APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ranjang Panas Istri Kedua

Ranjang Panas Istri Kedua

Di dalam kamar yang sunyi dan terasa sesak, Bella terbuai dalam pusaran gairah hangat bersama Bram. Dekapan erat sang suami membuatnya meremas sprei dengan kuat, seiring napas mereka yang saling memburu. Bella tidak mampu lagi menahan rintihan nikmat yang dipicu oleh setiap sentuhan intim dari suaminya. Bram pun terus memacu hasrat sang istri, menikmati setiap getaran tubuh Bella. Malam itu, derit ranjang menjadi saksi bisu bagi keintiman membara yang mereka lalui.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bella mendesah pelan, wajahnya memerah, napasnya mulai tersengal. Sentuhan itu membuat tubuhnya bergetar, ini kali pertamanya merasakan tangan seorang pria di bagian yang begitu sensitif dan pria itu adalah suaminya sendiri.

Bram menatap wajah Bella yang memerah, bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. Tangannya tetap di dada Bella, menggenggam dan memijat perlahan, membuat denyut hangat menjalar ke seluruh tubuhnya. Perlahan ia menggeser tubuhnya, menunduk hingga napas hangatnya menyapu pipi sang istri. Bella memejamkan mata, menunggu apa yang akan terjadi.

"Mas..." suara Bella bergetar, setengah ingin menahan, setengah ingin menyerah pada sensasi itu.

Bram menangkup wajah Bella dan menempelkan bibirnya. Ciuman itu dalam, panas, dan mendesak. Lidahnya menyapu lembut bibir bawah Bella, memaksanya terbuka, lalu menyelip masuk dengan gerakan yang membuat napas sang istri tercekat.

Tangan Bram yang sudah berada di dada Bella kini bergerak lebih berani. Jemarinya menekan dan mengelus, sementara bibirnya mulai turun, menyapu kulit di sekitar payudara Bella dengan lembut tapi penuh hasrat. Bella menegang, napasnya tercekat, suaranya berubah menjadi lirih yang nyaris seperti erangan.

"Ahh... mas... lidah kamu..." rintih Bella, tubuhnya melengkung tak terkendali di bawahnya.

"Begini maksudnya?" bisik Bram rendah, suaranya berat dan menuntut, sementara bibirnya mencium, menjilat, dan menempel di kulit yang sensitif itu, membuat seluruh tubuh Bella bergetar hebat.

Bella menggigit bibirnya, mencoba menahan, tapi sensasi itu terlalu kuat. "Ahhh... geli... uh... panas..."

Namun di sela dekap itu, pikiran Bella mulai melayang. Bagaimana ia sampai di titik ini, berada di pelukan pria yang dulunya hanya nama besar yang menakutkan di desanya? Ingatan itu menyeruak begitu saja, membawa Bella kembali pada siang yang mengubah seluruh hidupnya.

---

Siang itu, udara panas menyelimuti desa. Terik matahari memantulkan cahaya ke tanah berdebu, membuat udara bergetar tipis. Di warung kecilnya yang beratap seng, Bella duduk di kursi kayu, menggenggam gelas teh hangat yang mulai kehilangan uapnya. Tak ada pembeli. Ia hanya melamun, memikirkan cara menambah pemasukan agar ibunya tidak terlalu lelah berjualan.

Langkah kaki terdengar dari luar, disusul dua pria asing yang berhenti di depan warung. Mereka saling bertukar pandang.

"Ini warungnya," ucap salah satu pria dengan nada datar.

"Iya, dia ada di dalam," jawab yang lain.

Bella berdiri, tersenyum ramah. "Ada yang bisa saya bantu, Mas?"

Salah satu dari mereka menatap Bella dari kepala hingga kaki, tatapan yang membuatnya tidak nyaman. "Ikut kami."

Bella mengerutkan kening. "Ngapain? Saya jualan di sini."

"Jangan banyak tanya. Ikut." Suaranya meninggi, dan sebelum Bella sempat mundur, pergelangannya sudah dicengkeram kuat.

"Mas! Lepasin! Saya nggak kenal kalian!" teriak Bella, mencoba memberontak. Tapi genggaman mereka seperti besi. Ia terseret keluar, langkahnya terhuyung, hingga pintu mobil hitam yang terparkir di pinggir jalan terbuka.

Tanpa diberi pilihan, Bella didorong masuk. Aroma pengap bercampur parfum menyengat menyergap hidungnya. "Mas... mau bawa saya ke mana?!" tanyanya panik. Tak ada jawaban, hanya tatapan dingin dari pria di kursi depan. Mobil melaju meninggalkan warung, meninggalkan hidup Bella yang sederhana.

Perjalanan tiga puluh menit itu terasa seperti seharian penuh. Sinar matahari siang menembus kaca, membakar kulit, tapi hawa di dalam mobil dingin dan kaku. Pandangan Bella kosong menatap sawah yang berlari mundur di luar.

Laju mobil melambat saat gerbang besi hitam setinggi dua kali orang dewasa terlihat di depan. Di baliknya, rumah besar berdiri angkuh dengan cat putih yang menyilaukan, kontras dengan rumah-rumah sederhana desa. Mobil masuk ke pelataran berkerikil putih, ban berderit pelan sebelum berhenti tepat di depan pintu megah.

Bella mengenali tempat ini. "Juragan Bram..." gumamnya pelan.

"Turun," perintah salah satu pria dengan nada datar.

Begitu kakinya menginjak lantai teras, panas siang menyerang kulitnya. Tapi genggaman di pergelangan tangan memaksanya melangkah ke dalam. Pintu besar terbuka, dan hawa sejuk dari pendingin ruangan menyambut, kontras dengan teriknya luar.

Di ruang tengah, beberapa orang berkumpul. Langkah Bella terhenti begitu matanya menangkap dua sosok yang sangat ia kenal.

"Ibu... bapak..." suaranya pecah. Ia berlari memeluk ibunya yang tubuhnya bergetar hebat.

"Jelaskan. Sekarang." Suara berat memotong momen itu.

Bram berdiri tak jauh, tegap dengan kemeja putih, mata biru dingin menembus siapa pun yang menatapnya.

Joko, ayah Bella, menunduk. "Maaf, Nak... bapak dan ibumu... kami enggak sanggup bayar hutang. Juragan... minta kamu sebagai gantinya. Kami enggak tahu lagi harus apa..."

"Bapak... bapak menukar aku... dengan hutang?" suara Bella bergetar.

"Bapak janji... kalau bapak punya uang... bapak akan nebus kamu."

Intan hanya menangis, air matanya membasahi bahu Bella. Bella memeluk ibunya erat. "Kalau ini jalan terbaik... aku ikhlas, Pak... Buk..." meski hatinya terasa jatuh ke jurang gelap.

Bram tetap diam, tatapannya sulit diartikan, antara puas dan penuh perhitungan. Dalam hati, ia sudah menetapkan: gadis ini sekarang miliknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos, Istri Anda Minta Cerai
9.1
Sella Wisara akhirnya diusir oleh Wildan Bramantio demi Aisha, setelah enam tahun bertahan dalam pernikahan yang menyiksa. Tanpa tangis, Sella langsung menyetujui perceraian tersebut. Namun, Wildan justru meradang saat mendapati mantan istrinya itu hidup bahagia bersama lelaki lain. Meski terus mendapat hinaan, Sella tetap tegas menolak kehadiran Wildan. Menyaksikan tatapan mesra Sella pada pria baru tersebut membuat Wildan kehilangan akal sehatnya karena terbakar cemburu.
Sampul Novel Cinta Berbalas Dusta
9.0
Angel Mudryy, model 19 tahun asal Rusia, berjuang merintis karier di Paris demi menjadi tulang punggung keluarga. Di balik kepolosan dan kecantikannya yang memicu rasa iri, ia terjebak dilema rumit. Hidup Angel kini diincar dua pria yang terobsesi padanya: seorang bujang hipersex dan seorang duda playboy. Akankah ia mampu menolak keduanya, atau justru terpaksa memilih? Simak kisah perjuangan Angel menghadapi pengkhianatan dan kepalsuan cinta.
Sampul Novel Cinta Telah Padam, Jalan Kita Berpisah
8.3
Pernikahan tanpa cinta membuat seorang wanita asal desa harus menerima sikap dingin suaminya yang bahkan enggan menyayangi anak mereka sendiri. Namun, kepulangan cinta pertama sang suami ke Kota Jenang mengubah segalanya. Kehangatan mendadak di meja makan malam itu justru menyadarkan sang ibu akan kenyataan pahit. Saat sang anak bertanya dengan polos tentang kasih sayang ayahnya, keputusan untuk pergi menjadi satu-satunya jalan demi mengakhiri hubungan yang telah padam ini.
Sampul Novel Istri Lusuhku Jadi CEO, Setelah Aku Ceraikan
9.4
Setelah perceraian yang menyakitkan, Surya tega mengusir Anaya dan mengabaikan anak kandungnya sendiri. Selama tiga belas tahun, ia menghilang tanpa memberi nafkah atau mencari tahu kabar mereka. Namun, sebuah desakan hidup yang mendesak akhirnya memaksa Surya untuk melacak keberadaan anak-anaknya kembali. Ketika pencariannya berhasil, ia justru dihadapkan pada kenyataan mengejutkan bahwa nasib mantan istri dan buah hatinya kini telah berubah drastis di luar perkiraannya.
Sampul Novel Permainan Pewaris
9.3
Tiga tahun pacaran, Kristian Dobson malah mengkhianatiku dan menikahi Laura Clarke, pewaris kaya. Demi pengakuan keluarganya, dia mengurungku dalam kemewahan yang menyiksa. Puncaknya, demi istri barunya, Kristian memaksaku melompat dari lantai tujuh belas. Mereka pikir aku bisa dihancurkan dengan mudah. Padahal, mereka tidak tahu bahwa akulah pewaris tunggal kekayaan terbesar yang sesungguhnya di kota ini.
Sampul Novel Terjerat Menikah Dengan Pria Lumpuh
9.6
Inara terikat perjanjian pernikahan kontrak selama enam bulan dengan pewaris Danendra Group, Harshil Arsyanendra, yang kini lumpuh dan memakai kursi roda. Perbedaan status sosial yang mencolok tidak menghalangi kesepakatan mereka untuk bersatu dalam ikatan formal ini. Namun, saat waktu terus berjalan, apakah hubungan yang berlandaskan kontrak tersebut akan selesai begitu saja sesuai rencana semula, atau justru perasaan cinta yang tulus akan mulai tumbuh di antara keduanya?