APKDock Logo
Sampul Novel REVENGE OF OFFENDED

REVENGE OF OFFENDED

9.4 / 10.0
Kehidupan damai Darrendra Smith hancur total sejak sang ibu tiada. Walau sudah berjuang keras menyelamatkannya, ia malah dituduh sebagai pembunuh dan pembawa petaka oleh ayah serta kelima kakak laki-lakinya. Kebencian yang membara membuat keluarga Smith memutuskan hubungan darah secara sepihak. Darrendra pun diusir paksa dari rumahnya sendiri, menanggung fitnah kejam atas tragedi yang tidak pernah ia lakukan.

REVENGE OF OFFENDED Bab 1

Di kediaman keluarga Austin terlihat anggota keluarga sedang berkumpul di ruang tengah. Mereka semua tampak sedih.

"Kenapa jadi begini? Clarissa telah pergi untuk selamanya. Amanda koma di rumah sakit Amerika. Dan.. sekarang disusul oleh putra bungsuku.. hiks." Felix terisak.

Felix beserta anggota keluarganya baru mendapatkan informasi dari salah satu tangan kanannya Julian.

Semenjak kejadian Darren yang diusir oleh Felix dan kelima kakak-kakaknya. Julian diam-diam memerintah salah satu tangan kanannya untuk mencari tahu keberadaan Darren.

Setelah satu tahun lamanya. Akhirnya tangan kanannya Julian berhasil menemukan informasi mengenai Darren. Dalam informasi itu, tangan kanannya Julian mengatakan bahwa Darrendra Austin telah meninggal dunia akibat kecelakaan mobil. Tangan kanannya Julian juga mengatakan kecelakaan itu terjadi ketika setelah Darren diusir oleh keluarga Austin.

"Papa. Sudahlah. Kenapa Papa menangisi anak pembunuh itu? Dia yang sudah membunuh Mama dan dia juga yang sudah membuat tante Amanda koma," ucap Raka dengan kejam.

"Raka. Jaga ucapanmu. Bagaimana pun orang yang kau sebut pembunuh itu adalah adikmu!" bentak Julian, suami dari Amanda.

"Aku tidak sudi memiliki adik pembunuh seperti dia," sahut Raka.

"Apa yang dikatakan Kak Raka benar, Pa, Om! Untuk apa Papa menangisi anak pembunuh itu. Dan untuk apa Om membelanya. Anggap saja ini adalah hukuman untuknya karena telah membunuh Mama dan membuat tante Amanda koma. Nyawa dibayar nyawa. Impaskan!" Satya berucap dengan penuh kebencian.

Julian berdiri dari duduknya, lalu menghampiri Satya. Dan detik kemudian...

PLAAKK!

Julian memberikan tamparan keras di wajah Satya, sehingga membuat sudut bibir Satya berdarah.

"Kau dan Kakakmu benar-benar menjijikkan. Bisa-bisanya kalian bicara seperti itu tentang adik kalian. Bagaimana bisa kalian lebih percaya dengan ucapan orang-orang itu yang mengatakan bahwa adik kalian yang telah membunuh ibu kalian dan membuat istri Om koma. Kemana otak kalian, hah?! Darren itu adik kalian. Kalian sudah lama tinggal bersama. Bahkan kalian yang menjaga, merawat dan mendidik Darren selama ini. Jadi, bagaimana bisa kalian tidak mempercayai adik kalian sendiri!" bentak Julian.

"Kalian itu benar-benar tidak memiliki hati. Penjahat saja yang melakukan kejahatan jika meninggal orang-orang masih menatap iba. Justru ini adik kalian sendiri. Dan belum tentu juga adik kalian bersalah. Tapi kalian sama sekali tidak memiliki rasa empati sedikit pun ketika mendengar kematian adik kalian!"

"Kalian menyebut Darren pembunuh. Lalu bagaimana dengan kalian, hah?! Kalian semua itu tidak jauh beda dengan Darren. Jika kalian semua menuduh Darren yang telah membunuh Clarissa dan juga penyebab komanya Amanda. Berart kalian juga seorang pembunuh. Kalianlah yang sudah membunuh Darren!" teriak Julian sembari menunjuk semua anggota keluarga yang duduk di sofa.

"Jika kalian tidak menuduh Darren. Jika kalian tidak menyudutkan Darren. Jika kalian percaya dengan Darren. Jika kalian mau mendengarkan penjelasan dari Darren. Jika kalian tidak memaki Darren. Dan jika kalian tidak mengusirnya Darren dari rumah ini. Maka sampai detik ini Darren masih hidup. Jadi kalian juga seorang pembunuh. Bahkan kesalahan kalian lebih besar dari pada Darren. Perlakuan buruk kalian terhadap Darren sudah terekam berkat kamera pengintai yang terpasang di setiap sudut rumah ini. Sementara kalian. Kalian tidak memiliki bukti apapun ketika Clarissa dan Amanda diserang. Kalian hanya mendengar dari laporan dari orang-orang yang tidak jelas. Kalau aku mau. Aku bisa saja memperlihatkan rekaman itu ke pihak yang berwajib."

Julian berbicara dengan suara yang keras sembari menatap jijik anggota keluarga dari istrinya.

Mendengar penuturan dari Julian. Baik Felix, Rafael dan yang lain terkejut. Mereka tidak menyangka jika Julian bisa semarah ini. Bahkan mereka terkejut ketika Julian mengatakan ada kamera terpasang di setiap sudut rumah.

"Sudahlah, Pa. Untuk apa Papa membuang-buang energi untuk manusia menjijikkan seperti mereka. Percuma saja Papa bicara panjang lebar karena mereka tidak akan mau mendengarnya. Hati mereka semua sudah mati." Andra berbicara lembut kepada ayahnya.

"Lebih baik kita pergi dari rumah ini, Pa. Aku sudah tidak sudi untuk tingga satu rumah dengan manusia sampah seperti mereka. Kita pulang saja ke rumah kita. Di sana hidup kita akan lebih nyaman dari pada disini!" seru Adnan.

"Aku setuju apa yang dikatakan Kak Adnan. Lebih baik kita tinggal di rumah kita sendiri. Dan kita putuskan hubungan kita dengan mereka. Aku sudah tidak sudi memiliki saudara seperti mereka. Lagian nanti pukul lima sore Papa akan ke Amerika kan untuk mengunjungi Mama. Lebih baik Papa bersiap-siap." Merrin berbicara sambil menatap jijik Raka dan adik-adiknya. Begitu juga anggota keluarganya yang lainnya.

"Iya, Pa. Merrin benar. Lebih baik kita pulang ke rumah kita. Dan tinggal di sana selamanya. Jika Mama sudah sembuh nanti. Kita akan bawa Mama pulang ke rumah kita." Andra berbicara dengan menatap wajah ayahnya.

Lagi-lagi Felix, Rafael dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan demi ucapan yang dilontarkan oleh Andra, Adnan dan Morrin. Kecuali satu orang yaitu Andara. Dirinya justru senang.

"Baiklah. Kalian persiapkan semua barang-barang kalian. Kita akan pergi dari rumah neraka ini dan memutuskan hubungan dengan mereka semua. Papa sudah tidak ingin memiliki hubungan apapun dengan mereka. Papa akan membawa Mama kalian keluar dari rumah ini apapun yang terjadi."

"Hm,"

Setelah itu, Julian dan ketiga anak-anak langsung menuju kamar masing-masing untuk mengemasi barang-barang mereka. Mereka sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan

keluarga Austin.

***

Di kota Washington, Amerika terdapat sebuah rumah mewah dan juga besar. Di rumah itu terlihat seorang pemuda tampan tengah duduk di sofa ruang tengah. Pemuda itu adalah Darrendra Smith.

Darren saat ini tengah sibuk berkutat dengan beberapa berkas di atas meja. Sebelum Darren menandatangani berkas-berkas itu. Darren harus terlebih dahulu mengeceknya.

Ketika Darren tengah fokus dengan pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk.

DRRTT!

DRRTT!

Mendengar ponselnya berdering. Darren langsung mengambilnya, lalu terlihat nama 'Kak Saskia' di layar ponselnya. Tanpa menunggu lagi Darren langsung menjawabnya.

"Hallo, Kak."

"Hallo, tampan. Kamu sedang apa?"

"Ini aku sedang memeriksa beberapa berkas-berkas sebelum aku

menandatanganinya. Kenapa, Kak?"

"Begini. Opa hanya ingin memastikan apa kau jadi pulang ke Australia?"

"Jadi, Kak. Lusa aku berangkatnya. Aku sudah menyiapkan semuanya disini."

"Baiklah kalau begitu. Kakak dan yang lainnya akan mempersiapkan semuanya untuk menyambut kepulanganmu."

"Kak."

"Iya. Ada apa, Ren?"

"Boleh tidak aku tinggal di rumah milik Mama yang ada di Clarence Street, Sydney . Aku mau di sana, Kak."

"Tentu. Tanpa kamu memintanya. Kami memang berniat menyuruhmu untuk tinggal di sana. Rumah itu milik kamu. Hadiah ulang tahun dari Mama."

Mendengar penuturan dari kakaknya, Darren menangis. Dan tangisannya itu terdengar oleh sang Kakak.

"Hei, kamu kenapa? Sudah jangan nangis, oke. Kamu tidak sendirian. Ada Kakak dan kakak-kakak kamu yang lainnya, ada Opa, Om dan Tante."

"Terima kasih, Kak."

"Iya, sayang. Ya, sudah. Jangan nangis lagi. Jika kamu nangis nanti Mama juga ikut nangis juga di sana."

"Iya. Ini aku sudah tidak nangis lagi kok."

"Good Boy. Ingat! Jangan terlalu lelah bekerja. Jaga kesehatanmu. Kakak gak mau kamu jatuh sakit. Kakak gak mau kalau kamu sampai masuk rumah sakit lagi."

"Baik, Kak."

"Oke. Kakak tutup, ya!"

TUTT!

TUTT!

Setelah berbicara dengan kakak perempuannya di telepon. Darren merasakan kebahagiaan di hatinya. Kakaknya itu selalu bisa mengembalikan senyuman di bibirnya.

"Ma."

Lanjut Membaca

Daftar Isi REVENGE OF OFFENDED

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Bukan Pembantu Kalian
9.2
Tujuh bulan sudah keluarga ipar menumpang di rumahku dan bertingkah bagai benalu. Tragisnya, aku malah diperlakukan layaknya pembantu di rumah sendiri, sementara suami enggan mengusir mereka karena merasa iba. Batas kesabaranku kini telah habis. Aku pun mulai menyusun taktik cerdik untuk membuat mereka tidak betah, agar mereka segera angkat kaki dan pergi selamanya demi mengembalikan kedamaian hidupku.
Sampul Novel Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai
7.8
Kayshila Zena menjalani pernikahan paksa dengan Zenith Edsel, penguasa Jakarta, akibat penolakan keluarganya sendiri. Namun, tuduhan miring tentang masa lalunya membuat pernikahan itu hancur hingga ia harus pergi setelah melahirkan dan menandatangani perceraian. Bertahun-tahun berlalu, Kayshila kembali membawa anaknya dan melamar sebagai dokter pribadi Zenith. Di luar dugaan, sang mantan suami justru menerima kehadirannya dengan tangan terbuka, bahkan menyayangi anak misterius tersebut seperti darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Gairah Liar Binor Kesepian
8.8
Sita, perempuan polos dari pelosok Cianjur, menjalani kehidupan yang sangat tertutup pascapernikahan hasil perjodohan. Minimnya interaksi sosial membuatnya buta akan dunia luar dan edukasi seksual. Hal ini memicu kekecewaan pada diri Danu, suaminya, akibat sikap Sita yang terlampau pasif dalam hubungan intim. Ketidaktahuan Sita mengenai gairah ranjang ini pun disinyalir menjadi penyebab utama pasangan suami istri tersebut tidak kunjung dikaruniai keturunan hingga kini.
Sampul Novel Kontrak Ranjang Sang Kapten
9.4
Dunia Dara runtuh setelah menyaksikan pengkhianatan kekasih pilotnya. Didorong amarah, pramugari Skyward Airlines ini nekat bercinta dengan pria asing yang ia duga gigolo demi balas dendam. Tanpa disangka, lelaki itu adalah Arjuna, pilot senior sekaligus pewaris tunggal maskapainya. Kini, Dara terjerat konsekuensi pelik karena rahasia malam itu berada di tangan pria yang berkuasa penuh atas nasib dan masa depannya di dunia penerbangan.
Sampul Novel Poison, I'll Kill My Husband
9.4
Aaron telah meninggalkan dunia pembunuh bayaran demi membina rumah tangga dengan Alice. Di balik pernikahan mereka, Alice rupanya seorang agen rahasia yang mengincar Aaron atas kematian orang tuanya. Sambil memanfaatkan ketulusan sang suami, ia menyelidiki sindikat Greenice Group. Kini, Alice didera konflik batin yang hebat antara menuntaskan dendam atau menjaga rasa cintanya yang mulai tumbuh di tengah bahaya yang mengintai.
Sampul Novel Sang Penjelajah Malam
9.7
Demi konten media sosial, Arya, Rendy, Putra, Deny, dan Ryan nekat mendaki gunung angker. Namun, ekspedisi ini berubah menjadi petualangan penuh teror mistis yang mengancam nyawa. Di tengah situasi berbahaya, persaingan memperebutkan seorang gadis memicu konflik internal hingga mengubah kepribadian mereka. Berbekal kemampuan yang minim, kelima pemuda ini harus menguak misteri besar. Mampukah mereka bertahan dari ancaman gaib saat berbagai masalah baru terus berdatangan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan