APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Prahara

Prahara

Tiga puluh tahun membina rumah tangga, pernikahan Beri Pratama dan Monica Sari kini di ambang kehancuran. Kehadiran kembali Soraya Maharani, cinta pertama Beri saat SMA, menuntut janji masa lalu yang belum usai. Beri pun didera dilema hebat antara masa lalunya atau komitmen terhadap Monica serta kedua buah hati mereka, Eka dan Dwi. Di sisi lain, Monica harus tegar menghadapi rahasia kelam suaminya demi mempertahankan keutuhan keluarga mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Mas!"

"Mas!"

"Mas Beri sayaang! Ini aku, Aya mu!" teriaknya membuyarkan keterkejutanku.

Kulihat wanita asing yang mengaku bernama Soraya itu berjalan dengan mantap menuju pintu ruang tamu rumahku, meninggalkan aku dan mbak Mini yang berada dibelakangnya sambil terus berteriak memanggil manggil nama mas Tama, membuat aku dan mbak Mini sontak terkejut dan geleng geleng kepala melihat kelakuan aneh wanita tersebut.

Aku dan mbak Mini yang berada sedikit agak tertinggal beberapa langkah di belakangnya hanya bisa saling pandang menyaksikan tingkah polahnya. Bahkan kini kami spontan menghentikan langkah kami.

"Hey ... Kamu nemu dimana orang kek gitu, Gan?" tanyaku setengah berbisik pada mbak Mini yang juga masih diliputi kebingungan dan was-was teramat sangat.

"Lha ... ini, aku yo heran. Dia itu tadi ikut travel ayahnya Reza. Katanya sih naik dari Bandar, dari depan rumah ibu mertuamu lo. Wong yo ibu mertuamu yang bilang suruh dianter ke rumahmu. Jadi palingan bayangan Ayahe Reza dia itu masih kerabat suamimu," terang mbak Mini juga setengah berbisik.

Kentara sekali bahwa dia tak mau jika suaminya disalahkan karena sudah mengantar wanita asing dan enggak jelas ke rumahku. Dan sama sepertiku saat ini mbak Mini pun masih setengah tak percaya memperhatikan kelakuan wanita yang tadi bersamanya.

Ibu mertua? Lha memangnya dia ini siapa, to? Saudara? Saudara dari mana, coba? Masa aku yang sudah lebih 25 tahun menikah dengan mas Tama masih ada saudara yang belum kukenal? Tapi kalau bukan saudara, siapa dong? Terus apa maksudnya ibu mertua nyuruh dia kesini, Gan?" tanyaku pada mbak Mini gamang.

Kalau memang begitu aku yakin ibu mertua ada dibalik semua permasalahan ini? Tapi untuk apa? Untuk apa ibu mertua mengutus seorang perempuan genit seperti Soraya kesini?

Meskipun memang sejujurnya hubunganku dengan ibu mertua dan kedua adik iparku bisa dikatakan kurang harmonis. Namun suatu hal yang aneh bila ibu mertua mengutus wanita aneh ini hanya untuk menggoda mas Tama dan merusak keharmonisan rumah tangga anaknya yang sudah terbina hampir 30 tahun lamanya.

Memang aku merasakan perubahan sikap dan ucapan ibu mertua dan keduaadik iparku itu terjadi sesaat begitu kami memutuskan untuk tinggal dikontrakan setelah tiga bulan pernikahan kami. Tiga bulan pertama kami menikah memang tinggal bersama ibu dan kedua adik mas Tama yang saat itu masih lajang.

Mengingat jarak dari rumah ibu ke tempat kami bekerja yang cukup jauh yaitu kurang lebih empat jam lamanya dan harus kami tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua, kami merasa waktu dan tenaga kami begitu terkuras, apalagi saat itu aku sudah mulai positif hamil, buah cinta kasih kami yang pertama, sehingga kami mantap memutuskan untuk mengontrak rumah yang dekat dengan tempat kami bekerja.

Mulai hari itu juga dan hingga saat ini setelah hampir 30 tahun pernikahan kami, ibu mertua dan adik-adik ipar selalu menunjukkan ketidaksukaannya terhadap aku dan kedua anakku.

"Waduuh ... Aku yo enggak ngerti lo, Cekgu! Yo wes gini aja, Cekgu ngobrolnya dilanjut di dalem aja ya. Kenal kenalan dulu sambil tanya silsilah keluarga, dibawa santai aja, Cekgu," saran mbak Mini menanggapi tanya beruntunku.

Sengaja mbak Mini menghentikan sejenak ucapannya untuk memberikan kesempatanku mencerna kata-katanya.

"Pasti Cekgu bisa, kan sudah biasa ngadepin orang tua murid, to? Anggep anggep aja dia itu orang tua murid. Yang akur yaa! Jangan bar bar loo, ya! Tunjukkan wibawa seorang guru. Jangan grusa grusu!" lanjutnya menyemangati aku yang masih bergeming.

Hah! Sembarangan aja mbak Mini. Mana bisa masalah begini kok disamakan dengan ngadepin orang tua murid untuk menyelesaikan masalah kenakalan anaknya.

"Tapi aku gak bisa lama lama, mau terus balik, ya? Barusan Reza ngeWA ada yang belanja di warung, dia gak bisa ngelayani. Wong tugas dia itu cuma anter-anter aja kok. Kalau ada apa apa WA atau telpon aja. Aku siap bantu!" timpal mbak Mini seraya memasukkan kembali gawainya ke saku kulot yang dipakainya.

Hanya anggukan kepala dan senyum kecut dari bibirku sebagai respon terhadap ceramah panjang lebar mbak Mini.

"Saya pamit dulu mbak Soraya. Nanti koper mbaknya biar dianter sama Reza, anak saya," lanjut mbak Mini berpamitan pada wanita yang tadi bersamanya, dan dengan langkah tergesa mbak Mini berbalik arah melangkah menuju pintu pagar rumahku.

Soraya hanya menoleh dan tersenyum tipis sambil menautkan ibu jari dengan jari telujuknya membentuk huruf 'O'. Tanpa basi-basi ucapan terima kasih sedikitpun keluar dari mulutnya.

"Iya Gan, makasih yaa! Oh ... Iya sekalian aku pesen pecel lelenya dua sama sayur asem juga ya. Nanti biar dibawa Reza aja sekalian anter koper," balasku.

"Halaah kebiasaan! Mentang mentang lagi njomblo. Pasti lagi males masak yo," celoteh mbak Mini sambil lalu.

"Teeste wae laah, sambele sing pedes yoo, Gan!" ujarku sedikit berteriak karena mbak Mini sudah semakin jauh berjalan dan dibalas hanya dengan acungan jempol pertanda 'iya' olehnya.

"Ayo silahkan masuk mbak Aya," undangku pada tamu yang masih belum seutuhnya kukenal untuk masuk ke ruang tamuku setelah aku berdiri mensejajarinya.

"Hey...stop! Hanya mas Beri dan keluarga saya yang boleh memanggil saya dengan panggilan 'Aya',"

"Tidak ada yang lain! Apalagi Kamu, yaa!” hardiknya mengejutkanku.

"Ooh maaf, Mbak! Silahkan duduk dulu, Mbak! Sebentar kuselesaikan dulu kerjaan bersih-bersihnya yaa. Tanggung tinggal angkut sampahnya aja,” lanjutku sambil meninggalkan tamu aneh itu duduk sendiri di ruang tamu minimalisku.

Kupikir tak apalah dia kutinggal sebentar, toh dia bukan tamu yang ada perlu buru buru kemudian berpamitan. Dia pasti akan menginap, buktinya dia membawa koper, lagi pula di kampungku ini takkan ada lagi kendaraan yang beroperasi bila sudah sore seperti ini. Karena travel di sini hanya mempunyai trayek 1 kali perjalanan pergi pulang. Sementara bis tidak ada yang bisa sampai masuk ke sini, bis hanya sampai di terminal induk, dan itu jaraknya 30 km dari sini. Jadi setidaknya masih besok pagi dia baru akan pulang. Lagian aku juga harus menyiapkan hati dan pikiran dalam menghadapinya.

"Tunggu! ujarnya seketika menghentikan langkahku menuju pintu keluar halaman depan rumahku.

Dengan jari telunjuk berdiri tegak dan digoyang-goyangkan ke kanan dan ke kiri seperti halnya nyonya rumah memberikan instruksi pada ARTnya dia berucap, "Dan satu lagi, jangan pernah Kamu memanggil saya dengan sebutan 'Mbak' karena saya bukan kakakmu!" diucapkannya kata-kata tersebut dengan penuh penekanan.

"Nggak level deh saya punya Adek seorang pembantu seperti Kamu!" lanjutnya dengan mimik wajah meremehkan.

"Hah...kurang ajar! Ternyata dia bersikap seperti ini karena dia mengira aku ini seorang pembantu! Huh ... ! Belum tahu saja dia siapa aku yang sebenarnya. Lihat saja nanti kalau aku sudah mandi dan berdandan, bisa-bisa kalah jauh penampilan dia yang seperti sedang make topeng itu," jiwa cantikku meronta saat mendengar ucapannya.

Masih kudengar ocehannya panjang lebar, namun aku gegas berlalu meninggalkannya. Karena aku belum tahu apapun tentang dirinya maka aku tak boleh gegabah meladeni ucapan-ucapannya yang terdengar amat sangat nyelekit didengar.

Meskipun sebenarnya hati dan telinga ini sudah sangat panas rasanya namun aku harus tetap bisa menjaga kewarasan dan bersikap santun pada tamu meskipun aku masih belum tahu apa maunya tamuku ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku  Dan Ayahku Super Tajir Melintir
7.8
Secara misterius, jiwa Ana tertukar ke dalam raga ibunya. Kejadian aneh ini justru menyingkap fakta bahwa ayah kandungnya adalah seorang bangsawan keraton bergelimang harta yang dahulu sempat merusak hidup mereka. Menghadapi kenyataan rumit tentang asal-usul dirinya, Ana bertekad untuk kembali mempersatukan cinta orang tuanya yang terpisah jurang sosial. Namun, merajut kembali hubungan yang penuh perbedaan itu menghadapkannya pada rintangan yang sangat berat.
Sampul Novel Bujang Kaya Jadi Budak Cinta
9.4
Erhan, miliarder ramah namun ceroboh dalam asmara, kerap memicu pertikaian keluarga karena gemar merayu kekasih para sepupunya. Namun, hidupnya berubah saat ia jatuh cinta pada seorang wanita dingin yang sinis terhadap pernikahan. Kini, sang bujangan kaya harus berjuang keras membuktikan ketulusan hatinya. Sanggupkah Erhan meyakinkan wanita tersebut bahwa ia telah sepenuhnya menjadi budak cinta sejatinya?
Sampul Novel Diculik Untuk Menjadi Ibu
9.2
Alina Daryanov, wanita karier yang ambisius, terbangun di samping konglomerat Ivan Vasiliev setelah kecelakaan tragis saat badai. Hidupnya berubah drastis saat ia menyadari dirinya diculik untuk menjadi istri kedua sekaligus ibu pengganti bagi pasangan kaya yang putus asa. Terjebak dalam pernikahan kontrak yang penuh manipulasi dan rahasia gelap, Alina kini dihadapkan pada pilihan sulit: tunduk pada takdir barunya atau melawan demi merebut kembali kebebasannya.
Sampul Novel Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
9.8
Nindi hampir meregang nyawa akibat syok anafilaksis karena diabaikan oleh suaminya, Bram, yang lebih mementingkan Clara. Penderitaannya kian mendalam saat putra mereka, Leo, tewas tertabrak ketika berusaha mencari pertolongan. Ajaibnya, takdir membawa Nindi kembali ke masa lalu sebelum tragedi itu terjadi. Berbekal memori kelam tentang pengkhianatan suami dan kematian tragis anaknya, ia bertekad melindungi Leo sekaligus membalas dendam kepada semua pihak yang telah menghancurkan hidupnya.
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON
7.9
Akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya, Gideon Mosha, mahasiswa cerdas, hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya. Sang ibu pun menyewa pengasuh pribadi. Namun, sifat jahil Gideon membuat tak ada pengasuh yang bertahan lama. Di sisi lain, Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak menerima pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski harus menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Kisah Cinta sang Kurir
8.0
Menjadi kurir pesan antar membawa protagonis pada situasi tidak terduga saat ia mengirimkan pesanan dari toko mainan dewasa. Di lokasi pengantaran, ia mendapati seorang wanita cantik tanpa busana tengah berlutut di ranjang dengan pakaian dalam minim. Keadaan kian mengejutkan ketika sebuah pesan masuk di aplikasi pengirimannya. Sang pemesan menawarkan bonus sebesar 200 juta rupiah jika ia bersedia mengeluarkan mainan elektrik tersebut untuk membuat wanita itu merasa nyaman.