APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel RAYHAN STORY

RAYHAN STORY

Sejak kecil, Rayhan tidak pernah merasakan kehangatan orang tua kandungnya sendiri. Remaja berusia 14 tahun ini hanya bisa mengandalkan paman, bibi, serta sepupunya yang sangat protektif. Impiannya untuk bersatu kembali akhirnya terwujud saat ia diboyong ke Jakarta. Namun, kepindahan tersebut justru membawa kejanggalan baru. Lewat mimpi buruk dan misteri kelam, terungkaplah alasan tragis mengapa mereka terpisah bertahun-tahun hingga merenggut segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mereka bertiga menjalankan hukumannya dalam diam kecuali  dengan Rafi yang tak berhenti bicara, membuat mereka yang menjadi pendengar ingin sekali membungkam mulutnya dengan Plester saking kesalnya. Siapa yang tak kesal, di situasi sekarang, anak itu masih bisa bercanda dan membicarakan hal-hal lucu yang sama sekali tak sesuai dengan selera humor Rafa dan Rayhan.

“Woi kok kalian berdua diam aja sih,” Rafi mulai protes karena ocehannya sedari tadi tak ditanggapi. Ia sudah seperti orang sinting yang berbicara sendiri tanpa ada lawan bicara.

“Lo berdua kok.jahat banget sih!”

Rayhan maupun Rafa hanya diam. Menganggap ocehan Rafi hanya angin lalu, terlalu malas menanggapinya saat keringat terus membasahi pelipis mereka. Udara saat ini sangatlah tak bersahabat, sangat panas.

“Tau ah gue kesel sama kalian,”kata Rafi pura pura ngambek. Ia berjalan sedikit menjauh dari mereka berdua.

“Cih elah gitu aja ngambek lo,” cibir  Rafa.

“Biarin,” balas Rafi masih mode ngambek. Ia bahkan enggan menatap mereka berdua.

Rafa tak peduli. Ia menatap.ke arah Rayhan yang sedari tadi tak mengeluarkan sepatah katapun.

“Eh Ray kok wajah Lo Pucat sih,” tanya Rafa saat tak sengaja ia melihat wajah sepupunya yang pucat. Rasa khawatir langsung ia rasakan, tak tega melihat Rayhan yang begitu pucat karena kelelahan.

“Gue gak papa,” jawab Rayhan masih setia hormat pada bendera. Ia menguatkan dirimu sendiri, tak ingin lemah di hadapan mereka.

“Fi, sini deh!” panggil Rafa.

“Lo ngambeknya tunda aja dulu. Ini wajah Rayhan pucat.”

Ucapan dari Rafa membuat ia segera menghampiri mereka berdua. Dan saat telah sampai dapat dilihatnya wajah itu sangat kelelahan dan juga pucat.

“Anjir. Kok Gue bisa lupa sih, Lo kan gak sarapan tadi,” pekik Rafi ikutan panik. Ia merutuki dirinya yang langsung menarik Rayhan tanpa memikirkan jika Rayhan memiliki penyakit maag.

“Gue gak papa kak,” ucap Rayhan mencoba meyakinkan mereka. Suaranya terdengar lemah jadi Rafi tak akan percaya dengan ucapan Rayhan.

“Mending sekarang kita ke kantin,” ajak Rafi, ia tahu meskipun rayhan mengatakan. baik baik saja. Namun anak itu sedang tak baik baik saja.

“Kita lagi dihukum loh,” kata Rafa memperingati, meskipun sebenarnya ia juga sama khawatirnya dengan Rafi.

“Emang Lo gak kasihan sama Ray. Gimana kalo seandainya dia pingsan terus siapa yang bakal gendong dia, gue gak mau yah,” kata Rafii yang maksud nya tak ingin direpotkan. Namun itu hanya lah perkataan saja, asli nya ia akan berbuat apa pun demi rayhan, sepupu nya yang begitu ia sayang.

“Gue beneran gak papa,”ucap Rayhan tak ingin di khawatirkan. Entah kenapa mereka selalu saja memiliki sikap over protective padanya. Sakit sedikit saja, membuat mereka begitu panik dan khawatir.

“Gak percaya gue sama loh Ray, yuk buruan ke kantin,” potong Rafi enggan mempercayai omongan Rayhan.

“Jangan jangan elu kali yang pengen ke kantin,” tebak Rafa melihat Rafi yang begitu semangat ingin pergi ke kantin. Seharusnya orang sakit, di bawa ke UKS, ini malah ke kantin. Meskipun tak sepenuhnya salah, tetapi Rafi memiliki tujuan yang berbeda.

“Yaps benar sekali brother,” jawab Rafi dengan senyum tak berdosa nya.

“Tapi kak gue takut dimarahi sama bu Julia,” kata Rayhan.

“Udah Lo tenang aja, gue yang bakal tanggung semuanya. Si guru gendut itu gak bakalan marahin Lo,”kata Rafi sok berani. Padahal nyali nya menciut saat di hadapan bu Julia.

“Emang Lo gak takut sama bu Julia,” tantang Rafi.

“Yahh takut sih. Cuman kan demi adek kesayangan gue apa pun bakal gue lakuin termasuk ngelawan bu Julia,”ucap Rafii dengan begitu yakin.

“Gak usah ngelawan juga kali, gak sopan Lo.”

“Iya deh maaf.”

Dan akhirnya mereka memutuskan untuk ke kantin. Masalah dimarahi itu tanggungjawab Rafi nantinya. Daripada Rayhan pingsan, dan mereka berdua yang akan di marahi oleh Bima dan Megan, jadi lebih baik melanggar hukuman aja.

Malam harinya, Rafi sekarang berada dikamar Rafa. Hal yang begitu jarang Rafa membiarkan Rafi menginjakkan kakinya ke dalam kamarnya.

“Eh tadi ada PR gak sih?” Tanya Rafi pada Rafa. Setelah acara kabur dari hukuman itu, Rafi di suruh membersihkan toilet sekolah sebagai hukumannya lagi. Hanya Rafi yang dihukum, Rafa dan Rayhan di biarkan untuk mengikuti pembelajaran.

“Ada,” jawab Rafa dengan singkat dan jelas.

“Seriusan? Gue liat ya punya lo,” pinta Rafi.

“Emangnya Lo siapa, kerjain sendiri sana,” kata Rafa ngegas tak ingin memberikan tugasnya.

“Pelit amat Lo sama kembaran sendiri,” Rafi kesal langsung melempar buku yang ia pegang. Hanya memegang, karena Rafi taj tertarik membaca buku.

“Keluar Lo dari kamar gue,” usir Rafa yang tak terima bukunya di lempar.

“Lo ngusir gue?”

“Iyalah. Kurang jelas. Ini kan kamar gue dan gak nerima orang yang gak punya akhlak kek lo,” balas Rafa tajam.

“Anj*ng lo, Rafa!”

“Buruan keluar, gue mau tidur.”

“Gue doain Lo gak bangun sekalian,” kata Rafi dan membanting keras pintu kamar Rafa.

Rafi yang kesal pergi ke ruang tamu dan melihat Rayhan yang tengah menonton kartun Upin Ipin kesukaannya. Jika Rafa tak ingin memberi jawaban, maka Rayhan lah satu-satunya harapannya kini.

“Wih bocah, masih nonton kek ginian,” ucap Rafi dan langsung duduk disamping Rayhan yang tampak tak peduli dengan kehadiran Rafi. Rafi sih sudah biasa di perlakukan seperti itu, bak anak tiri.

“Eh Ray gue minta PR Lo dong,” kata Rafi mencoba membujuk rayhan, kali aja rayhan mau berbagi padanya.

“PR? PR apaan?” tanya Rayhan bingung. Emang iya ada PR tadi, perasaan enggak deh.

“PR tadi, kata si Rafa ada,” kata Rafi memberitahu.

“Yaudah mending Lo liat aja punya kak Rafa,”balas Rayhan tak ingin ambil pusing.

“Pelit tuh anak, makanya gue minta sama Lo. Please,” mohon Rafi.

“Coba Lo cek di tas gue ada apa nggak.”

“Ok,” setelah mendapat izin Rafi segera berlari ke kamar Rayhan

Tak lama Rafi kembali dengan wajah masam. Ia duduk dengan kesal.

“Kenapa?” Tanya Rayhan pada Rafi yang wajahnya di tekuk.

“Gak ada PR nya,”jawab lesu Rafi. Ingin marah, tetapi ada mamanya di sini.

“Berarti lu dibohongi sama kak Rafa,” kata Rayhan tak mengalihkan matanya dari layar televisi padahal saat ini, sedang iklan.

“Sialan tuh si Rafa berani beraninya dia membohongi gue njir, ”kata Rafi dengan marah. Kesal dia sampai kelepasan mengumpat.

“Raf, jangan bicara kasar,” tegur Megan.

“Iya mah maaf, gak sengaja tadi,” elak Rafi.

“Kak Rafi sengaja tuh tan,” kompor rayhan, padangan nya masih tetap pada layar tv.

“Gak ma, si Ray bohong. Masa mama lebih percaya sama si Rayhan dari pada anak mama yang paling tampan ini.”

“Rafi bisa gak sih sehari aja kamu gak buat ulah,”ucap Megan lelah menghadapi perilaku putranya sendiri.

“Rafi gak buat ulah tuh hari ini, malahan si Rafa mah. Masa ia tega bohongin Rafi kalo tadi ada tugas tapi ternyata gak ada ma,” Rafi mengadukan Rafa.

“Itu sih karena lu doang yang gampang di kibulin kak.”

“Tuh mah, masa Ray bilang gitu,”adunya lagi pada Megan. Megan hanya diam tak menanggapi Rafi.

“Benar kan tante,” tanya Rayhan dan mendapat anggukan dari Megan.

“Sialan Lo cil. Awas aja ntar” gumam Rafi.

“Mending kalian berdua belajar aja deh, dikamar, di mana kek. Pusing mama dengar kalian ribut.”

“Rayhan ke kamar dulu yah mau belajar,” kata Rayhan sopan. Kebetulan kartun upin ipin nya telah selesai. Jadi lebih baik di kamar, belajar dengan tenang tanpa mendengar ocehan-ocehan dari Rafi.

“Eh gue ikut cil,” kata Rafi langsung mengikuti Rayhan naik ke lantai dua.

“Gak boleh. Kamar gue gak nerima tamu gak punya otak kayak lo, kak,” balas Rayhan tajam.

“Tega amat Lo sama kakak sendiri.”

“Gak peduli,” kata Rayhan langsung masuk ke kamar tak lupa mengunci pintu agar Rafi tak bisa masuk dan mengganggu dia yang ingin belajar.

See you next chap

4 April 2021

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Candu Dekapan Kakak Ipar
8.5
Menjadi bagian dari keluarga konglomerat justru menjadi siksaan bagi Djiwa. Diperlakukan buruk oleh ibu mertua tanpa pembelaan dari suaminya sendiri, ia merasa terasing di rumah megah tersebut. Namun, kehadiran Radja, kakak ipar tertua yang berwibawa dan dingin, mengubah segalanya. Tatapan intens Radja membangkitkan hasrat terlarang yang berbahaya. Djiwa pun terjebak dalam pusaran dosa manis yang tak bisa ia hindari, menyerah pada sentuhan pria yang seharusnya tidak boleh ia cintai.
Sampul Novel CINTA TERLARANG DI BALIK LAYAR
8.0
Hubungan asmara rahasia terjalin antara aktris papan atas dan sutradara muda jenius yang sebenarnya telah beristri. Di balik kemilau dunia perfilman, kisah cinta terlarang ini dipenuhi intrik dan ancaman bahaya. Keduanya berjuang keras menjaga karier serta nama baik mereka dari kehancuran. Namun, daya tarik yang begitu kuat membuat mereka sulit melepaskan satu sama lain, memicu konflik penuh risiko di balik megahnya industri hiburan.
Sampul Novel Mencintaimu Lebih Dari Yang Aku Bisa
8.4
Dua tahun membina rumah tangga, Berman tak pernah mau menatap Clarissa saat mereka bersama. Clarissa sadar dirinya hanyalah bayangan sang adik bagi suaminya. Meski telah memendam cinta yang tulus selama sebelas tahun, rasa rendah diri membuat Clarissa menyerah dan memilih pergi. Sialnya, saat mencoba melupakan Berman, kepedihan luar biasa justru mengancam nyawanya. Mencintai pria itu rupanya telah menjadi candu berbahaya yang mustahil ia hentikan.
Sampul Novel Menyukai Bos Pengusaha
8.4
Maya memulai karier barunya sebagai asisten eksekutif di perusahaan raksasa. Bagi perempuan muda berbakat dan berdedikasi tinggi ini, pekerjaan tersebut adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan profesionalnya. Walau harus berhadapan dengan ritme kerja yang super padat dan sempat didera kecemasan pada awalnya, Maya tidak menyerah. Ia bertekad menyuguhkan kinerja terbaik dalam setiap tanggung jawab guna menggapai kesuksesan di lingkungan barunya.
Sampul Novel Pekerjaan yang Mematikan Tantangan Seorang Test Sleepe
9.5
Tergiur upah tambahan, aku nekat menjadi penguji tidur di hotel misterius. Namun, keputusan ini membawaku ke dalam rangkaian tes tidur yang ganjil dan mengerikan. Mulai dari fenomena tubuh yang memuai secara aneh, teror penyanyi gaib, hingga ancaman sopir taksi berbaju kertas, maut kini mengintai setiap detik. Demi bertahan hidup, aku harus mempertaruhkan nyawa menembus zona mematikan dan membongkar rahasia kelam hotel ini sebelum terjebak selamanya di labirin maut.
Sampul Novel Rahasia Susu yang Membuat Ayah Gila
9.3
Saat berlibur di taman bermain bersama suami dan putrinya, sang protagonis mengalami kejadian tak terduga ketika bajunya basah karena menyusui. Kejadian ini memicu obsesi gelap dari ayah teman sekelas anaknya di TK. Pria tersebut mengambil foto-foto rahasia secara diam-diam dan menggunakannya untuk memeras sang ibu agar memenuhi hasratnya. Di tengah situasi menegangkan di mana suami dan anaknya berada sangat dekat, pria asing itu memaksa sang protagonis untuk melepaskan ikat pinggangnya di bawah ancaman.