APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Malam pertama pernikahan dalam novel modern ini berubah menjadi bencana ketika sang istri menuntut suaminya memakai penutup mata. Baginya, kesucian fisiknya hanya milik cinta sejatinya, Charli, bukan suaminya yang dianggap tidak pantas. Penolakan keras ini melukai harga diri sang suami hingga memicu pertengkaran hebat tentang batasan dalam pernikahan. Ketika sang istri akhirnya memutuskan untuk menerima perannya dan kembali memohon, segalanya telah terlambat karena sang suami kini menganggapnya tidak lagi layak.
Bab
Bagikan

Bab 4

"Gila, benar-benar gila!" teriak ayah Yuna dengan marah sambil menunjuk Yuna. "Aku sudah bilang, bukan Sandy yang ngotot menikah dengan kamu. Aku yang memohon agar dia menikahi kamu!"

Ibu Yuna mengangguk di samping. "Ya, Yuna, sekarang Sandy sudah datang. Duduklah, dengar baik-baik apa yang ingin aku dan ayahmu katakan."

Yuna berkata dengan emosi, "Sandy Senjaya, kamu sudah mengendalikan otak orang tuaku, ya? Kenapa mereka harus terus melayani kamu. Sampai saat ini, masih juga nggak setuju aku bercerai! Bahkan masih memaksaku minta maaf, aku tegaskan lagi, itu nggak mungkin terjadi!"

Aku menarik napas dengan marah. Tidak peduli lagi dengan pisau buah yang ada di tangan Yuna, aku langsung berkata kepada ayahnya, "Ayah, kalau Yuna memang sudah mencintai orang lain, lebih baik kita batalkan pernikahan ini."

Ayah Yuna gemetar, sambil memegangku erat, matanya mulai berkaca-kaca. "Sandy, tolong aku .…"

Yuna langsung melempar pisau buahnya dan mendorongku dengan keras. "Kenapa harus minta tolong dia! Aku yang nggak mau dengannya! Aku nggak pernah suka sama dia. Sekalipun nggak ada Charli, aku tetap nggak akan suka padanya."

Yuna menatapku dengan penuh kebencian, seolah-olah aku adalah musuh yang sangat dibencinya.

Entah sejak kapan, kami makin menjauh, dia tidak lagi membutuhkan bantuanku.

Dia bukan lagi gadis kecil yang selalu bergantung padaku.

Aku menahan rasa sakit di hatiku, menarik napas dalam-dalam, dan berkata dengan serius kepada ayah dan ibu Yuna, "Ayah, Ibu, jangan paksa Yuna lagi. Kita berpisah baik-baik saja, perceraian ini lebih baik untuk kita semua."

Mendengar aku kembali memanggil mereka dengan sebutan Ayah dan Ibu, ayah Yuna terdiam sejenak.

"Sandy, kalian nggak bisa cerai. Aku memang terlalu memanjakan dia, aku yang bikin dia jadi begini, aku minta maaf .…" Ayah Yuna mencoba mendorong Yuna yang berdiri di antara kami, tapi Yuna menariknya dengan kasar, sambil berteriak kepadaku. "Sandy, jangan harap bisa sembarangan minta cerai untuk menekan ayahku, kamu nggak akan bisa mendapatkan aku!"

"Yuna! Kenapa kamu bisa berubah seperti ini?"

Ibu Yuna bertanya sambil menangis, tidak bisa menerima semua ini.

Aku mengeluarkan surat perceraian yang sudah aku tanda tangani, berkata dengan tenang, "Aku sudah tanda tangan. Yuna, aku setuju bercerai, serius."

Yuna tertawa sinis saat menerima surat perceraian itu, namun ayah Yuna langsung merebutnya dengan cemas. Dia menunjuk tangan Yuna sambil bergetar marah, "Yuna, hentikan semua ini. Pernikahan ini adalah atas permintaanku sendiri. Aku yang memaksa Sandy untuk menikahimu karena hubungan kita yang sudah dekat selama ini. Aku cuma ingin yang terbaik untukmu, supaya kamu tetap bisa hidup nyaman meskipun keluarga kita sudah bangkrut!”

Yuna benar-benar tidak percaya. Sambil tertawa sinis, dia melihatku dengan dingin dan berkata dengan nada mengejek, "Lihat saja, apa perceraian ini bisa berhasil? Kalian bisa membuat alasan apa saja. Kamu nggak tahu malu! Apa nggak bisa kamu biarkan aku pergi?"

Setelah mengatakan itu, dia langsung merebut surat perceraian itu dan melemparkannya ke wajahku, kemudian berbalik dan berlari pergi.

Ayah Yuna secara refleks mencoba mengejar, tapi di ujung tangga dia terjatuh, tubuhnya menabrak tangga dan kepalanya terbentur keras.

Mendengar suara itu, Yuna menoleh, melihat ayahnya tergeletak di sana, dengan darah merah menggenang di lantai. Dia terpaku, tak percaya dengan apa yang terjadi.

Ibu Yuna menjerit dengan panik dan langsung memeluk ayah Yuna, menangis tersedu-sedu karena takut.

Aku segera menelepon ambulans, lalu bersama mereka membawa ayah Yuna ke rumah sakit.

Di luar ruang perawatan intensif, aku menghibur ibu Yuna yang masih menangis tersedu-sedu..

Setelah lama terdiam, Yuna menangis dan menelepon Charli, "Kak Charli, apa yang harus aku lakukan? Ayahku jatuh dari tangga, sekarang sedang di ruang perawatan intensif, aku sangat takut. Kami di Rumah Sakit Pusat, ayo cepat datang."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Sang Pewaris
9.4
Nathaniel Albar, pewaris bisnis berhati dingin, bertekad menguji kegigihan gadis sederhana bernama Alya Nabila setelah sebuah insiden wawancara yang buruk. Di balik sikap kerasnya, Nathan ternyata menyimpan rencana rahasia saat mempekerjakan Alya. Namun, rahasia masa lalu Nathan yang kelam perlahan mulai terungkap. Kini, Alya dihadapkan pada pilihan sulit antara keselamatan dirinya atau perasaan cintanya. Akankah ketulusan Alya mampu melunahkan ambisi beku sang miliarder?
Sampul Novel Empat Puluh Sembilan Buku, Satu Perhitungan
9.2
Baskara menebus perselingkuhannya dengan buku langka. Empat puluh sembilan kali dia berkhianat, selama itu pula aku memilih diam. Namun, batas sabarku habis saat dia mengabaikan ayahku demi membelikan Jelita apartemen, membiarkan selingkuhannya merusak taman kenangan ibuku, hingga membocorkan duka keguguranku. Kini, sebagai ahli strategi politik, aku memasang penyadap. Buku kelima puluh bukan lagi tanda maaf, melainkan awal kehancuran kariernya secara total.
Sampul Novel Hasrat Cahaya Bulan: Lamaran Sang CEO yang Berani
8.7
Akibat kecerobohan di tengah malam, Bertha mengirim pesan yang meminta video dewasa kepada bosnya. Tak disangka, sang CEO justru datang untuk memberikan pembuktian secara langsung. Setelah malam panas yang tak terduga itu berlalu, Bertha bersiap menghadapi kehancuran kariernya. Namun, takdir berkata lain saat Justin tiba-tiba datang membawa lamaran pernikahan. Bertha pun dilingkupi keraguan mendalam, mengira sang atasan hanya sedang mempermainkannya.
Sampul Novel Kematian Berujung Perceraian
9.3
Setelah memohon 99 kali, Rizald Pratama akhirnya setuju membawa putri mereka berkemah di gunung saat hari ulang tahunnya. Namun esok harinya, sang ibu justru menemukan putrinya tewas di kaki gunung sambil memeluk foto keluarga. Di tengah kedukaan, Rizald malah mengunggah foto mesra bersama teman masa kecilnya dan seorang anak lain di media sosial. Ironisnya, potret menyakitkan yang memperlihatkan tangan kecil korban tersebut diambil oleh mendiang putrinya sendiri sebelum meninggal.
Sampul Novel Kesempatan Ketujuh
8.6
Tujuh tahun lamanya seorang wanita biasa gigih mengejar Vincent, walau ia selalu mendapatkan penolakan dingin. Demi menjaga norma sosial, Vincent kerap bersikap kasar dan mencaci maki wanita itu karena merasa risi. Namun, sebuah rahasia tak terduga akhirnya terbongkar saat Mira tanpa sengaja melihat daftar kontak di ponsel pria tersebut. Ternyata, di balik segala kebencian dan sikap ketus yang selalu ditunjukkannya, Vincent menyimpan nomor Mira dengan nama Sayangku.
Sampul Novel Menantu yang Baik
8.5
Sebagai seorang istri dengan kebutuhan biologis yang luar biasa tinggi, wanita ini harus menghadapi siksaan fisik setiap kali masa suburnya tiba. Biasanya, sang suami yang berfisik tegap selalu mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, situasi berubah sulit ketika suaminya menjadi sangat sibuk dan harus pergi melakukan perjalanan bisnis selama lebih dari dua minggu. Ditinggal sendirian dalam waktu lama membuat tubuhnya didera rasa gatal dan kesepian yang tak tertahankan akibat hasrat yang tak terpenuhi.