APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Permainan Mustahil

Permainan Mustahil

Cairan anggur merah mengalir perlahan melewati leher jenjang hingga membasahi dadanya, membuat kemeja putih yang dikenakannya melekat erat pada tubuh yang gemetar. Meski didera rasa gugup yang hebat, ada ketegangan mendalam yang justru membangkitkan sensasi lain dalam dirinya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, wanita ini secara sadar mengambil langkah berani untuk menggoda pria lain yang bukan suaminya, memulai sebuah permainan berbahaya yang dipenuhi misteri dan hasrat terlarang.
Bab
Bagikan

Bab 4

Meski di dalam hati aku sudah tidak tahan, aku tahu aku tetap harus berpura-pura.

"Rinto, kamu ngapain? Lepaskan aku!" teriakku.

Aku berusaha mendorongnya, tetapi tidak bisa.

"Kak Niana, kamu bahkan nggak pakai bra, aku tahu kamu sengaja menggodaku, 'kan? Kenapa kamu berpura-pura sekarang?" ucap Rinto.

Tampaknya Rinto benar-benar mabuk. Dia tidak lagi menjaga ucapannya. Aku terdiam, tidak tahu harus berkata apa.

Saat aku masih bingung, tiba-tiba tangan Rinto bergerak masuk ke dalam kerah kemejaku.

"Ah, jangan," ucapku.

Sensasi seperti dialiri arus listrik mulai terasa, membuat tubuhku melemas. Suaraku bahkan terdengar gemetar.

Rinto makin bersemangat. "Kak Niana, dadamu jauh lebih besar dari istriku! Lihat Kak Evan sekarang, dia sudah mabuk. Dia nggak akan tahu apa yang kita lakukan malam ini. Ayo, biar aku memuaskanmu."

Rinto terus-menerus merangsangku, nafsuku mulai melonjak tinggi. Kesadaranku pun melemah.

Aku tidak menyangka Rinto akan begitu mudah terpancing. Diam-diam aku merasa bangga dengan karismaku.

Ini semua ide Evan.

Aku melirik ke arah Evan, aku baru sadar entah sejak kapan dia sudah membuka matanya dan mengamati gerak-gerik kami sambil tersenyum nakal. Wajahnya menunjukkan kegirangan.

Dasar suami jahat, dia pasti tidak sabar melihatku bercinta dengan pria lain!

Aku menatapnya kesal, lalu sengaja menjulurkan tanganku ke belakang pinggul.

Saat membuka ritsleting celana, jantungku berdegup kencang. Aku merasa girang dan juga gugup.

Dari segi ukuran dan kekuatan, Ranto benar-benar jauh lebih unggul dari Evan. Jika diisi dengan itu, aku tidak tahu apakah aku masih berjalan keesokan harinya.

Begitu disentuh oleh jariku, Rinto refleks mendeham. Terdengar jelas bahwa dia sudah tidak sabar.

"Kak Niana, sudah kuduga kamu liar sekali. Kak Evan pasti nggak bisa memuaskanmu, 'kan?" ujar Rinto.

Tangannya tidak pernah berhenti dan dia terus menghembuskan napas hangat di telingaku.

Tubuhku merasa lemas dirangsang olehnya, aku pun tidak tahan menjawab, "Ini semua ide jahat Evan ...."

"Apa?" seru Rinto.

Rinto terkejut, tangannya pun berhenti.

Evan pun bangkit dari ranjang dan menatap kami dengan ekspresi nakal.

Rinto terkejut sekali. Tangannya langsung lepas dari tubuhku dan dia bergerak mundur dua langkah, "Kak Evan, jangan salah paham, a ... aku ..." ucap Rinto panik.

"Rinto, tenang saja. Ini semua memang rencana kami. Kalau nggak, mana mungkin Niana berani menggodamu didepanku?" ujar Evan.

Rinto tercengang, dia menatapku dengan mata melebar.

Sementara aku merasa malu dan buru-buru menundukkan kepalaku.

"Niana terlalu penuh gairah, aku nggak bisa memuaskannya, tapi aku juga nggak mau dia mencari pelarian diam-diam. Jadi, kami memikirkan ide ini. Rinto, kamu teman baikku. Mari kita puaskan dia bersama malam ini," ucap Evan.

Evan tidak peduli dengan perasaanku sama sekali. Dia mendeskripsikanku seperti itu membuatku merasa malu, tidak tahu harus menyembunyikan wajahku ke mana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Become True
9.2
Suara berat yang sangat dirindukan itu tiba-tiba terdengar, membuat sang gadis berlesung pipi terpaku. Air matanya kembali mengalir deras, namun kali ini dipenuhi rasa bahagia yang luar biasa. Sosok yang selalu ia sebut dalam doa dan harapannya kini nyata berdiri di depannya. Pertemuan tak disangka ini seketika membangkitkan memori lama yang sempat sirna. Dia telah kembali untuk mewujudkan semua mimpi yang selama ini tersimpan rapat.
Sampul Novel Dirka & Viona
8.2
Dirka menjalani hidup yang serbawanita namun hampa tanpa kehadiran orang tua. Di tengah kekhawatiran para pelayan setianya akan kelangsungan warisannya, sebuah perjalanan ke tempat penuh memori masa kecil mempertemukannya dengan seorang gadis misterius yang hendak bunuh diri. Kejadian tersebut mengorek kembali trauma masa lalu Dirka. Walau gadis itu memilih bungkam, Dirka tidak sanggup mengabaikannya dan memilih membawanya pergi guna menyelamatkannya dari keputusasaan.
Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi membiayai pengobatan kanker sang ibu, Qarletta Averly yang berumur 21 tahun melamar sebagai fotografer di Heston Corporation. Namun, harapan Arlett pupus setelah berurusan dengan sang CEO, Carl Heston. Sebuah kecelakaan fatal justru menyeretnya ke dalam skandal besar yang telah direncanakan oleh Carl. Kini, Arlett terjebak dalam pusaran masalah rumit bersama pria berkuasa tersebut, yang membuat seluruh kehidupannya berubah total.
Sampul Novel Kematian Berujung Perceraian
9.3
Setelah memohon 99 kali, Rizald Pratama akhirnya setuju membawa putri mereka berkemah di gunung saat hari ulang tahunnya. Namun esok harinya, sang ibu justru menemukan putrinya tewas di kaki gunung sambil memeluk foto keluarga. Di tengah kedukaan, Rizald malah mengunggah foto mesra bersama teman masa kecilnya dan seorang anak lain di media sosial. Ironisnya, potret menyakitkan yang memperlihatkan tangan kecil korban tersebut diambil oleh mendiang putrinya sendiri sebelum meninggal.
Sampul Novel Malam Gairah: Cinta Adalah Game Pemberani
7.9
Pernikahan impian Camila hancur seketika saat sang calon suami tidak datang, menjadikannya bahan tertawaan para tamu. Dalam balutan amarah dan rasa kecewa, ia nekat melewati malam bersama seorang lelaki asing. Camila mengira kisah itu selesai begitu saja, tetapi pria misterius tersebut justru menolak pergi dari hidupnya. Kini, Camila dihadapkan pada pilihan sulit: mengabaikan godaan pria itu atau kembali membuka hatinya untuk asmara yang baru.
Sampul Novel Melodi Abadi
7.9
Kehidupan sang protagonis terasa begitu hampa dan menyesakkan, di mana keputusasaan terus membayangi setiap langkahnya. Namun, titik terang mulai muncul saat kehadiranmu membawa secercah harapan baru. Pertemuan yang tidak disangka-sangka ini menjadi momen krusial yang memutar balik roda takdirnya. Perlahan, jalan hidup yang semula kelam dan penuh penderitaan bertransformasi menjadi sebuah melodi abadi yang indah dan sarat akan makna.