APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Kedua (Cinta Sejati)

Pernikahan Kedua (Cinta Sejati)

Hanya sembilan hari setelah menikah, Gadis diceraikan oleh Devano demi sepupunya sendiri. Demi menyembuhkan luka akibat pengkhianatan kejam itu, ia memutuskan kuliah di Jepang demi menata masa depan. Tak disangka, di sana Gadis menemukan cinta baru dan menikah dengan dosennya yang bernama Yamazaki Kento. Namun, saat mereka mulai membangun kebahagiaan, sesosok wanita dari masa lalu Kento hadir menguji komitmen mereka. Mampukah pernikahan kedua ini bertahan menjadi pelabuhan terakhir bagi Gadis?
Bab
Bagikan

Bab 3

***

"Di mana ya ijazah dan dokumen penting lainnya!" gerutu Gadis pada diri sendiri.

"Cari apa?" tanya Putri.

"Ijazah S1-ku, Bu. Gadis mau lanjutin magister. Dokumen penting lainnya juga kenapa enggak ada ya. Ibu simpan enggak?"

"Lho, bukannya waktu kamu nikah semuanya di bawa ya? Belum kamu ambil?"

Gadis langsung menepuk jidatnya. "Astaghfirullah... Iya, Bu. Ada di sana. Harus Gadis ambil sekarang, takutnya mereka buang sembarangan."

"Mau Ibu atau Mas-mu antar?" tawar Putri.

Gadis menggelengkan kepalanya. "Enggak usah, Bu. Gadis kan sudah dewasa, bisa ambil sendirian ke sana."

"Tapi Dhea katanya sudah tinggal di sana. Tadi Ibu lihat status whataspp-nya. Kamu beneran enggak mau Ibu temani. Takutnya Dhea macam-macam sama kamu."

"Bu mana bisa si gatal itu bikin perhitungan dengan Gadis. Yang ada Gadis yang sudah bikin dia kayak krupuk! Dia enggak berani, dia itu pencuri. Maling suami orang, maling kebahagiaan orang dan juga maling dosa orang," celetuk Gadis.

"Maling dosa orang? Maksudmu apa, Nak?"

"Maling dosanya Gadis lah, Bu. Kan si gatal sama si siput Devano sudah nyakitin Gadis, mereka sudah mempermainankan pernikahan. Janji di hadapan Allah. Gadis itu tersakiti, biasanya doa orang yang teraniaya kan naik ke langit. Dosanya Gadis mereka curi, lumayankan ngurangin dosa Gadis," balas Gadis menerangkan.

Putri menghela napas, ia tahu bahwa sebenarnya anak gadisnya itu terluka dalam. Gadis tak pernah sedikitpun memperlihatkan lukanya pada semua orang. Pernikahan yang hanya bertahan dalam hitungan hari pun pasti membuat jiwanya sedikit terguncang. Air mata menetes tanpa sadar di kedua pipi Putri.

"Bu, kenapa nangis?" tanya Gadis khawatir.

"Ibu tahu pasti saat ini duniamu sudah retak, mimpimu hancur dan harapanmu terhapus. Hatimu pasti sangat terluka karena pernikahanmu harus berakhir seperti ini. Maafkan kami ya, Nak. Gara-gara kami memaksa kalian cepat menikah, kamu yang pada akhirnya harus terluka," jawab Putri dengan lirih.

Gadis tersenyum dan memeluk erat ibunya sejenak. "Bu, jangan menyesal dan menangis karena luka yang orang-orang goreskan pada hidup kita. Jika kita terus mengeluh sakit, mereka yang bahagia nantinya. Jangan biarkan mereka tertawa di atas luka kita. Gadis memang sangat terluka dan mengutuk hidup, kenapa jalan ini yang harus Gadis lalui, kenapa takdir menyedihkan ini yang harus Gadis terima. Semakin Gadis berpikir lebih dalam lagi, rasanya percuma juga kalau kita harus menyesal dan mengutuk takdir. Kita harus bahagia, jangan sampai mereka berhasil mengubah bahagia kita jadi kesedihan."

"Kamu mau memaafkan kami karena dulu memaksa kalian segera menikah, kan?" 

"Bu, kenapa Ibu dan ayah yang harus meminta maaf? Mereka harusnya yang meminta maaf karena memberi luka pada Gadis. Enggak ada salahnya orang tua meminta anaknya untuk menikah, zaman sekarang pacaran itu memang dalam tanda kutip kok. Gadis tahu kalau Ibu dan ayah hanya ingin Gadis selamat dan enggak kebobolan."

"Bagaimana kamu menata hatimu, Nak? Apa yang bisa kami bantu untuk mengembalikan duniamu?" tanya Putri lirih.

"Satu hal yang harus Ibu dan ayah harus lakukan."

"Apa itu?"

Gadis tersenyum. "Jangan menangis untuk mereka! Jangan pernah setetes pun mengeluarkan air mata karena memikirkan duniaku saat ini. Dunia Gadis memang sudah mereka tenggelamkan, tapi kebahagiaan Gadis tak mampu mereka padamkan. Percaya dengan Gadis, Bu. Setelah dunia Gadis mereka hancurkan, mereka nanti akan menuai kehancuran untuk dunia yang mereka ciptakan dengan mengorbankan air mata banyak orang."

"Iya, Gadis. Ibu tidak akan menangis lagi untuk luka yang mereka berikan padamu. Air mata ini hanya akan turun untuk melihat kebahagiaanmu," balas Putri berjanji.

***

Gadis menatap pintu rumah yang dulu adalah mimpi dan doanya yang panjang. Di rumah inilah ia sematkan segala doa dan mimpi. Di rumah yang baru ia tempati beberapa hari ini, ia berharap hidup rukun dengan suami dan anak-anaknya kelak. Gadis menghela napas dalam-dalam, ia memencet bel rumah. Tak butuh waktu lama, pintu terbuka dan mereka terkejut melihat kedatangan Gadis.

"Ga–Gadis!" Seru Desi terkejut.

"Assalamualaikum, Ma. Apa kabar?" tanya Gadis dengan sopan dan mencium tangan mantan mama mertuanya.

"Baik, Gadis. Gadis ada keperluan apa datang ke sini?" tanya Desi dengan mengulas senyum.

"Gadis mau bawa dokumen milik Gadis yang belum di ambil di rumah Gadis ini," jawab Gadis. "Eh, lupa... Ini kan bukan jadi rumah Gadis ya!" tambahnya dengan sengaja.

Desi tersenyum tipis. "Masuk saja ya. Cari di mana dokumen milik kamu. Mama mau ke dapur dulu."

Gadis tersenyum dan ia melangkahkan kakinya ke kamar yang dulu ia tempati bersama Devano dan membuka pintu kamarnya dan terkejut ternyata sudah ada nyonya baru yang menghuni sedang terlelap tidur.

BRUG! 

Gadis sengaja menjatuhkan tumpukan buku milik Devano agar Dhea terbangun. Caranya sukses besar dan Dhea terkejut karena melihat Gadis ada di kamarnya.

"Kamu kenapa ada di kamarku?" tanya Dhea sinis.

"Kamarmu? Oh... Iya, ini kamar yang kamu curi ya!" sindir Gadis tertawa. Ia langsung membuka nakas dan merapikan dokumen miliknya yang masih utuh. 

Setelah merapikan dokumen dan berkas penting miliknya, ia melihat sekeliling kamarnya. Tidak ada perubahan, hanya salah satu penghuninya yang berubah. "Dhea, kamu sepertinya satu selera denganku ya dari kecil. Apapun pilihanku, pasti kamu juga suka. Termasuk mantan suamiku. Kamu sukses merebut bekasku dari dulu," ucapnya sambil tertawa mengejek.

"Kalau sudah selesai, lebih baik kamu cepat pergi dari sini!" usir Dhea.

Gadis tertawa mendengar ucapan Dhea. 

"Kamu kenapa datang ke rumahku lagi? Bukankah kita sudah sah bercerai secara agama dan hukum?" Devano tiba-tiba masuk ke kamar dan menatap curiga pada Gadis.

"Rumahmu? Rumah yang uangnya sebagian dariku? Kamu mau mengaku ini rumahmu?" sindir Gadis dan ia pun tertawa. "Kalau begitu, kembalikan uangku yang kamu gunakan untuk membeli rumahmu ini. Sekarang aku bukan pemiliknya, jadi aku meminta hakku! Kapan kamu mau mengembalikannya?"

Devano termenung, ia tak berkutik memang sebagian uang untuk membeli rumah ini adalah uang yang Gadis berikan padanya.

Melihat Devano yang tidak berkutik membuat Gadis tersenyum mengejek. "Oke, aku itu bukan monster, aku masih punya hati. Aku tahu kamu butuh banyak biaya untuk menggelar pesta pernikahan kalian dan menyambut jabang bayi yang saat ini ada dalam rahim si gatal itu," tunjuk Gadis pada Dhea dengan sengaja. "Aku mengizinkan kamu membayarnya dengan cara mencicilnya, kalau kamu tak mencicil hutangmu. Siap-siap ada surat cinta yang kukirim untukmu." Senyum Gadis terasa menyebalkan di mata keduanya.

Dhea geram, ia ingin memaki Gadis, tapi Devano menahannya.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dosenku Mantan Suamiku
9.0
Lima tahun lalu, Ardan menceraikan Luna akibat tuduhan selingkuh dan keraguan atas status anak mereka. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali di kampus tempat Luna kuliah, di mana Ardan yang dulunya pengusaha sukses telah beralih profesi menjadi dosen. Meski Ardan masih menyimpan dendam serta kerap melontarkan sindiran pedas tentang masa lalu, Luna tidak gentar. Ia justru menghadapi sikap dingin mantan suaminya itu dengan keberanian dan kecurigaan yang jenaka.
Sampul Novel GRUP JANDA DAN DUDA BERSATU
9.7
Nabila, Moy, dan Elice dipersatukan kembali oleh status mereka yang kini sama-sama janda. Sebagai pengelola grup kencan buta, Moy gencar membujuk kedua sahabatnya untuk bergabung. Nabila yang pemalu serta Elice yang pintar sempat menolak, namun kegigihan Moy akhirnya membuat mereka setuju mencari cinta baru di kalangan para duda. Akankah perjalanan ini berujung manis dengan menemukan jodoh sejati, atau justru merusak persahabatan mereka saat perasaan jatuh pada pria yang salah?
Sampul Novel Kala Hidup Mengalir dengan Damai
9.8
Pernikahan tiga tahun Calista Lisano diwarnai kebencian dari suaminya, Kayden Farista. Begitu Nadia Farista kembali, Kayden berencana memalsukan kematiannya demi melepas status pewaris dan kawin lari. Setelah tidak sengaja mendengar rencana tersebut di ruang operasi, Calista mengambil keputusan besar. Ia segera menghubungi pengacara untuk mengurus perceraian dan bersiap menyusul kakaknya ke luar negeri. Calista akhirnya menyerah mempertahankan hubungan sepihak ini demi kedamaian hidupnya.
Sampul Novel My Little Promise
9.6
Alika selalu terlihat ceria, menyembunyikan luka batin akibat kekerasan fisik dan verbal dari ayahnya. Ketangguhan mentalnya diuji di tengah trauma yang mendalam. Beruntung, sosok pelindung hadir menjadi perisai di hidupnya yang kejam. Namun, sebuah tragedi tak terduga datang menghampiri. Peristiwa memilukan tersebut seketika mengubah takdir hidup Alika selamanya, sekaligus menguji batas akhir kekuatan yang selama ini ia pertahankan.
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan
8.4
Slater Jagger mengajukan tuntutan yang tak biasa kepada asisten rumah tangganya. Tak sekadar membereskan urusan domestik, sang wanita juga diwajibkan melayaninya di ranjang serta memberikan ASI secara rutin. Demi memuaskan fantasi dan hasrat pribadinya tersebut, sang majikan memberikan penawaran menggiurkan. Slater membebaskan asistennya untuk menentukan sendiri jumlah gaji yang diinginkan tanpa batasan nominal.
Sampul Novel Perjuangan Dua Sahabat
8.2
Persahabatan erat antara dua pria kini terancam hancur akibat pesona seorang wanita. Sandi telah berusaha keras mengingatkan sahabatnya tentang bahaya yang mengintai hubungan mereka, namun peringatan tersebut sama sekali tidak dihiraukan. Terjebak dalam ego dan bara asmara, kesetiaan mereka pun benar-benar diuji. Mampukah keduanya menyelamatkan ikatan persaudaraan ini? Simak pergulatan batin dan dilema emosional yang menguji loyalitas sejati mereka.