APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Psikopat itu Adik Pacarku

Psikopat itu Adik Pacarku

Sebuah keputusan fatal menghancurkan segalanya. Saat dikejar pembunuh, panggilan darurat korban diabaikan oleh kekasihnya yang mengira itu hanya lelucon. Sang pacar justru sibuk merayakan ulang tahun teman masa kecilnya hingga korban tewas dibantai dengan kejam. Penyesalan terlambat datang ketika pria yang bekerja sebagai ahli perbaikan mayat ini menerima tugas merekonstruksi jasad dengan kepala hancur. Begitu mengenali wajah kekasihnya sendiri di balik luka tersebut, ia langsung kehilangan kewarasannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sewaktu dikejar oleh pembunuh, telepon terakhir demi bertahan hidup, kutujukan kepada pacarku.

Pacarku mengira aku bercanda dan menutup teleponnya.

Hal itu memutus kesempatan terakhirku untuk bertahan hidup.

Saat aku dibunuh dengan kejam, pacarku tengah merayakan ulang tahun kekasih masa kecilnya.

Kemudian, sebagai ahli perbaikan mayat, pacarku mengambil alih sebuah mayat.

Kepala yang hancur itu perlahan-lahan menampakkan wajahku. Pacarku pun langsung menjadi gila.

Mayatku ditemukan oleh petugas kebersihan, tiga hari setelah aku meninggal.

Kecuali kepalaku yang tidak pernah ditemukan, bagian tubuh lainnya, semuanya sudah ditemukan.

Gio Jatmika mengambil alih mayatku untuk diperbaiki.

Ini adalah proyek besar. Tubuhku dimutilasi menjadi delapan bagian yang mengerikan dan proses perbaikannya sangat sulit.

Gio menghela napas dalam-dalam. "Wanita ini sangat tragis. Ini pertama kalinya aku melihat mayat yang begitu mengerikan."

Asisten muda itu menyatukan perutku dan menghela napas. "Anak di perut wanita ini sudah terbentuk. Satu mayat, dua nyawa. Janin ini meninggal dalam kandungan. Benar-benar tragis."

Aku melayang di udara dan diam-diam memperhatikan punggung Gio.

Gio tidak mengenaliku.

Tujuh tahun menjalin cinta. Perasaan yang mendalam dan hasrat penuh kegilaan yang terjadi berulang kali, tetap saja Gio tidak mengenali mayatku.

Tiba-tiba saja, aku bertanya-tanya ekspresi seperti apa yang akan muncul di wajahnya ketika Gio mengenaliku setelah kepalaku ditemukan nanti.

Gio membalik bagian tubuh di punggungku dan menjahit bekas luka tebasan yang melintang di punggungku.

Jantungku berdebar-debar.

Kenangan di malam itu, malam di mana hujan sedang turun, kembali terlintas di benakku.

Pembunuh itu mengejarku dan menebas punggungku dengan parang.

Darah mengalir di punggungku, bercampur dengan air hujan dan menghilang dalam kegelapan malam.

Telepon terakhir demi bisa bertahan hidup, kutujukan kepada Gio.

Namun, yang kudapatkan malah kata-katanya yang sedingin es. "Bisakah kamu berhenti membuat keributan? Untuk apa kamu bersandiwara seperti ini? Aku nggak akan mau mengalah. Aku akan mengakhiri perang dingin ini, hanya kalau kamu mau minta maaf pada Zoya."

Suara "bip" dari telepon yang ditutup, menjadi elegi terakhirku.

Kemudian, suara yang mengerikan datang dari arah belakang. "Kena kamu!"

Aku menjerit dan berteriak minta tolong dengan panik.

Namun, yang kudapatkan adalah pisau tajam yang menusuk tenggorokanku.

Saat aku jatuh ke dalam kegelapan, wajah Gio muncul di benakku.

"Gio, aku benar-benar kesakitan."

Malam tiba. Gio bekerja lembur untuk menjahitku menjadi bentuk manusia kembali.

Ketika Gio pulang kerja, hujan gerimis mulai turun.

Gio tidak membawa payung. Jadi, dia berdiri di bawah atap dan menunggu hujan reda.

Asisten muda itu bertanya dengan ragu-ragu, "Apa Kak Celia belum datang menjemput Anda?"

Selama bertahun-tahun, selalu aku sendiri yang menjemput Gio dari tempat kerja.

Namun, sekarang, selama tiga hari berturut-turut, aku tidak muncul. Asisten muda itu pasti penasaran.

Gio menunduk dan melihat tetesan air hujan yang jatuh ke tanah dan menimbulkan percikan-percikan air itu. Kemudian, Gio berkata dengan acuh tak acuh, "Hmm. Kami bertengkar dan sedang perang dingin."

Asisten muda itu merasa sudah salah bicara dan buru-buru berkata, "Kak Gio, biar kupanggilkan taksi. Hujan ini mungkin akan lama turunnya."

Gio menolaknya. "Aku akan menunggu sebentar lagi."

Gio menungguku menjemputnya, memberinya kesempatan dan mengakhiri perang dingin.

Namun, aku tidak akan pernah lagi muncul di hadapannya.

Hujan turun makin deras. Sebuah mobil menerobos rinai hujan.

Gio menengadah dan matanya menyiratkan sedikit kegembiraan.

Namun, detik berikutnya, senyum tipis di bibir Gio langsung membeku.

Itu karena dia tidak melihatku seperti yang dia inginkan.

Zoya Yuwanto berjalan tertatih-tatih menghampiri Gio sambil memegang payung, bagaikan anak burung yang penuh semangat.

"Kak Gio, aku datang untuk menjemputmu pulang."

"Kudengar sudah tiga hari berturut-turut Kak Celia nggak menjemput Kak Gio pulang dari kerja. Jadi, tugas ini cuma bisa diserahkan padaku."

Zoya tersenyum cerah dan manis. Namun, kata-katanya itu secara halus mengisyaratkan menyingkirkanku.

Kesuraman di wajah Gio langsung menghilang dan dia mengusap kepala Zoya.

"Oke, kalau begitu biar Zoya saja yang menjemputku mulai sekarang."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 1001 hari tanpa mani
9.6
Terjebak dalam kegelapan pekat tidak serta-merta menjadi bukti atas dosa besar seseorang. Kisah fantasi misteri ini menantang kita memperluas sudut pandang saat menilai realitas. Sering kali, kebenaran justru terselimuti oleh bayang-bayang yang paling kita takuti. Dengan membuka mata lebih lebar, Anda akan menyadari keberagaman fenomena serta spektrum warna nyata di hadapan Anda, sekaligus menyingkap rahasia yang selama ini terkunci rapat.
Sampul Novel Arwah Istri Sah
9.1
Demi membalas penderitaan selingkuhannya yang sempat terjebak di dalam mobil, seorang suami miliarder tega menghukum istri sahnya dengan sangat kejam. Tanpa memedulikan jeritan dan penjelasan sang istri, ia mengurungnya di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Ditinggal berlibur selama seminggu bersama wanita idaman lain, sang suami tidak pernah menduga bahwa hukuman sadis itu akan berakhir fatal. Saat peti akhirnya dibuka kembali, sang istri telah kehilangan nyawa dalam kondisi mengenaskan, meninggalkan jasad dingin yang penuh luka.
Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Hidup Ardian, seorang polisi muda berprestasi, seketika hancur saat sang istri tercinta, Mira, ditemukan tewas secara tragis. Mira yang bekerja sebagai wartawati kriminal gugur di tengah tugasnya meliput kasus pembunuhan berantai, kasus yang juga sedang ditangani oleh Ardian. Di depan jasad Mira dan sang ayah mertua, Ardian mengucap sumpah setia untuk mengungkap misteri ini. Ia bertekad memburu sang pelaku dengan tangannya sendiri guna menuntut balas atas kematian istrinya.
Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
8.8
Setelah tujuh tahun bersama, aku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi bersama sahabatnya. Begitu bebas dan sukses kembali, Deon memaksaku menikah sebagai bentuk balas dendam. Di balik citra pernikahan yang harmonis, dia menyiksa batin dengan membawa wanita lain—termasuk adik kandungku—ke ranjang kami. Deon tidak pernah tahu bahwa demi membersihkan namanya, aku rela menyusup ke sarang mafia hingga kehilangan ginjal dan setengah hatiku. Kini, waktuku untuk bertahan hidup hampir habis.
Sampul Novel Prahara Uang Kompensasi
8.2
Indra Djatmoko terpikat oleh pesona Ceani Janeta, seorang janda yang tinggal di lantai bawah. Bagi Indra, kehangatan Ceani yang menyajikan sarapan spesial dan menerima segala kebiasaan buruknya sangat kontras dengan sang istri yang kaku layaknya robot. Merasa lebih dihargai dan hidup kembali di dekat Ceani, Indra bahkan mendambakan posisi mendiang suami wanita itu. Mengetahui pengkhianatan ini, sang narator memilih untuk segera mengabulkan impian Indra dan melepaskannya sebelum suaminya itu menyadari kesalahan fatalnya.
Sampul Novel Satu Kalimat Abadi yang Tak Berubah
9.1
Sebagai ahli negosiasi krisis andalan di Divisi Khusus Kepolisian, Zaki Sadam mampu menaklukkan kondisi psikologis siapa pun dalam situasi paling berbahaya. Anehnya, kemampuan hebat itu mendadak lumpuh setiap kali dia berhadapan dengan air mata Cindi Wiryo. Banyak orang mengira Zaki sangat memuja Cindi dan bersedia melakukan apa saja demi kebahagiaannya. Sayangnya, di balik rumor romantis yang beredar luas tersebut, hanya Cindi yang menyadari kenyataan pahit bahwa hati Zaki sebenarnya milik wanita lain.