APKDock Logo
Sampul Novel Ratu Kerajaan Niskala

Ratu Kerajaan Niskala

8.4 / 10.0
Candra Utari, pewaris takhta Niskala, harus menghadapi ancaman dari saudara tirinya: Sekar Buana, Lintang Alit, dan Pupus Cantika. Setelah mendalami ilmu kanuragan dari Ratu Arum di Perguruan Langit Ageng, ia berhasil mendirikan Kerajaan Wulan Katigo yang sejahtera. Ketika Niskala terancam runtuh akibat pemberontakan, Candra menyamar sebagai Pangeran Layang Jembar demi menolong ayahnya. Namun di medan perang, muncul pasukan bertopeng misterius yang menjadi teka-teki baru baginya.

Ratu Kerajaan Niskala Bab 1

Mata Putri Candra Utari menatap tajam ke arah Putri Lintang Alit. Berbalas dengan tatapan yang tak kalah tajamnya pula.

"Kamu telah menumpahkan isinya, Lintang Alit!" seru Putri Candra Utari dengan suara tertahan. Ada amarah dan kecewa yang berusaha ditekannya sekuat mungkin. "Bokor itu berisi ramuan obat untuk ibuku, Permaisuri Kerajaan Niskala, Dewi Arum."

Emban Diro merasa situasi sedang tidak baik-baik saja. Dia bergegas mengambil sebuah kain untuk membersihkan tumpahan ramuan obat berwarna hitam pekat itu. Namun, sebuah pedang panjang yang berkilau menghadang niatnya. Ujung pedang itu menggaris tepat di depan dadanya. Sontak Emban Diro memundurkan langkahnya.

"Nyuwun pangapunten, Kanjeng Putri," ujarnya dengan mimik wajah ketakutan.

Putri Candra Utari maju lima langkah. Kakinya berhenti tepat di atas tumpahan ramuan obat itu. Menghentakkan kakinya dengan keras, hingga cairan tertumpah itu mengenai kaki mulus Putri Lintang Alit. Sang putri bertubuh kurus dan sedikit bungkuk itu sontak menjerit.

"Aduh ...! Kamu telah mengotori kakiku, Mbakyu Kanjeng Putri." Putri Lintang Alit berjingkat menjauh.

Putri Candra Utari tidak menghiraukan protes Putri Lintang Alit. Dia tetap berjalan maju, mendekati adik tirinya itu hingga tubuh mereka hanya berjeda lebih kurang seinchi.

"Kamu harus menggantinya, Putri Selir!" ujar Putri Candra Utari dengan geram. Wajah garangnya menciutkan nyali Putri Lintang Alit. Wajahnya seketika memucat, apalagi ketika pedang panjang Putri Candra Utari mulai terangkat.

"Ada apa ini?" Suara bariton Raden Eka Kencono yang muncul tiba-tiba, memecahkan ketegangan dalam serambi depan ruang keputren itu. Seorang raja yang dikenal memiliki sikap keras dan tegas dalam menghadapi setiap permasalahan dalam pemerintahannya. Namun, dia tidaklah dekat dengan putra putrinya. "Cairan apa ini yang tumpah?"

tanya Sang Raja sembari mengerutkan dahi.

Putri Lintang Alit berdiri dengan kaki gemetaran. Tak ada yang ditakutinya dalam kerajaan ini kecuali Sang Raja. Putri tunggal dari istri selir keempat Sang Raja ini dikenal sebagai seorang putri yang sulit diatur. Dia selalu berusaha melepaskan diri dari segala aturan tata krama kerajaan.

"Utari! Alit! Bicaralah salah satu dari kalian. Jelaskan apa yang tengah terjadi di sini. Dan untukmu, Utari, jangan pernah kau hunuskan pedang di depan kerabat dan rakyatmu. Kecuali dia melakukan kejahatan besar yang telah terbukti," titah Sang Raja pada kedua putrinya.

"Baik, Romo," jawab Putri Candra Utari dengan tegas. Dia segera menyarungkan kembali pedangnya ke pinggang. Dengan sedikit membungkukkan badan, dia menghaturkan sembah pada Sang Raja.

Hening sejenak menyapu serambi keputren. Putri Lintang Alit tidak berani menjelaskan apa yang terjadi pada Sang Raja. Lidahnya kelu. Dia tidak berani membayangkan hukuman yang bakal diterima jika kejadian yang sebenarnya dia ceritakan.

Siasat licik tengah dirancang dengan cepat dalam benak putri bertubuh kurus dan sedikit bungkuk itu. Dia hendak menjatuhkan kesalahan pada Putri Candra Utari. Pewaris tunggal tahta Kerajaan Niskala. Karena dia adalah putri semata wayang dari permaisuri kerajaan, Kanjeng Ratu Dewi Arum.

"Tadi saya hendak membantu Mbakyu Kanjeng Putri, Romo. Tapi rupanya bokor emas itu terlalu licin. Sehingga pegangan saya terlepas dan bokor itu jatuh hingga isinya tumpah. Nyuwun pangapunten, Romo," ujar Putri Lintang Alit sambil menjatuhkan tubuhnya, bersimpuh di hadapan Raden Eka Kencono. "Hatur sembah dalem, Kanjeng Romo."

