APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Petaka Dua Garis

Petaka Dua Garis

Masa depan cerah Arimbi hancur seketika saat ia mendapati dirinya hamil tanpa tahu siapa ayah bayinya. Trauma ini membuat Arimbi memandang semua pria sebagai ancaman. Di tengah keputusasaan usai berhenti kuliah, Mahesa yang merupakan dosennya justru hadir mendekat. Meski sosok Mahesa terasa tidak asing, ketakutan hebat tetap menyelimuti Arimbi. Ia pun bertekad menutup rapat hatinya demi menghindari penderitaan serupa untuk kedua kalinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jam sudah menunjukkan pukul 21.00. Kali ini pilihan Arimbi jatuh kepada tanktop berwarna hitam dan celana jeans belel dibagian lutut. Rambut panjang dibiarkan tergerai. Riasan tipis sengaja dipoles agar tidak terlihat pucat pada wajah cantiknya. Kacamata minus yang biasa dipakai diganti dengan soft lens agar bisa lebih leluasa. Sepatu kets berwarna putih menjadi pilihannya agar lebih terlihat sporty.

Terpaksa kali ini harus izin di café tempatnya bekerja. Malam ini ada misi yang harus dilaksanakan, menemukan keberadaan tante Mona. Mempertanyakan siapa pria yang telah menodainya hingga berbadan dua.

Dia, Arimbi Prameswari. Memiliki sisi gelap bila malam telah datang. Sangat menyukai bahkan menggilai dunia malam. Dunia malam yang secara tidak sadar dinikmati. Di saat sedang bekerja mengumpulkan pundi-pundi uang, dunia gemerlap membuatnya buta. Semacam candu.

Hidup sebatang kara di kota besar membuat Arimbi harus memutar otak. Bagaimana cara mendapatkan penghasilan tambahan dari kiriman Sang Ayah di kampung. Untung saja Arimbi mengenal Tante Mona yang kerap kali memperkenalkan pada esmud (Eksekutif Muda) yang tajir melintir. Mereka tidak akan perhitungan untuk sekadar membelikannya minuman. Sudah menjadi kebiasaan menikmati segelas minuman keras setiap malam.

Pekerjaan Arimbi cukup mudah. Hanya menemani pria-pria tajir itu minum saja, maka kantongnya akan terisi beberapa lembar uang kertas berwarna merah. Bahkan pernah segepok uang kertas merah itu dimilikinya. Satu kali, saat malam terkutuk itu. Malam di saat kehormatannya terenggut oleh sosok laki-laki yang tidak dikenali.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah malam yang masih hiruk pikuk. Tujuannya satu tempat, yakni ‘Black House Bar’. Di sanalah Arimbi bisa menemukan Tante Mona.

Mobil diparkir di sudut pelataran parkir. Suasana malam masih belum begitu ramai. Mobil-mobil mewah berjajar rapi. Mereka adalah pengunjung setia ‘Black House Bar’.

Tiba di pintu masuk, dua orang penjaga yang mengenalinya meminta kartu member.

“Lama ga ketemu, Mbak Arim?” tanya Si Botak bernama Rambo.

“Iya. Lagi banyak tugas kuliah. Tante Mona adakah di dalam?”

“Kalo aku belum lihat sih. Coba tanya Robi.” jawab Rambo, sambil mengarahkan dagu pada partnernya.

“Belom lihat juga. Coba aja masuk kesana,” jawab Robi.

“Oke deh. Masuk dulu ya.” Arimbi meninggalkan mereka di pintu masuk.

Suara musik riuh rendah terdengar begitu memasuki bangunan diskotek ini. Para pengunjung setiap malam selalu memenuhi gedung ini. Karena disini lebih nyaman dibandingkan tempat lainnya.

Melewati keriuhan di dalam diskotek dengan tenang. Suara hentakan music remix dengan beat kencang memekakkan telinga. Tapi tidak bagi Arimbi, tubuhnya seolah mengikuti irama dengan santai. Sesekali kepalanya mengangguk mengikuti irama.

Di meja Bartender, Mario sedang melakukan atraksi shaking pada tumbler bertutup dari bahan alumunium. Gayanya yang keren memikat siapa saja yang melihat atraksinya itu.

“Hai, Arim! Apa kabarmu? Lama ga muncul, kemana saja?” sapanya ketika melihat kemunculan Arimbi. Tubuhnya ikut bergerak mengikuti irama music.

“Baik, Rio. Biasalah, kesibukan yang tidak bisa ditunda. Hehehehe.” Arimbi menjawab sapaan Mario.

“Sibuk sekali kayaknya. Mau nyobain Blue Curacao (minuman beralkohol dengan rasa jeruk hasil fermentasi) buatanku lagi? Kali ini taste nya sedikit berbeda dari yang pernah kubuatkan untukmu, kutambahkan koktail.” tawar Mario sambil mengerling ke arah Arimbi.

“Gratisss????” tanya Arimbi sambil melemparkan senyum manis untuknya.

“Apa sih yang ngga buat kamu, Rim. Apalagi kalo kamu tersenyum gitu. Rontok hatiku, Arim,” ujarnya dengan senyum tak kalah manis.

“Hahahaha. Bisa aja kamu. Gimana dengan Liana? Apa kabarnya?” Liana adalah gadis cantik yang ditaksir oleh Mario. Tempo hari Mario sempat bercerita kalau mau menjadikan Liana pacarnya.

“Belum berani. Takut patah hati,” jawabnya sambil tertawa lebar.

“Belum jatuh cinta udah takut patah hati. Ga lucu!” Arimbi bergurau, mengimbangi.

“Jatuh cinta udah, jadiannya yang belom. Masih belum nemu waktu yang pas,” ujarnya sedikit teriak karena suara musik yang kencang.

“Kelamaan keburu diambil orang tuh. Baru tahu!” jawab Arimbi, singkat.

“Hemmm … tau dah.” Bibir Mario mengerucut. ”Nih, diminum.” Mario menyodorkan minuman yang secara khusus dibuatkan untuk Arimbi. Sejenak ragu ingin meminumnya. Mengingat janin yang ada di dalam perut. Namun, sedetik kemudian minuman itu disesap perlahan. Rasa sedikit asam menyentuh lidah.

“Wow! Mantap! Melayang dibuatnya. Nemu kombinasi dari mana, nih? Lebih nikmat!” puji Arimbi kemudian kembali menyesap minumannya.

“Beneran? Ga bohong?” tanya Mario meyakinkan.

“Benerrrr … suer! Oh ya, liat Tante Mona, ga?” tanya Arimbi pada Mario.

“Belum kelihatan, tuh. Kenapa? Butuh duit lagi?” tebak Mario.

“Belom butuh banget, sih. Mau beli minuman udah dapat gratisan gini. Berhemat jadinya. Hehehehe.” Kelakar Arimbi menjawab pertanyaan Mario.

Mata gadis cantik itu mengitari suasana diskotek yang mulai ramai. Sesekali disesapnya minuman yang diberikan oleh Mario. Kedua kakinya mengetuk di lantai menikmati alunan musik.

Tak sengaja netranya menangkap sesosok pria bertubuh tinggi semampai sedang berjalan mendekati meja Bartender yang ditempatinya saat ini.

“Mario, terima kasih untuk minumannya!” Tanpa mendengar jawaban Mario, Arimbi bergegas menjauhi meja Bartender. Ia merasakan dadanya berdetak lebih kencang. Bisa kacau kalau saja dia melihat Arimbi berada di sini.

Berhasil menjauh, Arimbi mengambil posisi duduk di sebuah meja membentuk lingkaran. Kebetulan masih kosong. Nafasnya masih terengah.

“Arim Sayang … apa kabarmu?” Kali ini esmud muda pelanggan Arimbi bernama Andre menyapa. Dia berjalan mendekati.

“Hai, Andre. Kabar baik.”

“Kamu ke mana saja. Sampe kangen aku sama kamu,” ujarnya dengan wajah sedih.

“Sedang sibuk aja, jadi ga sempet kesini lagi.” Arimbi menjawab dengan ramah.

“Temenin aku minum, ya. Ga perlu tahu Mona. Lagian kayaknya dia sedang tidak ada di sini,” terangnya membuat Arimbi sedikit kecewa.

“Lain kali aja ya, Ndre.” Arimbi menolak dengan halus. Perasaannya sedang tidak nyaman melihat sosok pria yang muncul barusan dan coba dihindari.

“Yah, sekarang aja dong, Sayang. Kangen banget bisa ngobrol sama kamu. Kita duduk di sini aja kok. Mau minum apa? Blue Curacao kesukaanmu, atau mau Tequilla saja?” tawarnya setengah memelas.

“Ga bisa, Ndre ….” Arimbi menolak, meskipun tak tega melihat raut kekecewaan di wajah Andre.

“Terus, kapan kamu punya waktu untuk menemaniku lagi? Aku kangen banget lho, sama kamu. Kamunya aja yang ga pengertian.” Andre cemberut, mengerucutkan bibirnya.

“Hmmm … kapan, ya. Aku ga bisa janji, Ndre. Lagi sibuk banget deh, pokoknya. Ntar kalo ga sibuk, kukabari deh.” Arimbi melemparkan senyum, berusaha membuat lelaki itu tidak kecewa. Seketika wajahnya pun berubah menjadi semringah mendengar perkataan Arimbi.

“Janji lho, ya. Beneran kutunggu kabarnya,” ujarnya kemudian.

“Ndre, aku mau Tequilla saja.” Arimbi tiba-tiba berkata dengan cepat kepada Andre saat sosok itu mulai mendekat lagi.

Andre sedikit terkejut mendengar ucapan Arimbi yang tiba-tiba. Namun kemudian senyum lebar tergambar di bibirnya.

“Beneran? Oke deh, Sayang. Segera dipesankan,” ucapnya. “Mbak, Tequilla dan Brandy tolong anterin kesini, ya.” Andre memanggil seorang pelayan yang menggunakan pakaian hitam putih dengan nampan di tangan kanannya.

Melihat Arimbi yang sedang duduk bersama Andre, pria itu tampaknya urung mendekat.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aktor Idola Dan Author Barbar
8.4
Erick Adrian, aktor terkenal bergelimang harta dengan pacar seorang model, selalu resah akibat citranya di film dewasa. Nasibnya berubah total setelah berseteru dengan penulis bernama Kaemila. Akibat kecelakaan tragis yang membuat Kaemila lumpuh serta amnesia, Erick terpaksa menikahinya sebagai bentuk tanggung jawab. Akankah ingatan Kaemila kembali dan ia sanggup menerima sang aktor menjadi suaminya?
Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan beta-ku, Kyan, mendadak hilang ingatan usai diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru berpaling pada Gamma Evelyn. Setelah dihina sebagai kasta rendah, aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku bersiap mendampingi Raja Alpha, Kyan kembali dengan penyesalan mendalam dan menanyakan anak kami. Dengan dingin, aku menegaskan janin itu telah tiada lalu pergi memulai hidup baru.
Sampul Novel Crazy Woman
8.3
Ria Ananta, seorang putri konglomerat, memilih menyembunyikan identitas aslinya demi menjalani hidup biasa di tengah kemewahan. Namun, kedamaiannya sirna setelah ia berpacaran dengan Christian, seorang idola populer. Penolakan keras dari keluarga kekasihnya memicu depresi berat dan membangkitkan sisi gelap dalam diri Ria. Terjebak dalam hubungan penuh kekerasan, ia kini berjuang melawan kehancuran mental serta dorongan bunuh diri di balik gelimang hartanya.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Elle, gadis dua puluh dua tahun, tak pernah merasakan arti rumah yang aman. Ayahnya—sosok yang seharusnya melindungi—justru menjadikannya budak, memaksanya menari telanjang di klub demi memenuhi keinginan gila sang lelaki. Derita demi derita ia telan; permohonan tak pernah didengar, hanya caci maki dan pukulan yang ia terima. Namun malam ini, tekadnya membara: ia tak akan lagi menjual tubuhnya, tak akan lagi tunduk pada teror sang ayah. Malam ini adalah malam terakhir. Saat ia melangkah keluar dari klub, sebuah pertemuan tak terduga dengan CEO yang dikenal kejam dan dingin mengubah takdirnya. Pria itu menawarkan tawaran yang tak bisa ia tolak—sebuah pernikahan kontrak. Namun di balik perjanjian itu, tersembunyi permainan kuasa, obsesi, dan hasrat yang semakin dalam. Bisakah Elle lepas dari cengkeraman ayahnya, atau justru terjerat dalam bahaya baru yang lebih membara?
Sampul Novel PERNIKAHAN DINI
8.8
Akibat satu malam tanpa rencana, Anara Quinzy Prayoga dan Andika Surya Gutama terpaksa membina rumah tangga di usia belia. Jurang status sosial begitu nyata; Anara hanyalah anak buruh pabrik, sedangkan Dika adalah pewaris kaya. Demi mempertanggungjawabkan kehamilan Anara, Dika rela melepas semua kemewahannya. Setelah diusir oleh sang ayah yang murka, kini Dika harus berjuang keras sendirian demi menghidupi istri kecilnya tanpa bantuan keluarga.
Sampul Novel Tahan Nafsumu Tuan Jenderal
7.9
Fang Ru Lan, perampok gunung berhati mulia dari Dinasti Tang, tewas dikhianati sahabatnya sendiri. Di saat terakhir, musuh bebuyutannya, Jenderal Song Kwan Xin yang jujur, justru mencoba menolongnya. Terungkap bahwa sang jenderal selalu sengaja mengalah saat mereka bertarung. Demi membalas budi dan menepati janjinya, Ru Lan bereinkarnasi ke abad 21 dalam raga seorang gadis muda. Di dunia modern yang asing ini, ia memulai pencarian panjang nan sulit untuk menemukan kembali sosok sang jenderal.