APKDock Logo
Sampul Novel Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam

Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam

8.4 / 10.0
Demi membalas dendam masa lalu, Morgan menculik Vallen dan menyiksanya secara fisik maupun mental. Vallen terpaksa menjadi tawanan pelampiasan hasrat pria itu, tanpa pernah tahu siapa sebenarnya sosok Morgan di masa lalunya. Di balik kebencian akibat salah paham ini, benih cinta Morgan rupanya belum sepenuhnya padam. Akankah penderitaan tragis ini menghancurkan mereka, atau justru menumbuhkan kembali cinta di hati keduanya?

Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam Bab 1

“Jangan biarkan dia pergi dari kamar ini!” titah Morgan pada Leo.

“Baik, Tuan Muda.” Leo menjawab dengan sangat patuh.

Morgan yang hanya mengenakan jubah tidur berwarna putih dan sendal rumah berwarna senada, berjalan meninggalkan ruangan yang nyatanya adalah sebuah kamar itu. Morgan baru saja melampiaskan kekesalannya pada seorang wanita yang baru saja ia temui tadi pagi dan langsung membuat Morgan merasakan kebencian yang teramat dalam padanya.

Pria bermata biru itu berjalan menuju kamarnya dan kemudian duduk di sebuah kursi pada balkon kamarnya. Ia menyalakan sebatang tembakau yang dibungkus rapi dengan kertas bermerekkan sebuah perusahaan rokok yang terkenal. Dengan kasar, Morgan mengembuskan asap rokoknya itu ke udara dan menatap langit kelam yang saat ini sama seperti suasana hatinya. Gelap tidak bercahaya sedikit pun, dan hening dalam kesendirian.

“Ternyata kau sungguh datang untuk menerima hukuman dariku, Vallen!” lirih Morgan dan tatapannya menerawang jauh.

Morgan menyebut nama seseorang yang selama ini tersimpan dalam hatinya. Yang tak pernah bisa ia miliki dan tak pernah bisa ia dapatkan. Wanita bernama Vallen, yang selama sepuluh tahun ini sudah mengisi penuh ruang di hati Morgan. Membuatnya menjadi pria yang sangat dingin dan kejam, serta sangat tidak memiliki perasaan sedikit pun.

Padahal, ia adalah seorang CEO dari sebuah perusahaan ternama dan berada di urutan teratas sebagai perusahaan yang memiliki aset dan saham tertinggi di negara itu. California, tempat Morgan tinggal selama ini dan enggan meninggalkan tempat yang sudah memberikannya sejuta kenangan. Terutama, bersama wanita bernama Vallen yang tadi ia sebutkan dengan nada tertahan dan seperti sedang menahan kepedihan yang dalam.

“Tuan, wanita itu terus saja menjerit dan mengamuk. Dia bahkan berusaha melukai dirinya sendiri,” ucap Leo yang entah sejak kapan berada di belakang Morgan.

“Dasar pelacur sialan! Apa yang dia ributkan?” umpat dan tanya Morgan pada Leo.

“Dia hanya mengatakan dua kalimat, Tuan.”

“Apa itu?”

“Bebaskan aku dan aku bukan Vallen-mu!” jawab Leo menirukan apa yang wanita itu katakan.

Leo sebenarnya sangat takut mengatakan hal ini pada tuannya itu. Namun, setelah sepuluh tahun bekerja pada Morgan, Leo sama sekali tidak pernah membawa satu orang pun wanita ke dalam rumahnya itu. Morgan bahkan tidak pernah terlihat dekat dengan wanita mana pun selama ini. Itu pula sebabnya, Leo sangat terkejut saat tadi Morgan tiba-tiba datang dengan membopong seorang wanita di atas pundaknya dan wanita itu dalam keadaan tidak sadar tentunya.

“Biarkan saja dia! Kalau memang dia mau mati, itu lebih bagus!” ucap Morgan pada akhirnya dan melanjutkan hisapan pada batang gulungan tembakaunya.

“Baik, Tuan.” Leo hanya berani menjawab sebatas itu.

Leo sangat tahu sampai di mana batas kesabaran tuannya. Morgan sudah sangat banyak melenyapkan orang yang ia tidak sukai atau yang berusaha untuk bermain-main dengannya dan bisnisnya. Bahkan, keluarganya sendiri sudah menjadi musuh terbesarnya saat ini. Morgan terlihat sebagai seorang pria yang hidup sebatang kara, padahal ia masih mempunyai keluarga yang utuh. Hanya saja semenjak sepuluh tahun belakangan ini hubungan mereka tidak dalam keadaan baik. Bahkan, Morgan sudah menjebloskan salah satu adik kandungnya ke dalam penjara karena sudah membuatnya marah saat acara peresmian perusahaan barunya yang baru ia buka setahun yang lalu.

Leo pergi dari kamar Morgan dan membiarkan pria itu sendirian lagi. Tidak banyak kata yang Morgan ucapkan saat tubuhnya perlahan bangkit dari tempat duduknya. Morgan membuang batang rokok yang masih separoh dihisapnya it uke lantai dan menginjaknya dengan kasar serta menggesek-gesekkan kakinya di atas puntungan rokok itu.

“Dasar wanita! Selalu saja merepotkan dan tidak bisa membuatku tenang sebentar saja!” geram Morgan dan mulai mengayunkan langkahnya keluar kamar.

Morgan kembali menyusuri lorong rumahnya dan membuka pintu kamar yang tadi sudah ia tinggalkan. Di depan kamar itu tentu saja sudah ada Leo yang berdiri dengan raut wajah datar, meski hatinya merasa sedikit cemas dengan keadaan gadis yang ada di dalam kamar tersebut. Pasalnya, baru saja Leo mendengar pecahan kaca dan tiba-tiba saja suara wanita yang sedari tadi tak berhentinya berteriak itu mendadak diam setelah sebuah jeritan panjang yang menyayat hati.

“Dasar wanita murahan tidak tahu diri kau! Beraninya kau mencoba untuk mati setelah membuatku menjadi hidup tapi serasa seperti sudah mati?” Hardik Morgan pada wanita yang kini sudah tergeletak di lantai dengan berlumuran darah, dan luka sayat di pergelangan tangannya.

"Leo!" pekik Morgan memanggil ajudan kepercayaannya itu.

"Ya, Tuan Muda,” jawab Leo dengan setengah berlari menghampiri Morgan.

Leo berusaha tetap tenang setelah melihat keadaan wanita di depannya itu, meski ia akui sempat terkejut dengan pemandangan tragi situ.

“Apa yang kau lakukan dengan berdiri di sana? Cepat angkat tubuh wanita sial ini dan segera bawa ke kamarku. Panggil Dokter Bram untuk segera datang ke sini!” Suara titah dan amarah Morgan terdengar sangat memekakkan telinga dan menyakitkan jantung. Tapi itu sudah menjadi hal biasa bagi Leo dan sudah menjadi makanan sehari-harinya selama sepuluh tahun belakangan ini.

“Baik, Tuan Muda.” Leo menjawab dan mendekati wanita yang sepertinya masih setengah sadar itu.

Saat Leo baru saja akan menyentuh tubuh wanita itu untuk mengangkatnya, tangannya langsung ditepis oleh Morgan dengan kasar dan tubuhnya bahkan digeser secara kasar pula oleh majikannya itu. Leo sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada tuannya itu.

“Minggir kau! Jangan berani kau menyentuh wanita ini!” ucap Morgan dengan kasar dan langsung mengambil alih tugas yang tadi ia titahkan pada Leo.

Dengan sedikit melongo, Leo menyaksikan bahwa Morgan sudah menggendog tubuh wanita itu dengan kedua tangannya dan berjalan menuju ke kamarnya. Leo tidak mau mendapatkan masalah lagi dan langsung saja menghubungi Dokter Bram dan memintanya segera datang ke kediaman Morgan Scorheart itu. Setelah melakukan tugas itu, Leo mengikuti Morgan yang pasti sudah sampai di kamarnya saat ini. dari ambang pintu dapat Leo liat bahwa Morgan sedang membalut luka di pergelangan tangan wanita itu dengan kaus dalam yang biasa ia kenakan.

Wanita itu sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dan Leo menyadari baru pertama kali ini Morgan terlihat begitu sangat membenci seorang wanita dan sangat peduli secara bersamaan. Leo melihat Morgan yang merawat luka wanita itu dengan sangat hati-hati dan tidak terlihat sisi kejam yang tadi baru saja ia keluarkan dan tunjukkan pada wanita yang dibawanya pulang itu.

“Tuan, sebenarnya apa yang terjadi dan siapa Nona Muda ini?” tanya Leo dengan sedikit lancang setelah memberanikan diri untuk bertanya pada Morgan.

Mendengar pertanyaan Leo, tatapan membunuh dari Morgan menyala dengan sangat jelas dan menatap pada Leo. Tentu saja Leo merasa sedikit bergidik ngeri dan langsung menunduk takut di hadapan Morgan. Ia menyadari kalau pertanyaannya sudah membangkitkan setan kemarahan dalam diri Morgan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku
9.7
Hari ulang tahun Sena yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir. Namun, kepedihan Sena kian berlipat ganda karena sikap dingin suaminya. Pria itu tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena, tetapi juga memilih absen dari upacara pemakaman ibu mertunya. Sang suami justru melangkah pergi ke bandara demi menjemput wanita yang selama ini menjadi dambaan hatinya, meninggalkan Sena dalam kesendirian dan luka batin yang mendalam.
Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Akibat pengkhianatan orang terdekat, Nadia terpaksa melewati satu malam bersama lelaki asing. Penyesalan melanda dirinya, tetapi paras rupawan pria itu justru membuatnya salah tingkah hingga nekat meninggalkan sejumlah uang sebelum kabur. Kresna, pria misterius tersebut, merasa sangat direndahkan karena diperlakukan bak lelaki bayaran. Diselimuti amarah, ia langsung menyuruh asistennya melacak identitas Nadia lewat CCTV hotel untuk menuntut balas.
Sampul Novel Mantan Kekasihku CEO Psikopat
8.9
Demi mengejar mimpi, Alya Rahayu pindah ke Jakarta. Sialnya, ia justru kehilangan segalanya hingga terpuruk. Di masa sulit ini, ia kembali dipertemukan dengan sang mantan kekasih, Dira Pratama. Namun, Dira telah berubah menjadi CEO dingin yang penuh rahasia kelam. Setelah lima tahun berpisah, sosok lembutnya sirna, berganti menjadi pria obsesif yang menyimpan dendam. Kini, sebagai bawahan Dira, Alya terjebak dalam trauma dan kebenaran pahit masa lalu.
Sampul Novel Mengasuh CEO amnesia
9.7
Kehidupan Aurora berubah total setelah menolong seorang pria misterius tanpa ingatan saat malam Valentine, yang ternyata adalah CEO kaya bernama Roberto. Sempat terpisah paksa selama lima tahun, mereka kembali dipertemukan di Gemini Group. Sialnya, Roberto kini menjadi sosok yang sangat dingin dan sama sekali tidak mengenali Aurora. Aurora pun harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta pertamanya telah melupakan janji mereka, bahkan kini ia telah memiliki seorang tunangan.
Sampul Novel Ternyata Jatuh Keperangkap Pelatihku
9.2
Ketampanan sang pelatih di tepi kolam renang seketika mencuri perhatianku, memicu ketertarikan yang begitu mendalam. Aku sangat mendambakan momen kedekatan dan kontak fisik dengannya. Namun, begitu keinginan tersebut akhirnya menjadi kenyataan, sebuah realitas tak terduga mulai terungkap. Aku baru menyadari bahwa semua interaksi ini bukanlah kebetulan belaka, melainkan sebuah jebakan matang yang membuatku kini sepenuhnya jatuh dan terperangkap di dalam cengkeraman manis sang pelatih.
Sampul Novel Transmigrasi Badgirl
9.8
Aqila Zara Maureen tak pernah menduga akan mengalami fenomena mistis pertukaran jiwa. Tiba-tiba saja, ia terbangun di dalam tubuh seorang gadis feminin yang dikenal sebagai perundung kejam di sekolahnya. Terperangkap dalam raga baru yang reputasinya sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya, Aqila kini harus menanggung sanksi sosial yang berat. Sembari bertahan hidup, ia juga harus mengungkap misteri besar di balik transmigrasi aneh ini.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan