APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Premanku Canduku (Digilir Tetangga)

Premanku Canduku (Digilir Tetangga)

Siska sangat kecewa pada suaminya yang tidak berdaya menghadapi Alex, preman desa yang selalu mengintimidasi mereka. Berniat membela sang suami, Siska malah menjadi sasaran kekejaman Alex tanpa ampun. Namun, kejadian kelam tersebut justru menjebak Siska dalam ketertarikan terlarang yang tak masuk akal. Mengapa Siska justru mulai terobsesi pada sosok Alex serta kelompok preman kejam lainnya?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Halo, maaf ini siapa ya?” Aku menyapa seseorang di ujung telepon sana yang nomornya sama sekali tidak kukenal.

“Siska, ini gua, Alex!” ujarnya singkat.

Seketika jantungku langsung berdebar-debar. Sekujur tubuhku serasa mati rasa, kaku laksana tersambar petir di siang bolong.

“Iya Bang, ada apa ya?” tanyaku agak gemetar setelah terdiam beberapa saat.

“Nanti jam satu malam, datang ke rumah gua lewat belakang. Datang dalam keadaan telanjang bulat. Saat gua ngeliat lu keluar dari pintu belakang rumah, harus udah bugil. Kalau lu gak mau, maka nyawa suami lu jadi taruhannya!” ancam Alex setelah itu menutup teleponnya.

Aku masih ternganga. Terbayang harus berjalan menyeberangi pekarangan belakang rumah sejauh dua puluh meteran dalam keadaan bugil di tengah malam buta. Preman kampung super bejad ini benar-benar sudah gila!

Ingin rasanya aku memaki dan menolaknya. Namun aku sangat takut dengan ancamannya. Alex punya banyak teman sesama preman yang bringas dan terekenal raja tega. Ancamannya bukan main-main, sewaktu-waktu mereka bisa dengan mudah menyakiti bahkan membunuh suamiku. Mas Bayu tidak mungkin mampu melawan gerombolan manusia biadab itu.

Bagaimana jika nanti malam ada yang melihatku kelayapan dalam keadaan begitu?

Apa yang yang akan Alex dan gerombolannya lakukan terhadapku?

Mengapa mereka tidak membunuhku sekalian?

Apa yang harus aku lakukan?

^*^

Seminggu yang lalu.

Tak pernah kubayangkan peristiwa itu akan menjadi serumit ini. Namaku Siska Maelastri, usia 24 tahun. Ibu rumah tangga, istri yang sangat mencintai suamiku. Mas Bayu, lelaki berusia 30 tahun, berpenampilan kalem dan menarik, dan pastinya sudah cukup mapan karena mempunyai pekerjaan tetap. Walau tidak memiliki jabatan mentereng.

Mas Bayu bekerja di salah satu perusahaan pertambangan emas ternama di Negeri ini. Dia juga memiliki bisnis sampingan yang sedang berkembang walau belum banyak membantu perekonomian keluarga. Namun aku sangat yakin, kejujuran dan keuletan dalam berusaha akan membawa kami meraih kesukseskan kelak.

Aku pun aktif dalam berbagai kegiatan ibu-ibu kompelks dan juga komunitas persatuan istri-istri karyawan di perusahaan suamiku bekerja. Sebelum menikah aku sempat menjadi tenaga honorer pemda selama dua tahun.

Kehidupan keluarga kami relatif standar dan stabil tak beda jauh dengan kehidupan rumah tangga muda golongan menengah pada umumnya. Kami menikah dengan jalan dijodohkan oleh Pak Yusuf, atasanku di kantor dulu. Beliau adalah suadara sepupu Mas Bayu. Walau terkesan dijodohankan, namun pada akhirnya kami bisa saling mencintai.

Saat pertama dikenalkan oleh Pak Yusuf kepada Mas Bayu, aku tidak menduga jika mereka sepupuan. Tampang mereka jauh berbeda, walau sama-sama menarik. Namun sejujurnya Pak Yusuf jauh lebih gagah dan ganteng diusianya yang lebih tua. Pada awalnya aku sangat tertarik dengan Pak Yusuf, namun sadar karena dia sudah berkeluarga.

Tak terasas pernikahanku dengan Mas Bayu sudah berjalan hampir dua tahun, namun masih belum dikaruniai momongan. Bukan karena kami sengaja menundanya, melainkan karena Mas Bayu mengalami banyak gangguan dalam kejantanan dan keperkasaannya. Sering disfungsi ereksi, bahkan terkadang sama sekali tidak berfungsi.

Kami relatif sering bercinta, tapi sepertinya sperma dia tidak sampai masuk ke rahim, sehingga tak mampu membuahi sel telurku. Saat rudal dia baru masuk setengahnya, terkadang sudah keluar duluan isinya. Hal seperti itu nyaris terjadi setiap kami melakukan hubungan intim. Berutung kami tinggal agak jauh dengan sanak saudara, sehingga tidak terlalu panas telinga mendengar pertanyaa ‘Kapan punya anak?’

Untuk urusan cinta, perhatian dan kasih sayang, Mas Bayu juaranya. Hanya saja untuk urusan ranjang, aku harus benar-benar bersabar, ikhlas dan rela menerima dia apa adanya. Gairah seksualku yang terbilang sangat tinggi dan menggebu-gebu, terpaksa harus ditekan kuat-kuat karena suamiku tiidak sanggup mengimbanginya.

Tak ada gading yang tak retak. Harus aku akui jika suamiku memiliki banyak kelemahan dalam aktivitas ranjangnya. Pembawaannya saat di atas ranjang tidak sejantan dan sebergairah lelaki normal pada umumnya. Jauh sekali dengan ekspetasiku yang senantiasa menggambarkan para lelaki itu seperti yang kubaca di novel-novel dewasa atau yang pernah kutonton dalam film-film dewasa.

Kami menjalani hidup berumah tangga dengan sangat bahagia di sebuah rumah kontrakan yang relatif sederhana. Lingkungan sekitar pun terasa sangat tenang dan nyaman. Hubungan interaksi antar sesama warga kompleks pun cukup baik. Hanya saja selalu ada kekurangan di baliknya. Tak ada yang benar-benar sempurna di dunia ini. Kebahagiaan kami pun terkadang masih sering terusik.

Di belakang rumah kami tinggal seorang pemuda yang dijuluki sebagai preman kampung. Dia terkenal arogan, bersikap semena-mena dan semau gue kepada semua orang. Terlebih lagi kepada aku dan suamiku yaang notabene sebagai warga baru di kompleks itu.

Namanya Amri Alamsyah, tapi semua orang biasa memanggilnya Alex. Usianya mungkin sebaya denganku kisran dua empat tahun. Alex belum menikah, dan tinggal bersama neneknya yang sudah tua. Tidak banyak yang mengetahui silsilahh keluarganya, karena semua orang pun berusaha tidak terlalu dekat dengannya.

Kini Mas Bayu terkesan menjadi sangat takut kepada preman kampung itu. Bermula saat kami sedang jalan berdua, kebetulan berpapasan dengan Alex. Mas Bayu mencoba bersikap sopan kepadanya, namun Alex justru membentak dengan melontarkan kata-kata yang sangat kasar. Bahkan mengeplak kepala Mas Bayu di depan semua orang.

Saat itu Alex maksa meminta uang. Mas Bayu buru-buru menyerahkan selembar uang lima puluh ribu yang ada di kantongnya. Alex menolaknya karena dia meminta lima ratus ribu. Tentu saja kami tidak mampu memenuhi keinginannya.

“Bang tolonglah, kami kan hanya karyawan biasa yang gaji bulannnya hanya cukup buat makan sehari-hari saja.” Mas Bayu mencoba bernegosiasi.

“Heh, lu pikir gua Lemabga Sosial? Terserah elu mau cukup atau kagak itu gaji. Yang pasti gua minta duit gope, sekarang juga!” Alex menjambak kerah baju Mas Bayu, hingga suamiku kesulitan bernapas.

“Bang, tolonglah kami, Bang.” Aku mencoba melepaskan cengkeraman tangan Alex dari kerah baju suamiku. Wajah Mas Bayu benar-benar pucat.

“Heh, Siska! emang lu punya duirnya? Gak usah banyak bacot, sini mana!” Alex melepaskan cengkremannya dan berbalik seakan mau menyerangku. Bau alkhohol dari mulutnya kangsung menyergapku.

“Ti..tidak ada Bang. Kami hanya punya sisa lima puluh ribu lagi, itu pun jatah kami dua hari ke depan.”

“Hahaha, dasar manusia-manusia pelit lu. Gua denger keluarga kalian itu orang-orang kaya di sana, bener kan?” Alex menyeringai menatap kami.

“Bohong Bang! Saya bahkan sudah tidak punya Bapak lagi.” Entah mengapa aku masih bisa berbohong. Namun sebenarnya tidak terlalu salah, karena memang Bapakku sudah lama pergi dengan selingkuhannya entah kemana.

Alex beralih menatap suamiku, “Jadi gimana ini Bayu? Masa lu jadi suami kagak punya duit. buat apa lu kerja tiap hari. Mendingan lu jual aja istri lu yang cantik ini! gua yakin banyak yang minat!”

JEGER!

Bagai terkena petir ganas yang mendadak menyerang. Sekujur tubuhku mendadak kaku dan jiwaku terkesima. Sungguh biadab ucapan si Alex ini. Bbenar-benar telah merendahkan harkat dan martabatku sebagai seorang manusia yang juga seorang wanita baik-baik yang sudah bersuami.

Ingin rasanya aku mengamuk dan menangis sejadinya sambil merobek-robek mulutnya yang menjijikan itu. Namun apalah dayaku hanyalah seorang wanita. Mas Bayu pun yang sehausnya bisa melindungiku, bahkan hanya tertunduk ketakutan.

“Baaang, mohon diterima dulu ini, nan…nan…ti kita bisa bicarakan lagi lebih lanjut.” Mas Bayu kembali bernegosasi sambil terus menydorkan uang lima puluh ribu pada Alex.

