APKDock Logo
Sampul Novel Jangan Main-Main Dengan Dia

Jangan Main-Main Dengan Dia

8.9 / 10.0
Yolanda dibuang ke desa terpencil oleh orang tua angkatnya yang licik. Di sana, ia justru menemukan fakta bahwa dirinya adalah pewaris sah keluarga konglomerat terpandang. Meski kini hidup bergelimang kasih sayang, Yolanda harus menghadapi kedengkian dari adiknya. Berbekal kemampuan luar biasa, ia bangkit untuk menuntut balas. Di tengah perjuangannya, pesona Yolanda memikat seorang miliarder yang kini terus mengejarnya demi membongkar rahasia besar yang ia sembunyikan.

Jangan Main-Main Dengan Dia Bab 1

Vila Keluarga Rahardi di Egal diselimuti dengan keheningan yang menyesakkan, hanya untuk kemudian dipecah oleh gema langkah kaki yang mendekat.

"Kak Yolanda, kenapa kembali secepat ini?" Salma Rahardi bersandar di kusen pintu, senyum angkuh terukir di bibirnya. "Pak Bram mungkin tua, tapi dia memiliki semua yang diinginkan para wanita, kaya, berpengaruh, dan dapat diandalkan. Seharusnya kamu merasa terhormat karena mendapat kesempatan untuk menjadi istrinya."

Ekspresi Yolanda Rahardi menegang.

Sebelum Salma sempat bereaksi, Yolanda melesat maju, telapak tangannya mendarat dengan keras di pipi Salma. Suara tamparan itu bergema di seluruh ruangan, mengiris kesombongan Salma.

"Kalau begitu, kenapa tidak kamu saja yang mengambil 'kesempatan' itu untuk dirimu sendiri, Salma?" Suara Yolanda tajam bagaikan pisau, matanya menyipit penuh cemoohan. "Kamu memasukkan obat ke dalam minumanku, bukan?"

Salma memegangi pipinya yang perih, kepercayaan dirinya hancur berkeping-keping saat bekas merah tajam dari jari-jari Yolanda membakar kulitnya.

"Yolanda! Dasar gadis sialan! Kamu sudah gila?" Talitha Ramadhani menyerbu ke depan, wajahnya berkerut mengerikan karena amarah dan ketidakpercayaan saat dia memelototi Yolanda. "Beraninya kamu menampar Salma?"

Brengsek! Dasar jalang tak tahu diri!

Bagaimanapun juga, Yolanda bahkan bukan putri kandung Keluarga Rahardi.

Tiga bulan lalu, kunjungan ke rumah sakit telah mengubah segalanya. Yolanda dilarikan ke rumah sakit karena cedera, dan apa yang seharusnya menjadi tes darah rutin justru menyingkap kebenaran dunianya.

Golongan darahnya yang langka tidak cocok dengan Jonas Rahardi atau istrinya, pasangan yang selama ini diyakini sebagai orang tua kandungnya. Pengungkapan itu menghancurkan keluarga tiga orang yang tadinya bahagia, Yolanda bukanlah darah daging mereka.

Dikuasai keputusasaan ingin mengembalikan keseimbangan keutuhan keluarga, Keluarga Rahardi meluncurkan pencarian menyeluruh untuk menemukan putri mereka yang asli. Mereka akhirnya menemukan Salma, seorang gadis yang meluncur mulus ke dalam kehidupan yang tak pernah dimaksudkan untuk Yolanda.

Sejak hari itu, Yolanda menjadi hantu di rumahnya sendiri, dianggap sebagai perampas yang tanpa sadar menikmati segala kemewahan yang sebenarnya diperuntukkan untuk Salma. Apa yang dulu menjadi haknya kini dinyatakan sebagai ketidakadilan, penghinaan terhadap hak Salma yang sah.

Jonas dan Talitha perlu menebus kesalahan dan kasih sayang yang tak pernah mereka berikan terhadap putri baru mereka itu.

Akan tetapi, menyingkirkan Yolanda begitu saja? Setelah semua kemudahan hidup yang didapatkannya? Itu tampak mubazir. Bram Wiratno, seorang rekan bisnis yang kaya raya, telah menyatakan perasaan tergila-gilanya pada Yolanda. Jika mereka dapat memainkan kartu dengan benar, menikahkannya dengan pria itu akan menjamin investasi sebesar sepuluh miliar rupiah.

Jadi, mereka pun menyusun rencana jahat.

Minuman yang sudah dibubuhi obat bius. Sebuah ruangan yang dipersiapkan untuk skenario pengkhianatan. Mereka bermaksud menyerahkan Yolanda persis seperti pion, ditandatangani dan disegel.

Namun, Yolanda telah menghancurkan rencana mereka, dan berhasil lolos dari cengkeraman pria tua itu tepat pada waktunya.

Dia menoleh pada Talitha, dengan sikap menantang yang tenang, suaranya membelah ruangan bagai bilah pisau.

"Dia membiusku, menghinaku, dan memperlakukanku seolah-olah aku adalah sampah. Jadi katakan padaku, bukankah tamparan itu pantas untuknya?"

Wajah Salma berubah, bibirnya bergetar sebelum dia memasang ekspresi terluka palsu. "Aku hanya memikirkan masa depanmu," jawabnya, suaranya terdengar begitu manis sampai memuakkan. "Ibu bercerita padaku bahwa keluargamu yang sebenarnya berasal dari desa miskin. Jadi menikah dengan Pak Bram akan mengangkat derajatmu. Tentu saja, itu suatu berkah."

Namun, di balik kepura-puraannya yang polos, darah Salma mendidih. Berani sekali Yolanda menamparnya?

Dia pasti akan membalasnya. Segera!

"Kamu kamu begitu meyakini bahwa menikah dengan orang kaya adalah suatu berkah, kenapa bukan kamu saja yang menikah dengannya?" Suara Yolanda sedingin es saat matanya yang menyipit, menembus langsung ke arah Salma dan Talitha.

"Dasar anak tak tahu terima kasih!" Suara Talitha bagaikan cambuk amarah, matanya menyala-nyala. "Beraninya kamu berpikir dirimu setara dengan Salma? Dia jauh lebih tinggi darimu! Salma sudah bertunangan dengan Reno Erawan, pewaris Keluarga Erawan yang bergengsi. Ikatan pemersatu yang sesuai dengan statusnya!"

Salma melangkah maju, senyumnya manis seperti sirup, tetapi matanya berbinar penuh kemenangan. "Itu benar, Kak Yolanda. Reno bilang padaku bahwa akulah cinta sejatinya, satu-satunya orang yang dapat dibayangkan bersanding di sisinya."

Kenyataan itu menggantung di udara seperti kabut yang menyesakkan. Yolanda telah menjadi tunangan Reno terlebih dulu, rencana yang direalisasikan jauh sebelum keberadaan Salma terungkap. Akan tetapi, saat asal usul Yolanda terungkap, pertunangannya pun dibatalkan. Salma mencuri tempatnya semudah saat seseorang mengenakan gaun yang dirancang dengan sempurna.

Bahkan Reno sendiri tampak bersemangat mengganti pasangan tunangannya, rasa sayangnya beralih ke Salma tanpa ada hambatan sedikit pun.

Pandangan Salma tertuju pada Yolanda, mengamatinya seperti predator yang sedang mengukur mangsa. Kelembutan wajah, kulitnya yang bercahaya, keanggunan seolah-olah terlahir menjadi bagian dari dirinya, Salma membenci semua itu. Perasaan iri mencengkeram dadanya, berbisa dan pahit, tetapi dia menutupinya di balik senyumnya yang sudah terlatih.

"Jangan takut, Salma. Jangankan mendekati Reno, menyebut namanya saja aku tidak sudi. Kalian berdua sungguh pasangan sempurna, perjodohan yang jelas membawa sial hingga hampir terkesan puitis. Pastikan saja kalian menyimpan sandiwara itu untuk diri kalian sendiri. Maksudku, tidak ada orang lain yang ingin celaka karena bersama denganmu ataupun dengannya." Bibir Yolanda melengkung membentuk senyum lambat dan meremehkan.

Jonas, yang merasakan ketegangan suasana mencapai titik puncaknya, akhirnya turun tangan. "Yolanda, ini semua demi kebaikanmu. Kami telah menemukan pasangan yang cocok untukmu, seseorang yang dapat menjamin masa depanmu. Tapi jika kamu bersikeras menolak, ya sudah. Mungkin sudah saatnya kamu mencari orang tua kandungmu." Meski mengetahui rincian rencana Talitha dan Salma, Jonas bahkan tidak mencoba untuk menghentikan mereka.

Dia tahu bahwa tindakan istri dan putrinya salah, tetapi kebenaran yang tak dapat disangkal tentang asal-usul Yolanda tidak memberi ruang baginya untuk tetap berada dalam Keluarga Rahardi.

Menghela napas pasrah, Jonas mengeluarkan sebuah amplop yang berisi dua puluh juta rupiah dan mengulurkannya padanya.

"Ambillah. Hanya ini yang dapat kami lakukan untukmu. Kami tidak sengaja membawamu ke sini dari Puga, dan kami yakin orang tua kandungmu masih tinggal di sana."

Puga merupakan sebuah daerah terpencil dan miskin, yang mampu bertahan sampai sekarang karena bantuan perusahaan, sebuah pengingat nyata betapa jauh dan asing Yolanda dari kehidupan yang dikenalnya.

Talitha mendengus sambil menyilangkan kedua lengan di depan dada. "Hmph, suamiku, apa kamu serius? Kita telah membesarkannya selama lebih dari sepuluh tahun. Kita tidak berutang apa pun padanya. Tapi sekarang kamu justru memberinya uang setelah dia dengan lancangnya menyerang Salma? Dia cuma parasit kecil yang tidak tahu terima kasih."

Tidak tahu terima kasih?

Yolanda tertawa getir dan sedih, tawa dinginnya membelah udara.

Keinginan mereka untuk membuangnya begitu saja benar-benar tak terbendung lagi, seolah-olah dia adalah hiasan lama yang tak lagi mereka inginkan, menyakiti hatinya lebih dalam daripada yang ingin diakuinya. Ketika pertama kali mengetahui bahwa dia bukanlah anak kandung mereka, dia telah mempertimbangkan untuk meninggalkan mereka dengan hadiah perpisahan yang signifikan, sejumlah uang untuk menjamin kesejahteraan mereka. Namun, sekarang? Gagasan itu terasa konyol.

Jonas tidak memiliki kemampuan untuk mengelola bisnis, dan Talitha hanya wanita pemboros yang gemar menghabiskan uang, menguras habis sumber daya mereka. Kalau bukan karena semua kerja keras Yolanda di balik layar, Grup Rahardi pasti sudah bangkrut sejak lama.

Matanya menegang saat dia menegakkan postur tubuh.

"Terima kasih atas niat baikmu, Pak Jonas, tapi itu tidak perlu," ucapnya, suaranya tenang dan tegas.

Tanpa menunggu jawaban, Yolanda berbalik dan menaiki tangga untuk mengemasi barang-barangnya.

Salma buru-buru berlari mengejar Yolanda.

Ketika Yolanda kembali ke lantai bawah, penampilannya tenang, hanya membawa sebuah tas hitam usang yang tersampir di bahunya. Ekspresinya tak terbaca, tetapi posturnya memancarkan perlawanan.

Salma mengikuti dari belakang, wajahnya menunjukkan kekhawatiran palsu. "Tunggu, Kak Yolanda! Jangan terburu-buru. Baju-baju ini belum pernah kupakai, jadi seharusnya masih baru, bawalah. Soalnya kudengar keluargamu yang asli ... yah, mereka miskin," ucapnya.

Dengan gerakan penuh perhitungan, Salma mengulurkan tangan dan meraih tas Yolanda.

Suara berisik terdengar ketika isinya jatuh berserakan di lantai marmer, menyita perhatian semua orang.

Di tengah barang-barang biasa terdapat sebuah gelang Chanel yang berkilauan, cahayanya memantulkan kilau bagaikan suar.

Salma mengeluarkan suara terkesiap yang berlebihan, tangannya memegangi dadanya. "Ini ... ini gelang yang Ayah berikan padaku minggu lalu! Bagaimana bisa gelang ini ada di tasmu?"

Bibir Yolanda melengkung membentuk senyum dingin dan mengejek.

Jadi ini rupanya rencana Salma, usaha terakhir untuk mempermalukan Yolanda.

Dia melirik ke Salma, tatapannya tajam seperti belati. Jika Salma menginginkan sebuah drama, dia tidak keberatan untuk memberikannya.

"Yolanda, bisa-bisanya kamu?!" jerit Talitha, suaranya bergetar karena marah. "Mencuri dari keluarga yang membesarkanmu? Setelah semua yang telah kami lakukan untukmu? Pantas saja kamu menolak dua puluh juta itu, ternyata karena kamu telah mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga! Pencuri dalam keluarga adalah aib yang terbesar!"

Kerutan di dahi Jonas makin dalam, berubah menjadi ekspresi marah besar. Dia melangkah maju, suaranya rendah dan penuh tuduhan. "Yolanda, jelaskan dirimu. Kenapa gelang yang kuberikan pada Salma bisa berada di dalam tasmu?"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jangan Main-Main Dengan Dia

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert
9.0
Kisah modern ini menggabungkan romansa memikat dengan ketegangan misteri yang diselimuti unsur mistis. Diwarnai bumbu komedi segar, alurnya membawa pembaca ke dalam petualangan penuh emosi saat setiap rahasia mulai tersingkap. Sesuai judulnya, narasi intens ini menyoroti sisi lain seorang pria introvert yang menyimpan gairah luar biasa di balik sosoknya. Nikmati perpaduan unik ketegangan dan tawa yang tersaji secara mendalam.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.
Sampul Novel Istri yang Direndahkan Berubah Cantik
8.2
Hana kerap kali menerima cemoohan dari keluarga sang suami lantaran kondisi finansialnya yang dianggap serbakerangan. Status sosial yang rendah membuatnya terus-menerus dipandang sebelah mata. Namun, di balik kesederhanaan itu, Hana sebenarnya menyembunyikan identitas dan pekerjaan aslinya yang luar biasa. Dengan bakat hebat yang ia miliki, Hana siap membongkar rahasia besar tersebut dan membuktikan bahwa penilaian mereka selama ini sangat keliru.
Sampul Novel Ku Kira Setia Ternyata Mendua
9.1
Pernikahan hasil perjodohan dengan lelaki impian awalnya terasa begitu sempurna. Namun, ilusi kebahagiaan itu seketika sirna saat aku memergoki suamiku berselingkuh dengan perempuan lain di depan mataku sendiri. Janji setia yang selama ini kupercayai rupanya palsu. Di tengah hancurnya hati, kini aku dihadapkan pada kebimbangan besar dalam bersikap di depan keluarga serta menentukan kelanjutan takdir rumah tangga kami yang telah ternoda.
Sampul Novel Rahasia Kasus Kehilangan Cewek Cantik
8.4
Kota ini dicengkeram teror oleh aksi kejam komplotan bertopeng yang menculik ibu rumah tangga dan gadis muda. Sebagai jurnalis wanita, aku berusaha membongkar kasus mengerikan di mana para korban disekap, ditelanjangi, dan disiksa sebelum akhirnya dilepaskan. Penyelidikan ini menjadi sangat berbahaya karena para pelaku di balik topeng tersebut ternyata adalah sosok-sosok terkenal dan berpengaruh yang memanfaatkan kekuasaan mereka untuk bertindak keji tanpa terdeteksi.
Sampul Novel Terjebak Pesona Anak Teman Mama
8.1
Nadia Anindita, siswi pemberontak yang menggemaskan, selalu berselisih dengan ketua OSIS populer nan kaku, Raka Bratama. Di balik kebencian dan perdebatan sengit mereka, tersimpan masa lalu keluarga yang rumit. Takdir tak terduga pun datang saat keluarga menjodohkan mereka secara paksa. Kini, keduanya terjebak dalam ikatan pernikahan yang konyol. Akankah ego mereka memicu perceraian, atau justru menumbuhkan benih cinta sejati?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan