APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Rahasia Susu yang Membuat Ayah Gila

Rahasia Susu yang Membuat Ayah Gila

Saat berlibur di taman bermain bersama suami dan putrinya, sang protagonis mengalami kejadian tak terduga ketika bajunya basah karena menyusui. Kejadian ini memicu obsesi gelap dari ayah teman sekelas anaknya di TK. Pria tersebut mengambil foto-foto rahasia secara diam-diam dan menggunakannya untuk memeras sang ibu agar memenuhi hasratnya. Di tengah situasi menegangkan di mana suami dan anaknya berada sangat dekat, pria asing itu memaksa sang protagonis untuk melepaskan ikat pinggangnya di bawah ancaman.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku dan suami membawa anak kami ke taman bermain, tak disangka sebagian besar bajuku basah karena sedang menyusui. Hal ini menarik perhatian ayah dari teman sekelas putriku di TK. Dia bilang ingin minum susu dan menggunakan foto-foto yang dia ambil diam-diam untuk memaksaku menurutinya. Suami dan putriku berada tidak jauh dari kami, tetapi dia bersikeras menyuruhku melepaskan ikat pinggangnya...

“Bu, kamu tidak ingin suamimu tahu tentang ini, ‘kan?”

Namaku Juwita Banurasmi, saat aku baru saja selesai merapikan bajuku dan keluar dari toilet, aku berbelok di tikungan menuju ke taman trampolin untuk bertemu suami dan putriku, tak disangka seorang pria asing dengan senyum licik menghentikanku.

Aku segera menoleh ke samping untuk menutupi sebagian besar bajuku yang basah karena susu dan belum kering sempurna, lalu berbalik untuk menatapnya.

“Apa maksud perkataanmu, Pak?”

Setelah berkata demikian, aku melirik ke arah trampolin yang tak jauh dariku dan merasa tenang ketika melihat suamiku dan putriku masih bermain di sana.

Pria di seberangku terkekeh.

“Aku ayah Zahra, Wira. Kita bertemu di pertemuan orang tua dan guru di TK. Sejak pertemuan terakhir kita, aku terus memikirkanmu dan bertanya-tanya kapan aku bisa mengobrol lebih mendalam denganmu.”

Kata-kata pria itu semakin terdengar seenaknya.

Tetapi ketika aku menatapnya, ada sedikit rasa malu di wajahku.

Setelah Wira mengingatkanku, aku baru sadar aku juga masih mengingatnya.

Wira yang berdiri di hadapanku terlihat sangat kekar, jelas seperti orang yang rajin berolahraga, lengannya penuh dengan otot.

Bahkan garis perutnya yang samar pun terlihat jelas di balik kausnya.

Senyum Wira makin lebar saat menyadari aku tengah menatapnya.

Dia mendekat, tatapannya terpaku pada bagian depan bajuku.

“Bu, bajumu basah lagi.”

Napasnya yang panas membuat wajahku semakin memerah, tanpa sadar aku bertanya, “A-apa maumu sebenarnya?”

Aku terkejut karena ternyata nada bicaraku agak genit.

Ketika aku tersadar, aku teringat suamiku yang loyo. Sejak bertemu Wira, aku punya beberapa mimpi istimewa, dan orang dalam mimpi itu adalah Wira.

Hal itu membuatku merasa makin malu sekarang karena dia ada di depanku, dan karena itu juga aku bicara seperti itu padanya.

Wira mengangkat alisnya dan merasa senang melihat ekspresiku. “Bu, aku baru beberapa kali bertemu denganmu, tapi aku tak pernah melupakanmu. Aku melihatmu terburu-buru ke toilet tadi, jadi aku mengikutimu, siapa tahu kamu butuh bantuan. Tak disangka...”

Setelah mengatakan itu, Wira mengeluarkan ponselnya.

“Aku tidak menyangka akan melihat ini.”

Pikiranku meledak saat melihat foto-foto di ponselnya.

Ponsel Wira menunjukkan momen tepat saat aku baru saja berganti baju, bajuku basah.

Foto-foto ini diambil dengan sempurna.

Spontan aku mengulurkan tangan untuk menghapus foto itu, tak disangka Wira mengangkat tangannya dan aku hampir jatuh ke pelukannya.

Aku langsung berhenti.

Namun lengan Wira begitu dekat.

Aku yang sedang dalam masa menyusui, berada begitu dekat dengan pria asing menyebabkan perubahan khusus dalam tubuhku, membuat ASI-ku keluar lebih banyak.

Aku bahkan tidak berani bergerak.

Meskipun anakku sudah besar, aku sangat yakin bahwa ASI memberinya lebih banyak nutrisi, jadi aku terus menyusui.

Terlebih lagi, tubuhku memiliki kelebihan yang unik dibandingkan wanita lain, aku memiliki persediaan ASI yang melimpah.

Itulah sebabnya bagian depan bajuku selalu basah karena ASI.

Sekarang, saat aku bergerak, aku bisa merasakan bajuku basah kuyup, sehingga aroma susu menguar.

Wira menarik napas dalam-dalam. “Aroma susu ini benar-benar membangkitkan kenangan. Aku menciumnya di tubuh Bu Juwita saat pertemuan orang tua dan guru saat itu. Sungguh luar biasa, aku tidak menyangka bisa merasakannya sedekat ini hari ini.”

Bisa-bisanya dia mengucapkan hal gitu dengan terus terang.

Air susuku langsung mengalir makin banyak.

