APKDock Logo
Sampul Novel Amnesia

Amnesia

7.9 / 10.0
Saat tersadar, aku hanya merasakan kekosongan yang membingungkan. Kamar tempatku berada dan orang-orang di sekitarku yang memandang penuh cemas terasa sangat asing. Ingatanku benar-benar terhapus tanpa menyisakan petunjuk tentang lokasi ini atau siapa mereka sebenarnya. Bahkan ketika menatap cermin, aku tidak mengenali sosok yang terpantul di sana. Aku telah kehilangan jati diriku sepenuhnya dan terjebak dalam misteri identitas yang lenyap.

Amnesia Bab 1

Bab 1, AMNESIA. ]

[ Keyla Achazia ]

Saat pertama aku kali membuka mataku, aku sama sekali tak mengenal tempat ini, ruangan besar ini. Bau obat-obatan langsung tercium oleh hidungku. Ruangan berdominan putih yang aku fikir ini adalah rumah sakit. Aku tidak tau kenapa aku ada di sini, aku melihat ada dua orang di samping kanan satu dan samping kiri satu. Sepertinya yang kiri adalah Dokter, bisa dilihat dari pakaiannya yang memakai jas putih khas seorang Dokter dan yang kanan juga memakai jas, namun bukan putih khas rumah sakit, tapi jas hitam formal.

'Dia sudah sadar." kata seorang pria yang ada di samping kanan.

"Aku akan memeriksanya dulu." Dokter itu berucap dan mulai memeriksa keadaanku.

Aku melihat orang berjas hitan tadi, dia tersenyum padaku, aku hanya menatapnya datar. Karena aku tidak tau harus berekspresi seperti apa?

Dokter tadi telah selesai memeriksaku, dan mulai berbincang dengan pria yang berjas hitam. Aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, karena aku tidak mendengarkan. Aku lebih memilih melihat kesekeliling ruangan ini.

Saat mataku bertemu dengan matanya, ia tersenyum padaku. "Kamu baik-baik saja 'kan? Apa yang kamu rasakan?" tanya pria itu padaku.

Aku menatapnya lama, memperhatikan setiap inci wajahnya. Dia tampan. Tapi siapa dia? Apa aku mengenalnya?

"Hei, kamu tidak apa-apa 'kan?" tanyanya mulai cemas, mungkin karena aku tidak membalas pertanyaannya barusan.

"Tenang, Ali. Dia tidak apa-apa, dia hanya butuh menyesuaikan diri. Sudah satu tahun lebih dia koma." kata seorang di samping kiri atau lebih tepatnya ucap sang Dokter.

Pria itu tersenyum, ia mengusap puncak kepalaku lembut. "Kamu tidak apa-apa 'kan? Apa yang kamu rasakan saat ini?." tanya pria berjas hitam itu. Atau lebih tepatnya bertanya lagi.

Aku menatap mereka berdua secara bergantian, "aku, aku"

"Katakan saja, kamu mau apa?"

"Jangan takut, Keyla. Katakan saja apa yang kamu rasakan." kata Dokter itu seraya tersenyum lembut ke arahku.

"Kalau tidak keberatan, Aku lapar." kataku lirih. Aku memang lapar, bahkan sangat lapar. Aku tidak ingat kapan terakhir aku makan.

"Aku akan mencari makan dulu. Titip Keyla dok." pamit pria itu lalu keluar ruanganku.

Dokter itu mendekat ke arahku, ia tersenyum lagi. Aku tidak tau mengapa ia dan pria tadi suka sekali tersenyum. "Tidak apa-apa, Keyla. Semua akan baik-baik saja. Apakah kepalamu sakit, jika ada bagian mana saja yang sakit katakan saja ya."

Aku tetap diam memandang Dokter itu yang mengganti botol infus dan mengecek lagi keadaanku. Hingga tak lama kemudian pintu ruangan terbuka, ternyata pria berjas hitam tadi yang datang membawa nampan berisi satu gelas susu dan semangkuk bubur yang dia letakkan di meja samping tempat tidurku.

Lagi dan lagi ia tersenyum kepadaku. Membantuku untuk duduk bersandar, mengambil mangkuk bubur lalu menyuapiku. Aku hanya menurut saat ia melakukan itu, karena aku tidak tau apa yang harus aku lakukan dan lagi pula aku pun lapar.

Setelah aku memakan habis bubur itu, ia menaruh mangkuk itu ke meja lalu meraih segelas susu yang ia sodorkan padaku. Aku menerimanya dan meminumnya hingga setengah, lalu memberikan kembali gelas itu padanya.

"Bagaimana sudah lebih baik?" tanyanya seraya tersenyum. Apa ia tidak capek sedari tadi tersenyum terus?

Aku hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaannya. Sebagai ganti tanda ia karena aku merasa suaraku sangat susah kukeluarkan.

"Dokter apakah ia baik, kenapa Keyla tidak bicara -maksudku ia hanya menjawab saat di tanya. Kenapa ia tidak seperti biasanya?" Tanya pria itu pada Dokter yang sedari tadi masih berada di ruangan ini.

Dokter itu menghela nafas panjang, "ini yang harus aku pastikan, saat kecelakaan kepalanya mengalami benturan yang cukup keras jadi kemungkinan ia akan Amnesia itu besar."

"Maksudmu apa dok?" tanya pria itu lagi.

"Kita akan cek sebentar." kata Dokter itu lalu berjalan mendekat kearahku masih dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

"Kamu tau siapa pria di samping mu itu?" tanya Dokter itu seraya menunjuk pria yang sedari tadi ada di ruangan ini. Aku memperhatikannya sebentar lalu menggeleng.

Aku memang tidak ingat atau tidak tau siapa pria itu. Dokter itu menatap pria itu lalu menggeleng. Dan pria itu pun mendesah sepertinya frustasi, aku tidak tau apa yang membuat dia seperti itu.

"Bagaimana bisa? Ini tidak mungkin!" serunya seraya mengacak-acak rambutnya.

"Kamu ingat siapa namamu?" tanya Dokter itu lagi.

Aku menggeleng lalu mengangguk membuat Dokter itu menatapku bingung.

"Maksudnya? Menggeleng dan mengangguk itu apa?" Bentak pria yang bukan Dokter.

"Sabar Ali, tenangkan dirimu. Kamu membuat dia takut Ali." kata Dokter itu. Ia menatapku lalu tersenyum lembut. "Jadi, bagaimana apa kamu ingat namamu?"

"Tidak! Tapi kupikir namaku Keyla. Karena kalian tadi memanggilku dengan nama itu." jawabku jujur, aku memang tidak ingat siapa namaku, tapi aku ingat mereka tadi memanggilku dengan nama itu, jadi kupikir itu adalah namaku.

"Jadi kamu benar-benar tidak ingat siapa aku?" tanya pria yang Dokter sebut dengan nama Ali itu lirih.

Aku menggeleng sebagai jawaban tidak, tiba-tiba ia menggenggam tanganku. Tapi secara refleks aku langsung melepaskan genggamannya. Dan memandang pria itu horor. Oke, aku tau dia tampan dan mungkin saja memiliki hubungan yang spesial denganku, tapi aku sama sekali tidak mengingat hal itu.

"Keyla, aku Ali. Aliando, aku suamimu sayang." katanya seraya berusa menggenggam kembali tanganku. Tapi aku menyembunyikan kedua tanganku di bawah selimut.

Aku masih tidak mengerti dengan semua ini. Sungguh.

Lagi lagi aku menggeleng, "aku tidak ingat siapa kamu." kataku dengan suara parau.

"Ali, tenangkan dirimu dulu, Keyla butuh waktu. Kamu bisa mengabari orangtuamu jika dia sudah sadar." kata Dokter itu menepuk pundak pria itu. Untuk menyebut namanya saja susah.

"Semua akan baik-baik saja." kata Dokter itu lagi.

"Bagaimana bisa kamu mengatakan semua akan baik-baik Dok, kalau dia saja tidak mengingatku. " katanya dengan nada sarkastik.

"Coba kamu bawa putrimu, siapa tau dia ingat anak kalian." saran Dokter itu.

Putri? Anak? Kalian? Maksudnya anakku dan pria itu? Entahlah kepalaku pusing memikirkan itu semua, "aww" pekikku memegangi kepalaku karena tiba-tiba kepalaku berdenyut sangat nyeri.

"Sayang kamu kenapa? Dokter ada apa dengannya?"

"Tidak apa Li, dia hanya berusaha mengingat apa yang dia lupakan, tapi tidak bisa dan jika di paksakan ia akan merasakan sakit di kepalanya." jelas Dokter itu setelah ia menyuntikkan sesuatu pada botol infusku.

