APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Petaka Ponsel Rahasia Suamiku

Petaka Ponsel Rahasia Suamiku

Bagi Amelia, Bima adalah suami idaman, sampai sebuah gawai rahasia membongkar dusta di balik pernikahan mereka. Petunjuk mengarah pada inisial L yang penuh teka-teki. Demi melindungi hak si kembar, Yuki dan Yuka, Amelia bergerak mengamankan seluruh asetnya. Namun, dunianya runtuh kala menduga bahwa Dinda, adik angkatnya, merupakan selingkuhan sang suami. Di tengah kekacauan itu, Denis yang merupakan cinta pertama Amelia hadir membawa kebimbangan baru.
Bab
Bagikan

Bab 1

Drrrtttt Drrrtttttt

Suara ponsel bergetar. Ponsel siapa? Mataku tertuju pada plastik hitam yang terselip di bagasi mobil Mas Bima -- suamiku.

Benar saja. Ada ponsel keluaran terbaru di sana. Kuusap layar dengan tangan gemetar. Ada pesan yang masuk ke ponselnya. Kubaca lewat notifikasi di layar.

[Tolong belikan vitamin sama susu hamil, ya, Mas. Merk kemarin bikin mual coba ganti yang lain barangkali lebih enak di perut. Jangan lama-lama, ya, Mas]

Deg. Deg. Deg. Hati mulai berdebar.

Ponsel Mas Bimakah ini? Kenapa aku nggak pernah tahu kalau Mas Bima punya ponsel baru? Lantas, ini pesan dari siapa?

Hanya tertera nama L di kontaknya. Bahkan, belum ada kontak lain di ponsel ini kecuali pengirim pesan barusan. Pikiranku mulai tak tenang.

"Gimana, Dek? Ada nggak berkasnya?" Pertanyaan Mas Bima dari ruang keluarga mengagetkanku. Segera kubungkus kembali ponsel itu ke dalam plastik dan meletakkannya ke tempat semula.

"Nggak ketemu, Mas. Sudah aku cari kemana-mana, jok depan belakang sampai kolong bahkan di bagasi juga nggak ada," ucapku sedikit menaikkan volume supaya Mas Bima mendengar suaraku.

"Ba-- bagasi, Dek?" Agak gugup dia bertanya, membuatku mengerutkan alis seketika.

Kulihat Mas Bima berjalan tergesa menghampiriku. Wajahnya agak pias. Buru-buru menutup bagasi mobil lalu menarik pelan lengan kiriku.

Aneh!

"Mungkin ketinggalan di kantor, Dek. Biar kuambil dulu, ya?" ucap Mas Bima masih dengan sedikit gugup, membuatku semakin curiga.

Biasanya aku memang tak pernah mengecek mobil Mas Bima apalagi sampai bagasi. Tiap keluar makan, jalan atau belanja bulanan Mas Bima yang menata dan mengambil barang dari bagasi, aku cukup mengurus kedua anakku saja. Si kembar Yuka dan Yuki.

"Mau ke kantor lagi, Mas?" tanyaku lirih. Kutatap wajah Mas Bima yang sedikit gelisah.

"Sudah malam loh ini," ucapku lagi.

"Nggak apa-apa, Dek. Ada satpam juga kan, di kantor. Lagipula besok weekend, Mas mau selesaikan biar senin bisa dibawa ke kantor lagi," ucap Mas Bima sembari menepuk bahuku pelan.

Tak bisa banyak komentar, aku iyakan saja alasannya. Sebelum masuk mobil, kucium punggung tangan Mas Bima lalu masuk kembali ke rumah.

Kuintip dari balik gorden, Mas Bima kembali membuka bagasi. Buru-buru mengambil plastik hitam itu dan membuka isinya. Sambil tolah-toleh dia membuka ponsel itu. Aku yakin dia sedang membaca pesan yang masuk ke sana.

Ingin rasanya mengikuti Mas Bima dengan motor maticku. Tapi urung kulakukan. Tak mungkin kutinggalkan Yuka dan Yuki sendirian. Apalagi jika kuajak serta, tak mungkin juga. Takut masuk angin kalau kena angin malam.

Ah sudahlah. Lain kali kuselidiki sendiri, apa yang sebenarnya disembunyikan Mas Bima dariku.

Bergegas ke ruang keluarga, Yuka dan Yuki masih main petak umpet. Usia mereka genap enam tahun tanggal 15 Februari ini.

Kembali terdengar suara ponsel berdering. Ponsel utama Mas Bima tertinggal di meja kamar. Kubuka saja ponselnya yang tak terkunci itu.

Tumben!

Biasanya ponselnya selalu menggunakan password dengan alasan takut dipencet-pencet si kembar. Dan aku pun istri yang tak terlalu kepo dengan ponsel suami. Percaya dengan cinta dan kesetiaannya.

[Mas, kamu lembur apa nggak? Apa sudah pulang ke rumah Mbak Amel?]

Pesan dari Adinda-- adik angkatku. Seketika keningku berkerut. Apa ada hubungannya dengan pesan di ponsel terbaru Mas Bima barusan?

Ah nggak! Segera kubuang jauh-jauh pikiran buruk itu. Wajar jika Dinda menanyakan kepulangan Mas Bima. Toh biasanya memang aku menyuruh Mas Bima untuk menjemputnya di kampus atau ke kostnya jika weekend tiba.

Adinda adalah adik angkatku yang kini kuliah semester akhir. Sejak semester tujuh dia memang minta untuk kost di dekat kampusnya supaya nggak kemalaman kalau sedang di perpus bersama teman-temannya mengerjakan skripsi. Awalnya kutolak, aku takut dia terjerumus pergaulan bebas.

Namun karena dia berjanji tak mengecewakanku, akhirnya kusetujui saja dia kost di sana. Mas Bima juga yang mencarikan kost khusus muslimah untuknya.

Drrttt ... Drrtt...

[Mas ... besok jemput jam lima, ya? Aku mau ke baby shop]

Deg. Deg.

Dinda mau ke Baby Shop? Ngapain? Pikiranku makin kacau.

[Din, ini Mbak Amel. Mas Bima balik ke kantor lagi katanya mau ambil berkas. Ohya, kamu ke baby shop mau ngapain? Apa Mbak antar saja?]

Kubalas pesan Dinda yang masuk ke ponsel Mas Bima barusan. Cukup lama dia mengetik.

[Oh, Mas Bima lagi keluar ya, Mbak. Yaudah kalau gitu mbak. Maaf mengganggu, ya. Aku ke baby shop mau beli pakaian bayi, Mbak. Buat kado temen]

Kuhembuskan napas lega saat membaca balasannya. Harusnya memang aku tak terlalu menaruh curiga pada mereka. Buang jauh-jauh pikiran buruk itu supaya hidupku tak diselimuti was-was.

"Bun ... ada tante Bella nih!" Teriakan Yuka cukup mengagetkan. Kuletakkan kembali ponsel Mas Bima di atas meja. Bergegas ke ruang tamu untuk menemui Bella. Dia teman kuliahku yang kini sekantor dengan Mas Bima.

"Hai Bella, apa kabar?" Sapaku sembari memeluknya hangat. Aku dan dia saling cipika-cipiki selayaknya sahabat.

"Baru pulang dari kantor?" tanyaku lagi.

Dia mengangguk pelan. Menyerahkan dua bungkus martabak cokelat untuk Yuka dan Yuki.

"Ketemu Mas Bima dong. Dia bilang mau ke kantor lagi ngambil berkas."

Bella mengerutkan kedua alisnya, sedikit berpikir.

"Nggak ada Bima di kantor, Mel. Kalaupun dia balik lagi pasti ketemu aku."

Bella terlihat begitu serius menjawab ucapanku. Siapa yang berdusta di sini? Bella? Apa untungnya? Atau Mas Bima? Buat apa dia berdusta?

Sepertinya aku memang harus menyelidiki kejanggalan ini. Tak akan kubiarkan Mas Bima terus membohongi dan membodohiku setiap hari. Lihat saja akibatnya jika sampai dia main serong di belakangku.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 30 Days Lover
8.0
Trauma masa lalu membuat Rayhan takut berkomitmen, hingga ia membuat aturan ketat untuk membatasi hubungan asmaranya hanya selama tiga puluh hari. Namun, benteng pertahanan itu mulai goyah setelah kehadiran Alda, sosok wanita ideal yang sangat memikat hatinya. Kini, Rayhan dihadapkan pada dilema besar. Dia harus memilih untuk tetap aman di balik aturan buatannya atau berani melawan ketakutannya demi memperjuangkan cinta sejati bersama Alda.
Sampul Novel Bayangan Diri Orang yang Kucintai
8.0
Sehari pasca pengajuan cerai antara Mulan Angeta dan Narto Gunawan, publik dihebohkan oleh dua video viral yang bertolak belakang. Video pertama merekam Mulan berusia 22 tahun yang setia menemani Narto merintis karier bernyanyi di lorong bawah tanah dengan penuh harapan. Namun, video kedua justru memperlihatkan Narto di atas panggung Penghargaan Melodi Emas bersama Shinta Claudia, di mana pria itu menyatakan cinta dalam bahasa Italia dan mengisyaratkan kebebasannya dari bayang-bayang Mulan.
Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel sangat berharap Nathan mengizinkannya pergi membawa putri mereka, Key. Akan tetapi, amarah membuat Nathan menolak mentah-mentah permintaan itu karena enggan ditinggalkan lagi. Nathan menegaskan Key hidup bahagia bersamanya dan melarang Rachel mendekat. Di balik sikap kerasnya menahan Rachel, tersimpan rasa cinta yang begitu besar. Nathan sama sekali tidak berniat menyakiti; ia hanya ingin memastikan Rachel dan Key selalu berada di sisinya.
Sampul Novel Om Bule Menjadi Kekasihku
8.4
Saat berlibur selama 12 hari di Luzern, Ela, seorang pegawai swasta, bertemu dengan pengusaha properti asal Libanon bernama Ali. Hubungan dekat mereka mendadak diterpa isu miring ketika paparazzi menuding Ela sebagai perusak hubungan Ali dan artis Nihan. Namun, Ali mengejutkan publik dengan mengumumkan Ela sebagai pacarnya saat konferensi pers. Walau Ela sempat bimbang karena kendala jarak antarnegara, Ali nekat datang ke Jakarta untuk membuktikan cintanya.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Usai berjuang keras demi bayi tabung, pengkhianatan Hardian terbongkar lewat video mesra dan pencurian uang perusahaan. Di acara kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, hadir menyelamatkan. Kini, kami bersekutu secara rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan para pengkhianat itu.
Sampul Novel Pernikahan Sebatas Status
8.0
Demi mempertahankan rumah peninggalan orang tuanya, Jingga menyetujui sebuah kesepakatan rumit. Ia bersedia menjadi istri kontrak bagi Ganendra, seorang miliarder yang butuh perlindungan dari kejaran wanita pemburu harta. Pernikahan formalitas ini awalnya dilakukan demi keuntungan pribadi masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu, sandiwara tersebut justru menumbuhkan perasaan tulus. Hubungan tanpa rasa kini bersemi menjadi cinta yang nyata dan mendalam di antara keduanya.