APKDock Logo
Sampul Novel GODAAN PAK DOSEN

GODAAN PAK DOSEN

8.8 / 10.0
Naina Alexandra terpaksa menikahi Arhan Bramantio, dosen pembimbing skripsinya yang terkenal dingin dan angkuh. Pernikahan tanpa cinta ini harus ia jalani demi memenuhi wasiat terakhir mendiang sang ibu. Di tengah rasa benci terhadap sikap kaku Arhan, Naina harus berjuang menghadapi berbagai ketegangan dan ujian emosional dalam rumah tangga mereka. Akankah Naina sanggup bertahan hidup bersama pria tersebut demi menjaga janji suci masa lalu?

GODAAN PAK DOSEN Bab 1

“Hei, minggir!” teriak Arhan ke pengendara itu. “Kamu pikir ini jalan nenek moyangmu!” teriaknya lagi.

Sayangnya teriakan itu sama sekali tidak digubris oleh wanita yang mengendarai motor matik berwarna putih tersebut. Pria yang ada di dalam mobil itu bernama Arhan Bramantio, dosen baru di kampus ternama yang ada di Ibukota. Ia merasa kesal sekali dengan pengendara motor yang melintas lambat di depannya.

“Astaga, tuh orang budek kali ya,” kesal Arhan.

Sontak ia melihat sebuah kubangan air yang berada di dekat motor wanita itu. Lalu ia pun berpikir untuk menjaili wanita tersebut. Dan memaksa mobilnya untuk menyalip motor tersebut.

Srettt!

Air cipratan itu langsung membasahi motor itu. Namun, bukan hanya motornya yang terkena cipratan air kubangan, melainkan celana serta baju berwarna putih yang dikenakan oleh wanita itu pun ikut terkena air tersebut.

“Mampus kamu!” ucap Arhan di dalam mobil. Ia sama sekali tak peduli dengan kejadian tersebut.

Ia melihat dari kaca spion mobilnya, wanita itu menghentikan motornya dan merasa kesal dengan kejadian yang barusan terjadi.

“Siapa suruh pakai jalan seenaknya. Emang enak kena cipratan air kotor. Sekalian aja pulang, nggak usah kuliah,” kekeh Arhan seraya melajukan mobilnya dengan cepat hingga ke Fakultas.

Ia langsung turun dari mobilnya, lalu bergegas menuju ke ruangan dekan untuk menghadap. Dekan itu tidak lain adalah ayahnya sendiri, Profesor Demian Bramantio.

Tok tok tok!

Ia mengetuk pintu sebelum ia masuk ke ruangan Demian. Setelah itu, ia masuk ke ruangan dan mendapati ayahnya sudah menunggunya sejak tadi.

“Arhan, kamu langsung ditugaskan di semester 5 ya, kebetulan dosen Aljabarnya sudah menjabat sebagai pembantu rektor. Dan kamu akan menggantikannya mulai hari ini,” tutur Demian.

“Baiklah, aku terima.”

“Lima belas menit lagi kamu masuk ke kelas, karena ada jadwal ujian tengah semester,” ujar Demian.

“Sekarang juga?” Arhan terbelalak. Ia merasa malas sekali untuk masuk ke kelas di hari pertamanya menjadi dosen di kampus ini.

Tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa, karena perintah dari Demian hukumnya mutlak dan tak bisa diganggu gugat. Itulah prinsip yang dia tahu dari sosok ayah yang ada di depannya.

“Bersikaplah profesional, kamu seorang dosen bukan mahasiswa. Mengerti!”

“Iya, Pa.”

“Apa, papa?” Demian mengerutkan dahinya. “Ini kampus, panggil papa dengan panggilan PAK. Paham!”

“Iya, Pak.”

Setelah itu, Arhan pun bangkit dan bergegas pergi ke kelas yang dimaksud. Kebetulan Demian juga sudah memberitahu Arhan posisi kelas itu berada.

Arhan melangkah ke lift, karena kelas itu berada di lantai 3 gedung Fakultas MIPA. Setelah keluar dari lift, banyak mahasiswa memandangnya dengan tatapan yang berbeda. Ia tak bisa menerka maksud dari tatapan tersebut.

“Ganteng banget, sumpah!” ujar salah satu mahasiswi yang terpesona dengan ketampanannya. Arhan bersikap biasa saja dengan kalimat yang barusan terdengar di telinganya.

