APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Petaka Ponsel Rahasia Suamiku

Petaka Ponsel Rahasia Suamiku

Bagi Amelia, Bima adalah suami idaman, sampai sebuah gawai rahasia membongkar dusta di balik pernikahan mereka. Petunjuk mengarah pada inisial L yang penuh teka-teki. Demi melindungi hak si kembar, Yuki dan Yuka, Amelia bergerak mengamankan seluruh asetnya. Namun, dunianya runtuh kala menduga bahwa Dinda, adik angkatnya, merupakan selingkuhan sang suami. Di tengah kekacauan itu, Denis yang merupakan cinta pertama Amelia hadir membawa kebimbangan baru.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hampir dua jam aku menunggu dengan gusar kepulangan Mas Bima. Suasana begitu hening. Malam mulai merayap naik. Jam sepuluh lebih, belum terdengar deru mobil Mas Bima.

Tak ada inisiatifnya untuk menelepon atau mengirimkan pesan untukku. Aku tahu ponsel lamanya memang tertinggal, tapi kenapa dia tak menggunakan ponsel barunya? Atau paling tidak pinjam seseorang untuk sekedar memberi kabar supaya aku tak secemas ini.

Yuki dan Yuka sudah terlelap sejak satu jam yang lalu membuat rumah ini semakin terasa sepi. Kulangkahkan kaki menuju dapur, membuat kopi untuk sekedar menghangatkan badan karena hawa dingin mulai menusuk kulit.

Tak berselang lama, ponselku berdering. Dari nomer tak dikenal.

"Dek, aku pulang agak telat, ya? Lagi kongkow di warung kopi sama temen. Mumpung besok libur. Nggak enak kalau langsung cabut pulang nanti diketawain mereka dikira suami takut istri," ucap Mas Bima lirih.

"Temen siapa, sih, Mas?" tanyaku singkat. Bella bilang nggak ketemu Mas Bima di kantor, lantas ke mana dia? Kongkow sama temen siapa?

"Temen kantor lah. Siapa lagi?" jawabnya santai.

"Bella baru ke sini loh, Mas. Dia bilang nggak ketemu kamu di kantor. Jangan sampai kamu ketahuan bohong, ya, Mas. Karena sekali bohong jadi ketagihan buat bohong lagi dan lagi," ucapku kesal.

"Siapa yang bohong, sih, Dek? Nggak ada gunanya juga bohong. Bella nggak lihat mungkin, karena aku langsung ke ruang manager terus pulang," ucap Mas Bima sedikit gugup.

"Berarti kamu sudah diangkat jadi manager, Mas? Kok nggak bilang-bilang? Sejak kapan?" Cecarku kemudian.

Beberapa bulan lalu Mas Bima memang bercerita akan dipromosikan naik jabatan tapi setelah itu dia nggak pernah cerita apa pun. Nggak tahunya dia sudah jadi manager. Teganya tak memberi tahu istrinya sendiri.

Mas Bima terdengar makin gugup saat aku tahu jabatan di kantornya kini. Apa dia memang keceplosan bicara? Seandainya tak tersudut, mungkin kah dia sengaja menutupi semuanya dariku?

Pikiran aneh mulai merajai otak. Apalagi sikap Mas Bima yang mendadak gugup dan terbata makin membuatku curiga.

"Baru kok, Dek. Baru--

"Kapan, Mas? Kamu mau ngaku sekarang atau aku akan tanya Bella saja," ancamku.

"Sudah empat bulan yang lalu, Dek," jawabnya lirih.

Empat bulan lalu? Dia sengaja menyembunyikan jabatannya? Dia juga tak memberi tambahan belanja sepeser pun untukku. Bahkan aku minta asisten untuk sekedar bantu cuci setrika saja dia nggak mengijinkan dengan alasan pemborosan?

Ke mana saja gajinya selama ini? Biasanya tiap naik jabatan juga dapat bonus. Dia simpan di mana? Nggak mungkin kan ditaruh di bawah bantal.

"Gajimu naik dong, Mas? Tapi kenapa uang bulanan masih sama? Padahal aku sudah bilang kalau kebutuhan si kembar makin banyak apalagi sudah mulai TK bahkan tahun ini sudah masuk SD," ucapku mulai geregetan dan emosi.

"Iya, Dek. Nanti kita bicarakan di rumah, ya? Nggak enak ini ponsel minjem. Lagian temen-temen mulai ngeledek, nih," ucapnya lirik setengah berbisik.

"Temen siapa, sih, Mas? Coba aku mau dengar suaranya?"

"Temen kantor, Dek. Sudah lah, sebentar lagi aku pulang. Kalau kamu sudah ngantuk, tidur dulu aja, ya?" ucapnya lagi sembari menutup telepon.

Gelisah. Hanya itu yang dapat kurasakan. Boro-boro tidur, sekedar memejamkan mata saja rasanya nggak bisa. Bolak-balik melihat jarum jam. Menurutku ini bukan pengaruh kopi, tapi karena hati dan mata nggak sinkron jadilah nggak bisa tidur.

Hampir jam sebelas malam namun Mas Bima belum juga datang. Kutelepon nomer tak dikenal yang dipakai Mas Bima tadi. Sudah nggak aktif. Alisku mulai mengerut, curiga.

Kusesap kopi yang mulai dingin. Deru mobil Mas Bima mulai masuk ke garasi. Syukurlah, akhirnya dia pulang juga.

Kubuka pintu perlahan. Mas Bima tersenyum sembari menenteng map, mungkin berkas yang dia maksud tadi. Apa dia memang benar ke kantor dan Bella tak melihatnya?

"Belum tidur, Dek?" tanyanya pelan. Melepas sandal dan menatanya di rak lalu melangkah ke ruang keluarga.

"Aku ke kantor, Dek. Ini buktinya. Berkas-berkas ketinggalan di sana," ucapnya mencoba meyakinkan. Aku hanya mengangguk pelan. Mungkin dia benar, mungkin juga ingin dibenarkan. Entah!

"Yasudah, aku mau mandi dulu, Dek. Tolong masukkan ke mesin cuci, ya?"

Mas Bima melepas kaosnya dan memberikannya padaku. Lagi-lagi aku hanya mengangguk, mengikuti perintahnya.

"Loh, Mas. Sebelum ke kantor kamu kan sudah mandi. Kok sekarang mandi lagi? Mana sudah malam ini."

Mas Bima sedikit salah tingkah. Aku tahu dia masih mencoba mencari alasan. Bola matanya melirik ke kanan dan ke kiri. Sikapnya kali ini benar-benar membuatku semakin curiga.

Rahasia apa yang sedang ditutupinya?Sudah tujuh tahun lebih berumah tangga dengannya, aku cukup tahu jika saat ini dia sedang tak baik-baik saja mendengar pertanyaanku barusan.

"Gerah, Dek. Mandi dulu lah biar seger. Tidur juga nyenyak," ucapnya lagi. Dia tersenyum kecil lalu masuk ke kamar mandi.

Jelas-jelas hawanya begitu dingin sampai aku membuat kopi untuk sekadar menghangatkan badan. Mas Bima bilang justru sangat gerah. Aneh.

Kumasukkan kaos kotor Mas Bima ke dalam mesin cuci. Namun entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal di hati. Kubolak-balik kaos abu-abunya. Bau parfum yang menempel di kaosnya saat ini berbeda, bukan seperti yang biasa dipakai Mas Bima. Kuhirup beberapa kali untuk memastikan. Benar saja, bau parfum perempuan. Tapi ... bau parfumnya juga tak terlalu asing di penciumanku.

Apa Mas Bima memang selingkuh dengan seseorang yang kukenal?

Mas Bima ke luar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.

"Loh, Mas. Ngapain kamu malam-malam keramas segala?"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 30 Days Lover
8.0
Trauma masa lalu membuat Rayhan takut berkomitmen, hingga ia membuat aturan ketat untuk membatasi hubungan asmaranya hanya selama tiga puluh hari. Namun, benteng pertahanan itu mulai goyah setelah kehadiran Alda, sosok wanita ideal yang sangat memikat hatinya. Kini, Rayhan dihadapkan pada dilema besar. Dia harus memilih untuk tetap aman di balik aturan buatannya atau berani melawan ketakutannya demi memperjuangkan cinta sejati bersama Alda.
Sampul Novel Bayangan Diri Orang yang Kucintai
8.0
Sehari pasca pengajuan cerai antara Mulan Angeta dan Narto Gunawan, publik dihebohkan oleh dua video viral yang bertolak belakang. Video pertama merekam Mulan berusia 22 tahun yang setia menemani Narto merintis karier bernyanyi di lorong bawah tanah dengan penuh harapan. Namun, video kedua justru memperlihatkan Narto di atas panggung Penghargaan Melodi Emas bersama Shinta Claudia, di mana pria itu menyatakan cinta dalam bahasa Italia dan mengisyaratkan kebebasannya dari bayang-bayang Mulan.
Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel sangat berharap Nathan mengizinkannya pergi membawa putri mereka, Key. Akan tetapi, amarah membuat Nathan menolak mentah-mentah permintaan itu karena enggan ditinggalkan lagi. Nathan menegaskan Key hidup bahagia bersamanya dan melarang Rachel mendekat. Di balik sikap kerasnya menahan Rachel, tersimpan rasa cinta yang begitu besar. Nathan sama sekali tidak berniat menyakiti; ia hanya ingin memastikan Rachel dan Key selalu berada di sisinya.
Sampul Novel Om Bule Menjadi Kekasihku
8.4
Saat berlibur selama 12 hari di Luzern, Ela, seorang pegawai swasta, bertemu dengan pengusaha properti asal Libanon bernama Ali. Hubungan dekat mereka mendadak diterpa isu miring ketika paparazzi menuding Ela sebagai perusak hubungan Ali dan artis Nihan. Namun, Ali mengejutkan publik dengan mengumumkan Ela sebagai pacarnya saat konferensi pers. Walau Ela sempat bimbang karena kendala jarak antarnegara, Ali nekat datang ke Jakarta untuk membuktikan cintanya.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Usai berjuang keras demi bayi tabung, pengkhianatan Hardian terbongkar lewat video mesra dan pencurian uang perusahaan. Di acara kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, hadir menyelamatkan. Kini, kami bersekutu secara rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan para pengkhianat itu.
Sampul Novel Pernikahan Sebatas Status
8.0
Demi mempertahankan rumah peninggalan orang tuanya, Jingga menyetujui sebuah kesepakatan rumit. Ia bersedia menjadi istri kontrak bagi Ganendra, seorang miliarder yang butuh perlindungan dari kejaran wanita pemburu harta. Pernikahan formalitas ini awalnya dilakukan demi keuntungan pribadi masing-masing. Namun, seiring berjalannya waktu, sandiwara tersebut justru menumbuhkan perasaan tulus. Hubungan tanpa rasa kini bersemi menjadi cinta yang nyata dan mendalam di antara keduanya.