APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Persembahan Untuk Sang Kirin

Persembahan Untuk Sang Kirin

Kehidupan bahagia seorang putri kaya dan pemilik gym hancur dalam sekejap. Setelah dua bulan diabaikan suaminya, ia dikepung lima pria di gym miliknya sendiri. Tiga hari kemudian, ia disiksa, dirantai, dan dipaksa merangkak untuk dipersembahkan kepada kirin. Sepuluh bulan pasca-persembahan tersebut, para penculiknya mengincar pil keabadian yang mampu memberikan kemudaan serta hidup abadi bagi pria.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sejak zaman kuno, semua binatang tanpa terkecuali memiliki kebiasaan menandai wilayah atau benda milik mereka dengan urin atau cairan tubuhnya.

Para biksu sengaja membuat tubuh kami terkontaminasi oleh cairan tubuh kirin. Tujuannya adalah untuk mengelabui makhluk mitos itu.

Agar makhluk tersebut berpikir bahwa kami adalah miliknya.

Dengan kata lain, binatang betinanya!

Memikirkan hal itu, hatiku dipenuhi rasa takut.

Jika kirin benar-benar ada, bukankah tubuhnya akan sangat besar? Bagaimana mungkin tubuh kecil kami mampu menanggungnya?

Terlebih lagi, kami semua adalah gadis muda yang masih suci, dipilih dengan sangat teliti karena dianggap masih belum ternodai.

Tiba-tiba, efek dari mata air roh kini mulai terasa.

Pertama-tama, airnya semakin berbau amis, warnanya pun berubah menjadi putih keruh.

Lama-kelamaan, tidak hanya warnanya yang berubah, tetapi suhu airnya juga semakin panas. Panasnya begitu menyengat hingga aku berkeringat deras.

Tubuhku mulai tak kuat menahannya.

Namun, para biksu tetap tidak mengizinkan kami keluar dari mata air.

Hingga beberapa biksu datang membawa kendi panjang, mereka akhirnya menyuruh kami keluar dari kolam.

Tubuhku yang telah terendam terlalu lama menjadi merah. Bersama gadis-gadis lain, kami merangkak keluar, berbaris di tepi kolam, dengan tubuh yang terpapar jelas.

"Rangkak yang benar! Makhluk suci nggak bisa dilayani oleh gadis biasa."

Aku tetap dalam posisi merangkak, tetapi sudut mataku memperhatikan mereka.

Terlihat seorang biksu menuangkan air dari kendi panjang yang penuh dengan air mata roh itu. Dengan kasar, dia memaksa seorang gadis di sampingku untuk meminum semuanya.

"Aaaa! Sakit sekali!" jerit gadis itu kesakitan.

Wajahnya yang sebelumnya merona seperti bunga persik, tiba-tiba berubah pucat. Tubuhnya gemetar hebat, tampak sangat menderita.

"Jepit yang kuat!“ bentak sang biksu.

Namun, gadis itu terlihat hampir kehabisan napas. Akhirnya, dengan satu jeritan panjang, dia terjatuh ke tanah. Kakinya gemetar hebat cairan dari tubuhnya mengalir keluar, menyemprotkan air mata roh itu ke segala arah.

"Dasar nggak berguna," ujar sang biksu dan menampar wajah gadis itu dengan keras. Lalu melanjutkan, "Hanya dengan tubuh seperti ini, bagaimana kamu bisa mengandung pil?"

Mengandung pil?

Aku mendengar istilah baru ini.

Sepertinya, ini membuktikan dugaanku.

Para biksu ini sedang melatih kami menjadi binatang betina untuk kemudian menggunakan tubuh kami sebagai alat untuk melahirkan sesuatu yang mereka inginkan.

Setelah gadis itu diseret keluar, sang biksu kembali mengisi kendi dengan air mata roh dan mendekati gadis berikutnya.

Melihat apa yang terjadi pada gadis sebelumnya, wajah gadis ini dipenuhi rasa putus asa. Dia pun berusaha melawan.

Namun, tetap saja dia ditundukkan ke tanah dan dipaksa menelan seluruh isi kendi.

Dia bertahan lebih lama, tetapi seiring waktu, aku melihat perut gadis itu semakin membesar, seperti balon yang ditiup.

Air mata roh itu tampaknya mengalami perubahan misterius di dalam tubuhnya.

Satu per satu, para gadis dipaksa menjalani hal yang sama, hingga tiba giliranku.

Aku tidak berani memohon ampun.

Namun, tak kusangka, sikapku yang diam saja justru membuat mereka bertindak lebih kasar.

Biksu itu menuangkan lebih banyak cairan ke dalam tubuhku dibandingkan yang lain.

Perutku mulai membuncit, tetapi aku berusaha sekuat tenaga untuk menahan diri.

Akhirnya, penglihatanku mulai buram dan tubuhku hampir kehilangan kendali.

Saat aku sudah tak dapat menahannya, terdengar sang biksu berkata, "Cukup."

Tubuhku seperti bendungan yang jebol, semua cairan itu mengalir keluar dan tubuhku terasa sangat lega.

"Lanjutkan ke tahap pelatihan berikutnya."

Usai bicara, dia membuka sebuah kotak dan mengeluarkan sebuah patung kayu besar, setebal lengan manusia.

"Apa ... apa ini?" Seketika hatiku dipenuhi rasa putus asa.

Biksu itu mengoleskan cairan akar kirin pada kayu itu, kemudian menjatuhkanku ke tanah. "Kalau jalurmu nggak diperbesar, bagaimana tubuhmu bisa menampung akar makhluk suci kirin?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
9.1
Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.
Sampul Novel Balas dendam
9.2
Jenni yang dulu lemah kini telah berubah menjadi wanita tangguh setelah dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya sendiri, serta menjadi korban perundungan. Didampingi sahabat setianya yang selalu mendukung, Jenni kini merancang rencana balas dendam yang matang untuk membuktikan kekuatannya. Sambil mencoret foto para pengkhianat, ia bersumpah akan membalas semua rasa sakitnya. Ikuti perjuangan Jenni dalam menuntut keadilan atas masa lalunya.
Sampul Novel Broken Vessel
7.9
Trystan, pemuda 21 tahun, terancam bahaya di dunia yang mendewakan kekuatan Arte. Kemampuan langka miliknya memicu perburuan kejam dari pihak-pihak yang ingin melenyapkan atau mengeksploitasinya. Kini, hidupnya dilingkupi pengkhianatan, kepedihan, dan dendam mendalam. Di bawah tekanan tanggung jawab besar, Trystan harus berjuang keras demi melindungi apa yang berharga dari kejaran para musuh yang tiada henti mengincarnya.
Sampul Novel Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
9.6
Jagat raya dikejutkan oleh aksi para gigolo kaya nan rupawan yang memperebutkan kasih sayang seorang gadis desa yang serba kekurangan. Di balik kepolosan wajahnya, perempuan tersebut rupanya seorang pembunuh kejam yang telah melukai mereka. Anehnya, para pria ini malah merasa bangga jika harus tewas di tangan sang gadis. Mengapa mereka justru memuja sosok yang mengancam nyawa tersebut? Inilah kisah cinta penuh laga tentang obsesi luar biasa yang sulit dinalar publik.
Sampul Novel Immortal Soul
9.1
Di dunia ini, kekuatan kultivasi hanya dikuasai oleh pemilik ikatan spiritual yang kuat, sementara mereka yang berakar fana ditakdirkan hidup biasa saja. Mo Wuji terperangkap dalam kasta fana tersebut karena keterbatasan bakatnya. Namun, ia menolak tunduk pada nasib yang tidak adil ini. Saksikan perjuangan keras Mo Wuji dalam menembus batas kemampuan dan melampaui takdir kelamnya demi membuktikan bahwa seorang manusia biasa juga bisa menjadi luar biasa.
Sampul Novel Pembuktian Cinta
7.9
Bram bertekad membuktikan rasa cintanya pada teman masa kecil yang menyelamatkannya saat tragedi pembantaian keluarganya terjadi. Bertahun-tahun terpisah demi bertahan hidup, takdir mempertemukan mereka kembali. Demi melindungi sang kekasih dari tuduhan keji, Bram bahkan rela dipenjara. Sayang, pengorbanan itu berbalas kepedihan karena sang wanita tak pernah datang menjenguknya. Usai bebas, akankah Bram menemukan kebahagiaan atau justru melihatnya bersama pria lain?