“Mahasiswa baru kayaknya, calon gebetan gua,” sahut salah satunya lagi.

“Dia jatah gua ya,” sahut yang lain.

Arhan tak memperdulikan semua omongan para wanita yang terdengar di telinganya. Ia bergegas masuk ke kelasnya. Lalu menutup pintunya.

Ia hanya berdiri santai di depan dua puluhan mahasiswa yang ada di kelas tersebut. Suasana kelas menjadi sedikit gaduh dengan kedatangannya.

Buk!

Tangan Arhan langsung memukul meja yang ada di depannya. Sontak suara gaduh itu langsung menjadi hening. Semuanya mendadak membisu dengan tatapan penuh ketakutan.

“Kalian pikir ini pasar!” bentak Arhan dengan tegas. Tatapannya tajam mendominasi keadaan. “Saya tidak suka keramaian di kelas ini. Mengerti!”

Tak ada suara apapun yang terdengar dari puluhan mulut yang ada di kelas itu. Sebagian dari mereka menundukkan kepala, dan sebagiannya lagi memandang ke arahnya dengan tatapan penuh pertanyaan.

“Maaf, Pak. Anda siapa?” celetuk salah seorang pria. Dia ketua tingkat di kelas tersebut.

“Oh. Saya belum memperkenalkan diri ternyata. Maaf,” sesal Arhan. “Saya dosen baru di kampus ini dan menggantikan Prof Deva Mahardika yang udah menjabat sebagai pembantu rektor. Ada lagi yang mau bertanya?”

Tak ada suara apapun yang terdengar dari semau mahasiswa yang ada di depannya. Setelah itu, ia pun membuka amplop ujian tengah semester yang dia bawa.

“Kamu, ketua tingkat, sini!” panggil Arhan dengan tatapan serius. Ketua tingkat itu pun langsung maju dengan gugup.

“I-iya, Pak. Kenapa?”

“Bagikan soalnya ke semua teman-temanmu.”

Ketua tingkat itu pun membagikan lembar ujiannya. Tak lama berselang, semua selesai dibagikan. Sisanya ia kembalikan ke Arhan. Lalu ketua tingkat kembali ke kursinya.

Ceklek!

Pintu kelas terbuka. Sontak membuat pandangan Arhan langsung beralih ke arah pintu yang terbuka itu. Muncul seorang mahasiswi seraya memasang senyum yang memaksa.

“Kamu! Sini!” panggil Arhan yang duduk di kursinya.

Wanita itu pun melangkah ke arahnya. Lalu menatap Arhan dengan penuh penyesalan karena sudah telat hampir dua puluh menit dari waktu normal.

“Kamu tahu ini jam berapa?” bentak Arhan.

“Delapan lebih dua puluh menit, Pak,” jawab wanita itu dengan polos.

“Siapa namamu?”

“Na-ina A-lexan-dra,” jawab wanita itu dengan gagap.

“YANG JELAS NYEBUTNYA!” bentak Arhan dan membuat semua mahasiswa terkejut.

“Naina Alexandra,” ulang wanita itu.

“Bagus,” sahut Arhan. “Kamu pulang dan mengulang tahun depan di mata kuliah ini,” titah Arhan.

“Apa? Ngulang?” Naina terbelalak. Semua mahasiswa pun langsung terkejut dengan keputusan yang diambil oleh Arhan. “Tolong, Pak. Kasih saya kesempatan, tadi saya telat karena ...”

“KELUAR!” potong Arhan tanpa ampun seraya menunjuk pintu.

“Tapi, Pak. Saya ...”

“KELUAR SAYA BILANG!” titah Arhan dengan mata yang melotot.

Naina pun tak punya pilihan selain keluar dari kelas itu. Ia juga tak mau mempermalukan diri dihadapan teman-temannya.

Ia melangkah menyusuri koridor ruangan tersebut. Lalu duduk di bangku panjang tempat mahasiwa sering duduk menunggu mata kuliah dimulai. Hanya ada dia di bangku itu, karena semua mahasiswa sedang mengikuti ujian tengah semester.

“Mimpi apa aku semalam, kenapa nasibku sesial ini,” keluh Naina.

