APKDock Logo
Sampul Novel Petaka Ponsel Rahasia Suamiku

Petaka Ponsel Rahasia Suamiku

7.8 / 10.0
Bagi Amelia, Bima adalah suami idaman, sampai sebuah gawai rahasia membongkar dusta di balik pernikahan mereka. Petunjuk mengarah pada inisial L yang penuh teka-teki. Demi melindungi hak si kembar, Yuki dan Yuka, Amelia bergerak mengamankan seluruh asetnya. Namun, dunianya runtuh kala menduga bahwa Dinda, adik angkatnya, merupakan selingkuhan sang suami. Di tengah kekacauan itu, Denis yang merupakan cinta pertama Amelia hadir membawa kebimbangan baru.

Petaka Ponsel Rahasia Suamiku Bab 1

Drrrtttt Drrrtttttt

Suara ponsel bergetar. Ponsel siapa? Mataku tertuju pada plastik hitam yang terselip di bagasi mobil Mas Bima -- suamiku.

Benar saja. Ada ponsel keluaran terbaru di sana. Kuusap layar dengan tangan gemetar. Ada pesan yang masuk ke ponselnya. Kubaca lewat notifikasi di layar.

[Tolong belikan vitamin sama susu hamil, ya, Mas. Merk kemarin bikin mual coba ganti yang lain barangkali lebih enak di perut. Jangan lama-lama, ya, Mas]

Deg. Deg. Deg. Hati mulai berdebar.

Ponsel Mas Bimakah ini? Kenapa aku nggak pernah tahu kalau Mas Bima punya ponsel baru? Lantas, ini pesan dari siapa?

Hanya tertera nama L di kontaknya. Bahkan, belum ada kontak lain di ponsel ini kecuali pengirim pesan barusan. Pikiranku mulai tak tenang.

"Gimana, Dek? Ada nggak berkasnya?" Pertanyaan Mas Bima dari ruang keluarga mengagetkanku. Segera kubungkus kembali ponsel itu ke dalam plastik dan meletakkannya ke tempat semula.

"Nggak ketemu, Mas. Sudah aku cari kemana-mana, jok depan belakang sampai kolong bahkan di bagasi juga nggak ada," ucapku sedikit menaikkan volume supaya Mas Bima mendengar suaraku.

"Ba-- bagasi, Dek?" Agak gugup dia bertanya, membuatku mengerutkan alis seketika.

Kulihat Mas Bima berjalan tergesa menghampiriku. Wajahnya agak pias. Buru-buru menutup bagasi mobil lalu menarik pelan lengan kiriku.

Aneh!

"Mungkin ketinggalan di kantor, Dek. Biar kuambil dulu, ya?" ucap Mas Bima masih dengan sedikit gugup, membuatku semakin curiga.

Biasanya aku memang tak pernah mengecek mobil Mas Bima apalagi sampai bagasi. Tiap keluar makan, jalan atau belanja bulanan Mas Bima yang menata dan mengambil barang dari bagasi, aku cukup mengurus kedua anakku saja. Si kembar Yuka dan Yuki.

"Mau ke kantor lagi, Mas?" tanyaku lirih. Kutatap wajah Mas Bima yang sedikit gelisah.

"Sudah malam loh ini," ucapku lagi.

"Nggak apa-apa, Dek. Ada satpam juga kan, di kantor. Lagipula besok weekend, Mas mau selesaikan biar senin bisa dibawa ke kantor lagi," ucap Mas Bima sembari menepuk bahuku pelan.

Tak bisa banyak komentar, aku iyakan saja alasannya. Sebelum masuk mobil, kucium punggung tangan Mas Bima lalu masuk kembali ke rumah.

Kuintip dari balik gorden, Mas Bima kembali membuka bagasi. Buru-buru mengambil plastik hitam itu dan membuka isinya. Sambil tolah-toleh dia membuka ponsel itu. Aku yakin dia sedang membaca pesan yang masuk ke sana.

Ingin rasanya mengikuti Mas Bima dengan motor maticku. Tapi urung kulakukan. Tak mungkin kutinggalkan Yuka dan Yuki sendirian. Apalagi jika kuajak serta, tak mungkin juga. Takut masuk angin kalau kena angin malam.

Ah sudahlah. Lain kali kuselidiki sendiri, apa yang sebenarnya disembunyikan Mas Bima dariku.

Bergegas ke ruang keluarga, Yuka dan Yuki masih main petak umpet. Usia mereka genap enam tahun tanggal 15 Februari ini.

Kembali terdengar suara ponsel berdering. Ponsel utama Mas Bima tertinggal di meja kamar. Kubuka saja ponselnya yang tak terkunci itu.

Tumben!

Biasanya ponselnya selalu menggunakan password dengan alasan takut dipencet-pencet si kembar. Dan aku pun istri yang tak terlalu kepo dengan ponsel suami. Percaya dengan cinta dan kesetiaannya.

[Mas, kamu lembur apa nggak? Apa sudah pulang ke rumah Mbak Amel?]

Pesan dari Adinda-- adik angkatku. Seketika keningku berkerut. Apa ada hubungannya dengan pesan di ponsel terbaru Mas Bima barusan?

Ah nggak! Segera kubuang jauh-jauh pikiran buruk itu. Wajar jika Dinda menanyakan kepulangan Mas Bima. Toh biasanya memang aku menyuruh Mas Bima untuk menjemputnya di kampus atau ke kostnya jika weekend tiba.

Adinda adalah adik angkatku yang kini kuliah semester akhir. Sejak semester tujuh dia memang minta untuk kost di dekat kampusnya supaya nggak kemalaman kalau sedang di perpus bersama teman-temannya mengerjakan skripsi. Awalnya kutolak, aku takut dia terjerumus pergaulan bebas.

Namun karena dia berjanji tak mengecewakanku, akhirnya kusetujui saja dia kost di sana. Mas Bima juga yang mencarikan kost khusus muslimah untuknya.

Drrttt ... Drrtt...

[Mas ... besok jemput jam lima, ya? Aku mau ke baby shop]

Deg. Deg.

Dinda mau ke Baby Shop? Ngapain? Pikiranku makin kacau.

[Din, ini Mbak Amel. Mas Bima balik ke kantor lagi katanya mau ambil berkas. Ohya, kamu ke baby shop mau ngapain? Apa Mbak antar saja?]

Kubalas pesan Dinda yang masuk ke ponsel Mas Bima barusan. Cukup lama dia mengetik.

[Oh, Mas Bima lagi keluar ya, Mbak. Yaudah kalau gitu mbak. Maaf mengganggu, ya. Aku ke baby shop mau beli pakaian bayi, Mbak. Buat kado temen]

Kuhembuskan napas lega saat membaca balasannya. Harusnya memang aku tak terlalu menaruh curiga pada mereka. Buang jauh-jauh pikiran buruk itu supaya hidupku tak diselimuti was-was.

"Bun ... ada tante Bella nih!" Teriakan Yuka cukup mengagetkan. Kuletakkan kembali ponsel Mas Bima di atas meja. Bergegas ke ruang tamu untuk menemui Bella. Dia teman kuliahku yang kini sekantor dengan Mas Bima.

"Hai Bella, apa kabar?" Sapaku sembari memeluknya hangat. Aku dan dia saling cipika-cipiki selayaknya sahabat.

"Baru pulang dari kantor?" tanyaku lagi.

Dia mengangguk pelan. Menyerahkan dua bungkus martabak cokelat untuk Yuka dan Yuki.

"Ketemu Mas Bima dong. Dia bilang mau ke kantor lagi ngambil berkas."

Bella mengerutkan kedua alisnya, sedikit berpikir.

"Nggak ada Bima di kantor, Mel. Kalaupun dia balik lagi pasti ketemu aku."

Bella terlihat begitu serius menjawab ucapanku. Siapa yang berdusta di sini? Bella? Apa untungnya? Atau Mas Bima? Buat apa dia berdusta?

Sepertinya aku memang harus menyelidiki kejanggalan ini. Tak akan kubiarkan Mas Bima terus membohongi dan membodohiku setiap hari. Lihat saja akibatnya jika sampai dia main serong di belakangku.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Petaka Ponsel Rahasia Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Sangkarku, Bukan Keselamatan
8.6
Kirana Adiwijaya mengira hidupnya sempurna bersama suaminya, Bima. Namun, ia menemukan fakta bahwa Bima memiliki keluarga rahasia dengan Rania, wanita yang dikira telah tiada. Lebih mengejutkan lagi, orang tua Kirana sendiri ikut membiayai sandiwara ini dan berniat melenyapkannya memakai obat penenang dosis tinggi. Sadar bahwa pernikahannya adalah jebakan maut, Kirana menolak terus ditindas. Ia kini bertekad membalas dendam lewat permainan yang jauh lebih mematikan.
Sampul Novel Dia Mimpi Burukku
9.3
Dihantui mimpi buruk tentang pengkhianatan suami dan kematian anaknya, Achlys mencoba menata hidup dengan bekerja di Kynleigh. Namun, ia syok saat menyadari bos barunya, Duke Julian yang dingin, sangat mirip dengan pria dalam mimpinya. Khawatir nasib buruk itu menjadi nyata, Achlys berniat mundur dan menjauh. Siapa sangka, upaya menghindar ini justru memantik rasa penasaran sang Duke yang terkenal tidak punya perasaan.
Sampul Novel Dikorbankan Demi Keselamatan Cintanya
8.7
Ketika penculikan melanda diriku dan Elowyn, mantan kekasih suamiku, dia yang berprofesi sebagai ahli negosiasi segera datang menyelamatkan. Namun, saat diberi pilihan membebaskan satu sandera, suamiku justru memilih menyelamatkan Elowyn. Dia tega mendorongku ke arah penculik demi menjaga kesucian mantan kekasihnya, menganggapku yang sudah menikah bisa menanggung kepahitan itu. Dia tidak tahu saat itu aku tengah mengandung anaknya yang berusia tiga bulan.
Sampul Novel Ketika Cinta Telah Mati dan Harapan Pupus
8.7
Saat hipotermia dan penyakit jantungnya kambuh di puncak gunung, Chloe Winata diabaikan oleh dua teman masa kecilnya yang lebih memilih menyelamatkan Lucia. Setelah berhasil bertahan hidup dari maut tanpa kepedulian mereka yang malah asyik berpesta, Chloe menyadari persahabatan belasan tahun mereka telah sia-sia. Kecewa dan kehilangan harapan, Chloe akhirnya memutuskan untuk menyerah pada hubungan masa lalu tersebut. Ia pun menghubungi ayahnya dan menyatakan kesediaannya untuk menerima perjodohan dengan putra dari Keluarga Januar.
Sampul Novel Seratus Kali Janji Palsu
9.4
Sepuluh tahun menjalin hubungan, Soni kembali menelantarkan kekasihnya di Kantor Catatan Sipil demi menemani cinta pertamanya, Yeni. Setelah puluhan telepon diabaikan dan dihina, sang protagonis memutuskan bahwa batas kesabarannya telah habis pada kegagalan pernikahan yang keseratus ini. Saat Soni mengirim pesan untuk janji berikutnya, dia memilih mengabaikannya dan terbang ke luar negeri. Kepergian mendadak ini seketika membuat Soni yang biasanya tenang menjadi panik dan kehilangan kendali.
Sampul Novel The Princess Revenge Plan
9.4
Secara ajaib aku terbangun di masa lalu, merasuki tubuh putri ringkih yang selalu ditindas. Menolak pasrah pada nasib malang ini, aku bersumpah menuntut balas atas semua ketidakadilan yang ia terima. Di tengah persiapan rencana tersebut, lamaran tiba-tiba dari Putra Mahkota datang mengacaukan situasi. Namun, tekadku sudah bulat. Siapa pun yang berani menghalangi jalan balas dendam ini akan kuhadapi, sekalipun itu berarti harus menentang seluruh kerajaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan