APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel REKENING SUAMIKU

REKENING SUAMIKU

Yasa, suamiku, kerap dihina oleh ayahku sendiri sebagai pengangguran tak berguna yang cuma modal tampang. Di balik kamera dan sikap santainya, ayah tidak pernah tahu bahwa suamiku tengah berjuang keras demi masa depan kami. Aku pun memilih bungkam walau batin ini lelah melihat sisa daganganku dibuang begitu saja saat ayah mengamuk. Aku sangat percaya, suatu hari nanti ayah pasti akan menyesal telah meremehkan kegigihan pria yang tulus mendampingiku ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

#REKENING_SUAMIKU (3)

“Mela, Bapak besarkan kamu dari kecil, berharap suatu hari nanti kamu bisa menjadi kebanggaan keluarga. Namun apa? Tidak ada hal baik yang bisa kamu berikan pada Bapak yang telah berjasa membesarkanmu ini!”

“Bahkan menuruti permintaan kecil bapak saja kamu tidak mau! Bapak kecewa punya anak seperti kamu, Mela!”

“Setidaknya lihat Mbakmu---Miranda, hidupnya mapan dan terpandang. Punya suami pekerja keras dan sudah karyawan. Sudah punya rumah. Tiap bulan bisa ngasih sama ibu dan bapak! Lha kamu?”

“Apa yang sudah kamu berikan pada ibu dan bapak? Selama dua puluh empat tahun kami besarkan! Nggak ada timbal baliknya sama sekali! Bisanya hanya buat malu dan buat bapak kecewa!” ujarnya lagi.

Aku semakin erat memeluk Alika. Ingin aku berlari ke kamar dan menangis sepuas-puasnya. Setiap ucapan Bapak terasa pedih mengiris. Mungkin jika ibu mengatakan dia bukan bapak kandungku, maka aku akan percaya. Sejak kecil, perlakuannya sangat berbeda padaku dengan perlakuannya pada Mbak Miranda.

Aku menguatkan hati. Kututup kuping Alika meski dia terus menggeleng-geleng kepalanya karena tak nyaman. Bagaimanapum aku harus tetap di sini mendampingi Mas Yasa. Dia tidak mungkin berkutik menghadapi bapak sendirian di sini.

“Maafin Mela kalau sudah mengecewakan bapak! Maafin Mela yang baru mampu menumpang dan selalu menyusahkan Bapak! Maafkan Mela kalau tidak sebaik Mbak Miranda! Maafkan Mela kalau sampai saat ini masih membuat Bapak malu!” ucapku dengan gemetar. Air mata sudah deras mengalir membasahi pipi.

“Iya, kamu itu keras kepala, Mela! Cuma mengabulkan permintaan kecil bapak saja tidak bisa! Apa hebatnya sih, suami kamu yang pengangguran itu, hah?”

“Sadar Mela! Sadar! Hidup itu tidak akan kenyang hanya dengan makan cinta! Lihat anak kamu, makin besar makin butuh biaya! Apa kamu kira hanya dengan ngendon di kamar, uang itu bisa datang sendirinya?! Nggak akan, nggak ada dalam sejarah tujuh keturunan dari leluhur bapak!” ujarnya dengan nada tinggi beberapa oktaf, entahlah.

“Pak, tolong jangan terus memojokkan Mela! Semua itu masalahnya ada pada saya! Saya sudah jelaskan ke Bapak ‘kan?”

“Saya di kamar bukan hanya main-main dan istirahat! Saya sedang membangun jaringan pasif income dari konten di dunia digital! Suatu saat nanti saya yakin bisa membahagiakan Mela dan memenuhi semua kebutuhan finansialnya!” ujar Mas Yasa menjelaskan untuk ke sekian kalinya.

“Syukur kalau kamu sadar jika semua masalah itu ada di kamu! Dari dulu jawabannya sama! Sok pinterlah pake bahasa-bahasa kekinian!”

“Kalau malas ya, malas saja! Jangan banyak alasan! Bapak sudah nggak percaya lagi sama omong kosong kamu, Yasa!” ujar bapak sambil melengos membuang muka.

Aku memejamkan mata. Menekan rasa sakit yang semakin menjalar ke dada.

“Saya tidak pernah menjanjikan omong kosong! Ini sms banking saya, Pak! Bapak lihat sudah mulai ada pemasukan meski belum stabil dan besarannya belum seberapa! Tapi ini sudah bukti kalau diamnya saya di rumah itu bukan tanpa alasan!” Mas Yasa mengambil gawainya dan menunjukkan sms banking pada bapak.

“Ck! Kamu pikir bapak bodoh! Itu bisa saja teman kamu disuruh sms! Cuma nulis kayak gitu semua orang juga bisa! Alasan kamu saja itu. Kamu sengaja minta temanmu, kamu sms buat bodoh-bodohi si Mela!” ujarnya tetap tidak percaya.

“Lalu apa yang harus saya buktikan agar Bapak percaya?” tanya Mas Yasa masih dengan nada datar.

“Kamu pergi dari rumah ini! Jangan pernah kembali sebelum kamu punya rumah dan pekerjaan tetap yang bisa mencukupi kehidupan anak saya! Sekarang! Pergi! Buktikan omong kosongmu selama ini!” bentak Bapak.

Aku sampai terperanjat mendengar kalimatnya. Mas Yasa mengepalkan tangannya. Aku tahu, harga dirinya sebagai seorang lelaki pasti terluka.

“Bapak, Bapak jangan keterlaluan sama Mas Yasa!” pekikku tak tahan.

“Diam!” bentaknya kali ini padaku.

“Ingat, Yasa! Kalau kamu memang tidak bisa membuktikan bualanmu itu! Saya minta kamu tidak usah kembali dan ceraikan saja si Mela! Saya akan jodohkan dengan calon mantu pilihan saya! Sekarang tinggalkan rumah ini!” hardiknya lagi.

“Baik, kalau itu mau Bapak! Saya berjanji akan secepatnya menjemput Mela kembali dengan mobil terbaik yang akan saya beli!” ucap Mas Yasa dengan suara gemetar.

Bapak malah tertawa. Lalu tersenyum miring mendengar perkataan Mas Yasa.

“Mel, Mela! Suami kamu itu tukang ngimpi! Kesambet hidupnya kebanyakan tidur soalnya!” ujar Bapak sambil menggeleng-geleng kepala.

“Dek, Mas pergi dulu! Secepatnya mas akan kembali untuk jemput kamu dan Alika!” ucapnya.

“Enggak, Mas! Aku ikut!” Aku menarik lengannya.

“Hal itu mas kembalikan ke kamu, Dek! Mas siap-siap dulu!” ujarnya sambil mengayun langkah cepat menuju kamar kami di belakang.

“Bapak nggak punya hati!” pekikku sambil menangis. Aku langsung masuk ke dalam hendak menyusul Mas Yasa. Lebih baik aku pergi dari pada di sini tanpa suamiku.

Mas Yasa sudah memasukan peralatan digitalnya pada tas gendong. Ada beberapa pakaian yang dia masukan juga. Tidak banyak hanya beberapa helai saja.

“Mas, kamu mau pergi ke mana? Aku ikut, Mas!” Aku memegang tangannya.

“Kamu yakin? Mas akan coba pulang dulu ke Surabaya, Dek! Mungkin benar, kalau nunggu dari konten ini menghasilkan akan terlalu lama! Mas mau pinjam uang modal pada keluarga, Mas! Kamu beneran mau ikut, tapi harus siap menghadapi sikap keluarga Mas yang memang belum merestui pernikahan kita, Dek! Mas cuma takut kamu nggak kuat!” lirihnya.

Aku terdiam. Dilemma datang. Sudah dua tahun menikah, bahkan aku belum mengenal seperti apa rupa mertuaku dan saudara-saudara Mas Yasa. Pilihan yang Mas Yasa ambil telah benar-benar membuatnya menjadi orang terbuang juga dari keluarganya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adikku Seorang Pelakor
9.1
Kehidupan Ayu Wulansari runtuh setelah dikhianati oleh suaminya, Rangga, dan adik kandungnya sendiri, Nindi. Perselingkuhan mereka memicu cinta segitiga rumit yang sangat menyiksa perasaan Wulan. Kepedihan Wulan kian memuncak ketika ia terpaksa melihat Rangga menikahi Nindi yang tengah mengandung. Di tengah kenyataan pahit yang jauh dari kata indah, Wulan harus menghadapi takdir penuh air mata saat kebahagiaan hakiki seolah mustahil diraih.
Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel Fall For You (Rindu)
8.0
Bagi Rindu Kinasih, perjodohan dengan Derren Aji Putra yang dikira indah justru berujung pada siksaan fisik dan batin yang kejam. Saat hidupnya hancur, Danielo Chris hadir. Atasan Rindu yang memiliki trauma masa lalu terhadap kekerasan itu menawarkan sebuah jalan keluar berupa kontrak pernikahan. Kini, Rindu dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan dalam ancaman maut suaminya, atau mengambil keputusan nekat demi meraih kebebasan.
Sampul Novel Gairah Terlarang
9.7
Bagi yang belum cukup umur, DILARANG KERAS Membaca Cerita ini, karena banyak sekali adegan Dewasa. Mohon Bijak Dalam Membaca.⚠️ Menceritakan seorang anak muda, yang terjerumus kedalam lubang hitam, hingga akhirnya, pemuda tampan kecanduan seks dengan Guru dan keluarganya sendiri.
Sampul Novel MY HUBBY, IS IDOL
8.2
Yuran terpaksa menikah dengan Kim Yanshi, bintang K-Pop papan atas, akibat perjodohan orang tua mereka. Tanpa rasa cinta, keduanya harus menjalani biduk rumah tangga rahasia di balik layar kaca. Mereka dituntut menyembunyikan pernikahan ini dengan rapat demi melindungi karier cemerlang sang idola. Di tengah tekanan besar, mampukah mereka menjaga rahasia ini selamanya, atau justru skandal pernikahan mereka akan terungkap dan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Pejuang LDR
8.8
Impian pernikahan Dissa dan Daniel terancam batal ketika Daniel memutuskan bertugas sebagai dokter relawan di wilayah konflik Gaza. Meski hubungan jarak jauh mereka awalnya berjalan baik, Daniel mendadak hilang tanpa kabar. Kecemasan Dissa memuncak saat ia menerima kiriman foto tunangannya bersama Jesika, mantan sahabatnya sendiri. Kini, ia didera kebimbangan untuk membatalkan pernikahan atau tetap bertahan memercayai Daniel, tanpa tahu bahaya nyata yang sedang dihadapi kekasihnya di sana.