APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PIALA UNTUK KAKAK

PIALA UNTUK KAKAK

Dengan hati yang hancur, Adrian memasuki kamar mendiang adik perempuannya, Riana. Di dalam ruangan sunyi itu, rasa penyesalan yang mendalam mulai menyelimuti dirinya. Sambil memandangi foto masa kecil mereka yang terpajang di meja belajar, Adrian bersimpuh dalam kesedihan. Ia pun membisikkan kata maaf dengan tulus, meratapi semua kesalahan di masa lalu yang kini tidak akan pernah bisa ia perbaiki lagi setelah kepergian Riana selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dokter Ayu kembali ke rumah sakit dan Riana kembali ke kamarnya.

"Mah... Pah... Ria kangen sama kalian..!!" ucap Riana yang sedang duduk di tepi jendela kamarnya dengan memeluk photo kedua orangtuanya...

Air mata mengalir di pipi manis gadis remaja itu karena tidak kuat menahan rasa rindu pada kedua orang tuanya.

"Mah... Pah... Andai dulu Ria gak manja..! Mungkin mama dan papa masih ada di sini. Maafin Ria ya mah, pah..!! Kalian tahu Ria kesepian gak ada seorangpun yang mau nemenin Ria..!! Kakak sibuk banget, Tante Diana dan Omah juga jarang berkunjung ke rumah..!!"

ucap Riana yang terus menangis

Bi Tini mengetuk pintu...

"Non boleh bibi masuk?" tanya Bi Tini

"Boleh bi, masuk aja.!!" jawab Riana

Bi Tini masuk dan melihat Riana sedang menangis

"Non kenapa nangis?" tanya bi Tini yang menghampiri Riana

"Ria kangen sama mama papa bi...!!" Riana memeluk bi Tini

"Sabar ya non, non jangan sedih. Kan ada bibi di sini yang menemani non Ria.." Bi Tini memeluk erat tubuh Riana

"Sakit bi...!" ucap Riana

"Coba bibi lihat non..!!" Bi Tini membuka pakaian Riana dan melihat luka cambukan dari Adrian

"Bibi olesi salep ya, tadi dokter Ayu bilang harus di olesi salep biar engga sakit dan pegal..!" ucap bi Tini yang melihat Riana dengan wajah sedih

"Ia bi...!!" ucap Riana

"Sini non baringan di tempat tidur..!" ajak bi Tini

Riana membaringkan tubuhnya dan Bi Tini mengobatinya

******************************************

Di rumah Siska sahabat Riana

"Mah...!! Siska mau bicara...!!" ucap siska yang menghampiri mamahnya yang sedang duduk memeriksa hasil belajar siswa pada hari ini

"Mau bicara apa sis..!?" tanya Bu Riska mamahnya Siska

"Mah, menurut Siska Bu Sekar keterlaluan. Bu Sekar gak dengerin penjelasan Siska dan Ria, kasihan si Ria sampai pingsan gara-gara hukuman Bu Sekar..!!" ucap Siska pada mamahnya

"Kalian hari ini terlambat hampir satu jam pelajaran...!! kalian kemana saja??" tanya Bu Riska

"Kita udah berangkat sesuai jadwal kita mah...!!" ucap Siska

"Terus kenapa nyampe nya jam 9 Siska...!!?" tanya Bu Riska

"Tadi pagi tuh ada kecelakaan terus jalanan macet..!! terus parahnya lagi..!! malah jadi tontonan warga, gak ada satu orangpun yang membantu bahkan gak ada seorangpun yang menghubungi rumah sakit..!! Untung si Ria punya inisiatif sendiri, dia langsung telpon ambulance dan macet pun mulai teratasi. Gitu mamah...!! Itu penjelasan yang belum sempat Siska sampaikan, tapi Bu Sekar seenaknya hukum kita...!! Siska gak terima mama harus hukum Bu Sekar...!!" ucap manja Siska pada mamanya

"Sayang, walaupun mama ini kepala sekolah. Kan itu terjadi antar guru dan murid masa mama ikut campur sih..!!" ucap Bu Riska

"Ikh, mama gak peka..!!" Siska cemberut

"Ia...!! Nanti mama bicarakan dengan Bu Sekar..!!" rayu Bu Riska yang memeluk erat putrinya

"Beneran ya mah...!?" ucap Siska yang gembira

"Ia, beneran. Sudah kamu belajar gih, jangan ganggu mamah. Mama lagi sibuk..!!" ucap Bu Riska

******************************************

Hari telah berganti hari... Riana masih belum bisa berangkat sekolah karena sekujur tubuh Riana masih penuh luka cambukan kakaknya.. Dia hanya mengirimkan pesan bahwa dia tidak akan masuk sekolah hari ini..

"Anak-anak apa Riana tidak masuk lagi hari ini!?" tanya Bu Sekar wali kelasnya

"Riana masih sakit Bu, tadi pagi kakaknya sudah menghubungi kepala sekolah.!!" jawab Siska

"Oh ia, ya sudah baiklah, mari kita mulai pelajarannya..!!" ucap Bu Sekar

Tok-tok... Bunyi seseorang mengetuk pintu...

"Permisi Bu Sekar, Ibu di panggil Bu Riska ke ruangan kepala sekolah..!" ucap pak Haris keamanan sekolah

"Baik pak, anak-anak ibu tinggal dulu tolong kalian hafalkan halaman 34-40 ya setelah ibu kembali kita lanjutkan dengan pertanyaan kuis..!!" ucap Bu Sekar yang pergi ke luar

"Yah......!!!" semua murid mengeluh

Bu Riska berbicara mengenai kejadian kemarin-kemarin yang terjadi pada Riana dan Siska di perjalanan ke sekolah

Sepertinya Bu Sekar merasa bersalah

"Baik Bu...!! Saya mengerti, mohon maaf saya bersalah karena main hukum anak-anak tanpa mendengarkan penjelasan mereka. Sepertinya saya harus menemui Riana untuk minta maaf secara langsung..!!" ucap Bu Sekar

"Semua keputusan di tangan ibu...! Saya hanya memberikan pendapat..!!" ucap Bu Riska

"Baik Bu, kalau begitu saya permisi. Terimakasih sudah menjelaskan semuanya pada saya, setelah jam pulang sekolah saya akan langsung ke rumah Riana..!!" ucap Bu Sekar

"Baik Bu, silahkan..!!" ucap Bu Riska

******************************************

Kunjungan Bu Sekar ke rumah Riana

"Permisi...!! Selamat sore pak...!!" ucap Bu Sekar memanggil satpam rumah yang berdiri di dalam ruangannya

"Selamat sore Bu, kalau boleh tahu Ibu ada keperluan apa dan mau bertemu dengan siapa???" tanya pak Mamat satpam rumah Riana

"Apakah benar ini rumahnya Riana???" tanya Bu Sekar

"Ia Bu benar...!! Kalau boleh tau si Ibu ini siapa ya???" tanya pak Mamat

"Saya wali kelas nya Riana, saya datang kesini untuk mengunjungi Riana yang sedang sakit. Apa boleh saya masuk???" tanya Bu Sekar

"Boleh Bu...! Tapi saya lapor dulu ke den Adrian ya Bu. Takut non Ria di marahi.!!" ucap pak Mamat

"Ia pak silahkan..!" ucap Bu Sekar

Pak Mamat menelpon Adrian

"Hallo den...!" ucap pak Mamat

"Ada apa pak Mamat?" tanya Adrian

"Ini den, ada wali kelasnya non Ria. Katanya mau menjenguk non Ria, apa boleh saya persilahkan untuk masuk den???" tanya pak Mamat

"Ia gak papa, suruh masuk aja...!" jawab Adrian

"Baik den, bapak tutup ya den...!" ucap pak Mamat

Pak Mamat menutup telponnya

"Bu, silahkan masuk...!" pak Mamat memanggil Bu Sekar yang berdiri di luar

Di dalam rumah Riana

***

Bu Sekar mengetuk pintu dan Bi Tini membukakan pintu untuknya

"Permisi, selamat sore...!" ucap Bu Sekar

"Selamat sore Bu, maaf mau bertemu dengan siapa??" tanya Bi tini

"Saya mau bertemu dengan Riana, apa Riana nya ada?" jawab Bu Sekar

"Oh...! Ia Bu ada, mari Bu masuk!" ajak bi Tini

"Terimakasih!" ucap Bu Sekar yang mengikuti bi Tini

"silahkan duduk Bu, saya panggil dulu non Ria nya..!" kata Bi Tini yang mempersilakan Bu Sekar masuk ke ruang tamu

"Ia bi!" ucap Bu Sekar

Bi Tini pergi ke atas untuk memanggil Riana.Tak lama Riana turun,dengan memakai sweater untuk menutupi lukanya.

"Selamat sore Bu...!" sapa Riana pada gurunya, dan tak lupa ia memberikan salam

"Selamat sore Riana, bagai mana keadaan kamu??" tanya Bu Sekar

"Alhamdulillah udah baikan Bu..!!" jawab Riana

"Syukurlah kalau begitu, ibu merasa bersalah atas kejadian kemarin. Ibu kesini datang untuk meminta maaf sama kamu Riana..!!" ucap Bu Sekar

"Bukan salah ibu kok, kemarin-kemarin saya kesiangan karena ada sedikit kendala di jalan...!" ucap Riana dengan senyum pada sangguru

"Ia, seharusnya ibu dengarkan dulu penjelasan kalian..!!" raut wajah Bu Sekar begitu menyesal

"Gak papa kok Bu, kan kita berdua sering telat. Hehe, maafin ya Bu..!"Riana tersenyum pada gurunya

"Tetap saja, kamu sampai pingsan kemarin. Itu yang membuat ibu jadi merasa bersalah...!!" Bu Sekar mantap dengan serius ke arah Riana

"Kemarin saya belum sarapan Bu, jadinya pingsan deh. Hehe, maaf ya udah bikin ibu kaget..!" Riana dengan senyum menjawab setiap ucapan sang guru

"Ngomong-ngomong apakah orang tua kamu belum pulang kerja..!? Rasanya rumah kamu sepi banget?? Dan mana kakak kamu yang kemarin datang jemput kamu???" tanya Bu Sekar

"Emmm.... Mama dan Papa sudah lama meninggal sekitar kurang lebih 12 tahun yang lalu. Saya di sini tinggal berdua sama kakak..!!" jawab Riana dengan raut wajah sedih

"Eh, maaf ibu gak tau kalau orang tua kamu sudah meninggal..!!" ucap Bu Sekar yang khawatir melihat muridnya yang sedih

(Bu Sekar tidak tahu kisah Riana karena dia adalah guru pindahan dari kota lain dan baru satu tahun mengajar di sekolah itu)

"Enggak papa kok Bu, Ibu kan gak tahu..!" jawab Riana

"Lalu mana kakakmu?? Ibu ingin bicara dengannya!?" tanya Bu Sekar

"Kalau kakak, jam segini belum pulang. Biasanya kakak pulangnya malem Bu...!" jawab Riana

"Terus kamu di rumah sama siapa??" tanya Bu Sekar yang melihat ke sekeliling rumah

"Sendiri, tapi ada Bi Tini. Jadi saya gak takut, udah biasa kok Bu..!" jawab Riana

"Di rumah sebesar ini, dia hanya tinggal dengan kakaknya. Tanpa ada orang tua..! Pantas saja dia selalu terlambat sekolah!!" ucap Bu Sekar dalam hati

Sepi, sunyi. Suasana rumah yang di tempati Riana.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DIHAMILI SUAMIKU
8.0
Hidup Alexa Banderas hancur di hari kelulusan akibat pembunuhan orang tuanya oleh sang paman yang mengincar dokumen Taurus Corps. Di tengah duka, ia dipaksa menikah dengan Martin Snowden, pria kasar yang membencinya. Kini, Alexa harus memimpin perusahaan besar sekaligus melindungi sang suami dari kekasihnya yang licik demi mengamankan aset keluarga. Mampukah ia membalas dendam, mengelola bisnis, dan meluluhkan hati Martin yang begitu keras?
Sampul Novel Apakah Ini Cinta?
8.4
Menikah dengan Tristan yang super posesif karena sindrom Jacob membuat hidupku terkunci. Setelah memaksa tunanganku pergi dan menuntut pernikahan, Tristan memantauku selama sepuluh tahun dengan gelang pelacak. Meski sangat mengekang, sang miliarder juga melindungi dan memanjakanku tanpa batas dari siapa pun yang menghinaku. Namun, saat aku akhirnya hamil setelah dia membatalkan vasektominya demi mendapatkan hatiku, sebuah tragedi terjadi. Kakaknya menyerbu vila kami, menuduhku berselingkuh berdasarkan bukti palsu, dan memukulku hingga keguguran di hadapan Tristan yang baru tiba.
Sampul Novel Dari Pengantin Tercampakkan Menjadi Istri Saingannya
9.2
Tiga tahun merajut kasih, Claudia justru ditinggalkan Antonius tepat di hari pernikahan mereka. Di tengah cibiran para rival yang menertawakan kemalangannya, Claudia membuat kejutan besar. Ia memamerkan akta pernikahan dengan Bennett Dreskin, musuh bebuyutan mantan kekasihnya. Pernikahan yang semula dikira sekadar formalitas itu berubah manis saat Bennett menyatakan cinta di depan media. Claudia pun sukses membalikkan nasib dari pengantin terbuang menjadi wanita paling bahagia.
Sampul Novel Gairah Terpendam Suami Kontrak
8.4
Kavita rela menikahi bosnya, Ezra, secara kontrak selama setahun demi melunasi utang Deryl, suaminya. Namun, pengorbanan itu sia-sia setelah Deryl diam-diam berkhianat dan menikahi Yura. Kecewa, Kavita memperpanjang masa kontrak dengan Ezra untuk menghancurkan Deryl dan merebut seluruh kekayaannya. Saat misi balas dendamnya sukses dan masa perjanjian habis, Ezra justru enggan melepaskan Kavita dari dekapannya.
Sampul Novel KUMPULAN KISAH ROMANTIS
9.1
Antologi ini menyajikan lika-liku cinta masa muda yang penuh emosi. Pembaca akan diajak menyelami kisah pilu batalnya pertunangan akibat pengkhianatan, hingga manisnya romansa siswi SMA dengan ketua OSIS. Konflik makin menarik lewat kisah gadis desa yang memendam rasa pada idola sekolah di kota, serta rumitnya persahabatan beracun dalam geng. Setiap karakter dituntut bersikap dewasa dalam menghadapi badai perasaan demi menemukan solusi terbaik atas masalah asmara mereka.
Sampul Novel Lidah Menantu
9.5
Sikap santun sang menantu rupanya hanya topeng. Kini, Mak Esah harus menghadapi lisan tajam dan perilaku tidak sopan dari istri anaknya tersebut. Di balik perubahan drastis ini, Mak Esah mencium adanya sebuah rahasia besar yang sengaja ditutupi darinya. Konflik batin dan ketegangan di antara mereka pun kian memuncak. Sanggupkah Mak Esah bertahan dari tekanan mental yang menderanya? Mampukah semua misteri dan kebenaran yang tersembunyi akhirnya terbongkar?