”

Sikapnya yang begitu tegas seakan akulah yang salah.

Aku menatapnya tak percaya, suaraku pun agak bergetar.

“Jadi, kamu mau aku dengan lapang dada memberi selamat pada wanita lain yang sedang mengandung anak suamiku?”

Benson menarik napas kesal dan melonggarkan dasinya.

“Sejak Celvin meninggal, Tasya hanya ingin punya anak supaya rumahnya nggak sepi, apa itu salah? Dia itu istri sahabat baikku, tentu aku punya tanggung jawab membantu mewujudkan semua keinginannya.”

“Lagipula, aku dan Tasya nggak benar-benar berhubungan, aku hanya menyumbangkan sperma saja. Haruskah kamu ribut begini?”

“Kamu benar-benar istri yang nggak pengertian!”

Nggak pengertian?

Waktu Celvin baru meninggal, aku juga kasihan pada Tasya yang sudah menjadi janda di usia muda. Aku sering mengajaknya makan di rumah. Kalau ada lampu atau alat di rumahnya yang rusak, aku dan Benson akan datang membantu memperbaikinya.

Tasya pernah berkata sambil berkaca-kaca, andai saja Celvin masih ada, dia tak akan merepotkan kami.

Aku tersenyum dan bilang tidak merepotkan.

Benson juga mengangguk dan bilang bahwa selama bisa membantu, dirinya tidak akan menolak.

Saat itu, aku pikir semua ini murni karena rasa setia kawan di antara Benson dan Celvin. Makanya, setelah Celvin meninggal, aku juga ikut menjaga Tasya.

Namun lama-lama, semuanya mulai berubah.

Tanpa sepengetahuanku, Benson pergi sendirian ke supermarket untuk membawakan belanjaan Tasya, membantu memasang lemari sepatu di rumahnya, bahkan saat Tasya terkena luka bakar, Benson juga membelikan salep dan mengantarkannya….

Padahal, dia tak pernah melakukan hal-hal seperti itu untukku di rumah.

Saat aku mulai merasa tak nyaman, Benson hanya menjelaskan dirinya sedang membantu istri sahabatnya yang sudah tiada. Aku pun tak membahasnya lagi.

Siapa sangka, bahkan urusan punya anak pun dia bisa membantu!

Pernahkah dia berpikir nanti anak itu akan memanggilnya ayah dan memanggil Tasya ibu, lalu aku sebagai istri sahnya akan menjadi apa? Bagaimana dengan anak kami kelak?

Tadinya, aku berniat membicarakannya baik-baik, tapi setelah mendengar tuduhan di telepon kemarin, aku langsung mengurungkan niat.

Sekarang, melihat wajahnya yang sama sekali tak merasa bersalah, aku semakin yakin tak ada gunanya.

Benson meluapkan semua kekesalannya, lalu menutup dengan kalimat,

“Kamu renungkan baik-baik, jangan jadi orang yang picik!”

Usai bicara, dia membanting pintu dan pergi.

Sudah larut malam dan aku tahu persis ke mana dia akan pergi.

Dan benar saja, tak lama kemudian, unggahan baru muncul di instagram Tasya.

Dalam foto itu, tangan besar Benson memegang perutnya.

Captionnya, [Ayah si kecil datang menemaniku dan bayi malam ini. Katanya, ada kehangatan rumah di sini.]

Melihat foto itu, aku hanya bisa menertawakan kebodohanku sendiri. Menertawakan diriku yang tak sadar bahwa pernikahan ini sudah busuk sejak lama.

Seharusnya aku sudah paham, sejak Benson berhenti memanggilnya ‘kakak ipar’ dan mulai memanggilnya ‘Tasya’.

Kalau begitu, lebih baik hentikan sebelum terlambat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Kehangatan menyelimuti ruang tamu sederhana saat Renata mendesah pasrah di bawah kecupan mesra Eka pada lehernya. Di atas sofa tua yang bergoyang, hasrat muda mereka meledak. Jemari nakal Eka menyusup ke balik kaos oblong Renata, meremas tubuhnya dan mengalirkan getaran hebat di ruangan sempit itu. Dalam dekapan erat sang kekasih, Renata hanya mampu mendesah memanggil nama Eka seiring sentuhan intens yang memilin seluruh raganya.
Sampul Novel Ilusi Cinta: Mengungkap Topeng Kekasihku yang Licik
8.9
Karlee dikhianati oleh sang tunangan. Di tengah rasa hancur, ia bertemu Brian Olson yang memikat. Pertemuan semalam membawa mereka pada pernikahan kontrak yang terburu-buru. Brian terlihat sangat tulus, tetapi itu semua hanyalah tipu muslihat yang direncanakan. Begitu tahu dirinya mengandung, Karlee yang murka menuntut perceraian. Brian kini didera penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua agar mereka tidak terpisahkan selamanya.
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri
8.8
Jenessa mengabdi sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia bagi CEO bernama Ryan. Namun, impian manisnya saat mengandung runtuh seketika karena Ryan lebih memilih fokus pada cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa pun memilih pergi menjauh dan menghilang. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kondisi perut Jenessa dan menuntut penjelasan. Dengan berani, Jenessa menegaskan bahwa mantan suaminya itu tidak lagi memiliki hak atas kehidupannya.
Sampul Novel Pesona Pria Bertopeng yang Memikat
9.2
Novel modern berbalut misteri, "Pesona Pria Bertopeng yang Memikat", mengisahkan konflik batin seorang wanita hamil yang kehilangan kehangatan dari suaminya. Penolakan sang suami memicu pergolakan hasrat dan fantasi liar yang menyiksa dirinya setiap malam. Di tengah kesepian dan ketegangan rumah tangga yang kian mendingin, situasi berubah mencekam sekaligus mendebarkan ketika sesosok pria asing bertopeng secara misterius berhasil menyusup ke dalam kediamannya.
Sampul Novel Tentang Kita.
8.1
Keharmonisan rumah tangga Adrian Admajaya hancur akibat ketiadaan buah hati dan hadirnya orang ketiga. Meski sangat mencintai pasangannya, Adrian terjebak dilema besar saat terpaksa memulai hubungan baru demi tanggung jawab tak terduga. Kini, ia harus berjuang membagi hati antara Naura Lideoni dan Asti Wulandari. Sanggupkah Adrian bertahan di tengah berbagai asumsi yang menguji komitmen pernikahan mereka?
Sampul Novel Wanita Kedua Tuan Alex
9.1
Demi mencukupi kebutuhan finansial sang ibu yang serakah, Bianca terpaksa bekerja sebagai biduan kafe. Takdir mempertemukannya dengan Alex, seorang pria dari kalangan bangsawan yang sebenarnya telah memiliki istri. Pertemuan itu memicu ketertarikan instan hingga berujung pada malam penuh gairah. Kini, Bianca terjebak dalam pusaran cinta segitiga yang rumit. Ia pun harus berjuang mengatasi dilema batinnya demi merebut posisi utama di hati Alex dari sang istri sah.