“Tapi jangan khawatir, Bu. Aku tidak akan memintamu melakukan sesuatu yang ekstrem. Bisakah kamu memeras ASI untukku dulu? Aku akan menghapus foto-fotonya setelah aku meminumnya.”

Wira menunduk melihatku.

Dia pasti sudah membuat persiapan, karena dia benar-benar mengeluarkan sebuah gelas kertas dari belakangnya.

Sambil menatap gelas itu, aku menggelengkan kepala dengan malu-malu.

“A... Aku nggak bisa.”

“Kalau Bu Juwita nggak setuju, jangan salahkan aku kalau foto ini tersebar.”

Dia mulai mengancamku.

“Apa kamu sudah pertimbangkan konsekuensinya jika foto ini tersebar? Kira-kira suamimu bakal bereaksi gimana? Dan putrimu...”

Aku merasakan getaran menjalar di tulang punggungku.

Membayangkan video itu tersebar membuatku gemetar ketakutan.

Ekspresiku tampaknya membuat Wira semakin bangga. Dia menatapku dari atas ke bawah dengan penuh arti.

“Jadi, bagaimana menurutmu, Bu? Mau beri aku ASI?”

Menanggapi ancaman dan godaan Wira yang berulang-ulang, aku menggertakkan gigi.

Konsekuensi dari tidak melakukan apa yang dimintanya sungguh tak terbayangkan, lagian sekadar mengeluarkan ASI hangat sebagai gantinya, sepertinya bisa diterima.

“Lalu... kalau aku memberi ASI, apa kamu akan menghapus video-video itu?”

Aku menatap suami dan putriku di trampolin, siap mempermalukan diri dan menyetujui permintaan Wira.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bisikan dari hutan: Pendeta wanita terakhir
8.4
Mira hanya ingin hidup tenang sebagai penyembuh, tetapi penculikan ibu angkatnya memaksanya kembali ke dunia sihir. Di sana, ia bertemu Eluin, Dewa bebas terakhir yang mengungkap bahwa Mira adalah pendeta wanita pamungkas. Kini, nasib hutan suci ada di tangannya. Mira harus menghadapi Temenis, sang Dewa Kematian yang mengancam dunia. Mampukah ia mengatasi keraguan demi menyelamatkan ibunya sekaligus mencegah kehancuran total?
Sampul Novel Diamnya Istriku
9.8
Kemiskinan bukanlah akhir segalanya bagi seorang istri, tetapi ketidaksetiaan suami adalah badai yang meremukkan martabat diri. Saat biduk rumah tangganya diterpa ujian kesetiaan, Ayu tidak memilih untuk mengeluh. Ia justru bersujud, memanjatkan doa kepada Sang Pencipta demi kesadaran suaminya. Ayu meyakini kekuatan doa dapat meluluhkan hati yang beku. Sebuah kisah tentang keteguhan hati Ayu mempertahankan pernikahan melalui jalan kesabaran.
Sampul Novel DILEMA Antara Nyaman dan Cinta
9.1
Himpitan masalah ekonomi akhirnya meretakkan rumah tangga yang sudah lama dibangun. Keadaan kian memburuk ketika sang istri curhat di media sosial demi mencari simpati lelaki lain. Terlena rayuan pria beristri, ia mengabaikan risiko bahwa obsesi fisik kerap berujung pengkhianatan. Kini, ia terjebak konflik batin antara kenyamanan semu dan komitmen pernikahan. Hukum tabur tuai pun mulai membayangi mereka yang nekat bermain api.
Sampul Novel Gadis Penghibur Tuan CEO
8.5
Nasib malang menimpa Ajeng Kirei Aswari yang dijual ayahnya ke dunia malam sejak usia delapan belas tahun. Satu dekade berlalu, hidupnya bergantung pada sosok CEO sukses, Reynold Bill Timur. Hubungan mereka terhalang restu keluarga Bill yang menuntut pernikahan setara. Meski terpaksa menikahi wanita pilihan keluarga, Bill enggan melepas Ajeng dan menyeretnya ke pusaran skandal. Kini, Ajeng terjebak dalam dilema moral antara bertahan atau menyakiti istri sah Bill.
Sampul Novel Membalas Penkhianatan Istriku
8.3
Kecemasan melanda Jannah ketika Arief, suaminya, mulai mencium gelagat perselingkuhannya dengan Thalib. Bukannya mundur, Thalib malah menghasut Jannah dan menuduh Arief sudah tidak acuh lagi padanya. Di tengah kebimbangan, Jannah kembali terjerat rayuan dan nafsu terlarang bersama sang ustadz di bawah pancuran air. Thalib, yang sejak lama mendambakan Jannah, terus mendesaknya agar meninggalkan sang suami yang ia anggap tak berguna demi mengejar kepuasan sesaat.
Sampul Novel Pengkhianatan Sang Gamma, Pasangan Pendendam Sang Alpha
8.2
Lima tahun aku berkorban demi membantu Lucian meraih posisi Gamma. Sialnya, ia justru membiarkanku disiksa di penjara demi saudara tiriku. Menyadari ia hanya memanfaatkan cintaku demi takhta, aku bersumpah membalas dendam. Saat Lucian datang ke upacara ikatanku dengan harapan palsu, aku akan menghancurkannya. Ia akan menyaksikan sendiri bagaimana aku bersanding dengan rivalnya, seorang Alpha yang menjadi pasangan kedua sejatiku. Ini adalah awal dari kejatuhan mutlaknya.