Putri Candra Utari seketika membelalakkan mata. Terkejut mendengar penjelasan Putri Lintang Alit yang sangat berbeda dengan kejadian sebenarnya.

"Nyuwun pangapunten, Kanjeng Romo. Tidak seperti itu kejadiannya. Hatur sembah dalem, Kanjeng Romo," tukas Putri Candra Utari. Dia pun segera bersimpuh di hadapan Sang Raja.

Raden Eka Kencono hanya diam melihat kedua putrinya yang sama-sama bersimpuh di hadapannya itu. Tanpa memeriksa keterangan siapa yang benar dan keterangan siapa yang salah, Raden Eka Kencono telah yakin menetapkan keputusannya.

"Pengawal Ki Bagas dan Ki Dirgo, bawa Putri Lintang Alit ke dalam puri istana. Tempatkan dia di kamar paling belakang. Kurung dia selama tiga purnama." Raden Eka Kencono bertitah tanpa memedulikan wajah Putri Lintang Alit yang memerah tiba-tiba.

Putri Lintang Alit hendak melakukan protes, tapi tatapan tajam Raden Eka Kencono mematikan nyalinya. Ki Bagas dan Ki Dirgo mengangkat lengan Putri Lintang Alit yang sempat meronta. Namun, pada akhirnya dia harus menyerah. Karena tidak ingin kehilangan segala fasilitas yang selama ini didapatkannya dalam lingkup istana.

"Kanjeng Romo, mohon ijin. Bolehkah saya berpendapat?" tanya Putri Candra Utari.

Dan seperti biasanya, Raden Eka Kencono menggelengkan kepala. Dia menolak untuk mendengarkan pendapat dari Putri Mahkota Kerajaan Niskala itu. Karena dia tahu bahwa putrinya itu pasti akan meminta keringanan hukuman untuk saudaranya, Putri Lintang Alit.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Ratu Kerajaan Niskala

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Balada Sang Pemuas
9.3
Di balik citra santun yang mereka tunjukkan pada dunia, Andre dan Nadia diam-diam memendam gairah serta fantasi intim yang begitu membara. Pernikahan mereka pun beralih fungsi menjadi wadah rahasia untuk membebaskan segala hasrat terlarang yang selama ini terkekang oleh norma sosial masyarakat. Kisah ini menyoroti perjuangan sepasang kekasih dalam menjelajahi sisi terdalam diri mereka demi meraih kepuasan sejati, tanpa harus merusak batasan moral yang ada.
Sampul Novel Hari Pernikahannya, Pembalasan Dendam Sempurnanya
9.2
Dulu aku menyelamatkan Arya Wicaksana, membantunya jadi raja bisnis, dan menikahinya secara rahasia. Tapi dia mengkhianatiku, menyebutku beban, bahkan menghancurkan klinik kenangan putri kami demi kekasih barunya. Arya menuduh ambisiku sebagai penyebab kematian anak kami dan berniat menghapus seluruh masa lalu kami. Dia merasa di atas angin, tanpa tahu bahwa undangan pernikahannya justru akan menjadi awal kehancuran total yang kusiapkan tepat di hari bahagianya.
Sampul Novel Istri Yang Tak Dianggap
9.6
Kebahagiaan rumah tangga Arshella dan Dion yang baru saja terjalin kini diambang kehancuran. Masa lalu Arshella kembali membayangi lewat kehadiran seorang pria yang membawa prahara besar. Ketegangan memuncak saat pria tersebut secara sepihak mengklaim sebagai ayah biologis dari anak Arshella. Di tengah badai ini, kesetiaan serta keutuhan cinta Arshella kepada Dion benar-benar diuji dalam sebuah pilihan yang sangat sulit.
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Akibat tekanan ibu mertua yang merendahkan status sosialnya, Lara terpaksa berpisah dari Elara. Suaminya yang dulu hangat kini berubah dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam keliru yang dikira Elara bersama Elena, ia bertunangan dengan wanita itu. Lara yang terluka memilih pergi ke desa untuk merintis usaha sabun organik. Di sana, ia memulai hidup baru tanpa menyadari bahwa dirinya sedang mengandung anak yang akan menjadi pewaris takhta Elara.
Sampul Novel Mr. Quick
8.4
Pascapernikahan yang kandas, Bunga Humaira mengasingkan diri ke luar negeri untuk memulihkan hatinya. Namun, impiannya akan ketenangan terusik oleh Afrain Derson. Miliarder mapan tersebut hadir membawa kepribadian serba cepat yang penuh paksaan. Walau Bunga merasa sangat tertekan dengan segala tindakan impulsif Afrain, pria kaya itu tetap teguh meyakinkan bahwa dialah sosok pasangan terbaik yang tidak seharusnya ditolak oleh Bunga.
Sampul Novel Tuan Muda Sean
8.9
Sean Devon terusir dari hak warisnya akibat konspirasi keji ibu tirinya. Demi menguasai seluruh kekayaan, sang nyonya besar berselingkuh dengan sekretaris suaminya dan melahirkan Delano, yang kemudian diakui sebagai putra tunggal. Berbagai intrik jahat pun dirancang untuk menyingkirkan Sean dari silsilah keluarga. Kini, Sean harus berjuang merebut kembali takhta yang menjadi haknya. Akankah ia berhasil, atau justru Delano yang akan berkuasa?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan