APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker

Saat ibu mertuanya didiagnosis kanker rahim dan memaksa tinggal bersama, sang protagonis dihadapkan pada tuntutan sepihak dari keluarganya. Suami yang egois mengabaikan luka masa lalu pasca melahirkan, sementara putra yang dibesarkannya dengan kasih sayang justru memihak sang nenek. Menolak ditekan atas nama kewajiban moral, ia memutuskan mundur dan membiarkan suami serta anaknya mengurus semuanya sendiri. Kisah rumah tangga modern yang penuh konflik emosional.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada hari ibu mertuaku didiagnosis kanker rahim, dia membawa koper dan pindah ke rumahku.

"Ibu nggak punya banyak waktu lagi, hampir nggak ada harapan," dia terisak, "Kalau kalian usir Ibu, kalian bukan manusia."

Aku melihat suamiku yang diam tanpa kata, lalu beralih ke putraku yang selama ini kubesarkan dengan penuh kasih. "Kalian mau bilang apa?"

Suamiku yang diam itu tampak muram, lalu menarik tanganku.

"Soal waktu pasca melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini."

Putraku juga ikut mendukung, "Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita."

Aku tersenyum menatap suami dan putraku. "Kalau begitu, silakan kalian yang merawat."

Sepulang kerja, begitu membuka pintu, aku melihat ibu mertuaku duduk di sofa, bersila sambil mengunyah biji bunga matahari, menyapaku sambil tersenyum.

"Nak, kamu sudah pulang."

Ekspresiku langsung kaku.

Belum sempat mencerna kenapa dia ada di sini, dia sudah bangkit dari sofa, berjalan mendekat, "Kaget, ya? Nggak sangka, ya?"

"Ibu ini diundang langsung oleh suami dan anakmu."

"Kesal, 'kan?"

Ibu mertuaku berkata bangga, "Kamu tahu yang disebut hubungan darah? Aku kasih tahu ya, Ibu, anak, dan cucu Ibu punya ikatan darah yang nggak bisa dipisahkan, kamu sebagai orang luar nggak akan pernah bisa masuk ke dalamnya!"

Wajahnya tetap seperti dulu, membuatku muak.

Baru melihat dirinya saja sudah membuat perutku terasa tidak enak. Sebelum sempat bertanya, aku melihat suami dan anakku keluar dari kamar.

Suami dan anakku, yang tadi sedang tertawa, langsung terdiam begitu melihatku.

Ruang tamu yang tadi hidup seketika dipenuhi keheningan yang mencekam.

Ibu mertuaku, yang tadi masih menyombongkan diri, langsung berganti raut wajah, terlihat memelas. "Jangan salahkan Yoga. Salahkan Ibu, orang tua yang nggak punya banyak waktu lagi, yang memaksanya untuk mengizinkan Ibu tinggal di sini."

Nada ibu mertuaku yang sombong berubah lembut, sambil mengeluarkan secarik hasil pemeriksaan.

"Ibu didiagnosis kanker, kanker rahim. Ibu cuma punya sedikit waktu lagi, hampir nggak ada harapan," suaranya bergetar, "Kalau kamu usir Ibu, kamu benar-benar bukan manusia."

Dia seperti takut aku akan mengusirnya.

Ibu mertuaku menunjukkan akting luar biasa dengan meneteskan air mata, lalu menjatuhkan dirinya ke lantai. "Kamu anggap saja mengabulkan permintaan terakhir seorang wanita tua. Biarkan Ibu tinggal."

Aku melihat penampilannya yang penuh drama, lalu menatap suami dan anakku yang terus diam. "Apa pendapat kalian?"

Suamiku tahu betul alasan aku dan ibu mertuaku tidak akur.

Dulu, situasi kami sempat begitu buruk hingga dia terpaksa mengusir ibunya demi menyelamatkan pernikahan kami. Dia berjanji berkali-kali, bahkan bersumpah bahwa selama sisa hidupnya, dia tidak akan membiarkan ibunya muncul di hadapanku lagi.

Sekarang.

Setelah beberapa tahun saja.

Yoga telah melupakan janjinya. Dia berjalan mendekatiku dengan wajah muram, lalu menarik tanganku.

"Berbakti itu hal utama."

Dia berkata dengan nada serius, "Hal kecil yang terjadi waktu kamu baru melahirkan itu, mau kamu ingat sampai kapan? Ibu sudah seperti ini, dia bisa menyulitkanmu apa lagi?"

"Kalau bukan demi aku, setidaknya pikirkan Hendi."

Aku menoleh ke arah Hendi. Anak itu bersikap tegas.

"Nenek hampir tiada, merawatnya di masa tua itu kewajiban kita."

Setelah Yoga dan Hendi menyatakan pendapat mereka, ibu mertuaku segera memperkeruh suasana. "Kalau kamu benar-benar nggak mau, Ibu pergi saja. Paling juga mati, mati di mana pun sama saja."

Strategi menyayat hati ibu mertua selalu berhasil.

Sayangnya, aku tidak lagi terperdaya. Mendengar dia ingin mati, aku tersenyum lembut.

"Bagus sekali! Ibu juga punya asuransi kecelakaan, kalau benar mati, itu malah akan jadi sesuatu yang bermanfaat."

Ibu mertuaku terpaku, menunjukku dengan tangan gemetar, lalu meraung keras dan mulai menangis.

"Dosa besar!"

"Aku belum mati!"

"Kamu cuma mengincar uang Ibu," ibu mertuaku menjerit dan meratap dengan suara nyaring, "Kamu ini bukan manusia! Oh, betapa malangnya keluarga ini, dapat menantu sepertimu, pembawa sial!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bidadari di dalam Rumahku
7.9
Kebahagiaan Kinan runtuh seketika saat suaminya meminta izin berpoligami. Alasan sang suami sangat melukainya; ia mendambakan istri salehah penuntun spiritual, menyindir Kinan secara tidak langsung. Di tengah rasa dikhianati dan luka batin yang teramat dalam, Kinan dipaksa menerima kenyataan pahit berbagi cinta. Kini, mampukah ia bertahan hidup satu atap dengan madunya di rumah sendiri?
Sampul Novel bukan Wanita SIMPANAN
8.7
Akibat pengaruh alkohol, Cashe melewati malam penuh gairah yang tak terduga bersama seorang pria asing nan menawan. Tindakan nekat ini membuatnya melupakan statusnya sebagai keturunan bangsawan terhormat yang telah dijodohkan dengan pria dari kalangan elit. Kini, satu kesalahan fatal tersebut mengancam kehormatan dan reputasi keluarganya. Siapakah sebenarnya pria misterius itu, dan bagaimanakah cara Cashe menghadapi konsekuensi dari pengkhianatan yang terjadi?
Sampul Novel Cinta Terlarang
9.6
Sebuah tanda lahir mengungkap rahasia kelam masa lalu Tara. Gadis malang ini terkejut saat mengetahui bahwa wanita kejam yang dahulu pernah melabrak dan menghinanya ternyata adalah ibu kandungnya sendiri. Situasi kian pelik karena Tara telanjur mencintai suami dari ibu kandungnya tersebut. Terjebak dalam romansa tabu bersama ayah sambungnya, kini Tara dihadapkan pada pilihan sulit antara memaafkan masa lalu sang ibu atau melepaskan pria yang sangat ia cintai.
Sampul Novel Disusui Madu
8.7
Wafa harus tinggal di rumah Cindy karena keputusan suaminya, Dika. Alih-alih bertamu, ia justru diperlakukan layaknya pembantu. Situasi kian pelik saat ibu mertua membela Cindy, ditambah kepedihan mendalam Wafa karena kehilangan putra pertamanya, Delon. Kehamilan mendadak Cindy yang penuh teka-teki semakin memperkeruh suasana. Di tengah himpitan utang pengobatan dan dikhianati orang terdekat, sanggupkah Wafa bertahan atau justru memilih pergi?
Sampul Novel Falling for him
9.1
Masa lalu yang kelam membuat Theo yakin bahwa perasaan manusia akan selalu berubah-ubah. Namun, keyakinan tersebut goyah ketika ia berhadapan dengan Jaane Kim. Jaane adalah sosok perempuan berpendirian kokoh yang telah mengunci rapat hatinya dari asmara. Keteguhan sikap Jaane justru menjadi tantangan baru yang memikat bagi Theo. Akankah pesona sang 'Pied Piper' ini berhasil meluluhkan hati Jaane? Simak kisah cinta musim semi yang siap menghadirkan keajaiban dan debaran manis.
Sampul Novel Pengkhianatanmu Adalah Kesalahan Terbesarmu
9.4
Sebagai anak angkat di keluarga Haris, hidup Alya hancur setelah dikhianati Revan hingga berbadan dua. Demi nama baik keluarga, ia diusir dan dipaksa menggugurkan bayinya. Alya menolak, lalu memilih pergi demi membesarkan putranya, Rayan, seorang diri. Saat telah sukses, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Revan yang kini datang memohon ampun. Meski pria itu mencoba menebus kesalahannya, kepedihan Alya terlanjur mendalam. Akankah ada kesempatan kedua?