APKDock Logo
Sampul Novel Kematian Berujung Perceraian

Kematian Berujung Perceraian

9.3 / 10.0
Setelah memohon 99 kali, Rizald Pratama akhirnya setuju membawa putri mereka berkemah di gunung saat hari ulang tahunnya. Namun esok harinya, sang ibu justru menemukan putrinya tewas di kaki gunung sambil memeluk foto keluarga. Di tengah kedukaan, Rizald malah mengunggah foto mesra bersama teman masa kecilnya dan seorang anak lain di media sosial. Ironisnya, potret menyakitkan yang memperlihatkan tangan kecil korban tersebut diambil oleh mendiang putrinya sendiri sebelum meninggal.

Kematian Berujung Perceraian Bab 1

Aku memohon kepada Rizald Pratama sebanyak 99 kali dan akhirnya dia setuju untuk mengajak putri kami berkemah di pegunungan pada hari ulang tahun putri kami.

Pada saat aku menemukan putriku di kaki gunung keesokan harinya, dia sudah meninggal, tangannya memegang erat sebuah foto keluarga.

Aku berdiri di depan tubuh kaku putriku, hatiku tersayat pedih. Tiba-tiba, aku melihat Rizald memperbarui status di media sosialnya.

Dia menuliskan, "Kamu dan anakku adalah harta berharga dalam hidupku."

Dalam foto tersebut, dia dan teman masa kecilnya menggandeng seorang gadis kecil, tengah melihat matahari terbenam di kejauhan.

Di sudut kiri bawah foto, terlihat sebuah tangan kecil yang merupakan tangan putriku.

Foto yang menyakitkan ini diambil oleh putriku.

"Seharusnya meninggalnya karena jatuh dari ketinggian ...."

Polisi berbicara kepadaku secara langsung, tetapi aku tidak bisa mendengar apa pun.

Yang bisa aku lihat hanyalah putriku, putriku yang masih begitu kecil.

Dia baru berusia 5 tahun dan sangat menggemaskan seperti malaikat. Namun, matanya yang selalu terlihat bersinar itu tertutup rapat dan tidak akan pernah terbuka lagi.

Perlahan-lahan, aku berlutut di depannya dan menangkupkan tangannya yang kecil dan penuh luka. Entah ke mana hilangnya jam tangan yang aku berikan kepadanya.

"Cherin, buka matamu dan lihat Ibu. Ibu membelikanmu boneka yang kamu sukai. Bukankah kamu bilang kamu akan selalu tidur dengan boneka itu di pelukanmu?"

"Bagaimana kamu bisa tidur dengan tenang kalau kamu sendirian?"

Namun, tidak peduli seberapa keras aku memanggilnya, dia tidak merespons perkataanku.

Aku membalik telapak tangannya dan melihat foto keluarga kami yang dia gambar sendiri. Aku tidak tahan lagi dan menangis pilu.

Saat itu pukul tiga pagi, satu jam sebelumnya aku menemukan tubuhnya di kaki bukit tempat dia dan ayahnya, Rizald, berkemah.

Dia masih hidup dan sehat ketika kami meninggalkan rumah sore sebelumnya.

Aku sendiri yang menggendongnya ke kursi belakang mobil Rizald saat itu.

"Cherin, apa kamu senang karena kamu bisa tidur di tenda di atas bukit bersama Ayah?"

Dia mengangguk dengan penuh semangat dan menunjukkan gerakan yang terlihat ketakutan.

Dia tidak bisa bicara, memang sudah tidak bisa bicara sejak dilahirkan.

Aku ingat saat itu aku bicara kepadanya, "Cherin jangan takut, ada Ayah, dia akan melindungimu."

Selama lima tahun sejak Cherin lahir, Rizald selalu punya alasan untuk tidak merayakan ulang tahunnya. Kali ini, setelah aku memohon 99 kali, barulah dia bersedia merayakannya.

Dia menatapku dengan tidak sabar saat masuk ke dalam mobil.

"Sudah selesai? Kalau matahari sudah terbenam sudah nggak perlu pergi lagi."

Dia setuju untuk menemani Cherin berkemah untuk melihat matahari terbenam dengan syarat aku tidak boleh ikut.

Cherin ingin menghabiskan hari ulang tahunnya bersama ayahnya. Itulah yang dia harapkan saat ulang tahunnya tahun lalu.

"Sudah, kok." Aku memeriksa kembali jam tangan Cherin sebelum menutup pintu. "Kalau terjadi sesuatu, jangan lupa untuk menelepon Ibu, ya?"

Meskipun Cherin tidak bisa berbicara, kami memiliki kesepakatan bahwa jika dia dalam bahaya, dia akan meneleponku tanpa berbicara.

Aku merasa bahwa semuanya sudah dipersiapkan dengan baik.

Aku tidak tahu bahwa wajah kecil yang terpantul di jendela mobil adalah kali terakhir aku bisa melihat wajah itu dalam keadaan hidup.

Keesokan paginya, Rizald tidak membawa Cherin kembali. Cherin pun tidak terlihat.

Aku berlari ke atas bukit untuk mencarinya. Yang tersisa di tempat itu hanyalah tenda yang rusak dan tumpukan sampah.

Aku menelepon Rizald sambil mencari Cherin di atas bukit.

Hari sudah larut malam dan akhirnya Rizald menjawab panggilanku. Yang keluar dari mulutnya hanyalah makian.

"Aliona apa kamu gila? Apa kamu nggak tahu kalau aku baru sampai hotel karena mau dinas kerja? Kamu menelepon terus, kalau kamu nggak mau istirahat, aku masih butuh istirahat!"

