APKDock Logo
Sampul Novel Aku Pasti Bisa Tanpamu

Aku Pasti Bisa Tanpamu

7.8 / 10.0
Delapan bulan lamanya seorang istri menderita batin, diperlakukan seperti pembantu oleh suami dan mertuanya. Ia memilih diam karena takut menjanda, sampai akhirnya perselingkuhan sang suami terbongkar. Meski diusir dari rumah warisan orang tuanya akibat kelicikan mereka, ia kini bangkit dalam kondisi hamil. Perempuan ini bertekad memulai hidup baru demi membuktikan bahwa ia bisa sukses dan mandiri tanpa kehadiran mereka lagi.

Aku Pasti Bisa Tanpamu Bab 1

Jangan lupa klik berlangganan ya

******************** ********************

"Bagi uang gajimu, lima ratus ribu saja. Selfi dan Ibu mau belanja tuh!" Mas Johan mengatakan hal tersebut dengan entengnya.

"Kenapa minta uang gajiku, Mas? 'Kan uang gajiku sudah digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah ini Mas. Dan kini uangku cuma sisa satu juta saja, itupun

harus dicukupkan hingga waktu gajian lagi Mas," jawabku.

"Ah kamu ini banyak ngomong, cepat berikan. Kasihan mereka sudah menunggu di luar."

"Pakai uangmu saja dulu Mas, kan gajimu utuh tak pernah kamu berikan kepadaku. Uang satu juta ini harus aku cukup-cukupkan untuk memenuhi kebutuhan selama dua minggu kedepan, juga untuk uang transport ku Mas. Belum lagi untuk uang saku Selfi atau keperluan kuliahnya yang biasanya mendadak."

"Alah banyak ngomong kamu itu. Gajiku ya ku berikan pada ibuku lah, kan beliau yang sudah mengasuhku selama ini, jadi ibu lah yang berhak menerima gajiku, bukan kamu!" Mata Mas Johan melotot sambil mengacungkan jarinya di depanku.

"Baiklah Mas, tapi jangan lima ratus ribu ya. Dua ratus ribu saja," kataku sambil mengeluarkan dua lembar uang pecahan seratus ribuan dari dompet.

"Huh banyak ngomong kamu ini! Mau jadi istri durhaka?! Cepat berikan yang Ibu minta tadi, lima ratus ribu rupiah! Atau ku ceraikan kamu sekarang juga, biar tahu rasa kamu menjadi janda?" katanya sembari merebut paksa dompetku, dan mengambil tiga lembar lagi.

Mendengar kata 'cerai' dan juga 'janda' selalu sukses membuat nyaliku ciut, dan alhasil aku pun akhirnya selalu menuruti semua permintaanya dan keluarganya.

"Jangan lupa bereskan dulu kamar Ibu dan Selfi sebelum kamu berangkat kerja."

"Tapi ini sudah siang Mas, aku nanti terlambat. Kenapa tidak minta Selfi saja untuk membersihkan kamar Ibu dan kamarnya?"

"Mereka kan mau belanja. Tau sendirikan mereka akan marah jika lihat kamarnya masih berantakan. Sudah jangan banyak ngomong lagi, aku mau berangkat narik dulu. Ingat jika sampai nanti aku mendengar keluhan dari mereka karena kamarnya tak kamu bersihkan, maka aku langsung menjatuhkan talak tiga padamu!"

Mengalah dan terus mengalah, hal itulah yang terus aku lakukan selama delapan bulan ini ketika menjadi istri Mas Johan. Dia dan keluarganya selalu memanfaatkan ketakutan dan rasa traumaku menjadi seorang janda.

Ya, aku memang trauma dengan julukan 'janda', bukan karena aku pernah mengalaminya, tapi karena menyandang status itulah, Ibuku akhirnya depresi dan meninggal karena bunuh diri di sebuah rumah sakit jiwa. Sejak kepergian Ibu itulah aku menjadi hidup sebatang kara di dunia ini, Ayahku pun kuanggap sudah mati, karena dia telah meninggalkanku dan Ibu disaat aku masih berusia delapan tahun.

Dulu ketika pertama kali bertemu dengan Mas Johan, aku merasa dia adalah pria baik yang memang benar-benar menyayangiku. Hingga aku menceritakan semua trauma yang ku alami dan menerima pinangannya meski kami baru kenal selama satu bulan.

Pertemuan pertama kami adalah di tempat kerjaku, dulu aku bekerja sebagai admin merangkap kasir di sebuah Koperasi Simpan Pinjam. Mas Johan adalah nasabah disana, saat itu dia memiliki usaha toko pakaian di pasar yang berdekatan dengan tempat kerjaku.

Awal-awal pernikahan sebenarnya semua masih baik-baik saja, Mas Johan memboyongku ke rumahnya dan tinggal bersama Ibu dan Adiknya. Dia juga memintaku untuk berhenti bekerja dan membantunya berjualan di pasar.

Selama dua bulan, aku merasa Mas Johan dan keluarganya selalu mencintaiku dan tak salah aku menerima pinangan dari Mas Johan.

Namun petaka itu mulai terjadi bulan ketiga pernikahanku. Saat itu usaha yang dilakoni Mas Johan bangkrut, karena kebakaran di pasar. Meskipun telah mendapat uang asuransi, nyatanya hal itu tak mampu menutupi utangnya pada sebuah Bank besar. Ternyata selama ini seluruh modalnya berasal dari pinjaman bank tersebut. Dan rumahnya pun ternyata masih kredit, belum lagi dia sangat butuh banyak uang untuk membiayai kuliah Selfi, Adiknya.

Berbagai upaya telah dilakukan olehnya, namun sayang semua tak bisa terselamatkan. Akhirnya Mas Johan harus merelakan tempat usahanya di sita oleh pihak Bank karena telah menunggak pembayaran selama empat bulan. Pun juga dengan rumah yang dulu kami tempati, karena sudah tak mampu membayar, Mas Johan pun mengembalikannya pada developer. Habis tak bersisa semuanya, dan hanya menyisakan satu buah motor milik Mas Johan.

"Sebaiknya kita sekarang pulang saja ke rumahku Mas. Kebetulan kan di sana ada tiga kamar, pas untuk kita semua. Jangan khawatir aku juga akan kembali bekerja untuk membantu biaya kuliah Selfi," ucapku kala itu kepada Mas Johan dan keluarganya.

"Apakah kami tak merepotkanmu Nak? Ibu dan Johan juga Selfi akan merasa sangat malu jika menumpang di rumahmu." Bu Dewi, ibu mertuaku, berkata seperti itu sambil menagis.

Sementara itu Selfi dan Mas Johan hanya duduk sambil menunduk.

"Bu jangan ngomong seperti itu. Kalian semua adalah satu-satu nya keluarga yang ku punya. Jadi tak perlu sungkan, anggap saja itu rumah kalian sendiri," kataku sambil memeluk mertuaku tersebut.

Sejak saat itu mereka pun tinggal di rumahku. Mas Johan belumlah bekerja saat itu, dia masih berduka karena kebangkrutannya itu. Setiap hari kerjanya hanyalah tidur, main game dan mancing saja.

Sementara Selfi tetap melanjutkan kuliah menggunakan motorku setiap hari. Rela ku jual perhiasan pribadiku untuk membiayai kuliahnya.

Aku pun mulai bekerja lagi, sebenarnya tempat kerja lamaku pun memperbolehkan jika aku kembali kesana. Namun Mas Johan tak memperbolehkanku, alasannya karena terlalu jauh dari rumah dan akan menghabiskan banyak uang transport. Akhirnya aku mendapatkan pekerjaan menjadi seorang karyawan toko elektronik saja, yang letaknya tak begitu jauh dari rumahku. Aku berangkat kerja mulai pukul sembilan pagi hingga pukul tujuh malam.

Entah apa yang membuat sikap mereka bertiga berubah kepadaku. Mereka menjadikanku babu di rumahku sendiri. Awalnya sih, aku pikir mungkin karena masih shock karena kehilangan segalanya, hingga aku pun ikhlas melayani mereka. Tapi ternyata mereka malah memanfaatkanku.

Ibu dan Selfi tak pernah mau membantuku mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan untuk mencuci baju mereka sendiri pun harus aku yang mengerjakannya. Jadi sebelum berangkat kerja semua harus sudah bersih dan makanan pun telah siap di meja makan. Pun ketika aku pulang kerja, masih banyak pekerjaan yang menantiku. Mencuci piring yang menumpuk, menyetrika baju, dan banyak lagi pekerjaan yang harus kulakukan untuk mereka.

Mas Johan pun jarang memperhatikanku, dia malah asyik dengan dunianya sendiri. Malah dia mendukung kelakuan adik dan ibunya itu. Jika aku sedikit saja membuat kesalahan atau tak menuruti keinginan mereka, maka Mas Johan mengancam akan menceraikanku.

Itulah yang menjadi senjata mereka untuk menjadikanku patuh. Menjadi mesin pencetak uang dan menjadi pembantu di rumahku sendiri itulah yang kulakukan selama delapan bulan ini.

Sebenarnya aku ikhlas saja menafkahi mereka, tapi tolong setidaknya sedikit hargai aku yang telah lelah seharian bekerja dan mengerjakan pekerjaan rumah.

Tepatnya tiga bulan yang lalu Mas Johan mulai mau bekerja kembali, meski hanya sebagai tukang ojek online. Setiap dia mendapat uang pasti separuhnya akan disetorkan pada ibunya, tanpa memberikanku sepeserpun.

Seperti kejadian pagi ini, semua yang jadi keinginana mereka harus aku turuti. Kulihat jam di dinding menunjukkan pukul delapan pagi, aku harus bergegas membersihkan kamar Ibu dan juga Selfi, kalau tak ingin nanti terlambat kerja.

Dua kamar ibu dan anak itu, bak kapal pecah. Aku pun langsung cepat-cepat membersihkanya. Kemudian mandi dan siap berangkat kerja.

Saat aku akan keluar rumah, kulihat ternayta motor Mas Johan masihlah terparkir di teras.

'Hemm ide bagus nih, siapa tahu dia mau mengantarku kerja' pikirku.

Namun saat aku akan melangkah keluar kudengar dia memanggil nama seseorang dengan panggilan "yank" melalui sambungan telepon. Aku pun berusaha menguping panggilan itu.

"Iya, Yank pokoknya kamu tetap yang tercantik deh di dunia ini," kata Mas Johan.

"Ya sudah aku berangkat dulu ya, kita ketemu di tempat biasa. Dadah cintaku. Emmuach."

Saat itu juga, bagaikan disambar petir saat hari terik, aku tak percaya bahwa suamiku ini telah menduakanku. Seseorang yang di sebutnya "yank" pasti adalah selingkuhannya.

Tega sekali kamu Mas melakukan semua ini padaku, setelah semua pengorbanan yang kuberikan untukmu dan keluargamu.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Aku Pasti Bisa Tanpamu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini mengikuti perjalanan emosional David dan Arina dalam menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan hati masing-masing. Hubungan mereka pun tumbuh dengan indah seiring waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam sebuah ikatan cinta yang tulus serta sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa untuk pembaca usia 21 tahun ke atas ini menyoroti sisi tersembunyi kehidupan yang penuh luka, dilema, dan kerinduan di balik topeng kesucian. Melalui narasi realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan diri di tengah kegelapan untuk menemukan cahaya. Sebuah hiburan mendalam tentang pencarian makna hidup serta cinta yang berliku, menyajikan perspektif baru bagi Anda.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan