APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN

PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN

Rencana pernikahan Lilyah dan Ishak batal seketika akibat keputusan mendadak sang ayah. Tak berdaya, ia malah dipaksa menikahi Lois, pelukis jalanan miskin dengan penampilan biasa saja. Langkah ini membuat Lilyah menjadi bahan tertawaan orang-orang, yang mengecapnya bodoh karena menukar calon suami mapan berstatus manajer dengan pria melarat. Kini, ia terpaksa mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh keraguan bersama pasangan barunya itu.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Perempuan murahan? Apa maksudmu, Ly?" Ishak bertanya dengan kening berkerut dalam. 

Dengan air mata yang seakan tidak mau berhenti membasahi pipi, aku kembali membuka suara. 

"Shak, aku udah nggak virgin lagi." 

Seketika wajah Ishak berubah terkejut, "Ly, aku nggak ngerti apa maksudmu." 

Baiklah, ini artinya Ishak meminta penjelasan utuh dariku. Sesuai keinginan kedua orang tuanya, aku harus membatalkan pernikahan kami. Dengan alasan bahwa aku yang memilih mundur. Meski ada desakan dari kedua orang tuanya di dalam pembatalan ini yang tidak boleh kuutarakan pada Ishak. 

"Shak, aku nggak bisa menjaga kehomatanku untuk kamu. Aku ... aku udah nggak suci lagi. Aku ... kotor," usai berucap demikian tangisku makin tergugu. 

Bertepatan dengan itu Ishak menarik tangannya cepat dari genggaman kedua tanganku. Persis ketika malaikat pencabut nyawa menarik jiwa seorang anak manusia dari raganya. 

"Kamu mengkhianati hubungan kita? Atau ada seseorang yang memaksa kamu berkhianat dariku?" 

Andai bisa membela diri dihadapan Ishak lalu kedua orang tuanya bersedia memberi maaf, mungkin akan kulakukan. Masalahnya, sekuat apapun aku membela diri dan menjelaskannya pada Ishak, keputusan akhir dari nasib pernikahan kami tetaplah sama. 

BATAL. 

TIDAK ADA RESTU. 

"Lilyah! Jawab!" Ishak meminta penjelasan dengan amat tidak sabar. 

"Aku mencintaimu, Shak. Tapi aku nggak bisa ngelanjutin hubungan kita. Lebih baik pernikahan kita dibatalin aja. Kamu berhak mendapat perempuan yang lebih baik dari aku." 

Dengan wajah bersungut marah, Ishak meremas rambutnya.

"Kamu mengkhianati aku sejak awal? Lalu kenapa kamu nggak bilang dari awal, Lilyah!? Kenapa baru sekarang ketika persiapan pernikahan kita udah sejauh ini?! Kenapa?!" 

Teriakan Ishak membuat pengunjung restauran dan musisi recehan yang tengah bermusik ikut menatap ke arah kami. 

Sedang aku hanya bisa tergugu sedih dengan menunduk sedalam-dalamnya. Permintaan maaf pun tidak akan cukup membuat luka di hati Ishak terobati. 

"Seenggaknya, kalau kamu emang nggak serius sama aku, tolong jangan permainin perasaanku sedalam ini, Ly. Kamu benar-benar keterlaluan!" 

"Shak, aku nggak pernah main-main sama hubungan kita. Aku mencintaimu tapi ujian ini datang diluar kuasaku."

"Cinta katamu?! Ini bukan cinta, Ly! Ini pengkhianatan paling nyata!"

Tanpa bertanya lagi, Ishak berdiri kemudian melepas cincin pertunangan kami dan meletakkannya kasar di atas meja. Cincin yang kami pilih bersama-sama dengan ukiran nama kami dan tanggal pertunangan di bagian dalamnya. 

"Lakukan apa yang kamu mau, Lilyah! Selamat tinggal dan jangan cari aku lagi meski hanya untuk meminta maaf!" 

Langkah sepatu kerja Ishak terdengar jelas beradu dengan lantai cafe and restaurant ini ketika menjauh dariku yang masih duduk sendiri dengan tangis pilu. Bahwa satu kenyataan pahit yang harus kutelan mentah-mentah jika telah kehilangan separuh jiwaku. 

Jemariku terulur mengambil cincin milik Ishak yang terukir namaku disana lalu kugenggam erat-erat. Biarlah aku menangis sendiri di atas kursi ini tanpa memperdulikan tatapan simpati dari pengunjung yang lain. 

Biarlah mereka tahu jika aku patah hati dan sedang tidak baik-baik saja. Bahkan ingin rasanya marah pada takdir yang membuatku kehilangan lelaki sebaik Ishak. 

"Apa salahku, Tuhan? Kenapa aku harus menerima kenyataan pahit ini?" 

*** 

Belum kering luka di hati pasca dari Ishak, kini Papa menambahnya dengan kata-kata yang membuatku menyadari satu hal. Bahwa kehadiranku tidak diharapkan lagi di rumah ini. Aku dianggap seperti sampah berbau menyengat yang harus dibuang sejauh mungkin.

"Paa, ayo sarapan dulu," ajak Mama setelah sarapan tersaji. 

Papa yang sudah siap dengan setelan seragam kerjanya, justru menolak.

"Papa mau makan kalau perempuan itu pergi dari rumah ini! Asal Mama tahu kalau anakku cuma satu. Vela." 

Menyebut namaku saja, Papa enggan. Lalu adikku, Vela, tersenyum tipis mendengar ucapan Papa lalu kembali mengunyah roti bakarnya. Dia seperti menganggap tidak terjadi masalah apapun di rumah.

Betapa kesalnya aku melihat sikap Vela yang acuh seperti ini. Padahal dia seharusnya membantuku menjelaskan pada Papa apa yang terjadi. Karena dia yang membuatku ikut hadir di acara ulang tahun sahabatnya.

"Ayo, Vel. Kita sarapan diluar aja. Papa tambahin uang jajanmu." 

Dengan hati-hati Vela meletakkan roti bakarnya di atas piring lalu berbisik padaku.

"Aku berangkat dulu sama Papa ya, Kak." 

Vela segera menyambar tas kuliahnya lalu berjalan cepat mengikuti Papa. Namun Papa kembali berseru sebelum keluar dari pintu rumah. 

"Papa kasih kamu waktu sampai besok untuk meninggalkan rumah ini, Ly. Malu sama tetangga karena udah ada yang tahu kelakuan bejatmu itu! Dasar anak nggak tahu diri!" 

Mendengar ucapan Papa, merinding membayangkan tubuhku diseret tetangga lalu digiring berjamaah keluar kompleks perumahan. Dengan tabungan yang belum seberapa, aku tidak yakin bisa hidup mandiri di luar sana.

Siang harinya atasan memberi peringatan tegas karena dua hari ini terlambat masuk kantor dan beberapa komplain dari calon penumpang maskapai yang kutangani tidak terselesaikan dengan baik. Akhirnya mereka mengirim surat elektronik yang sialnya langsung terhubungan dengan atasanku, Bu Dira.

"Sekali lagi kamu tidak becus bekerja, silahkan kirim surat pengunduran dirimu ke bagian HRD!"

Usai mendapat teguran, aku kembali ke kubikel dengan wajah tidak ceria sama sekali. Masalah yang menghampiri belakangan ini membuatku tidak memiliki gairah untuk melanjutkan hidup. 

Sudah kehilangan kehormatan, kehilangan calon suami, dibenci keluarga, menjadi bahan gunjingan tetangga, dan kini tidak bekerja dengan baik. 

Setelah seharian memaksa diri dan hati untuk bekerja, akhirnya aku kembali pulang dengan sesak di dada yang masih sama. Walau kami batal menikah, namun cincin milik Ishak masih tergantung aman sebagai liontin di kalung yang kukenakan. 

"Jangan, Pa! Kasihan Lilyah! Dia itu anakmu!"

"Dia bukan anakku! Dia itu pe***ur yang membuat malu nama baik keluarga! Biar dia minggat!"

"Jangan, Pa! Jangan usir Lilyah!"

Aku yang baru saja turun dari taksi online, begitu terkejut melihat teriakan Mama dan Papa di teras rumah. Ada dua tas besar berisi pakaian dengan sebagian isinya telah terburai ke lantai. Papa menendang satu tas yang telah tertutup hingga terjungkal ke paving rumah. 

Sedang Mama tetap memohon pada Papa dengan bersimbah air mata untuk mengampuniku. Tetapi Vela hanya diam, bersedekap, dan berdiri di belakang Papa yang tengah murka. Mengapa dia tidak membantu Mama memintakan ampun untukku?

"Bagus kalau kamu udah datang! Pergi dari rumah ini! Nggak usah nunggu besok!" bentak Papa padaku dengan telunjuk mengarah ke gerbang rumah.

"Sebagai orang tua yang baik, seharusnya Papa nggak gelap mata nuduh aku kayak gitu, Pa! Karena aku bukan pe***ur atau ja***g seperti yang Papa pikirkan! Aku juga berusaha mengingat dan mencari tahu siapa lelaki yang begitu kurang ajar padaku!" belaku.

"Halah, nggak penting! Nasi udah jadi bubur! Lagi pula siapa yang mau percaya ucapanmu heh?!"

Gaji yang masih belum seberapa untuk hidup mandiri, ditambah memiliki gangguan autophobia, membuatku sangat takut bila tinggal seorang diri. Apalagi di tempat baru tanpa ada yang kukenal. 

"Seisi perumahan ini udah tahu gimana bejatnya kamu! Papa sampai ditegur Pak RT gara-gara foto terlaknatmu udah tersebar!"

"Papa bakal menyesal karena nggak percaya sama aku! Karena aku memang benar-benar dijebak! Demi Tuhan!"

"Jangan bawa-bawa Tuhan! Satu lagi, minta pertanggungjawaban sama lelaki itu kalau kamu bingung mau kemana!"

Saat kami sedang berseteru tiba-tiba Vela membuka suara. 

"Kalau Papa malu dengan foto-foto yang udah tersebar, kita bisa carikan Kak Lily penggantinya Kak Ishak," ucapnya santai.

Dua tahi lalat di dekat bibirnya seakan menjadi penanda jika dia adalah gadis yang pandai berargumen. 

"Maksudnya?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 30 Days With Mr. Vague
8.1
Rose tak menyangka bahwa penculiknya adalah Louton Vague, seorang pewaris takhta kaya raya yang terkenal berwibawa. Di balik ketampanannya, Louton menyimpan kekejaman dan misteri besar. Namun, kebersamaan mereka selama penyekapan justru mengungkap luka batin mendalam yang menyiksa pria itu. Rasa iba pun tumbuh di hati Rose, memicu hasrat untuk menyembuhkan sisi gelap sang miliarder. Kini, ia didera dilema hebat: melaporkan kejahatannya atau mengikuti kata hati untuk menolongnya.
Sampul Novel BABY CEO 21+
8.6
Dalam momen yang intim, Vanya terhanyut oleh ciuman intens Ares yang membuatnya sesak napas. Sentuhan lembut serta kecupan membara dari Ares di area sensitif terus membakar gairah Vanya hingga ia mengerang gelisah. Di tengah gejolak hasrat yang menyiksa itu, Vanya berulang kali memanggil nama Ares seolah mendambakan lebih. Namun, Ares dengan tenang memintanya untuk menikmati prosesnya dan tidak terburu-buru, membiarkan ketegangan romansa dewasa mereka kian memuncak.
Sampul Novel Cinta yang Sirna Sebelum Fajar
9.2
Shasa Handoko diam-diam menghitung mundur sepuluh hari terakhir yang tersisa sebelum ia mendonorkan ginjalnya demi menyelamatkan Arya Lexim. Setelah prosedur medis itu selesai, Arya akan mendapatkan kembali kesehatannya, sementara Shasa, sosok pengganti yang selama ini dibenci, memilih untuk melangkah pergi dan menghilang selamanya. Shasa hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, apakah Arya akan mengingat dirinya saat pria itu hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya, meski ia tahu jawabannya mungkin adalah tidak sama sekali.
Sampul Novel Hasrat Cinta Terlarang CEO
8.8
Hati Rachael hancur dan ia tak lagi memercayai cinta setelah ditinggal pergi oleh kekasihnya di hari pernikahan mereka. Di tengah keputusasaan itu, takdir mempertemukannya kembali dengan Andrew Collins, putra dari sahabat ayahnya. Merasa tidak memiliki harapan lagi dalam hal asmara, Rachael akhirnya setuju untuk menikahi pria tersebut. Tanpa ia sadari, keputusan besar ini menjadi awal dari rencana takdir yang akan mengubah pandangannya tentang hubungan dan masa depannya.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Luka Cinta Dari Suami Obsesif
8.6
Demi menyelamatkan kakeknya, seorang wanita terpaksa menikahi Simon Adijaya yang telah mengurungnya selama sepuluh tahun. Naas, dia justru disiksa Virginia hingga wajahnya hancur, lalu dibuang Simon ke sungai es dalam kondisi sekarat. Di ambang kematian, ia mengetahui sang kakek telah wafat. Simon telah merenggut orang tua, kebebasan, dan harapannya. Kini, dengan dendam yang membara, wanita itu bersumpah akan bangkit untuk menghancurkan hidup Simon sepenuhnya.