APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Berlandaskan Kontrak

Pernikahan Berlandaskan Kontrak

Lima tahun membina rumah tangga dan melahirkan seorang putra untuk Adrian Pangestu, Rebecca Lusram mengira hidupnya telah mapan. Namun, kepulangan Irene Wiranto menghancurkan ilusi tersebut. Adrian berulang kali mengabaikan Rebecca demi Irene, bahkan putra kandung Rebecca lebih memilih dekat dengan wanita itu. Di tengah rasa tersisih, Rebecca bersyukur bahwa pernikahan ini hanyalah sebuah kesepakatan tertulis. Tersisa satu minggu lagi sebelum Rebecca terbebas sepenuhnya dari ikatan kontrak tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 7

Rebecca merasa sangat bingung. Biasanya, Adrian bahkan jarang mengirim pesan kepadanya. Kenapa Adrian bisa meneleponnya bahkan sampai sebanyak ini?

Rebecca pulang ke rumah dengan heran. Begitu melihatnya, pembantu langsung berseru gembira, “Nyonya, akhirnya kamu pulang juga. Selama kamu nggak ada rumah beberapa hari ini, Pak Adrian seperti sudah mau gila. Nggak ada satu pun masakan kami yang cocok sama seleranya.”

Setelah mendengarnya, Rebecca pun mengerti. Ternyata Adrian tidak terbiasa karena bukan dia yang memasak. Namun, cepat atau lambat, dia juga harus terbiasa. Bagaimanapun juga, kelak tidak akan ada lagi orang yang sengaja mempelajari resep dan memasak makanan kesukaannya.

Rebecca berganti sepatu dan berjalan ke ruang tamu. Adrian sedang duduk bengong dengan kening berkerut di sofa. Aura yang dipancarkannya sangat suram.

Ketika mendengar suara langkah kaki, Adrian pun berangsur-angsur mengangkat kepala. Matanya dipenuhi dengan kelelahan. Namun, begitu melihat Rebecca, matanya langsung berbinar.

Adrian segera bangkit dan berkata dengan agak marah, “Kamu pergi ke mana? Aku sudah meneleponmu berkali-kali, kenapa kamu nggak angkat telepon?”

Rebecca berjalan ke depan sofa dan duduk sebelum menjawab, “Aku diopname di rumah sakit. Aku baru diperbolehkan pulang hari ini.”

Begitu mendengarnya, Adrian langsung terkejut. Dia sibuk menjaga Irene hingga hampir lupa mengenai kecelakaan itu. Waktu itu, dia percaya pada ucapan Aiden dan mengira Rebecca memang hanya sedang bersandiwara karena cemburu.

Adrian mengira Rebecca hanya terluka ringan. Tak disangka, dia benar-benar terluka serius sampai perlu diopname di rumah sakit.

Adrian pun merasa bersalah dan berkata dengan ragu, “Kamu nggak marah soal insiden hari itu, ‘kan? Aku juga nggak nyangka keadaanmu separah itu. Kalau Irene nggak segera diobati, nyawanya akan terancam. Makanya, aku baru terpaksa tinggalkan kamu.”

Setelah mendengarnya, Rebecca hanya merasa semua ini sangat ironis. Ada beberapa bagian tubuhnya yang tergores bahkan sampai berdarah, tetapi Adrian mengabaikannya. Sementara itu, Irene yang hanya fobia darah malah dibilang nyawanya terancam.

Namun, Rebecca langsung mengikhlaskannya. Bagaimanapun juga, seseorang pasti akan memperlakukan orang yang dicintainya dengan spesial. Ini merupakan hal yang sangat wajar. Lagi pula, hubungannya dengan Adrian juga hanya sebatas dilandaskan kontrak.

Rebecca mengiakannya dengan acuh tak acuh dan hendak bangkit. Di sisi lain, Adrian melihat naskah prosa yang dipegangnya dan bertanya, “Sejak kapan kamu punya minat dalam menulis?”

Ucapan itu seketika membuat tatapan Rebecca menjadi dingin. Setiap tahun, dia selalu menuliskan puisi untuk Adrian pada hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, Adrian selalu bersikap cuek dan langsung meletakkannya di gudang. Adrian tentu saja tidak tahu bahwa Rebecca mahir dalam menulis karya sastra.

Rebecca menjawab dengan dingin, “Cuma asal nulis.”

Adrian juga tidak melanjutkan topik ini. Dia hanya menatap Rebecca dan berujar, “Nafsu makanku selama beberapa hari terakhir kurang bagus. Aku pengen makan daging tumis lada buatanmu.”

Rebecca menunjuk ke kulkas dan menjawab, “Nggak ada bahannya.”

Adrian tertegun, lalu buru-buru berkata, “Kalau begitu, aku temani kamu belanja.”

Baru saja Adrian selesai berbicara, Irene pun berjalan turun sambil memegang koper.

Tidak lama kemudian, Aiden juga turun dan mencengkeram tangan Irene sambil berujar dengan sedih, “Bibi Irene, bisa nggak kamu jangan pergi? Aiden dan Papa nggak rela kamu pergi.”

“Aiden, jangan sedih. Bukannya kita akan ketemu di pesta tahunan malam ini?”

Kemudian, Irene dan Adrian mengobrol sejenak. Sementara itu, Aiden mencengkeram tangan Adrian dengan panik. “Papa, jangan berdiri saja. Cepat antar Bibi Irene!”

Adrian terlihat ragu. Dia menunjuk Rebecca dan menjawab, “Tapi, aku ....”

Sebelum Adrian menyelesaikan kata-katanya, Rebecca sudah menyela, “Kamu pergi antar Irene saja. Dia butuh kamu.”

Adrian langsung merasa panik. Dia menarik Rebecca berjalan sedikit menjauh.

“Rebecca, di musim dingin tahun ini, kita bawa Aiden ke Hokkani, ya.” Adrian berkata dengan nada yang jarang terdengar lembut, “Bukannya kamu juga selalu pengen pergi ke sana? Ayo kita sekeluarga pergi bersama.”

Rebecca memandang dua orang yang sedang bergurau dengan gembira di belakang Adrian, seolah-olah mereka barulah ibu dan anak. Dia pun menjawab dengan acuh tak acuh, “Lihat saja nanti.”

Bagaimanapun juga, Rebecca akan segera pergi. Mana mungkin dia memiliki kesempatan seperti itu lagi?

Aiden tidak berhenti berseru untuk menyuruh ayahnya naik ke mobil. Adrian merasa cemas, tetapi tetap naik ke mobil dengan ragu.

Rebecca berdiri diam di tempat, lalu menatap kalender sambil tersenyum. Setelah melewati malam ini, dia sudah benar-benar bisa meninggalkan kediaman Keluarga Pangestu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Hanyalah Ilusi Cinta Pertamanya
9.5
Pernikahan dengan Stephen sejak awal tidak didasari cinta, melainkan utang budi setelah melindunginya dari tikaman pisau. Ketika cinta pertama pria itu kembali, dia tanpa ragu membatalkan pernikahan mereka. Namun, Stephen justru menjadi gila saat mengetahui bahwa sang istri memilih untuk menggugurkan kandungannya dan pergi menghilang demi melepaskan diri dari hubungan tanpa rasa cinta tersebut.
Sampul Novel Arrogant Husband
8.4
Demi menyelamatkan aset peninggalan ibunya dari kebangkrutan akibat utang besar, Alexa terpaksa menerima syarat gila Damian. Pria arogan yang membencinya itu bersedia membantu keuangan asalkan Alexa memberinya seorang anak. Meski diliputi kebencian, Damian tak mampu menahan obsesi gelap pada Alexa. Kini, Alexa yang keras kepala terjebak dalam hubungan penuh gairah dengan pria temperamental tersebut. Akankah pernikahan paksa ini berjalan sesuai rencana mereka?
Sampul Novel Duet Maut Janda dan CEO Badass
8.2
Pasca bercerai, Vina Pryanika (29) terjepit kesulitan finansial. Di bawah pengaruh alkohol, ia tidak sengaja menampar Eros Gaharu, seorang CEO teknologi yang terkenal kejam dan pemarah. Sebagai bentuk balasan, Eros meniduri Vina yang tidak berdaya. Di tengah konflik ini, Vina bertekad menghancurkan keluarga mantan suaminya. Keduanya pun bersekutu dalam kolaborasi mematikan demi menuntaskan dendam masing-masing. Akankah kemitraan ini menumbuhkan rasa yang tak terduga?
Sampul Novel Fallin Love With Jerk Billionaire
7.8
Kehidupan Thania Moran, gadis kaya yang polos dan periang, berubah drastis setelah mengenal Zachary Devon. Zach merupakan pebisnis muda sukses di Amerika yang berwatak dingin dan kerap meremehkan perempuan. Walau sempat saling membenci, Thania justru terpikat pada pria berbahaya tersebut. Konflik meruncing saat orang tua Thania menjodohkannya dengan cinta pertamanya. Namun, ketulusan Thania perlahan meluluhkan hati Zach yang selama ini dikenal sebagai playboy sombong.
Sampul Novel Kecanduan Ciumanmu
8.6
Liburan Midori, gadis 18 tahun bermata biru, berubah drastis setelah kecupan tak sengaja dengan Kenzo Watanabe di pemandian air panas Jepang. Kejadian itu memicu obsesi kuat dalam diri Kenzo, meski dirinya telah terikat pertunangan dengan bangsawan bernama Ayumi Tokugawa. Cinta mereka pun diuji oleh benturan tradisi serta jarak jauh antara Tokyo dan Perth. Akankah takdir menyatukan Midori dan Kenzo? Simak kelanjutan kisah emosional sang miliarder ini.
Sampul Novel Pembalasan Dendam yang Munafik
8.4
Di Kota Silo, istri miliarder gemar menyiksa gadis muda. Sang protagonis yang tidak bisa merasakan sakit menjadi korban utama. Namun, sang suami justru mengumumkan dirinya sebagai putri mereka yang hilang demi menutupi kekejaman tersebut. Demi hidup layak, ia menerima status baru ini. Di balik topeng kebaikan itu, luka baru terus ditorehkan hingga mereka menuntut nyawanya sebagai balas budi. Kini, ia siap membalikkan keadaan demi menuntut balas.