“Oke kali ini masih bisa gua maklumi. Nanti kita akan bicarakan lagi semuanya, Bayu!” Akhirnya Alex menerima uang yang disodorkan suamiku.

Untuk sesaat aku bisa menarik napas lega. Serasa baru saja keluar dari himpitan goa angker yang gelap gulita. Namun demikian tatapan mata Alex yang beringas kemerahan tak ayal membuat nyaliku nyaris terjatuh ke dasar lembah yang terdalam. Alex pun pergi meninggalkan kami sambil mengantongi uang suamiku.

“Sayang maafkan kelemahan suamimu ini,” ucap Mas Bayu sambil merangkul bahuku. Lalu dia pun menyeka air mataku yang tak kusdari ternyata sudah mengalir deras membasahi pipiku.

“Mas janji untuk selanjutnya akan benar-benar melindungimu.” lanjutnya.

“Aku sudah gak betah tinggal di sini Mas,” jawabku lirih sambil terus melanngkah pulang ke rumah.

“Iya, secepatnya kita akan pindah dari sini, tapi mas harap kamu bersabar dulu ya, Sayang.” Mas Bayu terus menghiburku sambil memapah tubuhku yang terasa limbung. Benar-benar tak terima dan sakit hati direndahkan oleh manusia yang bahkan aku senantiasa mengalah dan berbuat sopan kepadanya.

^*^

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintanya, Penjaranya, Putra Mereka
7.9
Brama Wijaya memenjarakanku lima tahun akibat fitnah membunuh Kania. Pasca bebas, siksaan kejam di kandang anjing dan paksaan obat mandul harus kutanggung. Saat Kania terbukti hidup, Brama membiarkan adikku tewas di tangannya. Aku memilih mati demi balas dendam. Kini, aku terbangun di hari kebebasanku dahulu. Lewat kesempatan kedua ini, aku bersumpah menyeret Brama dan Kania ke neraka atas semua penderitaan yang mereka perbuat.
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Di hari ulang tahunnya yang ke-35, kehidupan Declan Montereau yang mapan mendadak gempar. Pebisnis sukses yang selalu skeptis pada komitmen ini dikejutkan oleh kedatangan Elio, balita empat tahun bermata abu-abu yang mengaku sebagai anaknya. Menghadapi kemiripan fisik yang mustahil dibantah, Declan terpaksa menelusuri kembali masa lalunya demi mengungkap identitas wanita yang tega menyembunyikan rahasia besar ini lalu pergi begitu saja.
Sampul Novel Ketika Cinta Berubah Menjadi Abu
8.9
Savi hancur setelah dikhianati Jaka, bintang rock idolanya sejak muda. Di sebuah bar di Senopati, ia mendengar rencana kejam Jaka yang ingin menyingkirkannya lewat sandiwara pertunangan palsu. Tak hanya dihina sebagai pengganggu, Savi bahkan dibiarkan terluka demi perempuan lain. Muak dengan segala kekejaman dan rasa malu di depan umum, Savi memilih bangkit. Ia memutus semua kontak dan pergi ke Florence untuk memulai lembaran hidup baru tanpa bayang-bayang masa lalunya.
Sampul Novel Sebuah Pengabdian
9.3
Impian Hamid menjadi tentara pupus seketika saat orang tuanya memaksa dirinya menjalani pernikahan dini yang tak pernah ia inginkan. Walau diselimuti amarah karena harus menikahi wanita asing, ia akhirnya mengalah demi berbakti. Siapa sangka, kehidupan pernikahan ini justru mendewasakan Hamid dan menuntunnya memahami arti pengabdian kepada Tuhan. Namun, badai ujian kini mulai mengancam komitmen mereka. Mampukah Hamid dan sang istri bertahan melewati cobaan demi menjadi abdi sejati?
Sampul Novel Skandal Cinta Pengantin Pesanan
8.0
Demi menjaga nama baik Sebastian, desainer gaun pengantin bernama Hannah terpaksa berpura-pura menjadi pengantin penggantinya. Keadaan menjadi rumit setelah mantan kekasih Sebastian muncul lagi dengan rencana rahasia. Hannah pun bertekad melindungi pria itu dari niat buruk sang mantan. Di tengah perjuangan tersebut, benih cinta mulai tumbuh di hati Hannah. Namun, sebuah rahasia besar yang terbongkar kini mengancam kebahagiaan dan hal paling berharga dalam hidupnya.
Sampul Novel Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam
8.4
Demi membalas dendam masa lalu, Morgan menculik Vallen dan menyiksanya secara fisik maupun mental. Vallen terpaksa menjadi tawanan pelampiasan hasrat pria itu, tanpa pernah tahu siapa sebenarnya sosok Morgan di masa lalunya. Di balik kebencian akibat salah paham ini, benih cinta Morgan rupanya belum sepenuhnya padam. Akankah penderitaan tragis ini menghancurkan mereka, atau justru menumbuhkan kembali cinta di hati keduanya?