Saat itu aku menghela napas lega, "Maaf karena sudah mengganggu tidurmu. Kamu pergi dinas, apa kamu juga bawa Cherin bersamamu?"

Kerendahan hatiku dibalas dengan cibiran dari Rizald.

"Aku sudah menyuruhnya pulang. Apa keteledoranmu bikin dia hilang, jadi kamu malah menyalahkanku? Ibu macam apa kamu ini?"

"Aku tahu. Aliona, kamu pasti melihat statusku, jadi kamu sengaja berbohong, ya?"

"Aku hanya mengajak Wilona dan putrinya berkemah. Wilona ibu tunggal dan anaknya nggak punya ayah. Apa salahnya aku menjaga mereka? Kamu membuatku muak dengan kebohonganmu!"

Aku membuka status media sosialnya..

Aku melihat foto baru yang dia unggah.

Di foto itu ada dia, Wilona dan anak perempuannya. Mereka terlihat seperti keluarga bahagia.

Aku tahu kalau Cherin sendiri yang mengambil foto ini untuk mereka.

Betapa benar-benar kejam dan menakutkan.

Namun sampai saat itu, aku masih bisa berpikir bahwa dia tidak sejahat itu sampai meninggalkan putrinya sendiri.

Sampai aku melihat tubuh dingin putriku di dasar bukit, bahkan beberapa anjing liar telah menggerogoti tangan dan kakinya hingga berdarah.

Wajahnya sudah memucat, bahkan ada aroma busuk yang menguar.

Pada saat itu, aku merasa hatiku seperti dicabik-cabik.

"Suamimu menelepon, apa kamu mau jawab?"

Suara petugas polisi itu menarikku kembali ke dunia nyata.

Aku melihat kata suami yang terpampang di layar ponsel.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kematian Berujung Perceraian

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Intermezzo ( Antologi Cerpen )
9.0
Antologi cerita pendek ini mengisahkan bagaimana cinta dapat tumbuh dari situasi yang tak pernah disangka. Tanpa aba-aba dan tak mengenal waktu, perasaan kasih sayang bisa hadir mengetuk hati siapa saja. Lewat untaian kisah romansa modern, buku ini memperlihatkan keunikan momen saat dua insan saling jatuh hati, menegaskan bahwa cinta sejati kerap kali menampakkan dirinya di sela-sela keseharian yang tampak biasa saja.
Sampul Novel Jeli cinta
8.2
Karier Aitana sebagai manikuris andalan di Spa Luna hancur seketika akibat tuduhan palsu merebut kekasih kliennya. Fitnah ini ternyata menyeret Iker, pemilik Glow Agency yang licik. Saat berjuang membersihkan namanya, Aitana justru mengungkap skandal besar: banyak kliennya yang berselingkuh dengan Iker. Di tengah ancaman kerja dan persaingan agensi, ia terjebak dilema cinta segitiga yang rumit. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan harga diri atau mengikuti kata hatinya.
Sampul Novel Obsesi Suci
8.8
Hubungan antara seorang paman dan keponakan istrinya melintasi batas dalam novel modern Obsesi Suci. Berawal dari sentuhan ragu yang memicu ketegangan, keduanya terjebak dalam ketertarikan fisik yang intens. Sang paman sengaja menggoda keponakan tirinya, memicu reaksi berani yang tak terduga. Alih-alih menjauh, gadis itu justru menyambut kedekatan intim tersebut dengan kepolosan yang menantang bahaya. Di bawah bayang-bayang pernikahan, sebuah permainan hasrat yang berisiko tinggi mulai bergulir di antara mereka.
Sampul Novel Partner di Atas Ranjang
8.0
Kehidupan Kasih yang hangat berubah kelam sejak sang ibu mengalami kecelakaan hebat. Saat ia harus menanggung biaya perawatan medis yang sangat besar, sang suami malah pergi merantau dan hilang tanpa jejak. Karena sangat butuh uang, Kasih langsung menerima tawaran kerja dari temannya. Pilihan itu berujung penyesalan besar ketika ia terperangkap menjadi pemuas nafsu pria bernama Gilang demi bertahan hidup di tengah himpitan nasib buruknya.
Sampul Novel Primadona Disangka Murahan
8.8
Sebuah unggahan pengakuan cinta di situs kampus menjadi awal kehancuran hidupku ketika pacar teman sekamarku menyebarkan fitnah keji bahwa aku telah meniduri seluruh mahasiswa. Meski aku melaporkannya ke polisi dan mendapat permohonan maaf dari temanku, penyebaran video syur yang mirip denganku membuat situasi tak terkendali. Dituduh oleh seisi kampus, dipaksa cuti, hingga diusir oleh orang tua sendiri membuatku putus asa dan mengakhiri hidup. Anehnya, aku justru terbangun kembali di hari pertama fitnah itu dimulai.
Sampul Novel Wanita Sang Presdir - Nathan & Angeline
8.3
Angeline menaruh kebencian mendalam pada Nathan, atasan angkuh yang mencaplok perusahaannya. Demi ambisi, Nathan bahkan tega merusak jalinan cinta Angeline lalu memaksanya menjadi asisten pribadi. Benturan hebat terjadi karena Nathan menyukai kebebasan dalam hubungan, sedangkan Angeline sangat menjaga kesucian sebelum pernikahan. Di tengah perbedaan prinsip dan bayang-bayang masa lalu yang kelam, mampukah Nathan memikat Angeline, ataukah mereka akan selamanya terasing?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan