APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Putri Kandung yang Diperlakukan Asing

Putri Kandung yang Diperlakukan Asing

Setelah resepsi pernikahannya dibatalkan untuk ke-88 kalinya karena sang adik angkat, Yasmin, mengancam bunuh diri, Willa mengambil keputusan besar. Ia memilih pergi mengembangkan pasar di Negara Heksa selama sepuluh tahun, meninggalkan tunangannya, Aditya, serta orang tuanya yang selalu menyalahkannya atas depresi Yasmin. Diusir secara verbal oleh ayahnya sendiri yang menganggapnya egois, Willa akhirnya menyerah untuk mendapatkan kasih sayang mereka dan memilih pergi selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku duduk di kursi panjang gereja yang dingin semalaman. Saat pagi, aku baru pulang ke rumah dengan linglung. Begitu masuk ke rumah, aku melihat mata Aditya yang memerah.

Melihat gaun pengantinku yang dinodai darah, Aditya menghampiriku dengan ekspresi cemas dan memelukku. Dia berkata, "Maaf, sebenarnya semalam aku berniat kembali untuk mencarimu. Tapi, Yasmin langsung menangis histeris begitu aku pergi. Jadi, aku benar-benar nggak bisa pergi."

Aditya melanjutkan, "Willa, percaya padaku .... Tadi kondisi Yasmin baru tenang. Aku baru berencana keluar untuk mencarimu, tapi kamu sudah pulang. Kamu baik-baik saja, 'kan?"

Aku menanggapi ucapan Aditya dengan tenang, "Aku baik-baik saja. Nggak masalah, Aditya. Aku memahamimu. Resepsi pernikahan masih bisa diadakan lagi, kesehatan Yasmin lebih penting."

Aditya terkejut melihat sikapku. Dia bertanya, "Kamu benar-benar berpikiran begitu?"

"Tentu saja," sahutku.

Wajar saja jika Aditya terkejut dan memastikannya lagi. Alasannya karena aku sudah terlalu sering bertengkar dengannya.

Aditya dan orang tuaku pernah memintaku untuk tidak merayakan resepsi pernikahan demi mencegah Yasmin mengalami syok. Namun, apa pun yang mereka katakan, aku tetap tidak goyah dan bersikeras mengadakan resepsi pernikahan.

Hanya saja, sekarang semua itu tidak ada artinya lagi. Aku sudah mau pergi. Resepsi pernikahan tidak penting lagi.

Aku tersenyum, lalu mengambil bahan-bahan untuk membuat sup dari tangan Aditya dan berjalan ke dapur. Aku berujar, "Yasmin mau minum sup ya? Biar aku yang masak saja. Dia paling suka minum sup tomat buatanku."

Melihat aku menyalakan kompor dengan cekatan dan tidak terlihat marah, Aditya tersenyum puas. Dia maju dan memelukku dengan lembut sambil berucap, "Willa, akhirnya kamu bisa berpikir jernih. Yasmin sakit, tentu saja kita harus menghiburnya biar dia senang. Dengan begitu, resepsi pernikahan kita nanti baru bisa diadakan dengan lancar."

Aditya menambahkan, "Nggak penting resepsi pernikahan kita diadakan atau nggak. Pokoknya aku akan mencintaimu selamanya."

Mendengar perkataan Aditya, aku merasa ironis. Benar-benar konyol. Ini pernikahan kami berdua, kenapa harus mementingkan perasaan Yasmin?

Kalau dulu, mungkin aku sudah berteriak histeris untuk meminta penjelasan Aditya. Sekarang aku hanya mematikan kompor dengan tenang, lalu memasukkan sup yang kumasak ke dalam termos makanan.

Aku berkata, "Supnya sudah siap. Cepat antarkan untuk Yasmin."

Aditya melihat aku, lalu menghela napas dan menimpali, "Willa, sekarang kamu sudah jadi pengertian. Kamu tenang saja. Setelah penyakit Yasmin sembuh, aku pasti adakan resepsi pernikahan yang mewah untukmu."

Hatiku tetap tenang mendengar janji yang mengharukan itu. Harapan terakhirku pada Aditya sudah menghilang dalam kegelapan seiring dengan bunyi lonceng pada pukul 12 tengah malam.

Aku berjalan melewati Aditya. Aku berniat naik ke lantai atas untuk mengganti baju dan membereskan koper. Siapa sangka, aku bertemu orang tuaku di tangga. Mereka membawa tas kosmetik dan gaun Yasmin.

Ibuku mendesakku, "Kenapa kamu nggak masak sup untuk Yasmin? Untuk apa kamu naik ke lantai atas? Yasmin masih dirawat di rumah sakit. Masa kamu biarkan dia kelaparan?"

Ayahku menegur sambil memelototiku, "Kalau bukan karena adikmu menyelamatkanmu dalam kasus penculikan itu, kamu pasti sudah mati. Sekarang Yasmin cuma ingin minum sup buatanmu, tapi kamu nggak mau memasaknya. Kenapa kami punya putri yang nggak tahu berterima kasih sepertimu?"

Lagi-lagi aku mendengar perkataan yang sama. Sebenarnya waktu aku dibawa pulang dari panti asuhan, orang tuaku masih sangat menyayangiku. Mereka mendekorasi kamarku, membawaku ke taman bermain, serta membelikanku gaun yang indah dan kue yang enak.

Kasih sayang yang mereka berikan padaku dan Yasmin sama. Hubunganku dan Yasmin juga sangat dekat seperti saudara kandung.

Kemudian, entah apa yang dilakukan Yasmin. Orang tuaku makin kecewa padaku dan akhirnya mereka tidak ingin memedulikanku lagi.

Setelah "kasus penculikan" yang direncanakan Yasmin terjadi, keluargaku makin menganggapku egois. Yasmin menyuruh orang menculikku, lalu dia menyelamatkanku. Yasmin berpura-pura terluka parah demi menyelamatkanku. Emosinya juga tidak stabil.

Awalnya aku merasa bersalah dan berterima kasih kepada Yasmin yang menyelamatkanku. Aku selalu mengalah kepada Yasmin dan memberikan semua yang diinginkannya. Biarpun depresinya kambuh dan dia memarahiku karena emosinya tidak stabil, aku juga tidak marah. Sebaliknya, aku malah menghiburnya.

Namun, suatu kali orang tuaku tidak berada di rumah. Sewaktu aku memasak untuk Yasmin, tiba-tiba Yasmin memberitahuku seraya tertawa bahwa dia sengaja merencanakan kasus penculikan itu. Yasmin ingin membuat semua anggota keluarga merasa aku berutang budi padanya. Dia juga ingin merebut kasih sayang mereka dariku.

Sejak saat itu, aku sangat membenci Yasmin. Setiap bertengkar, aku mencoba memberi tahu orang tuaku sifat asli Yasmin. Akan tetapi, mereka tidak memercayaiku.

Melihat hubunganku dengan orang tuaku makin jauh, Yasmin berkata padaku dengan ekspresi bangga, "Willa, mulai hari ini kamu sudah kehilangan orang tuamu."

Rencana Yasmin berhasil. Aku kehilangan orang tuaku lagi.

Suara Aditya menghentikan teguran orang tuaku dan juga membuyarkan lamunanku. "Paman, Bibi, Willa sudah memasak supnya."

Ayahku yang merespons terlebih dahulu. Sebelumnya dia marah, sekarang dia merasa senang. Ayahku berkomentar, "Willa, akhirnya kamu sudah jadi pengertian. Kakak beradik memang harus saling menyayangi, jadi keluarga kita baru bisa makin bahagia."

"Iya, aku nggak akan rebutan dengan Yasmin lagi," timpalku. Kemudian, aku tersenyum dan meneruskan, "Oh iya. Ayah, bukannya Yasmin belum selesaikan desain untuk kelulusan karena masalah kesehatannya? Suruh dia pakai desainku saja, aku nggak keberatan."

Ayahku tertawa senang dan membalas, "Bagus! Begini baru kakak yang baik!"

Ibuku juga mengangguk sembari berujar dengan ekspresi senang, "Kalau begitu, kamu ikut kami ke rumah sakit saja. Yasmin pasti sangat senang melihatmu."

Aku tersenyum tipis, lalu menyahut, "Oke. Kalian pergi ke rumah sakit dulu. Aku baru menyusul setelah ganti baju dan beli kue."

Aku memandangi sosok mereka yang menjauh sebelum naik ke lantai atas. Lima menit kemudian, aku meninggalkan "rumah" yang kutinggali selama 10 tahun selamanya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B27958" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B27958
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata Seorang Pengasuh
8.1
Kepergian Mbah Tini mendorong Amara meninggalkan Solo menuju Jakarta. Selain ingin menghapus cap anak haram, ia bertekad menemukan ayah kandungnya. Amara lalu bekerja merawat Arya, cucu pengusaha kaya Hadi Pratama yang kurang mendapat perhatian. Di rumah itu, ia harus menghadapi Fathir, ayah Arya yang masih terpukul akibat dikhianati istrinya. Sembari mengasuh sang bayi dan memulihkan trauma Fathir, Amara terus mencari asal-usul dirinya di tengah keluarga yang retak.
Sampul Novel Akibat Bebas Bergaul
7.9
Mengusung genre romansa modern khusus dewasa, kisah ini menyoroti rumitnya hubungan asmara serta dampak nyata dari pergaulan bebas di masa kini. Melalui alur yang intens, pembaca diajak menyelami konflik personal dan konsekuensi dari pilihan gaya hidup tersebut. Sebuah narasi mendalam yang membutuhkan kedewasaan berpikir untuk memahami setiap lika-liku dan pertentangan batin yang dihadapi para tokohnya.
Sampul Novel Dosa Yang Indah - Zina
8.8
Zina terlahir dari masa lalu kelam sang ibu yang penuh noda. Sebagai anak hasil hubungan terlarang, hidupnya dilingkupi penderitaan tanpa akhir. Sang ibu yang menyimpan trauma mendalam akibat kekejaman seorang pria, bertekad membalas dendam dengan cara apa pun. Dalam romansa modern ini, Zina menjadi lambang dosa yang indah sekaligus alat utama ibunya untuk menuntaskan amarah terhadap sosok yang telah menghancurkan hidup mereka.
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Elgar dikenal sebagai bos yang sempurna, namun semua itu hanyalah kedok belaka. Hidupnya yang tenang seketika terusik saat Lea, salah satu pegawainya, berhasil mengungkap rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat. Demi melindungi reputasinya, Elgar mencoba menekan Lea agar bungkam. Namun, tindakan itu malah memicu rasa bersalah dalam dirinya. Perlahan, kebencian Elgar terkikis dan berubah menjadi benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Marriage Life 2
8.9
Vante Adinan diberi kesempatan kedua oleh Andara Jeo untuk menyelamatkan pernikahan mereka yang retak. Namun, kini ia harus menghadapi perubahan drastis pada sikap Andara, termasuk keinginan mengidamnya yang tidak biasa. Masalah makin pelik saat Jaren Adiyaksa menuduh Vante membawa perempuan hamil lain. Meski membantah tuduhan selingkuh tersebut, Vante harus berjuang melewati segala cobaan kesetiaan dan keanehan sikap pasangannya demi mempertahankan rumah tangga.
Sampul Novel Terjerat Cinta Duda Bucin
9.7
Nisya Kailandra, gadis berusia 26 tahun, harus menerima takdir dinikahkan dengan duda pilihan ayahnya. Seketika ia memikul tanggung jawab baru sebagai istri sekaligus ibu tiri. Walau siap berbakti, Nisya enggan memberikan cintanya. Namun, Ryan Ahmad Salim meyakinkan bahwa pernikahan bukan sekadar asmara, melainkan komitmen untuk selalu melindunginya. Mampukah ketulusan Ryan meluluhkan dinding pertahanan di hati Nisya yang dingin?