APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Hantu CEO

Pesona Hantu CEO

Sion Alexander Robin, pemimpin Robin Group yang disegani di Kota Mayro, mengalami fenomena aneh saat jiwanya terpisah dari tubuhnya. Di tengah keputusasaan menjadi arwah gentayangan, ia bertemu Roura. Gadis biasa ini secara mengejutkan dapat melihat dan menyentuh sosok astral Sion. Demi mengungkap kebenaran di balik kondisi misterius ini, Sion meminta bantuan Roura untuk mencari raga aslinya dan mencari jawaban mutlak: apakah ia masih hidup atau telah tiada.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sion Alexander Robin, seorang pria dengan reputasi yang tak tertandingi, adalah CEO utama dari Robin Group, sebuah perusahaan raksasa yang berada di kota Mayro.

Namun dua hari terakhir, dunia di sekitarnya terasa tidak normal lagi. Orang-orang kini berjalan melewatinya seolah dia tidak ada.

Setiap kali Sion mencoba berbicara, suara yang keluar dari mulutnya, seperti tidak terdengar. Tangannya yang dulu menggenggam kendali perusahaan besar, kini tak mampu menyentuh apapun.

"Oh, Tuhan. Ada apa denganku? Apa aku sudah mati?"

Pria ini bicara sendiri, tapi tidak ada yang bisa menjawab pertanyaannya. Apakah dia sudah mati? Jika iya, mengapa dia masih ada di dunia ini? Jika belum, lalu mengapa semua orang mengabaikannya?

Sion yang putus asa duduk di sebuah bangku taman. Seperti biasanya, taman ini penuh dengan suara anak-anak bermain atau pasangan yang bercengkerama, tapi tetap tidak ada satupun pandangan yang menoleh padanya.

Membuat Sion semakin frustasi, pria ini mengurut pelispisnys, sambil mencoba mencari jawaban atas apa yang terjadi.

Tapi ketika dia sedang tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba seorang gadis muda duduk di sebelahnya. Gadis itu terlihat sederhana, dengan setumpuk dokumen di tangannya.

Ia sempat menoleh ke arah Sion dengan senyuman, membuat Sion terkejut, tapi masih diam.

"Sialan dosen itu! Tugas akhir tidak disetujui, biaya kuliah menunggak, gaji kecil, dan sekarang ada ancaman pemecatan karena aku dianggap aneh!"

Gadis ini menarik napas panjang, mengomel tanpa henti pada dirinya sendiri.

"Dasar hidup keparat! Kenapa aku harus dilahirkan jadi miskin?"

Sion tetap diam mendengarkan gadis itu bicara sendiri, tapi Sion terus memperhatikan wajahnya, sampai akhirnya gadis itu menoleh ke arah Sion lagi.

"Hei, Bung? Kenapa kau terus menatapku, hah? Apa kau punya masalah yang sama denganku?" tanya gadis itu.

Sion sangat terkejut saat mata gadis ini tertuju padanya. Mata Sion langsung membelalak tidak percaya.

"Hey! Kenapa kau ini? Oh, ya ampun, santai saja! Aku hanya bertanya, kenapa kau seperti baru melihat Lucifer di siang bolong?" tanya gadis itu lagi.

"Apa kau bisa melihatku?" Sion bertanya dengan suara berat.

Gadis muda ini tertawa, tapi setelah itu, ia menggelengkan kepala dengan jengkel

"Tentu saja bisa. Kau duduk di sini seperti orang yang putus asa, apa masalah mu lebih berat dariku, tuan?"

Sion memegang kepalanya, ia merasa semakin bingung. Kenapa gadis ini bisa melihat dirinya, sementara orang lain tidak bisa.

"Kau ini orang yang aneh. Oh, Ya Tuhan ... Aku punya banyak masalah dalam hidup, dan sekarang aku malah bertemu orang aneh sepertimu. Sudahlah!" gadis penggerutu itu pergi dari sana.

"Tunggu! Jangan pergi! Siapa namamu?" Sion berteriak, memohon pada gadis itu.

"Roura. Namaku Roura! Sudah yah! Aku punya banyak tugas yang harus diselesaikan, tagihan yang harus dibayar, dan bos yang siap memecatku. Maaf, aku tidak punya waktu untuk sekedar makan malam atau berjalan-jalan."

Roura kembali melangkah pergi, tidak menoleh sedikit pun lagi pada Sion.

Sementara Sion masih terpaku di tempatnya, merasa semakin bingung. Kenapa gadis bernama Roura itu bisa melihat dirinya, pria ini langsung berdiri dan mengikuti Roura dari belakang.

Roura sampai di sebuah kedai kopi kecil, tempat ini adalah tempat Roura bekerja paruh waktu. Begitu ia membuka pintu, aroma kopi dan suara mesin espresso menyambut, tetapi tak ada kehangatan di wajah sang manajer.

Pak Will, adalah pemilik kedai kopi kecil ini. Ia berdiri dengan tangan bersilang di dekat meja kasir. Ekspresi lelah dan penuh kebosanan terpampang jelas di wajahnya.

Roura tersenyum manis pada pria itu, tapi Pak Will hanya cemberut. "Ayolah, Pak Will. Tersenyumlah padaku! Aku tidak terlambat kan? Dan aku sudah membawa satu pelanggan lagi untukmu." Roura mencoba membujuk.

"Tuan, kemarilah! Kau akan minum secangkir kopi kan?" ucap Roura pada Sion.

Pak Will menoleh ke arah belakang Roura. Tapi tidak ada satupun orang yang ada di sana matanya menyipit pada Roura. Merasa jika karyawannya ini sedang bercanda padanya.

Roura berbisik. "Pria itu mengikuti aku dari taman tadi."

Pak Will menggeleng kepala, semakin kesal dengan sikap Roura. "Cukup, Roura. Kau mulai bersikap aneh lagi, kau sudah membuat beberapa pelanggan takut minggu lalu. Ingat? Wanita yang sampai keluar sambil menangis, karena kau bilang ada kakeknya di belakangnya? Lalu kau akan mencoba lelucon yang sama padaku, hmh?"

"Tapi aku benar, Pak. Kakeknya memang ada di belakangnya kala itu."

Pak Will menutup matanya sambil menghela napas panjang. Gadis ini selalu membuatnya kesal.

"Kau sangat menyebalkan, nak. Tapi baiklah, akan aku beri kamu satu kesempatan lagi! Tapi jangan bicara aneh lagi, kau mengerti?"

Roura menghela napas menyerah, apalagi ketika ia menoleh ke arah belakang dirinya. Sion memang sudah tidak ada di sana.

Tatapan Roura kembali pada Pak Will, lalu ia mengangguk, tidak ingin berdebat lagi dengan bosnya.

"Aku mengerti, pak Will. Kalau begitu aku ganti baju dulu."

Tapi tiba-tiba, Roura kembali terkejut, ketika Sion muncul dari balik dinding. Pria tampan di depannya ini bicara dengan serius.

"Hey, nona! Kita harus bicara."

Mata Roura membulat. "Hey, bisakah Anda tidak muncul mendadak seperti tadi?"

Pak Will kembali menoleh pada Roura, ia melihat gadis itu sedang bicara sendiri.

"Ada apa, Roura?"

Roura menunjuk pada Sion yang ada di depannya. "Orang ini mengagetkan ku, pak."

Pak Will mengerutkan kening, tidak melihat siapapun ada di sana. Pria tua ini kembali menatap Roura dengan tajam.

"Sudah kubilang untuk jangan bersikap aneh, Roura. Itu membuat orang lain takut. Jika pelanggan ku tidak nyaman, kau akan kupecat!"

Roura semakin bingung dengan ucapan Pak Will, kenapa pria ini menganggap Roura bercanda. Jelas-jelas seorang pria jangkung sedang berdiri di hadapannya.

"Pak Will, tolonglah. aku benar-benar butuh pekerjaan ini. Kuliahku belum selesai, tagihanku menumpuk. Kalau aku kehilangan pekerjaan ini, aku akan habis."

Pak Will diam sejenak, terlihat berpikir dengan berat. Matanya masih menatap Roura dengan ekspresi penuh keraguan.

"Aku janji, tidak akan ada lagi kejadian aneh. Aku akan kerja dengan serius," ucap Roura.

Pak Will menghela napas panjang, lalu mengangguk dengan berat hati. "Baiklah. Ini kesempatan terakhirmu, Roura. Jangan buat aku menyesal."

Ucapan Pak Will membuat wajah Roura langsung cerah, senyuman manis terlihat di wajahnya yang cantik.

"Terima kasih, Pak Will!" ucap Roura.

Roura melanjutkan langkahnya, berjalan ke toilet wanita untuk mengganti pakaiannya dengan seragam kerja.

Sion masih berdiri di depannya, tapi gadis ini mencoba tidak peduli, Roura segera masuk ke toilet, mengunci pintu itu rapat-rapat.

Di dalam toilet, Roura berdiri di depan cermin. Ia melihat pantulan dirinya di sana dan segera berganti pakaian dengan cepat, bersiap untuk memulai pekerjaannya hari ini.

Tapi tiba-tiba, seorang pria muncul di belakang Roura, mata tajamnya bagai menusuk mata gadis ini.

Bagaimana mungkin pria ini berdiri tepat di belakang Roura. Sedangkan pantulan dirinya tidak terlihat di cermin.

"Aaah! Kenapa kau ada toilet wanita?" teriak Roura panik.

"Aku ingin bicara denganmu. Karena hanya kau yang bisa melihat aku."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kisah Heroik Sang Menantu
9.6
Baru sehari menikah, sang protagonis langsung menyaksikan kebrutalan di kediaman Keluarga Kuncoro saat ayah mertuanya menyiksa sang ibu mertua. Alih-alih dihargai karena mencoba melerai, ia justru dicaci dan diperkenalkan pada tradisi kekerasan keluarga tersebut. Namun, ketika suaminya sendiri mencoba melakukan tindakan fisik yang sama terhadap dirinya, ia tidak merasa takut. Momen penindasan ini justru menjadi kesempatan emas yang ia tunggu-tunggu untuk membongkar kekuatan super rahasianya.
Sampul Novel Pedang Kebenaran Sejati Seri 2
8.1
Permana Brata, anak hasil hubungan gelap Prabasari dan Baron Smith, bertekad mencari ayahnya yang hilang. Mengandalkan warisan Pedang Kebenaran Sejati serta ajaran ilmu Sepuluh Syair Bumi Pertiwi dari Ki Sasmaya, ia berani mengarungi dunia persilatan yang kejam. Berbagai musuh dan rintangan berat tidak menyurutkan langkahnya. Petualangan penuh aksi ini menjadi pembuktian keteguhan hati Permana dalam menghadapi pahitnya konflik demi menuntaskan misinya.
Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah
8.5
Pernikahan kontroversial Jiu Cien dengan bibi gurunya berujung petaka. Hasutan dan rasa iri membuat istrinya yang sedang mengandung tewas dibantai secara keji. Di tengah kehancuran hidup, Jiu Cien bangkit membawa dendam membara terhadap para pelaku. Ia memulai petualangan hebat di dunia persilatan demi membalas rasa sakitnya. Lewat perjuangan berdarah, ia menapaki jalan kependekaran hingga berhasil menduduki takhta tertinggi sebagai Pendekar Dataran Tengah.
Sampul Novel Penerus Para Dewa
8.7
Xiao Long tewas setelah menyelamatkan seorang anak dari penculik. Namun, di ambang kematiannya, sesosok makhluk bercahaya memberikan kesempatan hidup kedua. Terlahir kembali di dunia baru, ia dibekali ingatan dan ilmu dari para dewa. Kini, Xiao Long memulai petualangan besar demi menjadi sosok abadi yang tangguh. Ia bertekad untuk menaklukkan para dewa sekaligus menundukkan kaum demon yang menghalangi jalannya.
Sampul Novel Perempuan Bersuami Dua
9.6
Kehidupan rumah tangga Mak Bayah sangat tidak biasa. Dukun desa ini tinggal bersama dua suami sekaligus dalam satu rumah secara damai. Namun, keharmonisan tersebut menyimpan misteri besar. Di balik itu semua, Mak Bayah memiliki ambisi yang sangat gelap. Mengandalkan ilmu hitam dan kemampuan mistisnya, ia siap melakukan apa saja demi memikat pria mana pun yang ia dambakan. Saat obsesinya telah memuncak, tidak ada satu orang pun yang mampu menghentikan niatnya.
Sampul Novel Tukang Pijat Tampan
8.3
Kehidupan Aditya sebagai pemijat biasa berubah drastis setelah mewarisi sebuah cincin misterius. Pusaka itu memberinya kekuatan fisik luar biasa dan sentuhan pemikat wanita. Dalam sekejap, ia menjelma menjadi pengusaha kaya raya yang dikelilingi para pemuja. Namun, di balik kehidupan barunya yang dipenuhi hubungan ambigu dan intrik harem, bahaya besar mulai mengintai seiring dengan perlahan terkuaknya rahasia kuno di balik cincin tersebut.