"Apa dia akan baik-baik saja?"

"Ya, dia akan baik baik saja. Aku sudah menyuntiknya obat tidur. Jangan paksakan dia untuk mengingat sesuatu yang dia tidak ingat, jika kamu tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya."

Itu adalah ucapan terakhir sang Dokter yang aku dengar, karena selanjutnya aku telah memejamkan mata dan tertidur lagi, jadi aku tidak tau apa lagi yang mereka bicarakan selanjutnya.

Sorry for typo!!

Thanks for reading!!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Amnesia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dendam Putri Liar Sang CEO
9.3
Dikhianati sang ayah yang menjualnya pada CEO dingin, Fahreza Murni, wanita ini mengira telah menemukan cinta sejati. Namun, Fahreza justru memberikan pusaka ibunya kepada Elok, perempuan manipulatif yang menghina warisan itu. Setelah dipaksa masuk rehabilitasi, kasih sayang kini berubah jadi benci. Saat Fahreza datang memohon ampunan, ia menerima pria itu kembali demi satu tujuan: menghancurkan Murni Group dari dalam sebagai pembalasan dendamnya.
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta
8.8
Clara terpaksa menjadi madam demi menggantikan sang ibu. Kehidupan kelam ini ia jalani sejak James merebut kesuciannya lewat transaksi mahal. Dipenuhi rasa benci, Clara bersumpah akan menghancurkan hidup lelaki itu sebagai balas dendam atas takdir buruknya. Namun, rencana tersebut diuji saat James kembali hadir sebagai pelanggannya. Di tengah gemerlap dunia malam, pertarungan sengit antara harga diri, dendam, dan hasrat yang membara pun tidak lagi terhindarkan.
Sampul Novel Kontrak Pewaris Lima Miliyar
8.0
Demi memenuhi tuntutan sang ayah, miliarder dingin Narendra Adipradana harus segera mencari penerus tanpa mau terikat pernikahan. Ia pun menawarkan kesepakatan senilai lima miliar rupiah kepada Kirana Maheswari, gadis desa yang terlilit utang besar, untuk melahirkan anaknya tanpa melibatkan perasaan. Namun, begitu kehamilan Kirana berjalan, keteguhan hati Narendra mulai goyah. Akankah ikatan bisnis ini berujung pada cinta, atau Kirana justru pergi setelah tugasnya selesai?
Sampul Novel Pembalasan Istri Yang Teraniaya
8.8
Intan kehilangan kabar dari suaminya, Franz, yang sedang bertugas di luar kota. Begitu pulang, Franz berubah menjadi sosok kejam dan dingin, bahkan nekat memadu Intan dengan membawa istri baru berdalih hilang ingatan. Usai mahligai rumah tangga mereka hancur, Franz tak pernah menduga bahwa Intan sebenarnya adalah wanita berpengaruh dengan kekayaan melimpah yang sengaja disembunyikan. Kini, saatnya bagi Intan untuk bangkit dan membalas seluruh rasa sakit yang telah mereka perbuat.
Sampul Novel THE MAFIA: MARIJUANA
8.4
Daphne Madison bertekad membalas dendam pada Edgar David Ruthen yang telah menghabisi nyawa kembarannya. Demi memuluskan misinya, ia menemui Casillas Rodriguez untuk menawarkan diri sebagai mata-mata ganda. Walau sempat diancam senjata, Casillas akhirnya luluh setelah Daphne menyerahkan segalanya demi mendapat jaminan keselamatan. Kerja sama rahasia pun terjalin, tetapi keduanya justru terperangkap dalam obsesi yang rumit. Casillas menolak melepas Daphne walau hubungan itu terasa salah.
Sampul Novel Wanita Penakluk Direktur Muda
8.0
Demi memulihkan harga dirinya, Raellyn nekat mengancam Arnav, direktur hiburan ternama, memakai pisau lipat. Ia menuntut pertanggungjawaban atas pengkhianatan adik Arnav, Arsene, yang membatalkan janji pernikahan mereka. Namun, Arnav tidak mudah diintimidasi. Melihat peluang untuk memenuhi tuntutan mencari istri, ia justru menawarkan pernikahan kepada Raellyn. Meski motifnya uang, Arnav bertekad mendapat kompensasi setimpal dari wanita itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan