APKDock Logo
Sampul Novel Revenge (Cinta dalam Dendam)

Revenge (Cinta dalam Dendam)

8.9 / 10.0
Pernikahan tak diinginkan dengan Dirga membawa Gendis ke jurang penderitaan kelam sebagai pemuas nafsu. Di tengah kehancuran hidup tersebut, ia dipertemukan dengan Steve, pria tampan berhati dingin yang perlahan mulai menyentuh lubuk hatinya. Kini, keduanya harus berjuang keras melewati jurang perbedaan demi mempertahankan perasaan mereka. Akankah cinta baru ini mampu bertahan dan selamat dari ancaman dendam serta bayang-bayang masa lalu yang begitu menyakitkan?

Revenge (Cinta dalam Dendam) Bab 1

Revenge

Bab 1

Dimana aku ... kenapa aku ada di sini?"

Gadis itu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, semua terasa asing baginya.

Karena, ruangan itu bukanlah ruangan tempat terakhir yang dia datangi.

Gendis, nama gadis itu.

Mengerjap-ngerjapkan matanya, sembari mengingat peristiwa terakhir yang dia lakukan.

"Bukankah aku saat ini harusnya berada di rumah, menerima tamu undangan pernikahanku. Kenapa aku ada disini, dan dimana ayah dan ibuku."

Gendis melompat turun dari tempat tidur dan berlari menuju ke pintu, untuk membukanya. Namun gagal.

Ternyata pintu itu dalam keadaan terkunci.

Sementara dia berada di dalam ruangan itu sendiri. Lalu, dimana Dirga?

Laki-laki yang baru saja menikahinya dan berjanji akan membahagiakannya ketika berada di hadapan orang tuanya.

"Dirga ... Dirga ... dimana kamu?"

Panggil Gendis, dia mulai merasa panik. Setelah beberapa saat tidak ada jawaban atau tanda-tanda ada orang lain selain dirinya di sana.

Gendis kembali berusaha membuka pintu, namun usahanya terasa sia-sia. Pintu itu tidak dapat dibuka tanpa menggunakan kunci.

Lalu, gadis itu berjalan menuju tempat tidur dan duduk di sisinya. Dia mulai terisak.

"Bapak ... Ibu ... tolong Gendis," rintihnya.

Dia memperhatikan baju yang melekat di tubuhnya.

Semua masih lengkap, baju kebaya putih yang dia kenakan ketika ijab kabul dengan Dirga.

Gendis berusaha mengingat-ingat kembali, kejadian disaat dia menikah dengan Dirga.

Saat itu, setelah acara ijab kabul, hampir semua keluarga besar Dirga hadir, termasuk teman-temannya yang dia sendiri tidak kenal.

Hampir semua keluarga Dirga hadir dengan mengendarai mobil.

Namun, ada dua orang tamu yang menurutnya berbeda dengan yang lain.

Tamu itu datang dengan seorang sopir dan mengendarai mobil mewah. Semua teman Dirga sepertinya menaruh hormat padanya.

Tapi, dia tidak begitu mengingat wajah pria tersebut, tapi satu hal yang dia ingat. Pria itu bertubuh gendut dengan kepala sedikit botak.

Setelah para tamu satu persatu pulang, orang tua dan keluarga Gendis pun akhirnya berpamitan pulang, meninggalkan gedung tempat Gendis dan Dirga mengadakan resepsi pernikahan.

Hingga tinggal beberapa orang saja yang masih ada di sana. Termasuk pria gendut dan beberapa orang.

Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu, dan sesekali menatap ke arah Gendis yang duduk di temani oleh seorang keponakan yang menjadi pagar ayu.

Hingga akhirnya, Dirga menghampirinya dengan membawa segelas air minum dan menyerahkan padanya.

"Sayang ... minumlah, kamu pasti haus dan lelah."

Dirga menyodorkan segelas air putih ke tangan Gendis.

Tanpa rasa curiga, Gendis meminum air tersebut hingga habis.

Dirga memperhatikan Gendis yang telah menghabiskan minumnya, lalu tersenyum.

"Pinter." Dirga berkata sambil mengusap pucuk kepala Gendis.

Gendis menepis pelan tangan Dirga, karena merasa risih dengan apa yang dia lakukan. Walau mereka telah resmi menikah, namun mereka tidak saling mengenal sebelumnya.

"Hei ... kita sudah menikah sayang, jangan memperlakukanku seperti itu," protes Dirga.

"Aku menikahimu karena permintaan ayahku, kamu ingat itu, kan?"

"Semua akan berubah setelah malam ini, percayalah."

Lalu, Dirga meninggalkan Gendis untuk kembali bergabung bersama teman-temannya. Terlihat mereka tertawa-tawa sambil menenggak minuman.

Di saat yang bersamaan, Gendis merasakan kalau kepalanya tiba-tiba merasa pusing dan seolah berputar.

Dia memejamkan matanya sambil tangannya memegang erat kursi tempat dia duduk.

"Gendis, kamu kenapa?" Tanti, saudara sepupu yang bersamanya saat itu bertanya ketika melihat Gendis seperti mengalami sesuatu.

"Aku tidak apa-apa." Gendis menjawab.

"Kamu istirahatlah, biar Gendis bersamaku."

Dirga berkata pada Tanti dan menyuruh gadis itu pergi. Lalu, Dirga duduk di sebelah Gendis yang sudah kehilangan separuh kesadarannya.

"Dirga, kamu ...."

Gendis tidak melanjutkan ucapannya, karena semua berubah menjadi gelap.

Namun dia masih bisa merasa, seseorang kemudian membopongnya keluar.

"Apakah aku pingsan, lalu seseorang membawaku ke sini ... tapi, siapa orang yang telah membawaku?"

Gendis berteriak menutup mulutnya begitu menyadari apa yang terjadi dan mengingat sebagian yang dia alami.

Dan disaat bersamaan, seseorang membuka pintu.

Gendis melihat ke arah pintu dengan dada berdebar.

Dan debaran di dadanya meredd begitu melihat siapa yang membuka pintu ruangan itu.

"Dirga!" teriaknya.

Namun Dirga tidak menjawab, dia melangkah mendekati Gendis yang masih mengenakan baju kebayanya.

"Kamu sudah sadar, Sayang ...."

"Apa yang akan kamu lakukan padaku."

Gendis melangkah mundur begitu Dirga mendekatinya.

"Bukan aku yang akan melakukannya malam ini, sayang. Tapi dia."

Seorang pria bertubuh tambun dengan kepala sedikit botak, muncul di belakang Dirga. Dia menyeringai ke arah Gendis.

"A--apa maksudmu, Dirga?"

"Kamu tidak akan menghabiskan malam pertamamu bersamaku, tapi ... dengannya."

"Kamu ... kamu."

"Jadi, menurutlah padanya, dia sudah membayar mahal untuk malam pertama ini."

Gendis merapatkan tubuhnya ke dinding. Sementara, Dirga melangkah keluar dari ruangan itu. Meninggalkan dirinya bersama laki-laki tua yang dia lihat di resepsi pernikahannya

"Tenanglah Manis ... aku tidak akan menyakitimu."

Pria bertubuh tambun itu semakin mendekat ke arah Gendis.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Revenge (Cinta dalam Dendam)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ah! Enak Mas Dokter
9.1
Ketidakpuasan dalam kehidupan pernikahan membawa Febby Fiolla menemui dokter kandungan rekomendasi mertuanya. Tak disangka, dokter tersebut adalah Dirga, cinta pertama Febby di masa lalu. Pertemuan medis ini justru menyalakan kembali api asmara yang lama padam hingga berujung pada hubungan gelap. Terjebak dalam status pernikahan masing-masing, Dirga mendesak Febby untuk bercerai, sementara Febby menuntut komitmen serupa. Akankah mereka berani meninggalkan pasangan sah demi cinta lama ini?
Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, seorang ART yatim piatu, berhasil menyelamatkan bayi majikannya dari sebuah tragedi berdarah yang fatal. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Arkan. Pria misterius itu menawarkan perlindungan lewat pernikahan kontrak senilai satu miliar rupiah. Demi keselamatan sang bayi, Nayla bersedia menjadi istri palsu. Namun, saat perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, berbagai rahasia besar serta ancaman bahaya justru mulai mengintai kehidupan baru mereka.
Sampul Novel His First Love
9.2
Demi membalas pengkhianatan suaminya, Zhepyr, Davira sang mantan putri rela dicap buruk. Perselingkuhan Zhepyr dengan cinta pertamanya membakar amarah Davira yang kini menyadari harga dirinya. Di depan ksatria setianya, ia bertekad tidak akan menangis dan siap membuat mereka berlutut. Davira kini dihadapkan pada pilihan sulit: memaafkan atau pergi tanpa belas kasih demi hidup baru. Akankah dendam ini berujung pada perpisahan?
Sampul Novel Kau Menebar Dusta di Hatiku
9.3
Bekerja sebagai ART di kediaman Rafly dan Nadya yang penuh konflik, Liyana menyaksikan perselingkuhan sang nyonya. Kejadian itu membawanya masuk dalam rencana licik Alvin. Demi melunasi utang keluarganya, Liyana terpaksa menerima misi rahasia untuk memikat Rafly. Namun, kepolosan Liyana justru memicu gairah mendalam pada diri Rafly. Kini, rahasia demi rahasia mulai terbongkar. Liyana pun harus bertahan dari dominasi misterius Rafly agar hatinya tidak hancur dalam permainan ini.
Sampul Novel KONTRAK CINTA DENGAN SAHABATKU
9.8
Pasca patah hati, Qeiza Noura dikejutkan oleh lamaran tak terduga dari sahabat kecilnya, Arlando. Pria itu menyodorkan kontrak pernikahan berdurasi satu tahun, dengan kebebasan bagi keduanya untuk tetap mencari cinta sejati. Namun, kesepakatan tertulis ini mulai diuji seiring berjalannya waktu. Apakah pernikahan formal ini akan berakhir sesuai rencana, atau justru memicu perasaan tulus yang sesungguhnya? Batas tipis persahabatan mereka kini dipertaruhkan.
Sampul Novel Sentuhan Memabukkan Shifa
8.1
Karim Zahid, seorang asisten praktikum, tidak pernah menduga hidupnya akan berubah total karena Shifa Sakinah. Mahasiswi baru itu menyeret Karim ke dalam pusaran gairah yang sangat berbahaya. Walau Shifa sempat berniat melupakan masa lalunya yang kelam, situasi mendesak justru memaksanya memperlihatkan sisi gelap di hadapan Karim. Kini, sang asisten terjebak oleh daya pikat sosok bidadari terlarang yang menguji keteguhan imannya serta meruntuhkan seluruh prinsip hidupnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan