APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Psikopat itu Adik Pacarku

Psikopat itu Adik Pacarku

Sebuah keputusan fatal menghancurkan segalanya. Saat dikejar pembunuh, panggilan darurat korban diabaikan oleh kekasihnya yang mengira itu hanya lelucon. Sang pacar justru sibuk merayakan ulang tahun teman masa kecilnya hingga korban tewas dibantai dengan kejam. Penyesalan terlambat datang ketika pria yang bekerja sebagai ahli perbaikan mayat ini menerima tugas merekonstruksi jasad dengan kepala hancur. Begitu mengenali wajah kekasihnya sendiri di balik luka tersebut, ia langsung kehilangan kewarasannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Gio membawa Zoya kembali ke rumah kami.

Sebagai sesama wanita, Zoya langsung menyadari jejak-jejak ketiadaanku.

Zoya pun bertanya dengan hati-hati, "Kak Gio, apa Kak Celia masih marah?"

Zoya bisa menebak alasan kenapa aku meninggalkan rumah.

"Hmm. Dia kembali ke rumah yang dia beli sendiri."

Selain rumahku dan Gio ini, aku juga masih memiliki beberapa rumah lain di luar sana.

Di masa lalu, setelah bertengkar dengan Gio, aku akan secara acak memilih salah satu rumah untuk bersembunyi.

Zoya menggigit bibirnya dan tampak menyesal.

"Kak Gio, semua ini salahku. Akulah yang terlalu keras kepala …. Malam itu aku benar-benar rapuh dan butuh ditemani Kakak …."

"Wajar kalau Kak Celia marah. Aku berharap kalian berhenti perang dingin karena aku."

Gio tersenyum penuh kasih sayang. "Masalah ini bukan salahmu. Celia saja yang sengaja mencari masalah."

"Tenang saja. Kali ini, aku akan berdamai dengannya cuma kalau dia mau minta maaf padamu."

Zoya menahan senyum yang hampir muncul di wajahnya dan berkata dengan suara tercekat, "Semua ini salahku. Aku mau masak dulu untuk Kak Gio."

Zoya berlari ke dapur. Sementara, Gio duduk di sofa dan diam-diam melamun.

Setelah beberapa lama, terdengar suara Gio yang lembut dan hampir tidak terdengar itu. "Celia, berhentilah membuat masalah."

Aku melayang di udara dengan rasa sakit yang luar biasa di hatiku.

Sampai di titik ini, Gio masih menganggap jika aku sengaja mencari masalah.

Seminggu yang lalu adalah ulang tahun ketujuh hubungan kami.

Untuk ulang tahun ini, aku sudah menyiapkan dua kejutan untuk Gio.

Yang pertama adalah slip USG B milikku ….

Lalu yang kedua adalah kartu keluarga milikku.

Setelah tujuh tahun menjalin kasih, aku dan Gio sudah seharusnya menikah.

Namun, makan malam romantis dengan cahaya lilin yang kunantikan tidak terjadi dan malah tergantikan oleh perang dingin.

Di meja makan, masuk panggilan telepon dari Zoya.

Zoya menangis. "Kak Gio, kakiku ini benar-benar nggak guna. Aku jatuh lagi."

"Lenganku juga tersiram air panas. Aku benar-benar kesakitan."

"Kak Gio, tolong datang ke sini dan temani aku, ya? Aku benar-benar kesakitan …."

Zoya selalu terlihat manis dan menggemaskan di depan orang lain. Namun, hanya pada Gio saja, dia berani menangis dan menunjukkan kerentanannya.

Mendengar permohonan Zoya, Gio pun buru-buru mengenakan jaketnya.

Aku menarik Gio agar tetap tinggal dan berkata dengan dingin, "Gio, apa kamu lagi-lagi akan meninggalkanku demi Zoya?"

Gio membujukku, "Jadilah anak baik. Jangan buat masalah. Zoya membutuhkanku."

Mataku memanas dan aku menahan isak tangisku. "Lalu bagaimana denganku? Apa aku nggak membutuhkanmu?"

Sudah tujuh tahun berlalu dan aku masih jadi orang yang berinisiatif untuk mengusulkan pernikahan. Bahkan, di saat aku sudah hamil sebelum menikah.

Bukankah aku juga membutuhkannya?

Aku langsung merasa cemas. "Zoya sudah berkali-kali menggunakan trik ini, apa kamu masih nggak menyadarinya? Dia sengaja membuatku merasa muak!"

"Ulang tahunku, ulang tahunmu, hari valentine, hari jadi kita, setiap kali kita berencana untuk merayakan sesuatu bersama, dia selalu menggunakan alasan kakinya sakit untuk memanggilmu dan menghabiskan waktu bersamamu."

"Apa kamu itu bodoh? Apa kamu nggak bisa membaca perasaannya? Apa kamu harus memanjakannya sampai membuatku muak?"

Gio terkejut mendengar kata-kataku. Namun, rasa terkejutnya itu perlahan-lahan berubah menjadi rasa muak.

"Celia, kenapa hatimu bisa sejahat ini?"

"Di dalam hatiku, aku menganggap Zoya sebagai adikku sendiri. Apa yang membuatmu meragukan hubungan kami?"

"Jangan lupa, kaki Zoya terluka karena dirimu. Kamu masih berutang kaki padanya."

Aku langsung merasa hancur. "Bukan aku. Aku nggak membuatnya cacat."

"Sudah, sudah." Gio mengerutkan kening sambil memegang dahinya. "Jangan bicarakan lagi masalah ini."

Gio mendorong pintu hingga terbuka.

Aku berteriak kasar pada Gio untuk menghentikannya. "Gio, kalau hari ini kamu lagi-lagi meninggalkanku demi Zoya, kita putus saja."

Yang menjawabku adalah bantingan pintu yang begitu keras.

Hatiku benar-benar dingin. Aku mengemasi barang-barangku dan pindah ke rumah lain.

Gio tidak mau kami putus, tetapi dia juga tidak menjemputku untuk pulang ke rumah.

Kami berdua sama-sama keras kepala dan memulai perang dingin yang tidak terucapkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 1001 hari tanpa mani
9.6
Terjebak dalam kegelapan pekat tidak serta-merta menjadi bukti atas dosa besar seseorang. Kisah fantasi misteri ini menantang kita memperluas sudut pandang saat menilai realitas. Sering kali, kebenaran justru terselimuti oleh bayang-bayang yang paling kita takuti. Dengan membuka mata lebih lebar, Anda akan menyadari keberagaman fenomena serta spektrum warna nyata di hadapan Anda, sekaligus menyingkap rahasia yang selama ini terkunci rapat.
Sampul Novel Arwah Istri Sah
9.1
Demi membalas penderitaan selingkuhannya yang sempat terjebak di dalam mobil, seorang suami miliarder tega menghukum istri sahnya dengan sangat kejam. Tanpa memedulikan jeritan dan penjelasan sang istri, ia mengurungnya di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Ditinggal berlibur selama seminggu bersama wanita idaman lain, sang suami tidak pernah menduga bahwa hukuman sadis itu akan berakhir fatal. Saat peti akhirnya dibuka kembali, sang istri telah kehilangan nyawa dalam kondisi mengenaskan, meninggalkan jasad dingin yang penuh luka.
Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Hidup Ardian, seorang polisi muda berprestasi, seketika hancur saat sang istri tercinta, Mira, ditemukan tewas secara tragis. Mira yang bekerja sebagai wartawati kriminal gugur di tengah tugasnya meliput kasus pembunuhan berantai, kasus yang juga sedang ditangani oleh Ardian. Di depan jasad Mira dan sang ayah mertua, Ardian mengucap sumpah setia untuk mengungkap misteri ini. Ia bertekad memburu sang pelaku dengan tangannya sendiri guna menuntut balas atas kematian istrinya.
Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
8.8
Setelah tujuh tahun bersama, aku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi bersama sahabatnya. Begitu bebas dan sukses kembali, Deon memaksaku menikah sebagai bentuk balas dendam. Di balik citra pernikahan yang harmonis, dia menyiksa batin dengan membawa wanita lain—termasuk adik kandungku—ke ranjang kami. Deon tidak pernah tahu bahwa demi membersihkan namanya, aku rela menyusup ke sarang mafia hingga kehilangan ginjal dan setengah hatiku. Kini, waktuku untuk bertahan hidup hampir habis.
Sampul Novel Prahara Uang Kompensasi
8.2
Indra Djatmoko terpikat oleh pesona Ceani Janeta, seorang janda yang tinggal di lantai bawah. Bagi Indra, kehangatan Ceani yang menyajikan sarapan spesial dan menerima segala kebiasaan buruknya sangat kontras dengan sang istri yang kaku layaknya robot. Merasa lebih dihargai dan hidup kembali di dekat Ceani, Indra bahkan mendambakan posisi mendiang suami wanita itu. Mengetahui pengkhianatan ini, sang narator memilih untuk segera mengabulkan impian Indra dan melepaskannya sebelum suaminya itu menyadari kesalahan fatalnya.
Sampul Novel Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah
9.1
Sebagai ahli negosiasi krisis andalan di Divisi Khusus Kepolisian, Zaki Sadam mampu menaklukkan kondisi psikologis siapa pun dalam situasi paling berbahaya. Anehnya, kemampuan hebat itu mendadak lumpuh setiap kali dia berhadapan dengan air mata Cindi Wiryo. Banyak orang mengira Zaki sangat memuja Cindi dan bersedia melakukan apa saja demi kebahagiaannya. Sayangnya, di balik rumor romantis yang beredar luas tersebut, hanya Cindi yang menyadari kenyataan pahit bahwa hati Zaki sebenarnya milik wanita lain.