APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Masa depan cerah Arimbi hancur seketika saat ia mendapati dirinya hamil tanpa tahu siapa ayah bayinya. Trauma ini membuat Arimbi memandang semua pria sebagai ancaman. Di tengah keputusasaan usai berhenti kuliah, Mahesa yang merupakan dosennya justru hadir mendekat. Meski sosok Mahesa terasa tidak asing, ketakutan hebat tetap menyelimuti Arimbi. Ia pun bertekad menutup rapat hatinya demi menghindari penderitaan serupa untuk kedua kalinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Sial!” Arimbi menggerutu kesal setelah melihat kemunculan dua garis merah pada alat deteksi kehamilan. Dia melemparkan hasil tes itu ke pintu kamar mandi kampus. Dia menangis, menyadari kesalahannya.

“Tante Mona, kamu brengsek!” maki Arimbi kesal.

Arimbi mampu mengingat dengan jelas kejadian satu bulan sebelumnya, saat tante Mona memintanya untuk menemani pelanggannya seperti biasa. Namun kali ini Arimbi ditawari dengan bayaran yang lebih besar. Arimbi segera menerima tawaran itu karena sudah waktunya dia harus segera melunasi tagihan pembayaran uang semesteran.

Tanpa Arimbi sadari bahwa malam itu merupakan jebakan baginya. Tante Mona memanfaatkannya, dan menyerahkan Arimbi pada lelaki hidung belang yang telah menodainya. Yang Arimbi ingat adalah pagi harinya dia sudah berada di kamar hotel dengan seorang pria yang tak dikenalnya. Dan yang membuatnya shock adalah, tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.

Tok tok tok. Tiba-tiba Arimbi dikagetkan suara ketukan dari luar kamar mandi di tempat dia berada. “Siapa ya di dalam. Bisa gantian tidak?” suara seorang pria terdengar di luar. Arimbi segera menyimpan test pact yang digunakannya tadi di dalam tasnya kemudian memperbaiki jilbab yang dipakainya. Setelah itu segera keluar dari kamar mandi. Di depan kamar mandi, berdirilah sosok Dimas tepat didepan pintu kamar mandi. Arimbi hampir saja menabraknya.

“Kamu bertelor didalam? Lama amat sih?” sindir Dimas. Arimbi hanya diam mendengarkan sindiran Dimas.

Dimas adalah seniornya di kampus. Punya wajah ganteng, gaya yang cool, keren, tajir pula. Siapa sih yang tidak kenal Dimas. Tahun ini dia didapuk menjadi Senat Mahasiswa pula selain kegiatannya sebagai ketua BEMFA. Tidak ada yang cela sebenarnya.

Tapi tidak keren bagi Arimbi. Dimas hanya sosok menyebalkan yang suka iseng menjahilinya. Dimas memang tidak pernah menyatakan isi hatinya secara langsung, namun Arimbi sempat mendengar rencana Dimas untuk proklamirkan cintanya pada Arimbi lewat Helmi sahabat Dimas. Mendengar cerita itu, membuat Arimbi selalu menghindar bila Dimas mendekatinya.

“Kamu sakit? Kok pucat?” Tanya Dimas menunjukkan perhatiannya.

“Tidak, aku ga papa kok. Aku masuk dulu ya, Mas.” Jawab Arimbi segera meninggalkan Dimas.

Arimbi segera melihat jadwal mata kuliah hari ini. Mata kuliah Psikologi Kepribadian. Sebenarnya Arimbi suka sekali dengan mata kuliah ini, namun karena pikirannya sedang tidak karuan membuatnya tidak bersemangat untuk mengikuti kelas.

Tiba di kelas, Arimbi mengambil posisi duduk di baris paling belakang. Rasa pusing menyerang kepalanya mengingat garis dua yang muncul di test pack yang di belinya tadi siang. Arimbi tidak menyadari saat Dimas duduk tepat disebelahnya.

“Selamat pagi, semuanya!”

“Selamat pagi, Pak!”

“Perkenalkan, saya Mahesa. Mulai semester ini saya akan memberikan kuliah mengenai Psikologi kepribadian. Mohon dicermati peraturan selama perkuliahan berlangsung. Pertama, saya tidak bisa mentolerir kehadiran dibawah 85 persen. Itu artinya kalian hanya saya beri toleransi tidak mengikuti perkuliahan saya maksimal tiga kali. Saya sangat menghargai setiap kehadiran dan keaktifan kalian selama perkuliahan berlangsung.” Dosen baru itu mulai berbicara mengenai peraturan yang wajib diikuti mahasiswanya.

Arimbi yang sedang tidak konsentrasi mengetuk-ngetuk mejanya yang menimbulkan suara berisik membuat Mahesa menegurnya.

“Kamu yang dibelakang, yang pakai kacamata. Ada yang mau ditanyakan?” Mahesa mengajukan pertanyaan dadakan pada Arimbi dengan alis ditekuk. Dimas menyenggol tangan Arimbi yang mengetuk meja, membuat Arimbi tersadar. Dimas memberikan isyarat mata pada Arimbi agar mengalihkan perhatiannya pada Dosen baru itu. Arimbi kemudian mengikuti arah mata Dimas kearah Mahesa. Tiba-tiba saja mulut Arimbi terbuka melihat pria yang mendekatinya itu.

“Siapa nama kamu?” Tanya Mahesa.

“Saya Arimbi Prameswari, Pak!” jawab Arimbi masih tak mampu menyembunyikan keterkejutannya pada sosok Mahesa yang merupakan Dosennya. Mahesa memicingkan matanya menatap Arimbi.

“Kamu keberatan mengikuti perkuliahan saya?” Tanya Mahesa lagi.

“Tidak, Pak. Mohon maafkan saya.” Jawab Arimbi dengan dada bergemuruh.

“Setelah jam perkuliahan habis, segera temui saya di ruangan saya!”

“Baik, Pak.” Jawab Arimbi.

Mahesa kemudian berbalik menuju ke depan kelas melanjutkan perkuliahan. Sementara Arimbi masih shock dengan penampakan Mahesa di depan mata kepalanya sendiri. Dia adalah si pria hidung belang yang menodainya. Arimbi

“Tante Mona kamu brengsek!” Arimbi bergumam lirih.

*****

Selesai memberikan kuliah di kelasnya Arimbi, Mahesa segera keluar menuju ruangannya yang berada satu lantai diatas ruang kuliah, Mahesa mencoba mengingat sesuatu tentang gadis yang bernama Arimbi Prameswari yang ditegurnya tadi.

“Mengapa wajahnya mirip sekali dengan gadis itu? Mungkinkah itu dia? Aku harus segera mencari tahu.”

Mahesa menekan tombol panggil pada ponselnya. Terdengar nada panggil di seberang sana. Tidak ada jawaban. Kemudian Mahesa menghubungi nomor lain yang segera terdengar suara jawaban diseberang sana.

“Adam, tolong pertemukan saya dengan Mona. Ada yang harus saya tanyakan padanya.” Mahesa segera mengakhiri teleponnya dengan pria yang bernama Adam.

“Apakah sebaiknya kutanyakan saja langsung padanya?”

Tok tok tok. Lamunan mahesa buyar saat terdengar ketukan dipintu ruangannya.

“Masuk!”

“Permisi, Pak. Bapak tadi memanggil saya.”

“Silakan duduk.”

“Terima kasih.”

“Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?”

Arimbi menggelengkan kepalanya. Bukan karena ingin berbohong namun Arimbi perlu memastikan sesuatu. Namun dari jarak yang begitu dekat, Arimbi dapat melihat tahi lalat kecil di ujung hidung Mahesa. Hanya itu tanda yang dikenalinya.

“Tapi, saya merasa familiar dengan wajah kamu. Yakin kita tidak pernah bertemu?”

“Mungkin bapak pernah melihat yang mirip seperti saya.”

“Ataukah kamu berbohong?” Tanya Mahesa sambil memajukan kepalanya mendekati Arimbi membuatnya merasakan sesak nafas. Jarak wajah mereka hanya berada sejengkal saja.

“Untuk apa saya berbohong, Pak. Ada baiknya bapak memastikannya terlebih dahulu. Memangnya bapak pernah ketemu saya dimana?” Tanya Arimbi sambil memundurkan kepalanya,

Mendengar pertanyaan Arimbi, Mahesa langsung terdiam. Kemudian menarik kembali kepalanya ke posisi semula.

“Berikan pada saya nomor ponselmu. Catat disini.” Lanjut Mahesa sembari memberikan selembar kertas dan pena. Arimbi semula ragu untuk menuliskan nomor ponselnya. Namun akhirnya ditulisnya juga beberapa digit angka di selembar kertas itu.

“Besok pagi ada kuliah?” Tanya Mahesa lagi. Tangannya mengambil kertas bertuliskan nomor ponsel Arimbi.

“Kalau pagi, ada pak. Full. Sampai jam 12 siang.” Jawab Arimbi lagi.

“Baiklah kalau begitu. Pulang kuliah segera datang ke kantor saya di Biro Layanan Psikologi “Brain Your Mind”. Jangan lewat dari jam 1 siang.” Ucap Mahesa lagi. Arimbi hanya melongo mendengar perintah Mahesa.

“Silakan kembali ke kelasmu. Praktikum bulan depan saya minta kamu menjadi asisten saya. Oke?!” lanjut Mahesa membuat Arimbi semakin bingung.

“Baik, Pak. Permisi.” Arimbi segera meninggalkan ruang Pak Mahesa masih dengan rasa bingung.

“Apaan sih dia? Lagian kalau benar dia pria itu? Aku harus bagaimana?” gumam Arimbi sambil meninju kepalanya sendiri.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian, aktor terkenal bergelimang harta dengan pacar seorang model, selalu resah akibat citranya di film dewasa. Nasibnya berubah total setelah berseteru dengan penulis bernama Kaemila. Akibat kecelakaan tragis yang membuat Kaemila lumpuh serta amnesia, Erick terpaksa menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Akankah ingatan Kaemila kembali dan ia sanggup menerima sang aktor menjadi suaminya?
Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan beta-ku, Kyan, mendadak hilang ingatan usai diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru berpaling pada Gamma Evelyn. Setelah dihina sebagai kasta rendah, aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku bersiap mendampingi Raja Alpha, Kyan kembali dengan penyesalan mendalam dan menanyakan anak kami. Dengan dingin, aku menegaskan janin itu telah tiada lalu pergi memulai hidup baru.
Sampul Novel Crazy Woman
8.3
Ria Ananta, seorang putri konglomerat, memilih menyembunyikan identitas aslinya demi menjalani hidup biasa di tengah kemewahan. Namun, kedamaiannya sirna setelah ia berpacaran dengan Christian, seorang idola populer. Penolakan keras dari keluarga kekasihnya memicu depresi berat dan membangkitkan sisi gelap dalam diri Ria. Terjebak dalam hubungan penuh kekerasan, ia kini berjuang melawan kehancuran mental serta dorongan bunuh diri di balik gelimang hartanya.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Elle, gadis dua puluh dua tahun, tak pernah merasakan arti rumah yang aman. Ayahnya—sosok yang seharusnya melindungi—justru menjadikannya budak, memaksanya menari telanjang di klub demi memenuhi keinginan gila sang lelaki. Derita demi derita ia telan; permohonan tak pernah didengar, hanya caci maki dan pukulan yang ia terima. Namun malam ini, tekadnya membara: ia tak akan lagi menjual tubuhnya, tak akan lagi tunduk pada teror sang ayah. Malam ini adalah malam terakhir. Saat ia melangkah keluar dari klub, sebuah pertemuan tak terduga dengan CEO yang dikenal kejam dan dingin mengubah takdirnya. Pria itu menawarkan tawaran yang tak bisa ia tolak—sebuah pernikahan kontrak. Namun di balik perjanjian itu, tersembunyi permainan kuasa, obsesi, dan hasrat yang semakin dalam. Bisakah Elle lepas dari cengkeraman ayahnya, atau justru terjerat dalam bahaya baru yang lebih membara?
Sampul Novel PERNIKAHAN DINI
8.8
Akibat satu malam tanpa rencana, Anara Quinzy Prayoga dan Andika Surya Gutama terpaksa membina rumah tangga di usia belia. Jurang status sosial begitu nyata; Anara hanyalah anak buruh pabrik, sedangkan Dika adalah pewaris kaya. Demi mempertanggungjawabkan kehamilan Anara, Dika rela melepas semua kemewahannya. Setelah diusir oleh sang ayah yang murka, kini Dika harus berjuang keras sendirian demi menghidupi istri kecilnya tanpa bantuan keluarga.
Sampul Novel Tahan Nafsumu Tuan Jenderal
7.9
Fang Ru Lan, perampok gunung berhati mulia dari Dinasti Tang, tewas dikhianati sahabatnya sendiri. Di saat terakhir, musuh bebuyutannya, Jenderal Song Kwan Xin yang jujur, justru mencoba menolongnya. Terungkap bahwa sang jenderal selalu sengaja mengalah saat mereka bertarung. Demi membalas budi dan menepati janjinya, Ru Lan bereinkarnasi ke abad 21 dalam raga seorang gadis muda. Di dunia modern yang asing ini, ia memulai pencarian panjang nan sulit untuk menemukan kembali sosok sang jenderal.