Ia tak bisa mengelak lagi dari masalah yang baru saja terjadi. Ia terpaksa harus mencari uang tambahan untuk biaya kuliahnya di semester berikutnya. Padahal ia sudah berencana untuk menyelesaikan semuanya di semester ini.

“Tuhan, apa yang harus kulakukan,” lirihnya.

Ia mengasihi dirinya sendiri dengan keadaan yang dia alami. Tiba-tiba ia teringat dengan kedua orang tuanya yang telah meninggal dunia semenjak dia masih SMA. Sehingga sekarang ia tinggal bersama neneknya. Satu-satunya keluarga yang dia miliki.

“Maafin aku ya, Nek. Aku udah mengecewakanmu,” sesal Naina. “Ini semua gara-gara mobil sport merah maroon itu. Dia harus bertanggung jawab dengan semua ini. Dia harus ganti rugi dan membayar biaya kuliahku yang molor ini,” sambungnya dengan kesal.

Di tengah lamunannya itu, ponselnya bergetar. Lalu ia menerima panggilan dari tetangganya tersebut.

“Iya, Bu. Ada apa?”

“Nenekmu ditabrak motor. Naina.”

Deg! Hati Naina langsung tak karuan.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi GODAAN PAK DOSEN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DUA HATI YANG TERPISAH
9.7
Kepergian Rama meninggalkan duka mendalam yang membuat hidup Maya terasa hampa. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang pria baru secara tidak terduga. Maya sangat terkejut karena lelaki tersebut memiliki rupa yang sangat mirip dengan mendiang kekasihnya. Kemiripan itu tidak hanya pada wajah, tetapi juga pada sifat dan kepribadiannya. Kehadiran sosok baru ini pun mulai mengguncang perasaan Maya yang sekian lama dilingkupi kesedihan.
Sampul Novel Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku
8.1
Seorang gadis polos terpaksa menjadi simpanan CEO berkuasa di Amerika demi membiayai pengobatan ayahnya yang kritis. Sang miliarder menuntutnya melahirkan ahli waris karena istrinya mandul. Terjebak dalam kemewahan penuh rahasia kelam, ia menghadapi konflik batin yang hebat. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan harga diri atau mengikuti benih cinta yang mulai tumbuh di situasi yang salah.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Paman Mantan Pacar
9.7
Brendan tega membatalkan pernikahan demi perempuan lain, mengira aku akan mengemis cintanya lagi. Namun, aku memilih pergi selamanya. Di saat semua orang mengira hidupku hancur, Edrence, pangeran sekaligus paman Brendan, mengejutkan publik dengan memamerkan bukti pernikahan kami. Brendan yang panik langsung mendatangi rumahku. Ia pun syok saat melihatku menyambutnya sambil bersandar manja pada Edrence, lalu bertanya dengan nada sinis, Ada perlu apa ke sini, Ponakan?
Sampul Novel Love Trap
8.2
Kehadiran Melisa di pesta ulang tahun sahabat lamanya berujung petaka. Ia terjebak dalam peristiwa kelam yang menyisakan trauma berat hingga merenggut gairah hidupnya. Siapa sangka, musibah tersebut justru menjadi awal dari perubahan yang tak terduga dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, Melisa mulai menyadari bahwa perasaan cinta yang ia miliki perlahan-lahan bertransformasi secara signifikan.
Sampul Novel Suamiku adalah guruku
9.2
Masa muda yang penuh mimpi dan keseruan bersama teman-teman harus kurelakan demi perjodohan pilihan ayah. Di usia yang sangat belia, aku terpaksa mengubur ambisi serta cita-cita untuk menikah dengan sosok yang tak terduga. Kini, kebebasanku lenyap berganti tanggung jawab baru sebagai istri. Alur hidupku berubah total, meninggalkan kegembiraan masa remaja yang seharusnya masih kunikmati.
Sampul Novel The hot chef and me
8.1
Hubungan unik terjalin antara Jena, pemilik kafe di New York, dan Drew, koki ternama sekaligus model seksi, setelah Jena mengkritik tajam estetika makanannya. Saat cinta mulai tumbuh, campur tangan pihak luar memicu konflik besar. Jena telah memberikan segalanya, namun rencana pernikahan mereka hancur hingga Drew memilih pergi. Sadar akan kesalahannya, kini Drew harus berjuang keras memperbaiki keadaan demi bisa bersatu kembali dengan Jena.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan