APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel RAYHAN STORY

RAYHAN STORY

Sejak kecil, Rayhan tidak pernah merasakan kehangatan orang tua kandungnya sendiri. Remaja berusia 14 tahun ini hanya bisa mengandalkan paman, bibi, serta sepupunya yang sangat protektif. Impiannya untuk bersatu kembali akhirnya terwujud saat ia diboyong ke Jakarta. Namun, kepindahan tersebut justru membawa kejanggalan baru. Lewat mimpi buruk dan misteri kelam, terungkaplah alasan tragis mengapa mereka terpisah bertahun-tahun hingga merenggut segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sesampainya disekolah, pintu gerbang sekolah telah tertutup. Hal yang wajar karena jam telah menunjukkan angka delapan pagi. Rafa, Rafi serta Rayhan hanya dapat meratapi nasib jika seandainya mereka akan di hukum. Rafi dengan tampak lesu berdiri di depan gerbang, ia memanggil salah satu satpam yang bertugas menjaga gerbang sekolah.

Tadinya, Rafi menyarankan untuk membolos saja, tetapi langsung di bantah oleh Rafa. “Lebih baik di hukum, daripada bolos,” begitulah perkataan Rafa yang membuat Rafi jengkel setengah mati.

“Pak, bukain lah gerbangnya,” Rafi berucap memelas pada pak Joko, satpam sekolah.

“Aduh. Maafkan saya den Rafi, saya gak punya kewenangan untuk membukakan pintu bagi murid-murid yang datang terlambat,” Pak Joko berkata dengan perasaan bersalah.

“Ayolah pak, saya gak mau kena hukuman lagi,” Rafi memohon dengan menunjukkan puppy eyes andalannya.

Pak Joko terlihat iba, tetapi aturan tetaplah aturan yang harus do taati oleh siapa pun. Jadi yang bisa pak Joko lakukan hanya meminta maaf tak bisa menuruti permintaan Rafi.

“Masa bapak tega sih, kalo misalkan anak tertampan di sekolah ini harus dihukum pagi pagi gini,” ucap Rafi dengan kepercayaan dirinya yang sudah setinggi langit. Rafa dan Rayhan hanya diam, sudah biasa mereka melihat Rafi yang terlalu percaya diri itu.

“Sekali lagi, saya minta maaf den. Saya gak bisa,” pak Joko berkata untuk kesekian kalinya.

“Pak please sebelum guru killer itu datang, terus ia ngehukum kita loh pak, bapak tau kan bu Julia itu galak banget dan sialnya dia malah jadi wali kelas kita, ayolah pak bantu saya kali ini aja,” bujuk Rafi belum menyerah.

Ia sudah lelah dihukum hampir setiap hari. Alasannya karena terlambat, bolos pelajaran atau pun karena Rafi yang begitu menjengkelkan sehingga membuat bu Julia marah padanya.

“Ngapain ngomongin saya!” kata seseorang berdiri di belakang mereka. Ia menatap punggung mereka bertiga yang sedang menghadap ke gerbang. Dengan berkacak pinggang dan juga tatapan tajam ia berikan pada murid yang berani membicarakannya. Dari punggungnya saja, bu Julia hafal kalau itu adalah Rafi, murid yang selalu saja membuat menghabisi stok kesabarannya

“Eh ibu Julia, baru datang bu,” kata Rafi dengan senyum yang begitu di paksakan. Rautnya yang tadi kesal, kini menampilkan senyuman paling manis miliknya. Namun di dalam hatinya, ia merutuki mulutnya yang tidak bisa dijaga.

“Kalian terlambat yah?” Tanyanya pada mereka bertiga. Rayhan menundukkan kepalanya takut. Tatapan tajam dan menginterogasi dari guru itu membuat mereka tak mampu menjawab, kecuali Rafi tentu saja.

“Emm itu bu, kita cuma telat datang aja,” elak Rafi. Rafa yang berdiri di samping Rafi menginjak sebelah kakinya sebagai peringatan.

“AKH. SAKIT TAU!” teriak Rafi.

"Hah? Apa!" tanya bu Julia tak terlalu mendengar ucapan Rafi.

“Telat dikiiiiiit, aja,” ujar Rafi dengan tampang sok polos, berharap bu Julia akan iba dan  membiarkan mereka masuk tanpa mendapat hukuman.

Rayhan menepuk dahinya sendiri. Tak habis pikir mengapa bisa ia memiliki sepupu bego dan gak punya otak kayak Rafi. Untung saja Rafi memiliki wajah yang lumayan tampan.

“Ikut saya sekarang!” perintah bu Julia. “Pak Joko, tolong buka pintunya.”

“Siap bu,” pak Joko dengan sigap membuka gerbang.

“Mau kemana Bu? Mau beliin makanan yah? Kalo beli makanan Rafi ikut Bu,” sela Rafi saat gerbang sudah di buka oleh pak Joko. Ia dengan semangat melangkah masuk. Berharap bu Julia saat ini sedang berbaik hati.

“Saya akan hukum kalian, berdiri di lapangan sekolah dengan posisi hormat pada bendera,” ucap nya tak bisa di bantah.

Rafi yang mendengar kata-kata bu Julia langsung syok dan panik. Ingin kabur tapi gak bisa. Gimana dong? Ia sedang memikirkan cara agar bisa lolos dari hukuman ini.

“Bu jangan deh, perut saya tiba tiba sakit nih,” ucap Rafi pura pura sakit perut. Di tambah ekspresi wajah yang dibuat sesakit mungkin, agar bu Julia percaya.

“Jangan mencoba buat membohongi saya Rafi!” ucap bu Julia menahan marah “mau hukuman kamu saya tambah?”

Bu Julia memang sudah kebal dengan trik yang di berikan oleh Rafi. Anak itu ketika akan di hukum akan memberikan alasannya.

“Janganlah bu, saya gak bohong. Perut saya benar benar sakit,” kata Rafi dengan mimik wajah yang di buat semakin kesakitan.

“Saya gak peduli, kalian bertiga ke lapangan sekarang. Sampai jam kedua berakhir baru kalian boleh beristirahat,” kata bu Julia tak ingin di bantah.

Rayhan dan Rafa langsung pergi kelapangan tanpa protes berbeda dengan Rafi yang masih berdiam diri di tepi lapangan. Ia tentu masih ingin protes meski tahu bu Julia tak akan luluh dengan bujuk rayuannya itu.

“Ngapain kamu masih berdiri disitu,” ujar bu Julia menatap Rafi yang enggan menyusul Rafa dan Rayhan yang berjalan menuju lapangan.

“Bu tolong, saya gak mau dihukum. Sudah sering bu saya di jemur. Untuk kali ini, tolonglah bu mereka berdua, saya juga lelah bu di jemur terus. Emang ibu tega jika misalkan saya gosong,” bujuk Rafi dengan panjang lebar.

Bu Julia hanya menghela nafas lelah. Hal yang sudah biasa menghadapi Rafi yang keras kepala dan nakal itu.

“Rafi jangan buat saya marah, cepat kelapangan atau saya tambah hukuman buat kamu,” kata bu julia yang mulai kesal.

Melihat amarah yang akan meledak, Rafi tak ada pilihan lain selain menjalani hukumannya.

“Ehh iya Bu, jangan marah dong nanti gak cantik lagi loh.”

“RAFI!” Bentak Bu Julia tak tahan dengan muridnya yang satu ini.

“Hehehe, iya bu saya ke lapangan dulu,” kekeh Rafi dan langsung berlari ke lapangan.

Sabar. Punya murid seperti Rafi memang harus banyak sabar. Untung saja murid seperti Rafi hanya ada satu di sekolah ini. Rafa, saudara kembarnya sangat berbanding terbalik dengan perilaku Rafi.

Rafi segera menghampiri kedua saudaranya yang sudah lebih dulu mengambil posisi, menghadap bendera. Ia dengan malas berdiri di samping Rayhan. Sambil mempoutkan bibirnya, Rafi memberikan hormat pada bendera merah putih, kebangsaan Indonesia.

“Lama banget lo,” tegur Rafa yang melihat ekspresi kesal Rafi. Sudah di tebak jika Rafi datang dengan perasaan kesal, maka ia belum bisa meluluhkan hati bu Julia yang sekeras batu.

“Tadi gue rayu dulu tuh guru gendut tapi gak berhasil,” jawab Rafi.

Seketika kecewa karena hal sekecil ini tak dapat Rafi lakukan, padahal dia kan raja gombal. Banyak gadis-gadis yang mengantri ingin mendengar gombalan darinya, tapi meluluhkan hati guru killer ternyata sangat sulit.

Untung saja, pelajaran saat ini sedang berlangsung, jadi Rafi tak perlu malu karena kembali di hukum. Meskipun sebagain murid telah melihatnya yang sudah menjadi langganan guru BK.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Candu Dekapan Kakak Ipar
8.5
Menjadi bagian dari keluarga konglomerat justru menjadi siksaan bagi Djiwa. Diperlakukan buruk oleh ibu mertua tanpa pembelaan dari suaminya sendiri, ia merasa terasing di rumah megah tersebut. Namun, kehadiran Radja, kakak ipar tertua yang berwibawa dan dingin, mengubah segalanya. Tatapan intens Radja membangkitkan hasrat terlarang yang berbahaya. Djiwa pun terjebak dalam pusaran dosa manis yang tak bisa ia hindari, menyerah pada sentuhan pria yang seharusnya tidak boleh ia cintai.
Sampul Novel CINTA TERLARANG DI BALIK LAYAR
8.0
Hubungan asmara rahasia terjalin antara aktris papan atas dan sutradara muda jenius yang sebenarnya telah beristri. Di balik kemilau dunia perfilman, kisah cinta terlarang ini dipenuhi intrik dan ancaman bahaya. Keduanya berjuang keras menjaga karier serta nama baik mereka dari kehancuran. Namun, daya tarik yang begitu kuat membuat mereka sulit melepaskan satu sama lain, memicu konflik penuh risiko di balik megahnya industri hiburan.
Sampul Novel Mencintaimu Lebih Dari Yang Aku Bisa
8.4
Dua tahun membina rumah tangga, Berman tak pernah mau menatap Clarissa saat mereka bersama. Clarissa sadar dirinya hanyalah bayangan sang adik bagi suaminya. Meski telah memendam cinta yang tulus selama sebelas tahun, rasa rendah diri membuat Clarissa menyerah dan memilih pergi. Sialnya, saat mencoba melupakan Berman, kepedihan luar biasa justru mengancam nyawanya. Mencintai pria itu rupanya telah menjadi candu berbahaya yang mustahil ia hentikan.
Sampul Novel Menyukai Bos Pengusaha
8.4
Maya memulai karier barunya sebagai asisten eksekutif di perusahaan raksasa. Bagi perempuan muda berbakat dan berdedikasi tinggi ini, pekerjaan tersebut adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan profesionalnya. Walau harus berhadapan dengan ritme kerja yang super padat dan sempat didera kecemasan pada awalnya, Maya tidak menyerah. Ia bertekad menyuguhkan kinerja terbaik dalam setiap tanggung jawab guna menggapai kesuksesan di lingkungan barunya.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Tergiur upah tambahan, aku nekat menjadi penguji tidur di hotel misterius. Namun, keputusan ini membawaku ke dalam rangkaian tes tidur yang ganjil dan mengerikan. Mulai dari fenomena tubuh yang memuai secara aneh, teror penyanyi gaib, hingga ancaman sopir taksi berbaju kertas, maut kini mengintai setiap detik. Demi bertahan hidup, aku harus mempertaruhkan nyawa menembus zona mematikan dan membongkar rahasia kelam hotel ini sebelum terjebak selamanya di labirin maut.
Sampul Novel Rahasia Susu yang Membuat Ayah Gila
9.3
Saat berlibur di taman bermain bersama suami dan putrinya, sang protagonis mengalami kejadian tak terduga ketika bajunya basah karena menyusui. Kejadian ini memicu obsesi gelap dari ayah teman sekelas anaknya di TK. Pria tersebut mengambil foto-foto rahasia secara diam-diam dan menggunakannya untuk memeras sang ibu agar memenuhi hasratnya. Di tengah situasi menegangkan di mana suami dan anaknya berada sangat dekat, pria asing itu memaksa sang protagonis untuk melepaskan ikat pinggangnya di bawah ancaman.