APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perpisahan yang Kutandatangani

Perpisahan yang Kutandatangani

Setelah sebelas tahun bersama Petro, Yasmin mendapati suaminya berselingkuh selama tiga tahun dengan gadis yang lebih muda dan memiliki kemiripan wajah hingga enam puluh persen dengannya. Penderitaan Yasmin memuncak ketika putranya, Haris, menyodorkan surat pemutusan hubungan dan menuduhnya merusak kebahagiaan keluarga. Dengan hati yang hancur, Yasmin akhirnya menandatangani kesepakatan cerai dan memutuskan untuk memutus semua ikatan dengan suami serta anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 5

Malam itu, setelah Petro dan Haris pergi keluar, Yasmin juga keluar sebentar.

Dia janjian dengan Sania di restoran bawah apartemennya. Yasmin menyerahkan langsung surat perceraian, meminta Sania mengurusnya secepat mungkin.

Sania membuka dokumen itu, matanya berhenti di tanda tangan kedua belah pihak. Dia hanya bisa menghela napas panjang.

Namun, dia tidak banyak bicara. Hanya menyuap beberapa suap makanan dengan tergesa lalu pamit untuk bekerja.

Beban yang menekan dada akhirnya terselesaikan. Yasmin merasa lega, mengambil tasnya, dan bersiap untuk pergi bersama.

Begitu keluar dari ruang makan, Sania berkata ingin ke toilet. Dia menitipkan tasnya pada Yasmin, menyuruhnya menunggu sebentar di pintu.

Yasmin berjalan melewati lorong. Saat berbelok di sudut, seorang pelayan berpapasan dengannya lalu membuka pintu di samping. Dari dalam, terdengar suara percakapan.

"Ayah, lain kali kita harus makan bareng lagi. Aku suka makan sama Ayah dan Kak Yara."

"Kakak juga suka makan sama Haris. Nanti kalau kamu nginap di rumah Kakak, Kakak bikinin kue buat kamu dan ayah."

"Aduh, bukannya kalian sekeluarga?"

"Mirip banget soalnya. Aku kira kalian benar-benar satu keluarga."

Kata-kata pelayan itu membuat Haris dan Yara cekikikan, sampai harus menutup mulut menahan tawa.

Petro yang baru saja membalas pesan menoleh, bermaksud menghentikan. Tapi, saat mendongak, matanya langsung bertemu pandang dengan Yasmin yang berdiri di luar pintu.

"Yasmin?"

Refleks pertama, Petro langsung mengejar keluar untuk menjelaskan. Tapi, langkahnya terhenti. Wajahnya berubah tegang. Dia buru-buru menutup pintu ruang makan, menutupi wajah Yara di dalam.

Rasa bersalah sekilas melintas di matanya. Bibirnya sempat terbuka, tapi belum sempat bicara, suara anak yang nyaring sudah terdengar.

"Yasmin! Kamu ngikutin kita, ya?"

"Bukannya kamu sendiri yang setuju biarin kami keluar? Kenapa sekarang nguntit kayak orang aneh! Kamu nggak punya urusan lain apa? Kamu segitu nganggurnya?"

Wajah Haris berubah bengis. Dia menyelinap keluar dari celah pintu dan mendorong Yasmin sekuat tenaga.

Yasmin sama sekali tidak siap. Tubuhnya oleng terhuyung beberapa langkah. Dia buru-buru meraih tiang di samping dinding untuk menahan diri agar tidak jatuh.

"Haris!"

"Kamu kenapa ngomong ke ibu kayak gitu?"

"Siapa yang ngizinin kamu dorong ibu? Mana sopan santunmu?"

Petro berkerut marah. Dia segera meraih Yasmin dan menegur Haris dengan suara lantang.

Haris sangat menghormati Petro, tapi, di dalam hatinya sebenarnya dia takut. Untuk pertama kalinya dimarahi, amarahnya langsung hilang. Wajahnya pucat, bibirnya digigit erat tanpa sepatah kata pun.

"Aduh, dia cuma anak kecil."

Suara manja terdengar. Yara keluar dari ruang makan, merangkul Haris sambil terkekeh berusaha membelanya. "Haris masih kecil, belum ngerti apa-apa. Ucapan dan tingkahnya, mana perlu dianggap serius."

Wajah Yara dan Yasmin memang mirip, 60% serupa.

Ketika berdiri berdampingan, kemiripan itu makin jelas.

Hal yang lebih menyakitkan, Yara masih mengenakan jaket milik Petro.

Petro sama sekali tidak menyangka Yara berani keluar. Dadanya langsung tegang. Dia buru-buru menoleh pada Yasmin, mencoba menjelaskan.

"Yasmin, Yara itu model baru yang dikontrak perusahaan. Kebetulan ada pembicaraan kerja sama, jadi sekalian makan malam."

"Kebetulan dia masuk angin, jadi jaketku kupinjamkan."

Yasmin menekan perasaan di matanya. Dengan tenang, dia menepis tangan Petro yang masih melingkar di pinggangnya, menampilkan sikap seolah percaya penuh dan sangat lapang dada.

"Nggak apa-apa, aku sudah tahu."

"Kalian lanjutkan saja makan. Aku ada urusan, jadi pamit dulu."

Begitu kata-kata itu keluar, Sania kebetulan kembali. "Yasmin, soal perjanjian..."

Kalimatnya terhenti. Begitu matanya menyapu ke arah Petro, suaranya otomatis menghilang, gerakannya pun ikut kaku.

"Perjanjian apa?"

Tidak disangka, Petro tetap mendengarnya.

Yasmin santai saja. Dia menggulung kontrak di dalam tas lalu menjawab sekenanya. "Nggak ada, cuma mau nambah bantuin satu panti asuhan."

"Kalian teruskan makan. Nggak usah buru-buru, kami pamit duluan."

Dari awal sampai akhir, wajah Yasmin tetap tenang.

Entah saat dihina dan didorong Haris, atau melihat Yara yang mirip dengannya, bahkan mengenakan jaket Petro, dia tetap tidak menunjukkan kemarahan.

Bahkan seulas emosi pun tidak tampak di wajahnya.

Petro sempat menghela napas lega. Tapi, sesaat kemudian, rasa gelisah kembali menyerang.

Terlalu tenang.

Dia merasa samar-samar ada sesuatu yang lepas dari genggamannya.

Perasaan itu membuatnya sangat tidak nyaman.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANITA ( Pernikahan atas penukaran jaminan)
9.4
Demi melunasi kerugian akibat ulah sang saudara, Anita Azaelia terpaksa menjalani pernikahan kilat tanpa landasan cinta. Beban hidupnya kian menumpuk saat mengetahui sang suami sama sekali tidak mencintainya. Setelah sebelumnya terluka oleh pengkhianatan masa lalu, kini Anita harus bertahan melewati kepedihan nasib yang menguji batas kemampuannya. Akankah ia berhasil meraih kebahagiaan sejati di tengah badai rumah tangga yang menempatkannya tak lebih dari sekadar jaminan utang?
Sampul Novel Bittersweet
9.0
Arvin Bintang Mahatama dan Hana Farsya Aurina bertetangga sejak kecil. Meski Arvin sangat jahil sedangkan Hana manja tapi dewasa, mereka tak terpisahkan dari TK hingga SMA. Hubungan keduanya kerap diwarnai pertengkaran bagai Tom and Jerry akibat perbedaan sifat. Memasuki masa remaja, persahabatan erat ini diuji oleh tumbuhnya benih-benih cinta. Akankah ikatan platonis mereka mampu bertahan saat perasaan baru mulai mewarnai kisah pahit manis di sekolah?
Sampul Novel Menikahi Lelaki Brengsek
8.9
Kehidupan indah Raden Roro Ayu, bangsawan berpendidikan tinggi, runtuh setelah mengandung anak dari Nanda, sahabat dari pacarnya sendiri. Pernikahan terpaksa ini membawa penderitaan bagi Ayu hingga memicu dendam membara, merusak kedamaian keluarga, dan melahirkan permusuhan besar. Sementara itu, Sonny yang tetap mencintai Ayu menolak merelakannya. Ayu pun kini berada di persimpangan jalan, terjebak antara pernikahan dinginnya atau pulang ke pelukan Sonny.
Sampul Novel My Soulmate From My Heart (Series 2)
9.5
Demi menghindari perjodohan dengan Cheryl yang sudah dianggapnya adik sendiri, Arland nekat menjalin hubungan palsu dengan Kiran. Rencana yang semula hanya sandiwara ini perlahan berubah menjadi cinta yang sungguh-sungguh. Namun, saat Arland mulai benar-benar menyayangi Kiran, hubungan mereka justru dihadapkan pada ujian berat. Sang mama menentang keras kedekatan mereka dan menolak memberikan restu.
Sampul Novel OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)
7.9
Shereen Edwarida, seorang wanita karier sukses, menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu yang mendalam. Ia ditinggalkan oleh kekasihnya tepat sebelum pernikahan demi perempuan lain. Meski dicap perawan tua oleh lingkungan sekitar, Shereen tetap memilih sendiri dengan dukungan keluarga dan sahabat. Namun, pertahanannya goyah saat sang mantan kembali untuk menebus kesalahan. Akankah ia memberikan kesempatan kedua di tengah bayang-bayang luka lama?
Sampul Novel Ranjang Panas Istri Kedua
8.2
Di dalam kamar yang sunyi dan terasa sesak, Bella terbuai dalam pusaran gairah hangat bersama Bram. Dekapan erat sang suami membuatnya meremas sprei dengan kuat, seiring napas mereka yang saling memburu. Bella tidak mampu lagi menahan rintihan nikmat yang dipicu oleh setiap sentuhan intim dari suaminya. Bram pun terus memacu hasrat sang istri, menikmati setiap getaran tubuh Bella. Malam itu, derit ranjang menjadi saksi bisu bagi keintiman membara yang mereka lalui.