APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahim Bayaran Presdir Dingin

Rahim Bayaran Presdir Dingin

Difitnah rekan kerja hingga menganggur, Angeline harus memutar otak demi menghidupi keluarganya. Di tengah himpitan ekonomi, takdir mempertemukannya dengan Bryan. Presdir kaya tersebut sedang ditekan ibu tirinya untuk menikah karena urusan warisan. Demi menghindari perjodohan itu, Bryan menyodorkan kesepakatan tidak biasa kepada Angeline. Ia bersedia membayar mahal asal Angeline mau mengandung anaknya. Akankah hubungan transaksional ini memicu benih cinta di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bryan berjalan mendekat dan menarik Angeline untuk bergeser dari tempatnya. Namun, saat Bryan hendak masuk ke dalam mobil Angeline langsung menahannya.

“Biarkan aku mengantar Anda Pak, aku sudah berjanji untuk mengantar Anda sampai rumah dengan selamat,” ucap Angeline dengan penuh keyakinan.

“Apa kau tidak punya kaca?” tanya Bryan dan membuat Angeline bingung.

“Apa ... aku terlalu cantik sebagai supir pengganti?” tanya Angeline dengan polosnya. Bryan menatapnya dengan heran.

“Wajahmu sangat pucat, seperti orang mati!”

“Aku belum mati.”

“Dan aku belum mau mati. Jadi, pulanglah. Aku tidak mau mengalami kecelakaan karena kau membawa mobil dengan wajah seperti itu.” Bryan kembali mendorong Angeline, namun Angeline menahan tubuh Bryan.

“Tidak bisa! Pak, aku mohon biarkan aku mengantar Anda,” ucap Angeline memaksa dan memasang wajah memelas.

Bryan menghela napas, ponselnya berdering dan Bryan harus mengangkatnya. Merasa tidak bisa menyetir dan harus cepat pulang, Bryan pun terpaksa menyuruh Angeline untuk membawakan mobilnya dan masuk ke dalam mobil dengan sambil berteleponan.

Mendapatkan ijin, Angeline langsung mengemudikan mobil dan membawanya dengan lancar dan aman. Meski wajahnya pucat dan penuh dengan keringat dan ac mobil cukup dingin. Tapi fokus Angeline tidak hilang sedetik pun dan dapat mengemudi dengan lihai.

Bahkan saat harus menyalip atau berputar, terasa halus tanpa ada kesalahan sedikit saja. Diam-diam Bryan yang sedang sibuk berteleponan dengan kliennya merasa cukup kagum. Angeline sama sekali tidak terlihat seperti supir baru. Namun, terasa sangat profesional.

Beberapa saat kemudian, mobil mereka sudah memasuki perkarangan rumah Bryan. Angeline keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Bryan.

“Selamat istirahat Pak,” ucap Angeline dengan sedikit menganggukkan kepalanya.

“Terimakasih sudah mengantar saya dengan selamat,” ucap Bryan dan memberikan selembar uang seratus ribu.

“Tips untukmu,” ucapnya lagi dan Angeline menerimanya dengan senyuman lebar.

“Terimakasih kembali.”

Angeline berjalan pergi dari sana, sementara Bryan masih memandang Angeline dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Saat Bryan berbalik dan baru melangkah tiga langkah, ia dikejutkan dengan bunyi dentuman yang cukup keras.

Bryan berbalik mencari sumber asal suara tersebut, semakin terkejut saat ia melihat Angeline yang sudah tergeletak di tanah tak sadarkan diri. Bryan berjalan lebih cepat menghampiri Angeline.

“Hei, kau tidak apa-apa?” tanya Bryan dan mencoba mengguncangkan tubuh Angeline. Tak ada respon, Bryan pun menyentuh wajah Angeline yang sudah sangat pucat, panas dan penuh dengan keringat.

Terpaksa Bryan menggendong Angeline untuk dibawa ke dalam rumahnya. Ia menaruh Angeline di atas sofa ruang tamu dan menelpon dokter kenalannya.

Satu jam kemudian, Angeline mulai mendapatkan kembali kesadarannya. Matanya perlahan terbuka dan terkejut saat mendapati dirinya berada di tempat asing.

“Kau sudah bangun?” terdengar suara seorang pria yang datang dengan bungkusan di tangannya.

“Seharusnya kau pingsan di jalan, kenapa harus di rumahku?” tanyanya lagi dan membuat Angeline menatapnya dengan heran.

“Bapak? Aku ... di rumah Anda?” tanya Angeline menyadari siapa yang ada di depannya.

“Ya. Hah ... dokter sudah memeriksamu dan kau ... kurang gizi, kelelahan bahkan anemia. Kau ini sebenarnya apa? Bagaimana bisa kau bekerja dengan kondisi seperti itu?” omel Bryan yang terlihat kesal meski tak perduli pada Angeline.

“Ah ... maafkan aku karena sudah merepotkan Anda Pak. Aku ... akan membayar semuanya, tapi apa bisa dengan cicilan?”

Bryan menatap Angeline dengan datar, namun dalam hati ia sangat terkejut. Hal pertama yang ia khawatirkan adalah biaya pengobatannya yang harus ia ganti. Bukan keterangan tentang kesehatannya, namun biaya ganti yang harus ia bayar.

“Makanlah dulu, baru kau boleh pergi,” ucap Bryan menunjukkan bungkusan yang ia bawa tadi.

Namun, bukan bungkusan itu yang Angeline ambil. Melainkan ponselnya dan langsung memeriksanya.

“ASTAGA! Aku kehilangan banyak pekerjaan, kenapa harus pingsan segala sih,” seru Angeline dan segera turun dari ranjang yang ia tempati lalu terburu untuk segera pergi.

Bryan menahan tangan Angeline dan terdiam cukup lama sampai Angeline kembali menarik tangannya.

“Terimakasih karena sudah menolongku, Bapak bisa menghubungiku untuk biaya pengobatanku pada supir anda Pak. Permisi,” ucap Angeline seraya menarik tangannya dan hendak keluar dari kamar tamu yang ia gunakan.

Bryan masih terdiam di tempatnya, ia ingin sekali tidak memperdulikan Angeline meski tahu kondisi Angeline. Tapi, setelah beberapa saat Bryan malah cemas dan mulai bimbang. Hingga akhirnya ia menyusul Angeline yang sudah berada di ambang pintu.

“Berapa?” ucap Bryan menghentikan langkah Angeline.

“Apa?” tanya Angeline berbalik menatap Bryan yang menghentikan larinya dan mulai berjalan perlahan ke arah Angeline.

“Berapa ... biayamu? Perjam? Atau ... per perkerjaan? Aku akan membayarmu.”

Angeline menatap tidak mengerti, namun sedetik kemudian Angeline terkejut dengan menutupi bagian tubuh depannya dengan menyilangkan tangannya.

Bryan terhenti, ia menghela napas. Tangan kanannya ia masukkan ke dalam saku celananya dan mengurut dahinya. Tak habis pikir bahwa Angeline akan berpikir terlalu jauh dengan ucapannya barusan.

“Apa maksud bapak? Aku bukan wanita panggilan! Meski aku sangat membutuhkan uang, aku masih punya harga diri. Aku memang menerima semua pekerjaan, tapi tidak dengan melayani pria hidung belang seperti bapak!”

Mendengar itu, Bryan tak bisa menahan tawanya. Angeline sempat terpesona akan ketampanan Bryan yang bertambah dua kali lipat saat sedang tertawa seperti itu. Karena dari awal mereka bertemu, Bryan tampak dingin dan sangat serius.

“Kenapa tertawa? Apa bapak pikir ini sebuah lelucon?” tanya Angeline marah.

“Ah tidak ... sorry. Aku gak bermaksud untuk menyinggungmu. Dan aku ... tidak berpikir kau akan mengira aku, akan membayarmu untuk ... melakukan hal itu. Aku hanya ingin kau menghabiskan makanmu. Jika kau pergi dengan keadaan seperti itu, aku yakin kau akan pingsan lagi di jalan.”

“Apa?”

“Anggap saja, biaya doktermu lunas jika kau menghabiskan makan yang sudah aku belikan. Dan jangan lupa obat yang diberikan oleh dokter. Entah kenapa aku harus perduli padamu seperti ini,” jelas Bryan dan membuat Angeline luluh.

Beberapa saat kemudian, Angeline selesai menghabiskan satu mangkok bubur yang masih hangat. Dan segera meminum obatnya. Sementara Bryan sibuk dengan tabletnya. Tiba-tiba sebuah pesan masuk dan itu dari Nyonya Rose. Ibu tirinya.

Bryan enggan membuka pesan itu dan langsung menaruh tabletnya. Wajahnya kembali berubah menjadi dingin dan sangat serius.

“Terimakasih atas bubur dan obatnya, hutangku lunas ‘kan? Kalau begitu aku pamit pergi,” ucap Angeline setelah mencuci mangkok piringnya.

“Kenapa kau bekerja serabutan seperti ini? Bahkan kau bersedia menjadi supir pengganti, bagaimana jika aku adalah orang jahat?” tanya Bryan dan membuat Angeline tak jadi pergi.

“Aku hanya seorang pekerja keras yang rela melakukan apa saja asalkan bisa menghasilkan. Ibuku sakit dan tak ada yang bisa kami andalkan. Jika bukan aku, siapa lagi?”

“Apa saja ... asalkan menghasilkan?”

“Ya.”

Bryan terdiam sejenak, berpikir cukup serius sambil berjalan mendekat ke arah Angeline. Dengan kedua tangannya ia masukkan ke dalam saku celana. Bryan berhenti tepat satu langkah dari tempat Angeline berdiri.

“Kalau begitu, apa kau mau bekerja untukku? Setidaknya untuk satu tahun?” tawar Bryan.

“Pekerjaan apa yang kau tawarkan?”

“Menikahlah denganku, dan lahirkan seorang putra untukku.”

Angeline terkesiap mendengar ucapan Bryan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dalam Pelukan Sang Miliarder
9.7
Demi menyelamatkan panti jompo tempat tinggalnya dari rencana penggusuran, Raissa nekat menemui Arkhan Alvaro, seorang miliarder dingin dan kejam. Namun, Arkhan justru mengajukan syarat tak terduga: panti tersebut akan aman jika Raissa bersedia menjadi miliknya sepenuhnya. Kini, Raissa terjebak dalam dilema besar antara kehormatan diri dan pengorbanan. Hubungan yang diawali dengan paksaan ini pun mulai memicu badai emosi yang mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Dendam di Balik Cinta
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga yang hancur, aku tega mengkhianati Jase Mitchell dan memilih menikah dengan Kade Mitchell. Empat tahun kemudian, Kade meninggal dunia. Ibu tirinya yang kejam, Katie Fuller, langsung mengusirku beserta anakku tanpa belas kasihan. Kehilangan segalanya membuatku terpaksa memohon bantuan kepada Jase, yang menyambutku dengan penuh godaan. Di tengah keputusasaan ini, aku berniat memanfaatkan anak Katie sendiri untuk merebut kembali seluruh warisan yang telah dia curi.
Sampul Novel Diceraikan Mantan Suami, Ternyata Aku ....
7.9
Tiga tahun pernikahan dengan Claude hanya menyisakan penyesalan bagi Lillia, yang akhirnya dicampakkan begitu cinta pertama suaminya kembali. Namun, kehidupan pascabercerai justru membawa Lillia ke puncak kejayaan. Publik terkejut saat mengetahui bahwa dia adalah Lorraine, desainer ternama dunia, sekaligus pewaris rahasia Keluarga Forester dan pakar perbankan yang genius. Saat Claude menyadari kesalahannya dan mencoba merebutnya kembali di pelaminan, Lillia memilih untuk tidak mengenalinya lagi.
Sampul Novel Gairah Liar Sugar Mommy
9.1
Di usia 36 tahun, Cantika Paramitha kerap dicibir karena masih melajang. Namun, hidupnya berubah sejak Arsenio Gunadharma, pemuda 25 tahun lulusan Oxford, bekerja sebagai sekretaris barunya. Ketampanan dan kecerdasan Arsen memicu gairah yang tak terbendung dalam diri Cantika. Meski terpaut usia jauh, ketertarikan kuat membawa mereka ke jenjang pernikahan. Sayangnya, Arsen menyimpan rahasia besar mengenai identitas aslinya yang siap mengguncang keluarga Cantika.
Sampul Novel Hamili saya, tuan !
8.3
Chereena Kayona Albern adalah putri kesayangan Bobby Albern yang tumbuh dalam pengawasan ketat sejak ibunya tiada. Meski hidupnya sangat dilindungi, ia berhasil menjadi gadis cerdas yang dikagumi banyak orang. Namun, sebuah langkah tak terduga diambil oleh Chereena. Tanpa diduga, ia justru mendekati seorang CEO asal Rusia bernama Chaiden Barnard dan memintanya untuk menghamilinya. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan nekat gadis pintar ini?
Sampul Novel Kau Ceraikan Aku, Tetapi Anakku Akan Menjadi Pewaris
9.3
Akibat tekanan ibu mertua yang merendahkan status sosialnya, Lara terpaksa berpisah dari Elara. Suaminya yang dulu hangat kini berubah dingin dan membiarkan pernikahan rahasia mereka hancur. Setelah malam keliru yang dikira Elara bersama Elena, ia bertunangan dengan wanita itu. Lara yang terluka memilih pergi ke desa untuk merintis usaha sabun organik. Di sana, ia memulai hidup baru tanpa menyadari bahwa dirinya sedang mengandung anak yang akan menjadi pewaris takhta Elara.