APKDock Logo
Sampul Novel Bukan Istri Pajangan

Bukan Istri Pajangan

8.2 / 10.0
Kehidupan Riana hancur setelah kesuciannya direnggut oleh Danis, anak dari dosennya. Walau Danis mau bertanggung jawab dengan menikahinya, Riana justru merasa diabaikan bagai istri pajangan tanpa kehangatan. Kepedihan Riana kian memuncak saat memergoki Danis bersama mantan kekasihnya yang tengah hamil besar. Di tengah luka pengkhianatan ini, Riana kini terdesak di antara pilihan sulit: bertahan demi anak mereka atau melepas sang suami demi perempuan lain.

Bukan Istri Pajangan Bab 1

Ting tong. Ting tong. Ting tong.

Suara bel pintu mengganggu tidur lelap Riana. Mengerjapkan mata, mengumpulkan kesadaran penuhnya. Dilihatnya jam dinding yang menunjukan pukul setengah satu malam.

“Siapa yang bertamu tengah malam,” gumamnya merasa heran dengan suara bel di tengah malam.

Ting tong, ting tong.

Suara bel rumah berulang menganggu pendengaran bagi orang yang sedang beristirahat. Untungnya keadaan rumah sepi. Pak Salman, Bu Ami dan Maira sedang melakukan kunjungan ke Yogyakarta untuk kepentingan dinas kampusnya. Riana bangkit, dengan malas berjalan membuka pintu rumah melihat siapa gerangan yang bertamu di tengah malam. Hampir sebulan lamanya, Riana menggantikan pekerjaan Mbak Pur.

“Iya, Sebentar!” teriaknya dari dalam rumah, yang sudah mendekat pada pintu Utama.

Memegang handle pintu dengan memutar kunci pintu. Terlihat seseorang yang sedang terduduk di lantai, di pinggir tembok sebelah kanan pintu utama. Danis Anggara putra sulung dari Salman Anggara dan Ami Rosmawita Terlihat sangat kacau keadaannya. Danis terduduk memejamkan mata belum menyadari kedatangan Riana yang sudah membukakan pintu untuknya.

“Mas Danis! Maaf. Saya kira Mas Danis ikut Ibu dan Bapak ke Jogja?” Tanyanya yang tidak mendapatkan tanggapan dari Danis.

Hanya tatapan mata tajam yang Danis berika. Berdiri untuk masuk ke dalam rumahnya. Riana heran dengan keadaan Danis yang kacau. Tercium aroma alkohol yang menyeruak.

“Ih, kenapa itu orang tumben keadaannya kacau begitu. Sedang banyak masalah, mungkin.” Riana bergumam pada dirinya sendiri.

Riana menutup pintu rumah kembali dan mengikuti Danis yang sudah menghilang dari ruang depan. Dilihatnya Danis yang duduk di sofa dengan memejamkan mata.

“Mas Danis, saya buatkan teh hangat sebentar, ya!” ucapnya kemudian beranjak ke dapur.

Sebuah cengkraman tangan sangat erat dirasakan Riana dipergelangan tangannya. Menelisik pada cengkeraman tangan yang memegang, melihat pada sang pemilik. Sorot mata yang memerah akibat pengaruh minuman keras terlihat jelas pada pemilik sang pemilik mata elang.

“Mas,” ucapnya penuh khawatir dan katakutan.

Danis berdiri, memandang dengan pancaran mata yang tidak dapat diartikan. Dengan masih menahan cengkraman tangannya pada Riana. Danis melangkah untuk mendekat pada Riana.

Riana berjalan mundur merasakan aura yang mencekam atas tatapan Danis padanya. Riana yang

berusaha melepaskan cengkeraman Danis yang semakin erat dirasakannya.

Danis menarik kasar Riana ke atas sofa. Tanpa Riana sadari, Danis sudah berada di atasnya. Riana semakin ketakutan dengan apa yang akan dilakukan Danis padanya.

“Mas Danis mau apa?” tanyanya dengan dipenuhi rasa ketakutan. Danis tidak memberikan respon apapun pada Riana karena telah dipenuhi nafsu.

“Mas, tolong. Lepaskan saya,” pintanya memohon yang tetap diabaikan oleh Danis.

Dengan kasar Danis menyambar paksa bibir Riana. Lum***n kasar Riana rasakan dengan berusaha melakukan perlawanan. Riana berusaha mendorong tubuh Danis yang dengan beringas melakukan cumb**annya. Perlawan yang Riana lakukan membuat Danis semakin mengeratkan cengkeraman tangan yang mengunci kedua tangan Riana di atas kepala.

Tangan Danis mulai menjelajah tubuhnya. Menariik dengan paksa baju tidur yang dikenakannya. Pancaran api gairah dan kemarahan terlihat dimatanya.

“Tolong! Tolong!” teriak Riana berusaha meminta tolong.

“Mas! Lepaskan saya!” berusaha memminta tolong, meski sadar tidak aka nada seseorang yang akan mendengarnya.

Danis tidak memperdulikan teriakan yang dilakukan oleh Riana. air mata yang mengalir tidak dihiraukan oleh Danis.

“Mas! Tolong! Jangan lakukan ini, lepaskan saya,” ucapnya terengah setelah pagutan yang Danis lakukan terlepas.

Danis tidak menghiraukan dengan melancarkan segala aksinya. Riana yang sudah terkunci tidak bisa melakukan perlawanan. Danis mendorong tubuhnya pada Riana dengan kasar yang membuatnya kesakitan. Tatapan mata Riana menjadi sayu dan kosong dengan apa yang dialaminya.

Di ruang tengah keluarga Pak Salman menjadi saksi bisu Riana dan Danis melakukan sebuah kessalahan. Kesalahan dosa besar yyang tidak akan pernah dapat untuk dibenarkan. Riana berusaha memunguti pakaian yang sudah terkoyak, bangkit dan meninggalkan Danis yang tergeletak lemas di sofa.

Masih dengan menahan sakitnya, berjalan terseok-seok menggunakan apapun yang dapat menjadi tumpuan pegangannya. Mengunci dirinya di kamar menumpahkan segala tangisnya. Air mata yang tidak henti-hentinya keluar dari sudut mata menjadi saksi penderitaan yang dialaminya malam ini. Pikiran yang kosong dengan masih mencerna kejadian yang dialaminya.

Lelah menangis membuat diri Riana tertidur dalam kepedihan. Suara alarm panggilan adzan membangunkan Riana yang baru beberapa jam terlelap dalam mimpi buruknya. Riana mencoba mengerjapkan mata untuk mengembalikan sepenuhnya kesadaran pada dirinya. Mengambi ponsel di atas nakas.

Bangkit dari atas tempat tidurnya, menuju kamar mandi menggosok seluruh badannya berharap supaya bersih dari sisa-sisa dosa yang telah dilakukan Danis semalam pada dirinya. Riana keluar dari dalam kamarnya untuk segera menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Riana menumpahkan segala keluh kesah yang dirasakannya. Berharap mendapatkan ketenangan setelah mengadukan segala permasalahan pada Sang Pemilik kehidupan.

Tok. Tok.tok.

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Riana dari munajatnya. Riana menoleh, mencoba mencari melebarkan pendengarannya. Riana mencari tahu siapa yang mengetuk pintu kamarnya.

“Riana! Buka pintunya, ini Mbak Pur.” Suara yang terdengar dari balik pintu memberitahukan sang pengetuk yang sangat dikenalnya.

“Iya, Mbak. Sebentar!” sahut Riana dari dalam kamar supaya Mbak Pur lebih bersabar.

Riana bangkit dari duduknya. Merapikan mukena yang dipakai dan mengembalikannya ke tempat semula. Berjalan menuju pintu kamar untuk membukakan pintu yang diketuk oleh Mbak Pur sebelumnya.Riana melihat seseorang yang sangat dikenalnya. Riana mencoba tersenyum pada Mbak Pur yang sedang menelisik dirinya.

“Kamu kenapa Ri? Kamu habis nangis?” Tanya Mbak Pur yang melihat bengkak pada mata Riana.

Riana tersenyum. “Tidak apa, Mbak. Riana hanya kangen saja sama bapak dan ibu. Riana baru selesai mendo’akan mereka,” bohongnya, berharrap Mbak Pur tidak curiga pada dirinya.

“Oh, ya udah. Jangan sedih, yang terpenting kamu selalu mendo’akan mereka. Karena, do’a anak sholeh dan sholehah yang bisa menjadi penerangnya di sana.”

“Iya, Mbak. Terima kasih, nasehatnya.”

“Mbak kapan sampai?” tanyanya heran melihat Mbak Pur yang sudah ada di rumah ini.

“Aku baru saja sampai. Alhamdulillah perjalanan lumayan lancar. Jadi, Mbak bisa lebih cepat sampainya. Kebetulann Mbak bawa kunci rumah, jadi tidak perlu mengganggu waktu istirahat kamu.”

“Alhamdulillah ya, Mbak. Sampai dengan selamat,” ucap Riana senang mmelihat Mbak Pur datang dengan selamat.

“Ibu belum sampai ya, Ri?”

“Belum, Mbak. Kemarin bilangnya sih, pagi ini sudah sampai lagi ke Bandung.”

“Mas Danis ada di rumah?”

Seketika Riana menegang mendengar pertanyaan dari Mbak Pur. Riana segera mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang tak beraturan.

“Ada, Mbak. Masih tidur sepertinya,” Kayla mencoba menetralkan emosi dalam diri, supaya Mbak Pur tidak menaruh curiga pada dirinya.

“Ya sudah, Mbak ke kamar sebentar ya. Nanti kita buat sarapan bareng,” ucap Mbak pur yang kemudian berlalu setelah mendapat anggukan dari Riana.

Riana mencoba menahan perih di bagian bawah tubuhnya. Berharap tidak menimbulkan curiga pada Mbak Pur. Hidup harus tetap berjalan, berfikir untuk meminta pertanggung jawaban. Apakah mungkin, orang tidak akan percaya begitu saja dengan kejadian yang sudah dialaminya. Status sosial yang sangat berbeda mengecilkan niat untuk menuntut adanya sebuah pertanggung jawaban dari Danis.

“Aku harus kuat, tidak boleh lemah. Aku tidak ingin orang lain berpandangan rendah terhadap diriku. Aku harus bisa melewati semua ini dengan baik.” Riana membisikkan kalimat penyemangat pada dirinya sendiri untuk terus bisa berdiri dan kuat dengan segala apa yang telah di hadapinya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Bukan Istri Pajangan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Apakah Ini Cinta?
8.4
Menikah dengan Tristan yang super posesif karena sindrom Jacob membuat hidupku terkunci. Setelah memaksa tunanganku pergi dan menuntut pernikahan, Tristan memantauku selama sepuluh tahun dengan gelang pelacak. Meski sangat mengekang, sang miliarder juga melindungi dan memanjakanku tanpa batas dari siapa pun yang menghinaku. Namun, saat aku akhirnya hamil setelah dia membatalkan vasektominya demi mendapatkan hatiku, sebuah tragedi terjadi. Kakaknya menyerbu vila kami, menuduhku berselingkuh berdasarkan bukti palsu, dan memukulku hingga keguguran di hadapan Tristan yang baru tiba.
Sampul Novel Azalea
7.8
Kisah cinta indah antara Amar dan Azalea berakhir tragis, menyisakan luka mendalam dan kenangan pahit yang memicu amarah pascapaperpisahan. Di tengah kehancuran itu, sosok Arhan hadir membawa perubahan besar dalam hidup Azalea. Bersama Arhan, ia mulai belajar memaknai kembali arti cinta dan takdir yang sesungguhnya. Akankah kehadiran pria baru ini mampu menghapus bayang-bayang masa lalu yang kelam? Simak perjuangan emosional Azalea dalam menemukan arti dari sebuah ketulusan sejati.
Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Luca, seorang bos mafia, tertembak dalam bentrokan sengit. Situasi kian kacau saat salah suntikan hormon memicu gairah liarnya. Sarah, kurir makanan yang menyelamatkannya, justru menjadi korban pelampiasan hasrat tersebut. Untuk bungkam, keluarga mafia melenyapkan saksi. Pengawal Luca pun membuang Sarah ke jurang setelah merenggut kesuciannya. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali usai pengkhianatan kejam ini?
Sampul Novel Istri Rahasia Tuan CEO Dingin
8.0
Pasca kepergian orang tuanya, dunia Deana runtuh. Ia kini terhimpit utang besar dan dikejar-kejar preman yang mengancam nyawanya. Di tengah keputusasaan, Deana berniat menjual kesuciannya kepada Marvin, seorang pria asing. Tak disangka, Marvin malah menyodorkan kesepakatan lain demi melunasi semua utang tersebut: Deana harus mengandung dan melahirkan anaknya. Solusi instan ini justru menyeret Deana masuk ke dalam lingkaran konflik baru yang jauh lebih pelik.
Sampul Novel Mengungkap Rahasia Ibu Mertua
9.4
Niat tulus memberikan hadiah spesial pada Hari Ibu justru mengantarkan sang menantu pada sebuah kenyataan mengejutkan dalam novel Mengungkap Rahasia Ibu Mertua. Tanpa sengaja, ia memergoki ibu mertuanya membawa seorang pria berkulit gelap masuk ke dalam kamar secara sembunyi-sembunyi. Kecurigaan pun memuncak saat sang ibu mertua melangkah keluar setengah jam kemudian dengan wajah yang memerah. Kejadian tak terduga ini menjadi awal mula dari sebuah misteri domestik yang penuh tanda tanya besar.
Sampul Novel Oh My CEO
8.1
Menginginkan anak tanpa ikatan pernikahan, Restu Kanaya Putri nekat meminta atasannya untuk menghamilinya. Pria itu adalah Alvian Saga Majendra, sang bos berwajah pucat yang juga sahabat dekatnya. Reres pun merencanakan perjalanan ke Bali demi menghabiskan tujuh malam penuh gairah bersama Saga. Akankah misi rahasia pengasuh pribadi ini berjalan mulus? Bagaimana kelanjutan hubungan profesional dan persahabatan mereka setelah malam-malam panas itu berakhir?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan