APKDock Logo
Sampul Novel Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain

Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain

8.2 / 10.0
Demi melindungi Ratu dan rakyat Danirmala dari Demon Lord, sang penguasa agung Alfina rela gugur hingga kehilangan memorinya. Kini, ia terlahir kembali untuk kedua kalinya di sebuah dunia asing. Anehnya, Al hanya mampu mengingat masa-masa SMA saja. Tanpa kekuatan hebat dari masa lalunya, mampukah mantan raja ini bertahan? Simak perjuangan epik Al merintis kembali segalanya dari nol di dunia baru.

Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain Bab 1

"Aaaaa gila! Dari kemarin mimpi cewek kembar 4 mulu dan sekarang mimpi jatuh dari langit?"

Aku berada di atas lautan yang luas dan sangat jauh dari pulau. Ada pulau yang terlihat, namun sangat jauh sekali karena hanya telihat sangat kecil padahal posisiku dari ketinggian. Hanya terlihat lautan biru yang sangat luas dan tidak ada satu kapal pun yang terlihat.

"Woi! Kenapa realistis sekali? Angin ini, lalu aroma lautnya begitu terasa. Bagaimana bisa? Mati aku! Ini jauh sekali dari daratan!" Aku panik sekali karena jatuh dari tempat yang tinggi dan dengan cepat meluncur ke bawah. Agar tidak terjadi cidera saat terjun di air, aku meringkuk dengan memegang kakiku dan aku arahkan kaki duluan yang di bawah.

Cedlung brussh

Aku masuk ke dalam laut, sangat jauh sekali hingga tekanan air terasa cukup keras di tubuhku. Air laut yang dingin, terasa sangat asin di lidahku dan begitu perih saat aku membuka mata. Air laut yang berada di bawahku begitu luas dan sangat gelap, saat aku lihat ke atas, ternyata hanya sedikit cahaya yang tembus sampai sini. Aku segera berenang menuju permukaan, namun tidak bisa menggapai permukaan kembali, padahal aku yang bisa berenang dengan lancar. Tubuhku lemas, kepalaku pusing, dadaku sesak dan perlahan pucat karena kehabisan oksigen. Tidak lama kemudian, tubuhku dengan sendirinya berusaha menghirup udara, namun yang masuk ke dalam tubuhku hanyalah air. Karena hal itu, alhasil kesadaranku mulai menghilang.

....

"Woi bangun bangun!" teriak seseorang dengan suara cewek sambil menyenggol lenganku. Saat aku bangun, terlihatlah seorang gadis berusia 17 an tahun yang berdiri di sampingku sambil menyilangkan lengannya. Kepalaku terasa pusing, hidungku bagian dalam terasa sakit karena kemasukan air.

"Woyy! Hallo?" Dia menyadarkanku yang sedang terpana dengan parasnya yang begitu cantik.

Cinta pada pandangan pertama? Hahaha gila diriku ini.

"Ehhhh aku masih hidup!?" Aku teringat momen terakhir kali saat aku tenggelam.

"Selamat datang di surga, tuan!" Gadis itu sedikit menunduk sambil memperbaiki rambutnya yang menjuntai ke bawah. Wajahnya yang tirus, matanya hijau cerah dihiasi bulu mata yang lentik, bibirnya tipis yang berwarna merah muda alami.

"Permisi, neraka di sebelah mana ya? Kelihatannya saya salah masuk," ucapku menanggapi candaannya.

"Ngomong-ngomong, bisa kau tutupi itu dulu?" Dia berdiri kembali lalu menunjuk ke arah selangkanganku.

"Ehh, kemana pakaianku?" Aku melihat tubuhku yang benar-benar telanjang bulat, dengan panik aku tutupi kemaluanku dengan kedua tanganku. Aku baru ingat, bahwa sudah telanjang saat terjun dari langit tadi.

"Lah, itu kan pakaianmu, kenapa tanya kepadaku?" Segera dia balik badan.

"Lia!?" ucapku kaget saat melihat papan status yang ada di atas kepalanya. Aku juga baru menyadari, tulisan dan bahasa yang kami gunakan untuk berbicara tadi bukanlah bahasa dari dunia asalku.

Nama: Lia

Ras : Manusia

Umur : 16 tahun

Jumlah sihir : 126

Kekuatan : 879

Kecepatan : 1,2ms

"Bagaimana bisa kau tau namaku?" Dia berbalik badan dengan kagetnya.

"Aku pun bingung, kenapa bisa muncul tulisan nama, ras, umur, hahh jumlah sihir?" Sambil aku tunjuk tulisan yang ada di atasnya. Tentu itu membuatku kaget, malahan aku sempat berfikir ulang, apa benar ini berada di surga?

"Mmm, sihir apa yang kau gunakan? Setahuku, sihir penafsiran tidak dapat menjelaskan nama seseorang." Lia mikir keras karena setahu dia tidak ada sihir seperti ini.

"Mana aku tahu, muncul begitu saja!" Aku jawab dengan nada agak tinggi karena merasa aneh. Apa kemungkinan aku reinkarnasi di dunia sihir? Lalu penyebabnya apa? Apa aku sudah mati? Walau ada ingatan kehidupanku, namun ingatan terakhir kali masih buram.

"Ngomong-ngomong, ini di mana?" Aku lihat-lihat sekitar, pantai pasir putih yang cukup luas, tapi tidak aku lihat adanya sampah plastik sedikitpun.

"Desa nelayan bagian paling ujung dari kerajaan Lamris, lalu dari mana asalmu?" Lia berjongkok di depanku, sepertinya dia sudah merasa pegal berdiri.

"Aku tidak tahu, tidak ada ingatanku," ucapku ngeles, mana mungkin aku beritahu dari dunia lain kan?

"Hmm kalau begitu, untuk saat ini sebaiknya ikut saja ke rumahku." Dia berdiri lagi sambil mengulurkan tangan untuk membantuku berdiri, namun tidak aku raih. Mana mungkin kan aku raih, kedua tanganku digunakan untuk menutupi badanku.

"Lalu pakaianku?" tanyaku bingung, aku hanya telanjang bulat dengan kedua tangan menutupi selangkanganku.

"Cari apalah buat menutupinya, lagi pula itumu juga kecil, jadi tidak sulit menutupinya." Menunjuk ke arah selangkanganku lagi sambil tertawa kecil.

"Ini efek kedinginan, coba saja kalau sudah normal, kamu pasti akan tercengang!" Aku segera berdiri sendiri, aku panik karena Lia sudah mulai berjalan menjauh.

"Iya iya, buruan ikut aku!" Dia berhenti dan menengok sebentar.

Aku tengok kanan kiri, untung saja ada pohon pisang dan langsung aku ambil daunnya untuk menutupiku.

"Kasihan sekali kau pohon, maaf ya aku ambil daunmu," pohon yang masih lumayan kecil dan sendirian di pasir pantai. Mungkin pohon ini memang ditakdirkan untukku, terima kasih banyak pohon.

"Tunggu aku!" teriakku panik, segera aku lilitkan melingkar seperti rok di perutku sampai menutupi bagian bawah tubuhku. Karena daunnya cukup kecil, jadi hanya bisa menutupi bagian di atas lutut. Setelah selesai melilitkan daun di tubuhku, aku segera berlari mengejar Lia.

....

Tidak jauh dari pantai, ada desa nelayan yang cukup kecil. Bangunan rumah di sini seperti rumah panggung yang di bagian bawahnya digunakan untuk barang-barang menangkap ikan. Walau hanya ada belasan warga, namun aku sangat malu karena mereka melihat ke arahku semua. Setiap kali aku melangkahkan kakiku, benda itu berayun menyentuh pahaku. Rasanya begitu tidak nyaman, ada sesuatu yang menggantung bebas.

"Ada apa dengan orang gila itu?" mungkin begitu pikir mereka.

"Buruann di mana rumahmu?" Aku menarik lengan baju milik Lia, seperti anak kecil meminta jajan kepada orang tuanya.

"Sabar, itu ada di sana." Lia menunjuk sebuah rumah yang cukup kecil, terbuat dari kayu dan beratapkan seng. Ada nenek-nenek di depan rumah itu dengan ekspresi kaget melihatku, tentu saja karena aku bugil.

"Lia siapa dia?" Nenek itu tergesa-gesa menghampiri kami, dia menatapku dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Aku tadi menemukannya terdampar di pinggiran pantai. Oh iya, siapa namamu?" Lia dengan santainya berjalan menuju rumahnya.

"Namaku Al," dengan perasaan malu, canggung harus bagaimana.

"Ayo masuk, lalu basuhlah tubuhmu dulu. Saya carikan pakaian untukmu, Lia antar tuan Al ke kamar mandi." Nenek itu mendorongku untuk segera masuk ke rumahnya.

"Siall, rumah panggung dan aku harus menaiki tangga itu dengan keadaan seperti ini?" batinku.

Dengan hati-hati aku menaiki tangga, semoga saja tidak ada orang yang melihat pusaka milikku. Rumah dengan 2 kamar, ruang tamu dan dapur di bagian belakang. Dari pintu depan, langsung ada lorong sampai ke belakang rumah yang menuju ke dapur dan kamar mandi.

"Kemarilah! Buruan mandi, baumu seperti ikan." Lia tunjukkan kamar mandi yang berada di belakang rumah.

"Uhh bener juga," aku baru menyadarinya karena dari tadi hanya perasaan bingung dan malu saja.

....

Selesainya mandi, nenek itu sudah membawakan handuk dan pakaian yang cukup besar untukku.

"Ini pakailah, mungkin sedikit kebesaran." Nenek meletakkan pakaian di depan pintu kamar mandi lalu segera pergi.

"Terima kasih banyak." Segera aku ambil pakaiannya saat nenek sudah pergi.

Sedikit kebesaran? Ini besar banget, aku jadi seperti jamet. Ahh biarlah, daripada bugil, lagian udara di sini panas.

....

Lanjut Membaca

Daftar Isi Reinkarnasi Ke-dua di Dunia Lain

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Saingan Ibu Mertuaku
8.2
Setiap hari, ibu mertuaku meniru gaya rambut dan pakaianku. Keanehan ini memuncak saat ayah mertuaku salah mengenali orang lalu memelukku dari belakang. Kemarahan membuatku menampar suamiku yang manja, memicu pertikaian besar yang berakhir tragis ketika ibu mertuaku mendorongku dari lantai atas. Namun, kematian bukanlah akhir. Saat terbangun kembali, aku terlempar ke masa lalu, tepat di hari ketika ibu mertuaku ingin meminjam rantai celana dalam milikku.
Sampul Novel DILEMA CINTA
8.2
Dalam kisah romansa modern Dilema Cinta, kita menyaksikan pergulatan batin Alex yang mencintai Maya dengan tulus. Sayangnya, perjalanan asmara ini tidak berjalan mudah bagi Alex. Ia terjebak dalam konflik internal yang rumit karena belum mampu membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya. Novel ini menggambarkan perjuangan emosional seorang pria yang berupaya membuka lembaran baru dan melangkah maju, meski kenangan lama masih terus mengikat erat hatinya.
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Pertemuan tak sengaja di jalan raya menjadi awal takdir antara Jingga dan Langit. Jingga, seorang gadis tulus yang sering menjadi sasaran kemarahan sang ibu, akhirnya dipersunting oleh Langit, pemuda berhati mulia dari keluarga konglomerat. Namun, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Pasangan ini harus melewati berbagai rintangan hidup yang rumit dan penuh emosi demi mempertahankan ikatan cinta kuat yang telah mereka jalin bersama.
Sampul Novel Hidden Tea
8.2
Kabar duka wafatnya sang ayah mengejutkan Putri Mahkota Manggalya saat ia menghadiri pesta di Negeri Suwarna. Akibat kekosongan takhta, Pangeran Rahagi yang baru berumur sepuluh tahun pun segera dinobatkan. Di tengah duka mendalam, sang Putri memilih mengasingkan diri demi memulihkan batinnya. Namun tanpa diduga, di bawah kepemimpinan raja bocah tersebut, Manggalya justru menjelma menjadi kerajaan agresif yang gencar melakukan ekspansi wilayah secara membabi buta.
Sampul Novel Mantan yang Tak Terlupakan
8.9
Di hari jadi ketujuh, Divya mendapati kenyataan pahit lewat media sosial Liam. Suaminya ternyata masih mencintai sang mantan, Destinee. Ukiran di cincin kawin mereka, bahkan tanggal pernikahan yang dipilih, semuanya didedikasikan Liam untuk wanita tersebut. Menghadapi sikap acuh tak acuh Liam saat rahasia ini terbongkar, Divya mengambil keputusan besar. Dengan kepala dingin, ia memilih untuk mengakhiri hubungan pernikahan mereka dan menuntut perceraian.
Sampul Novel True Lord
8.9
Zelbert jatuh ke tangan Putri Erina usai Pangeran Ergo lenyap di medan laga. Sayangnya, takhta Erina diguncang kudeta oleh Duke Hamburgh. Meski telah bersuamikan Iraqis yang merupakan sepupunya sendiri, sang putri tetap digulingkan dari takhta. Berbekal wasiat mendiang sang ayah, Erina kabur ke luar wilayah kerajaan demi menghimpun kekuatan baru. Perjuangannya kini dimulai untuk merebut kembali haknya sekaligus membebaskan tanah air dari belenggu pengkhianat.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan