APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel REVENGE OF OFFENDED

REVENGE OF OFFENDED

Kehidupan damai Darrendra Smith hancur total sejak sang ibu tiada. Walau sudah berjuang keras menyelamatkannya, ia malah dituduh sebagai pembunuh dan pembawa petaka oleh ayah serta kelima kakak laki-lakinya. Kebencian yang membara membuat keluarga Smith memutuskan hubungan darah secara sepihak. Darrendra pun diusir paksa dari rumahnya sendiri, menanggung fitnah kejam atas tragedi yang tidak pernah ia lakukan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di kota Sydney, Australia. Terlihat sebuah rumah mewah yang begitu besar dan luas bak istana berdiri kokoh di sana. Yah! Rumah mewah milik keluarga besar SMITH. Keluarga kaya raya nomor 1 di dunia dan di Australia. Keluarga terpandang, keluarga yang sangat berpengaruh di Australia. Dan terlebih lagi keluarga yang berpengaruh dalam dunia bisnis. Keluarga SMITH menguasai seluruh jajaran bisnis yang ada di dunia ini. Siapa yang tinggal kenal dengan Keluarga SMITH. Semua orang-orang yang ada di dunia ini sangat mengenal Keluarga SMITH. Hanya orang-orang bodoh saja yang tidak mengenal mereka.

Keluarga SMITH dikenal dengan kebaikannya. Rata-rata seluruh anggota keluarga besar SMITH tidak akan sungkan-sungkan untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Setiap bulan keluarga SMITH memberikan bantuan kepada anak-anak panti asuhan yang ada di kota Sydney. Keluarga SMITH juga memiliki saham sebesar 50% di beberapa rumah sakit terkenal yang tersebar di beberapa negara. Seperti di negara Australia THE ROYAL MELBOURNE HOSPITAL, Sidney. Di Amerika VANDERBILT UNIVERSITY MEDICAL CENTER, Nashville. Di Korea SAMSUNG HOSPITAL, Seoul. Di Jerman PARK CLINIC WEISSENSEE, Berlin.

Keluarga SMITH memiliki sifat dua sikap. Sikap baik dan juga sikap kejam. Keluarga SMITH bisa berubah menjadi sosok malaikat untuk orang-orang yang benar-benar tulus kepada mereka. Dan tidak berbuat jahat terhadap mereka. Bahkan keluarga SMITH bisa juga berubah menjadi sosok iblis yang kejam jika ada orang-orang yang mencari masalah dengan mereka. Apalagi sampai berani melukai salah satu dari mereka.

Keluarga SMITH tidak mengenal kata maaf, tidak mengenal kata ampun, tidak ada yang namanya kesempatan kedua. Jika ada yang berani mencari masalah dengan mereka, makanya akan berakhir dengan KEMATIAN.

Di rumah tersebut anggota keluarga telah berkumpul di ruang tengah. Mereka semua berkumpul karena tengah menunggu kepulangan kesayangan mereka semua. Siapa lagi kalau bukan si bungsu Darrendra Smith.

Daren sangat disayang dan juga dimanja oleh seluruh anggota keluarga Smith. Mulai dari keempat kakak-kakaknya, kakak-kakak sepupunya, kakeknya, Om dan Tantenya. Bahkan mereka selalu ada untuk Darren jika Darren sedang dalam masalah atau sedang bersedih. Mereka selalu meluangkan waktu untuk Darren, walau mereka sedang banyak pekerjaan.

"Darren lama sekali, sih. Ini sudah pukul berapa!" seru Afnan.

Mendengar ucapan dari Afnan. Mereka semua tersenyum. Mereka tahu bagaimana rasa sayang dan juga rasa khawatir Afnan terhadap Darren jika Darren terlambat sampai di rumah.

Saskia menghampiri adiknya itu, lalu mengusap pelan punggungnya. "Kakak tahu kamu pasti mengkhawatirkan Darren? Kita berdoa saja semoga Darren baik-baik saja dan pulang dengan selamat."

"Tapi aku benar-benar sangat mengkhawatirkan Darren, Kak. Aku tidak mau hal itu terjadi lagi. Dan aku tidak mau Darren masuk rumah sakit lagi dan tidur berbulan-bulan."

Afnan menangis membayangkan kejadian kecelakaan yang menimpa adiknya yang saat itu adiknya pergi meninggalkan kediaman keluarga Austin karena diusir.

"Darren, semoga kamu baik-baik saja, sayang." Saskia berdoa di dalam hatinya.

Jujur, Saskia juga sangat mengkhawatirkan adik bungsunya itu. Satu jam yang lalu adik bungsunya mengabarinya jika adiknya itu sudah tiba di Bandara Internasional Kingsford Smith. Namun, waktu sudah menunjukkan pukul 2 sore. Adiknya belum juga menampakkan batang hidungnya di hadapan mereka semua.

"Darren, semoga kamu baik-baik saja, dek." Nuria, Marco dan Afnan berdoa di dalam hati.

"Darren, sayang. Semoga kamu baik-baik saja," batin Erland, Steffany, Ronald, Safina, Clara, dan Steven.

"Semoga kamu baik-baik saja, cucuku." Robert Smith berucap di dalam hati.

Nuria dan Marco menghampiri Saski dan Afnan. Keduanya memeluk Afnan. dan memberikan ketenangan kepadanya.

"Kita berdoa saja agar Darren pulang dengan selamat," ucap Nuria.

"Darren pasti baik-baik saja. Percayalah!" Marco berucap dengan lembut sembari tangannya mengusap lembut punggung adiknya.

Ketika mereka semua tengah memikirkan Darren yang sudah tiga jam belum sampai juga di kediaman Smith, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara klason mobil dari luar.

TIN!

TIN!

Mendengar suara klason mobil, mereka semua berlari keluar rumah untuk melihat dengan mata kepala mereka sendiri jika yang datang itu adalah Darren kesayangan mereka.

Di luar rumah, terlihat sebuah mobil mewah telah terparkir rapi. Dan seseorang keluar dari dalam mobil tersebut. Yah! Orang itu adalah Darrendra Smith.

"Tuan muda Darren. Selamat datang kembali," ucap ketiga security tersebut.

Mendengar ucapan dari ketiga security tersebut, Darren tersenyum ramah. "Terima kasih, Paman. Kalau begitu aku masuk dulu," sahut Darren.

"Silahkan, tuan muda."

Setelah itu, Darren pun pergi meninggalkan tiga security tersebut. Darren melangkahkan kakinya menuju pintu utama.

Namun, langkahnya terhenti ketika tatapan matanya melihat seluruh anggota keluarganya telah berdiri di depan pintu. Dan jangan lupakan senyuman manis mengembang di bibir masing-masing.

Darren yang melihat anggota keluarganya yang tersenyum hangat padanya merasakan kehangatan di dalam hatinya. Dengan langkah cepat, Darren menghampiri mereka semua.

"Opaa," panggil Darren.

GREP!

Darren langsung memeluk tubuh kakeknya erat. "Opa. Aku merindukanmu. Sangat!"

Robert tersenyum kala mendengar ucapan dari cucu kesayangannya. Robert memberikan kecupan sayang di pucuk kepala Darren.

"Opa juga sangat merindukan Darren. Sangat!"

"Lalu bagaimana dengan kita? Apa Darren tidak merindukan kita?" tanya Steffany yang menggoda keponakannya.

Darren melepaskan pelukannya dari kakeknya dan mengalihkan perhatian menatap satu persatu wajah orang-orang yang sangat dicintainya.

"Aku juga merindukan kalian. Sangat merindukan kalia," jawab Darren.

Mereka semua tersenyum ketika mendengar jawaban tulus dari Darren.

"Ya, sudah! Ayo, kita masuk ke dalam!" seru Clara.

Clara menggandeng tangan Darren dan langsung membawanya masuk ke dalam rumah tanpa mempedulikan orang-orang di sekitarnya.

Sementara anggota keluarga lainnya mendengus kesal akan ulah dari Clara yang seenaknya saja membawa Darren.

Kini semuanya telah berkumpul di ruang tengah. Anggota keluarga Smith sangat bahagia akan kepulangan Darren. Dan mereka juga bersyukur Darren pulang dengan selamat.

"Kamu kemana dulu tadi? Kenapa baru nyampe, sih? Kakak khawatir tahu." ucap dan tanya Saskia.

"Kita semua mengkhawatirkanmu, Darren!" Steven berucap lembut.

"Maafkan aku Kak, Om, Tante, Opa. Tadi aku singgah dulu ke Perusahaanku. Aku kesana hanya sekedar memantau keadaan dan juga perkembangan Perusahaan ku selama tidak ada aku." Darren menjawab pertanyaan dari kakaknya.

"Lalu bagaimana? Semuanya baik-baik sajakan?" tanya Robert.

"Iya, Opa. Semuanya baik-baik saja," jawab Darren.

"Kakak sudah mendaftarkan namamu di Kampus UNIVERSITAS SIDNEY. Kamu satu Kampus dengan kakakmu Afnan dan kakak sepupumu Naura." Willy berbicara sambil melihat kearah Darren. Willy adalah saudara kedua di keluarga Smith.

"Baik, Kak." Darren menjawabnya.

"Ya, sudah. Lebih baik Darren ke kamar dan istirahat. Darren pasti lelahkan? Nanti malam kita akan adakan acara pesta Barbeque di halaman belakang!" Erland berucap lembut.

"Baik, Om."

Setelah itu, Darren pun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya di lantai dua.

"Dan untuk kalian. Jangan ada yang mengganggu Darren. Biarkan Darren istirahat. Mengerti!" seru Ronald menatap putra-putranya dan keponakan-keponakannya.

"Baik, Om."

"Baik, Pa."

Mereka semua menjawab dengan kompak. Mereka juga tidak berniat untuk mengganggu Darren, walau mereka semua sangat merindukan Darren. Bagi mereka kesehatan Darren nomor satu. Jadi mereka membiarkan Darren untuk istirahat. Toh, nanti malam mereka bertemu dengan Darren dan berbicara banyak dengannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Brave Heart
8.7
Kecelakaan tragis membuat fisik Seruni Arkadewi cacat. Kemalangan tak berhenti di situ; sang kekasih berkhianat dengan sahabatnya, dan ayah tirinya tega menjualnya kepada pria tua kaya. Menolak menyerah pada nasib, Seruni memilih melarikan diri demi membuktikan bahwa ia mampu mandiri. Langkahnya ini dinilai konyol oleh Antonio Brata Kesuma, konglomerat yang sangat antipati pada kelemahan fisik. Namun, kegigihan Seruni yang menolak belas kasihan perlahan menantang pandangan Antonio.
Sampul Novel Buku Harian Seorang Pengacara Muda
8.3
Edward Cicero, mahasiswa hukum yang ambisius, harus menghadapi ujian berat sebelum resmi menjadi pengacara. Kasus perdana yang ia tangani langsung mempertemukannya dengan musuh besar, sebuah perusahaan asuransi raksasa. Kini, Edward berada di persimpangan moral yang mengancam masa depannya. Demi memenangkan gugatan, ia dituntut melakukan tindakan kriminal. Jika menolak, ia harus menerima konsekuensi pahit didepak dari kampusnya.
Sampul Novel Gairah Citra dan Kenikmatan
8.1
Di sudut kota yang sepi, Seto dan Anissa memilih mengabaikan dinginnya malam demi memuaskan hasrat satu sama lain. Ketika semua orang masih tertidur lelap, pasangan suami istri ini sengaja terjaga lebih cepat demi menjalani ritual pagi yang membara. Sentuhan lembut dan intens dari Seto perlahan membangkitkan birahi sang istri. Keduanya pun hanyut dalam kemesraan yang intim, saling berbagi kepuasan dan kenikmatan fisik yang begitu mendalam.
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Pacar
8.6
Pertemuan kembali dengan Leon membawa situasi baru bagi Nisa. Dahulu, pria itu sangat berarti dalam hidupnya, tetapi kini Nisa sama sekali kehilangan ingatannya tentang Leon. Bukannya kasih sayang, Nisa justru menyimpan rasa benci yang kuat dan selalu menghindarinya. Di tengah kondisi yang sulit ini, Leon tidak menyerah dan terus berupaya keras mendapatkan kembali cinta Nisa. Sanggupkah Leon menumbuhkan kembali perasaan yang telah sirna dari memori sang mantan kekasih?
Sampul Novel Rekan Kerjaku Selingkuhan Suamiku
9.2
Sebuah penolakan sederhana berujung pada tragedi berdarah. Ketika aku menolak menggantikan shift malam Paula, rekan kerjaku itu nekat membolos hingga dipecat. Dendam membara membuatnya tega mendorongku yang sedang hamil tua dari tangga hingga aku dan bayiku tewas. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun kembali di hari Paula meminta bantuan shift tersebut. Kini aku menyadari kebenaran fatal: malam itu, Paula membolos demi menemui suamiku secara rahasia.
Sampul Novel Wanita Pengganti Pemuas Obsesi CEO
9.2
Sejak menyelamatkan seorang anak lelaki di masa kecil, takdirku terikat pada Derrick. Kini, dia tumbuh menjadi CEO dominan yang memaksaku menikah demi kesembuhan nenekku. Karena aku menolak cintanya selama sepuluh tahun, Derrick meluapkan amarahnya dengan mencari wanita pengganti yang mirip denganku untuk dipamerkan. Namun, wanita itu justru menyerang vilaku dengan kejam, menyiksaku hingga sekarat karena mengira aku adalah peniru yang melakukan operasi plastik. Saat Derrick akhirnya datang terlambat, tubuhku sudah hancur di hadapan mereka.