APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pesona Hantu CEO

Pesona Hantu CEO

Sion Alexander Robin, pemimpin Robin Group yang disegani di Kota Mayro, mengalami fenomena aneh saat jiwanya terpisah dari tubuhnya. Di tengah keputusasaan menjadi arwah gentayangan, ia bertemu Roura. Gadis biasa ini secara mengejutkan dapat melihat dan menyentuh sosok astral Sion. Demi mengungkap kebenaran di balik kondisi misterius ini, Sion meminta bantuan Roura untuk mencari raga aslinya dan mencari jawaban mutlak: apakah ia masih hidup atau telah tiada.
Bab
Bagikan

Bab 2

Flashback

Dua hari lalu

Langit kota Mayro tiba-tiba merah, asap tebal membumbung tinggi ke langit malam yang gelap, disusul ledakan yang mengguncang tanah.

Gedung Robin Group, ikon megah kota sekaligus pusat dari perusahaan raksasa dunia, kini terbakar hebat. Api menjalar liar, melahap setiap jendela kaca dengan bunyi pecahan yang menyakitkan telinga.

"Tolong! Tolong!"

Jeritan dan teriakan menggema di setiap sudut jalan. Orang-orang dalam gedung berlarian tak tentu arah,  berusaha mencari perlindungan.

Sirine mobil pemadam kebakaran meraung memecah malam, diikuti deru kendaraan ambulans yang bergegas menuju lokasi.

"Kami membutuhkan bantuan tambahan! Gedung ini bisa runtuh kapan saja!"

Suara-suara panik terdengar di mana-mana, para petugas damkar dan Polisi bekerja sama menyelamatkan orang-orang yang terjebak.

Beberapa helikopter berita nasional melayang rendah, mengirimkan siaran langsung ke seluruh pelosok kota dan negeri.

"Kami melaporkan langsung dari lokasi kejadian! Gedung Robin Group, pusat dari kekaisaran bisnis internasional, kini dalam kondisi kritis setelah ledakan besar terjadi sekitar pukul 9 malam waktu setempat!"

"Tuan Sion Alexander Robin, yang merupakan CEO utama group Robin, belum ditemukan dalam peristiwa ini. Semua orang sedang mencarinya."

Para wartawan menyebarkan berita yang sama, seluruh kota jadi cemas. Bahkan seluruh dunia yang tergabung dalam kerja sama dengan Robin Group ikut panik, soal hilangnya pimpinan tertinggi perusahaan raksasa itu.

"Evakuasi, cepat!"

"Cari Tuan Sion!"

Teriakan menggema di seluruh gedung, barikade team penyelamat berjuang masuk ke dalam. Untuk mencari sosok penting tuan mereka yang belum ditemukan dalam musibah ini.

Tapi  api mulai melahap habis semua yang ada di hadapannya. Seolah harapan untuk menemukan Sion semakin menipis dalam kobaran api yang mengamuk.

"Selamat kan dokumen penting Robin Group!!"

Teriakan seorang pria berambut coklat tedengar memerintah, kemeja putihnya sudah lusuh kehitaman, wajahnya banjir keringat.

"Dasar serakah! Nyawa manusia lebih penting ketimbang kumpulan kertas itu. Edward!"

Marco menarik kemeja Edward, mendorongnya turun dari lantai lima belas yang sudah dipenuhi api.

"Lepaskan aku, Marco! Bahkan dokumen itu lebih berharga dari nyawamu!"

DUAR!

Ledakan keras terdengar, seiring dengan jeritan orang-orang di luar dan di dalam gedung. Puing-puing mulai runtuh, bangunan gedung sudah mulai bergetar.

"Ayok kita keluar! Edward! Kita harus keluar sekarang juga!" Marco berteriak, membentak sahabat karibnya.

"Apa Sion sudah ditemukan?" Edward bertanya, matanya mengunci tatapan Marco.

"Mungkin Sion sudah di luar Ed! Team penyelamat pasti mencari dia terlebih dulu. Ayo kita keluar juga!"

Marco menarik tangan Edward, tapi pria itu tetap keras kepala, melemparkan lencana kebanggaannya pada Marco.

"Aku titip itu, aku harus memastikan Sion tidak terjebak di dalam. Dan aku aku harus menyelamatkan beberapa dokumen penting."

Edward berlari masuk, menembus kepulan asap hitam yang bercampur dengan gumpalan api merah.

"EDWARD!" teriak Marco.

Kakinya hampir mengejar, tapi beberapa petugas pemadam kebakaran gegas menahan tubuhnya.

"Lepaskan aku!" Marco meronta.

"Tidak akan kami lepaskan! Apa kau ingin mati? Hah?!" 

Petugas pemadam menyeret Marco secara paksa keluar dari dalam gedung.

Di luar gedung, suasana semakin ramai. Para liputan media internasional sibuk meliput kekacauan, televisi-televisi besar di gedung-gedung sekitar sibuk menampilkan pakar saham yang bicara dengan tergesa-gesa.

"Jika Robin Group benar-benar lumpuh, pasar saham global bisa runtuh! Dampaknya tidak hanya pada ekonomi lokal, tetapi akan terasa di seluruh dunia."

Di lokasi kejadian, debu beterbangan seperti kabut tebal. Seorang petinggi Polisi tampak berdiri di depan barikade pasukan, matanya memindai gedung dengan penuh ketegangan.

"Apakah ini kecelakaan atau serangan?"

"Kami belum bisa memastikan, dan kami juga hanya temukan satu petinggi perusahaan, itu adalah tuan Marco! Wakil direktur Robin Group!" satu polisi muda melapor kepada atasannya.

Mendengar hal tersebut, mata Marco membelalak, ia bertanya pada polisi itu "Apa? Kenapa hanya aku yang diselamatkan? Lalu dimana Sion?"

"Kami masih berusaha menyelamatkan semua orang, tuan! Tenanglah! Termasuk Tuan Sion."

"Apa kau bilang? Tenang? Sion wajib ditemukan, cepatlah bekerja!"

Marco semakin panik, dan Polisi itu mencoba menenangkan Marco. "Kami sedang berusaha, tuan."

Marco menghela nafasnya, dan tatapannya kembali menoleh ke arah gedung,  lantai lima belas tempat ia berpissh dengan Edward tadi. Di sana ia melihat kobaran api yang semakin menggila.

DUAR!

Sebuah ledakan keras terdengar dari lantai 17. Getaran dahsyat terasa hingga ke jalan, membuat debu dan pecahan kaca beterbangan di udara. Seketika, lantai 17 runtuh,  hingga menghantam lantai 15 tempat Edward berada.

"EDWARD! SION!"

Marco berteriak sekuat tenaga, langkahnya maju meski panas dari gedung terasa membakar kulitnya.

Beberapa petugas pemadam segera menahan tubuh Marco, yang hampir menerobos garis pembatas.

"Lepaskan aku! Saudara-saudaraku masih di dalam!" Marco meronta, wajahnya penuh peluh dan debu.

Seorang perwira kepolisian mendekat, mencoba menenangkan Marco yang masih sangat terguncang.

Sementara team terbaik dikerahkan, untuk mencari dimana Sion berada. Banyak korban jiwa berjatuhan dalam ledakan ini, entah ini kecelakaan atau sebuah konspirasi besar yang sedang mempermainkan perusahaan Robin Group.

"Dengar, pak! Kau harus menemukan Sion, juga Edward. Kerahkan seluruh team terbaik yang kau punya. Kami akan bayar berapapun."

Perwira polisi ini mengangguk. "Kami sedang berusaha. Tapi situasinya berbahaya. Struktur gedung bisa runtuh kapan saja. Kami harus mengutamakan keselamatan banyak nyawa!"

Ucapan itu terdengar semakin mencekam Marco, ia semakin tenggelam oleh rasa cemas.

Marco berdiri di samping petinggi polisi, memandang dengan tegang ke arah gedung yang terbakar. Napasnya berat, hatinya berdebar kencang.

"Kumohon, Sion ... Bertahanlah. Edward, aku harap juga ada keajaiban yang membuat kau selamat!"

****

Sion reflek membungkam mulut Roura dengan tangannya, membuat gadis ini membulatkan mata.

"Tolong, jangan teriak! Aku bukan orang jahat!"

Roura menatap Sion dengan mata membelalak, napasnya terengah-engah. Dia tidak bisa bicara apapun lagi sekarang.

Dari luar pintu, terdengar ketukan keras. "Roura? Ada apa di dalam? Kau baik-baik saja?"

Suara pak Wiil terdengar cemas, Roura mulai ketakutan, ia hendak menjawab tapi tidak bisa. Tangan kekar Sion membungkam mulutnya.

"Jangan bilang ada aku di sini, dia akan mengira kau aneh lagi. Dan kau akan kehilangan pekerjaan, apa kau mau?"

Roura menggeleng kepala.

Namun ada yang lebih mengejutkan bagi Sion, yaitu fakta bahwa tangannya benar-benar bisa menyentuh Roura. Ia benar-benar bisa merasakan hangat tubuh gadis ini dalam pelukannya.

"Aku ... aku bisa menyentuhmu? Tapi kenapa? Kenapa aku tidak bisa menyenyuh orang lain?"

Sion bertanya pada dirinya sendiri, sementara Roura terus meronta, mendorong tangan Sion yang masih membungkam mulutnya.

Pria ini akhirnya, melepaskan tangannya dari tubuh ramping Roura dengan ekspresi bingung.

"Maaf."

"Tapi dengar! Ini penting. Tidak ada seorang pun yang bisa melihatku kecuali kamu. Kalau bosmu masuk dan melihatmu histeris sendiri, dia akan menganggapmu gila. Kau pasti akan dipecat."

Sion mengancam gadis itu, namun Roura tidak peduli. Dengan suara lantang, ia berteriak.

"Pak Will! Ada orang mesum di ruang ganti!"

"Apa?! Orang mesum?!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antagonist Girl
8.2
Demi menjaga memorinya agar tidak memudar, Arlan nekat memenuhi seluruh sudut apartemen dengan foto seorang wanita. Ketakutan mendalam akan kehilangan ingatan menjadi alasan di balik tindakan obsesif tersebut. Di sisi lain, hadirlah Vellice, sosok dari dimensi berbeda yang justru sangat menikmati perannya sebagai karakter antagonis. Kisah ini menyoroti hubungan unik mereka yang terjalin di tengah benturan dunia fantasi dan realitas modern.
Sampul Novel Cute Little Wife
9.2
Satu malam intim mengubah hidup Timmy dan Li Xiao Ke selamanya setelah mereka mendadak memiliki kekuatan supranatural misterius. Di tengah kehidupan modern, kemampuan baru ini menguji kekuatan cinta mereka yang baru tumbuh. Akankah keajaiban tersebut mempererat hubungan mereka atau justru memicu kehancuran? Saksikan perjuangan asmara penuh rintangan tak terduga ini saat keduanya menghadapi konsekuensi dari kekuatan baru mereka.
Sampul Novel Dersik: Begu Ganjang Telah Kembali
9.1
Dersik kembali ke Desa Mangpusu demi menuntaskan dendam masa lalu. Meski puluhan tahun berlalu, parasnya tetap awet muda dan memikat. Sunarni, sang mantan majikan yang didera rasa bersalah, kini tak berdaya saat keluarganya dihabisi satu demi satu. Di tengah teror Begu Ganjang yang mencekam, seorang dukun sakti bernama Surya curiga bahwa Dersik adalah mantan kekasihnya. Rumitnya, putra Sunarni malah jatuh hati pada sosok misterius yang berniat menghancurkan mereka.
Sampul Novel Reinkarnasi Dewi Kemem
8.2
Yi Yuen menjalani takdir sebagai reinkarnasi Dewi Keabadian demi mengungkap jati dirinya yang sejati di tengah badai intrik dan pengorbanan. Di sisi lain, sebuah momen manis tercipta saat Zhi Ruo terbangun dalam dekapan hangat sang suami, Li Quan. Lewat belaian lembut penuh kasih pada wajah Li Quan, kedekatan mereka begitu terpancar nyata. Meski sempat tersipu malu, kecupan hangat Li Quan menegaskan ikatan cinta mereka yang erat, mengakhiri penantian panjang dengan kebahagiaan yang mendalam.
Sampul Novel The Ice Prince
9.1
Di tengah sengitnya perebutan kekuasaan, seorang pangeran muda pantang menyerah menghadapi takdir buruk. Ia telah merancang rencana sempurna demi merebut takhta kerajaan. Namun, sebuah kejadian tak terduga tiba-tiba terjadi tepat sebelum misinya dimulai, mengancam dan mengacaukan seluruh strategi yang telah ia susun. Apa yang sebenarnya terjadi hingga menghalangi jalannya? Simak kisah perjuangan epik penuh aksi dan petualangan menegangkan ini.
Sampul Novel TWIN FLAME
8.3
Hubungan rumit antara Kumba, Kanya, dan Asad kembali berlanjut di kehidupan modern ini. Walau dulu Kumba sempat menyerahkan Kanya kepada Asad, garis takdir tetap mendekatkan mereka lagi. Kanya menyayangi Asad, namun ia juga menemukan kedamaian saat bersama Kumba. Sebagai Twin Flame, ikatan jiwa Kumba dan Kanya terus saling mengikat tanpa batas waktu. Kini, mereka harus melewati badai emosi demi mewujudkan impian terbesar: hidup bersama selamanya di masa kini hingga masa depan.