APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pria Dingin Itu Suamiku

Pria Dingin Itu Suamiku

Kehidupan Nadia, sang putri tunggal kaya, runtuh seketika saat ayahnya meninggal karena serangan jantung dan meninggalkan tumpukan utang. Demi bertahan hidup dan menghormati wasiat terakhir sang ayah, ia terpaksa mencari putra rekan bisnis ayahnya untuk dinikahi sebagai balas budi. Meski sempat menolak, impitan ekonomi membuatnya harus menerima takdir baru. Kini, Nadia harus menjalani hidup bersama pria dingin yang merupakan pewaris takhta perusahaan ternama.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam ini, Nadia kesulitan memejamkan matanya karena ingatan pertemuannya dengan Wira nanti yang mungkin akan membuka pintu dunia yang buruk. Gadis ini merinding hingga mengubur tubuhnya dengan selimut. "Siapa yang akan saya nikahi, Pak Wira atau anaknya? Tadi pria itu tidak membicarakan anaknya sama sekali, jangan-jangan Pak Wira yang akan mengambil alih menikahi Nadia!" Kecemasan melambung tinggi hingga menembus langit malam.

Nadia memutuskan menemui neneknya di kamar yang bersebelahan dengan miliknya. "Nek, sudah tidur?" bisiknya.

Saraswati segera membalik tubuhnya yang sebelumnya memunggungi pintu. "Belum, ada apa menemui nenek?"

Nadia bergegas duduk di atas tempat tidur empuk milik sang nenek yang juga didapatkan dari aset trakhir Abraham. "Nek, kira-kira Nadia jadi menikah atau tidak ya?"

"Jadi itu yang cucu nenek risaukan," kekeh wanita yang masih tampak bugar dibandingkan usianya, tapi keadaan fisik tidak menjamin umur panjang karena kematian bisa datang kapan saja, itulah yang setiap hari Saraswati cemaskan. Maka, sebelum dirinya menghadap Tuhan, Nadia sudah harus memiliki pendamping hidup yang membahagiakannya.

"Iya ... Nadia tidak bisa tidur karena memikirkannya," rengek gadis manja ini.

Saraswati duduk di samping cucu kesayangannya.

"Percaya saja pada papa kamu yang tidak mungkin memberikan jodoh abal-abal," nasihatnya dengan tawa kegelian.

"Nek, nenek bukan pelawak, tapi kok nenek selalu begitu sih kalau diajak berbicara serius," protes Nadia yang sudah tidak heran dengan sikap neneknya, tetapi tetap ingin menyampaikan rasa kurang nyaman.

"Jangan terlalu dibawa serius agar tidak cepat tua," kekeh Saraswati.

"Jadi bagaimana nek, kalau misalnya justru ternyata Pak Wira yang akan menikahi Nadia?"

"Kalau seperti itu kasusnya maka nenek akan segera mengusirnya tanpa peduli pada pesan trakhir papa kamu karena pria itu tidak tahu balas budi!" tegas Saraswati dengan suara berapi-api.

Nadia terkekeh, "Nah ini baru neneknya Nadia." Pelukan hangat nan sayang segera meluncur, "nek, Nadia janji tidak akan tinggalkan nenek walau mungkin nanti Nadia menikah, nenek akan dibawa ke rumah Nadia."

"Memangnya suami kamu akan memberi ijin nenek tinggal di sana? Tidak ada yang bisa nenek lakukan selain menyusahkan."

"Nenek jangan bicara seperti itu, Nadia tidak akan menikahi pria tidak punya hati! Pokoknya pria itu harus menyayangi nenek juga."

"Iya sudah, nenek akan ikut, tapi tidak janji ya," kekeh usil Saraswati.

"Tuh kan nenek begitu lagi!" Jadi, malam ini Saraswati puas menggoda Nadia-cucunya yang manis nan manja.

***

Waktu berhenti tepat di angka dua kala sebuah mobil mewah terparkir di halaman rumah Saraswati. Wanita tua ini segera menyambut hangat, "Selamat siang, senang bisa bertemu dengan anda."

Wira segera menyahut bersama kekeh, "Rupanya Nadia sudah mengatakan rencana kedatangan saya."

"Tentu saja, cucu saya gadis yang jujur dan baik."

Nadia mengintip lewat gorden kamarnya. "Hah, Pak Wira datang!" Rasa tidak percaya menyelimuti, kemudian memerhatikan sekali lagi, "tapi ... di mana putranya?" Gadis ini memasang mata elang mencari-cari keberadaan calon suaminya, kemudian berprasangka, "jangan-jangan benar Pak Wira yang akan menikahi Nadia bukan putranya. Papa ...!" raungnya.

Tidak lama Wira dan Saraswati berbasa-basi, kini mereka sudah duduk di ruang tamu termasuk Abimana. "Sebentar ya, saya panggilakan Nadia," pamit Saraswati yang segera menghilang dari ruang tamu.

"Ayo, calon suamimu sudah datang," bisik Saraswati saat mendapati Nadia sedang duduk cemas di depan meja rias di kamarnya.

"Siapa yang nenek maksud calon suami Nadia, Pak Wira? Nadia tidak mau ...," rengeknya diiringi frustrasi.

"Sembarangan, calon suami kamu masih muda, namanya Abimana, dia sudah menunggu kamu di ruang tamu!" riang Saraswati karena putra Wira tidak mengecewakan.

"Tapi bagaimana atittudenya? Nadia tidak mau menikah dengan pria beratittude rendah nanti bagaimana kalau dia tidak memperlakukan Nadia dengan baik?" kecemasan gadis ini masih berlanjut.

Saraswati membelai lembut puncak kepala cucunya yang masih duduk di depan meja rias seiring tengadah ke arahnya. "Jangan berpikir yang tidak-tidak, sekarang lebih baik temui dulu calon suami Nadia," bujuk lembutnya yang senada dengan ucapannya.

Nadia membuang udara keberatan, tapi percuma saja karena pria bernama Abimana telah tiba dan menunggunya. Nadia berdiri dengan kedua kaki lemas. "Nek ..., Nadia tidak siap," rengeknya.

"Sekarang kamu bisa bilang tidak siap, tapi nenek yakin akan berbeda cerita saat kamu melihat Abimana!" Antusias Saraswati.

"Kok nenek bersemangat sekali? Nadia curiga deh, jangan-jangan Abimana ganteng sekali. Hihi ...." Nadia sudah mampu berkelakar karena melihat ekspresi Saraswati.

"Nenek yakin, Nadia belum pernah melihat laki-laki seganteng Abimana." Senyuman excitednya. Dengan memasang wajah seperti ini memudahkan Saraswati menggiring cucunya menuju ruang tamu.

Nadia berjalan anggun di sisi Saraswati walau bersama seribu ragu yang kembali menjalar, saat itu Abimana melihat sosok gadis cantik semampai pilihan ayahnya. Sejenak, senyumannya mengembang begitu saja, tapi sedetik kemudian mengembalikan sikap tenangnya.

"Mohon maaf lama menunggu, biasa ... anak gadis grogi jika akan bertemu calon suaminya," kekeh Saraswati.

Wira terkekeh kecil, "Tidak apa, wajar saja, jangankan Nadia, Abimana saja berkeringat dingin."

Abimana segera berkata penuh wibawa, "Tidak, pa."

Kini, Nadia duduk di sisi Saraswati di hadapan Wira dan Abimana. Wanita ini mengenalkan Nadia secara formal pada kedua tamunya, "Ini Nadia-putri satu-satunya Abraham dan Naila."

"Senang mengenal putri dari sahabat saya," sahut hangat nan ramah Wira, sedangkan Abimana hanya tersenyum kecil.

"Nak Abimana, nenek rasa Pak Wira sudah menceritakan tentang Nadia. Jadi, nenek harap Nak Abimana bisa menerima Nadia dengan senang hati dan menyayanginya seperti kami menyayangi Nadia."

Abimana bergeming, entah apa jawaban yang harus dikatakannya pada wanita tua di hadapan serta pada Wira tentang pertemuan yang mengarah pada perjodohan ini.

Bersambung ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Di Nikahi Majikan
9.3
Kehidupan Ana mendadak berubah setelah sang majikan melamarnya secara tiba-tiba. Pria kaya itu merasa hanya Ana yang selalu setia mendampinginya, bahkan hanya masakan buatannya yang cocok di lidahnya. Di tengah kesibukan Bella, pria itu justru memilih melamar asisten rumah tangganya sendiri. Namun, Ana didera kebimbangan besar karena statusnya yang masih seorang siswi sekolah. Akankah ia menerima pinangan tersebut demi masa depan yang penuh ketidakpastian?
Sampul Novel Hasrat Liar Polwan
7.9
Kebutuhan biologis adalah hal manusiawi yang tidak bisa diabaikan oleh siapa pun. Tanpa memandang status sosial, jabatan, kasta, ataupun kekayaan, kepuasan batiniah tetap menjadi aspek penting bagi setiap individu. Kisah romansa modern ini menyoroti sisi terdalam manusia di balik seragam profesi. Hasrat dan nafsu yang membara membuktikan bahwa kebutuhan batin tidak akan pernah bisa dibatasi oleh aturan serta hierarki duniawi.
Sampul Novel Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
8.7
Rina, guru sejarah berusia 30 tahun yang bercerai, menyembunyikan rasa naksir pada salah satu muridnya, Anto. Tubuhnya yang seksi dan aura hangat sering mengundang perhatian para siswa. Suatu Minggu sore, Rina sengaja memanggil Anto ke rumahnya untuk ujian susulan yang sebenarnya sudah diatur. Sengaja melepas bra dan memakai baju longgar, Rina menggoda muridnya yang masih polos itu"Anto, tolong bantu aku," bisiknya saat mereka duduk berdua di ruang tamu. Semakin dekat, ketegangan tak tertahankan menguasai keduanya. Sebuah hubungan terlarang yang penuh gairah dan rahasia mulai terungkap. Mau tahu bagaimana kelanjutannya? Baca gratis di ApkDock!
Sampul Novel ISTRI ORANG
8.2
Ayana merasa kesepian karena sikap dingin suaminya, Devaro. Di tengah situasi ini, ia terpikat oleh Javier, bosnya yang menawarkan kehangatan baru. Namun, hubungan terlarang mereka sebenarnya adalah siasat balas dendam Javier kepada Devaro. Di luar dugaan, niat jahat itu perlahan luntur oleh cinta tulus yang mulai tumbuh. Kini, mampukah Devaro menerima kenyataan pahit bahwa sang istri telah jatuh ke pelukan pria yang sangat menaruh dendam padanya?
Sampul Novel Karma Masalalu
9.0
Hidupku runtuh saat Barikli ingkar janji dan mencampakkanku yang sedang mengandung demi mengejar mimpi menjadi TNI. Enam tahun kemudian, wasiat mendiang ayah memaksaku bersuami Yusuf. Di balik penampilannya, Yusuf rupanya psikopat berkepribadian ganda yang kerap menyiksaku. Kala aku berusaha menata hidup bersama Adza yang tulus menunggu, rahasia besar yang kurahasiakan selama lima tahun terancam terkuak. Kebenaran tersebut bisa menjadi akhir dari segalanya.
Sampul Novel Suamiku Ternyata Miliader
8.1
Diana dirundung duka mendalam saat dipaksa menikahi Darel, sosok yang ia kira miskin dan jauh dari kriteria impiannya. Padahal, di balik kesederhanaan itu, Darel merupakan seorang miliarder yang tengah menyamar demi mencari cinta sejati yang tulus tanpa silau harta. Saat rahasia besar mengenai identitas aslinya ini perlahan mulai terbongkar, mampukah pernikahan yang awalnya terjalin tanpa rasa cinta ini tetap bertahan?