APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain

Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain

Demi melindungi Ratu dan rakyat Danirmala dari Demon Lord, sang penguasa agung Alfina rela gugur hingga kehilangan memorinya. Kini, ia terlahir kembali untuk kedua kalinya di sebuah dunia asing. Anehnya, Al hanya mampu mengingat masa-masa SMA saja. Tanpa kekuatan hebat dari masa lalunya, mampukah mantan raja ini bertahan? Simak perjuangan epik Al merintis kembali segalanya dari nol di dunia baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Selesainya berpakaian, mereka sudah menungguku di ruang tamu. Ruang tamu masih beralaskan tikar yang cukup tipis.

"Duduklah kemari tuan Al!" Nenek menyuruhku duduk di sampingnya.

"Dari mana asal tuan Al?" tanya nenek saat aku sudah duduk di depan mereka.

"Aku tidak tahu nek, aku tidak ingat, yang aku ingat hanya namaku saja,"

"Oh iya nek, dia bisa menggunakan sihir yang aneh. Dia bisa tau namaku hanya dengan melihatku saja," Lia terlihat begitu semangat.

"Benarkah?" neneknya malah berekspresi datar.

"Iya, Lia dan nenek Lona kan?" tanyaku untuk memberi bukti.

"Luar biasa kan!? Lalu sihir apalagi?" Lia terlihat antusias sekali, bahkan sambil mendekatkan tubuhnya kepadaku. Aku dapat melihat dengan jelas wajahnya yang begitu manis, dadaku langsung berdetak kencang.

"Aku tidak tahu, bahkan baru kali ini mendengar adanya sihir." Sambil memundurkan badanku untuk menjauh dari Lia yang ada tepat di depan mukaku.

"Kau bisa membaca?" tanya Lia.

"Bisa, kenapa?"

"Aku punya sobekan buku mantra yang aku temukan. Sebentar, aku carikan dulu." Lia berdiri lalu menuju ruangan yang mungkin saja kamarnya. Tidak lama kemudian Lia kembali sambil membawa satu lembar kertas yang cukup usang.

"Ini lihatlah!" Lia segera duduk di sampingku dan memberikan kertas itu kepadaku.

"Sihir dapat digunakan dengan membayangkan sambil melafalkan mantra, namun dapat juga hanya membayangkannya saja. Contohnya sihir api, imajinasikan api lalu baca mantra 'Dengan'." Baru aku mau mulai membaca mantra, Lia sudah merebut kertas itu.

"Kau ingin membakar rumah kami!? Cobalah di luar!" Sambil mengangkat kertas itu seperti ingin memukulkannya kepadaku.

"Maaf maaf,"

Kami segera keluar menuju belakang rumah, terdapat lahan terbuka yang cukup luas. Aku membuat jarak yang cukup jauh dari rumah lalu membaca lagi mantra itu.

"Dengan kekuatan yang dapat menyucikan dosa, bakar lah musuh di depanku! Bola api!"

Terjadi ledakan hingga membuatku terpental, untung saja beralaskan pasir pantai yang cukup lembut.

"Apa sudah benar seperti itu?" Aku melihat ke arah Lia dan neneknya, aku bingung kenapa jadi ikut terkena ledakan.

"Sepertinya bukan, yang aku tahu saat berkunjung di kerajaan dulu seharusnya muncul bola api." Lia memperagakan bola bulat di tangannya.

"Coba sihir lain!" lanjut Lia.

"Lia temani tuan Al ya, nenek mau masak." Nenek segera meninggalkan kami.

Lalu aku coba sihir air, angin dan tanah, bahkan saat hanya imajinasikan saja dan belum baca mantra, semua berakhir dengan ledakan hingga membuatku babak belur dan membuat bajuku sobek-sobek.

"Sial! Setelah berada di dunia sihir kenapa aku tidak bisa menggunakan sihir?" Umpatku dalam hati.

"Sudahlah jangan dipaksakan!" Lia mendatangiku lalu menepuk pundakku dan dengan muka lesu, aku menuruti kata-kata nya.

"Tuan Al berhenti dulu! Ganti baju lalu mari makan bersama, nanti bisa dicoba lagi," nenek memanggil kami dari pintu belakang dengan masih membawa centong sayur.

"Baik nek," jawab kami secara bersamaan dan Lia segera menarikku masuk ke rumah. Saat masuk rumah, aku mencium aroma yang tidak asing. Masakan yang dihidangkan ternyata gulai ikan kakap.

"Masakan dengan bumbu khas Indonesia kenapa bisa dihidangkan di sini!? Lah, bahkan ada nasi juga ternyata!?" ucapku dalam hati.

"Mohon maaf nek, ini gulai kan?" 

"Maaf kan saya, apa kurang cocok dengan lidah tuan?" Nenek Lona terlihat panik.

"Bukan begitu, cocok banget malahan dan juga tolong jangan panggil aku tuan,"

"Makanan ini resepnya dari Yang Mulia Ratu negara ini." Sambil membagikan piring kepada kami.

"Ratu? Jadi dari kerajaan ya?" Aku malah duduk bersama Lia dan melupakan berganti baju.

"Bukan tuan, tapi dari Yang Mulia Ratu negara Danirmala,"

"Hah!? Maksudnya bagaimana?"

"Jadi ini wilayah kerajaan Lamris, namun kerajaan Lamris merupakan bagian dari Negara Danirmala," terangnya.

"Ohh," mungkin saja yang dimaksud kerajaan di sini adalah provinsi.

"Mau sampai kapan kalian ngobrol terus? Aku sudah lapar ini, ayo kita makan!" Lia terlihat cemberut memperhatikan kami.

"Maaf maaf,"

"Ayo mari dimakan Tuan," nenek

Saat aku makan ternyata benar-benar rasa khas Indonesia, tidak aku sangka kalau ini ada di dunia lain. Setelah kenyang, aku baru sadar dengan bajuku yang belum diganti, segera aku meminta Lia untuk mencarikan baju.

"Nanti kalau latihan buka bajumu, jangan merusak baju ayahku!" Lia dengan pandangan tajamnya sambil menarik bajuku.

"Bilang saja ingin melihat tubuh telanjangku." Sedikit aku naikkan bajuku dan memperlihatkan perutku yang terbentuk cukup bagus.

"Kepedean sekali kau, padahal kecil." Diperagakan jari telunjuk dan jempol seperti capit.

"Itu karena kedinginan," aku mengelak karena malu.

"Sudah sudah, Lia jangan ribut," tegur nenek yang sedang mebereskan piring kami.

"Kok aku?" Lia terlihat sedikit kesal dengan cepat menengok ke arah neneknya sambil menunjuk ke arah dirinya sendiri.

"Maaf nek." Aku sambil sedikit tersenyum ke arah Lia.

"Nenek mau cuci piring dulu, Lia temani tuan Al saja." Nenek berdiri sambil membawa piring kotor lalu menuju dapur.

"Yaaa," Lia dengan cueknya, Lia menarik tanganku untuk masuk ke kamarnya, dia langsung mencarikan baju untukku.

"Oh iya, ngomong-ngomong kalian tinggal hanya berdua saja?" Aku berusaha mengalihkan kekesalan Lia.

"Ayahku sedang melaut, kalau ibuku meninggal saat melahirkanku," Lia

"Maaf, turut berdukacita,"

"Tidak apa-apa, lagi pula ibuku meninggal saat aku lahir dan juga ada nenek yang menggantikannya, jadi aku tidak begitu merasa kehilangan," ucap Lia dengan santainya. Memang telihat biasa saja dari ekspresi wajah Lia, dan juga rasa kesal tadi sepertinya tidak benar-benar kesal.

____

Kota sihir Mala

Di dalam ruang singgasana, terdapat 7 singgasana dengan singgasana yang di tengah kosong, sedangkan 6 yang lainnya diduduki oleh 5 orang (Noe- Ratu Elf, Nay- Ratu Druid, Nia- Ratu Peri, Noa- Ratu Es dan Violet- Naga bayang) dan satu anak kecil (Erin- Ratu Vampir). Mereka semua memakai pakaian putih yang tertutup lengkap dengan topeng.

"Yang mulia Ratu!" Tiba-tiba saja muncul seorang pria dengan pakaian rapi seperti bangsawan Eropa. Seluruh mata pria itu hitam, dengan 2 garis merah menyilang yang bercabang pada setiap ujungnya. Karena tidak menyadari kehadiran pria itu, sang Naga bayang langsung saja melancarkan serangannya ke arah pria itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Sejak kecil, Damon hidup dalam bayang-bayang kutukan misterius. Meski sang ayah mengisolasinya dari dunia luar, ia justru tumbuh menjadi pemburu yang sangat mematikan. Ketiadaan serigala batin membuatnya menjadi sosok brutal yang enggan memimpin kawanan. Namun, takdirnya berputar arah ketika seorang putri rupawan datang ke hidupnya. Demi keselamatan perempuan tersebut, Damon harus menerima takdir sebagai Alpha terkuat yang pernah ia benci demi melindunginya.
Sampul Novel Bayang Hitam Sang Jenderal Tirani
8.5
Jenderal kejam Zane Alexander Thorn hidup sebagai senjata pembunuh demi misi berdarah ayahnya di dunia yang hampir hancur. Namun, jalannya berubah total setelah ia menolak perjodohan politik. Zane justru memilih menyekap seorang gadis misterius yang memiliki kekuatan super. Alih-alih fokus bertempur, sang tiran kini terobsesi membongkar rahasia besar gadis itu sambil perlahan terpikat oleh pesonanya. Kehidupan sang jenderal dingin pun mulai kehilangan kendali.
Sampul Novel Cantika : DESTINY OF LOVE
9.5
Hidup Cantika berubah drastis setelah bertemu Jaden secara tidak sengaja. Lewat ancaman posesif yang menegaskan kepemilikannya, Jaden mengunci Cantika dalam pusaran obsesi yang begitu mengekang. Di tengah situasi menegangkan ini, Cantika harus memilih: kabur dari kendali pria tersebut atau malah jatuh hati saat jati diri Jaden yang sebenarnya mulai terbongkar. Sebuah drama romansa berbalut aksi yang sarat akan rahasia dan ambisi besar.
Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Hidup Ardian, seorang polisi muda berprestasi, seketika hancur saat sang istri tercinta, Mira, ditemukan tewas secara tragis. Mira yang bekerja sebagai wartawati kriminal gugur di tengah tugasnya meliput kasus pembunuhan berantai, kasus yang juga sedang ditangani oleh Ardian. Di depan jasad Mira dan sang ayah mertua, Ardian mengucap sumpah setia untuk mengungkap misteri ini. Ia bertekad memburu sang pelaku dengan tangannya sendiri guna menuntut balas atas kematian istrinya.
Sampul Novel DENDAM INDRIANA
9.0
Dunia Indriana hancur seketika setelah pernikahan mendadaknya dengan Andi. Tak hanya kehilangan ayah tercinta, ia juga harus menghadapi kenyataan pahit menjadi janda dalam semalam. Terungkapnya perselingkuhan dan pengkhianatan keji seketika memusnahkan kepercayaannya pada cinta. Kini, putri terpandang yang terluka ini bangkit dengan kemarahan membara. Ia bertekad membalas dendam pada semua orang yang telah merusak hidupnya. Sanggupkah ia melewati ujian berat ini?
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Terbangun di tubuh permaisuri abad ke-17 yang diceraikan Pangeran Keenam karena wanita lain, seorang dokter genius masa kini tidak tenggelam dalam kesedihan. Ia memilih fokus merintis karier medis berbekal pengetahuan modern. Keahliannya yang luar biasa sukses memikat hati rakyat hingga sang Kaisar. Meski sempat menutup diri dari cinta, takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan sebuah pengorbanan besar yang harus ia putuskan.