APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Clayden Ardhanesa, dahulu dikenal sebagai Bradford, rela melepas kejayaannya di puncak dunia demi menikahi wanita yang dicintai. Ia memilih melindungi sang istri dari balik layar hingga wanita itu sukses. Namun setelah berhasil, sang istri justru menganggap Clayden tidak berguna dan meminta cerai. Saat nama Clayden kembali bergema di panggung dunia, sang mantan hanya bisa bersimpuh menyesali keputusannya sambil menangis tanpa henti.
Bab
Bagikan

Bab 6

Bradford menoleh pada lelaki tua berbaju batik itu, sorot matanya sedikit berubah. Dari tubuh lelaki tua itu, dia bisa merasakan aura darah yang sangat pekat.

Sekilas, wajahnya terlihat putih bersih, gemuk, dan tampak welas asih. Namun sebenarnya, tubuhnya dipenuhi hawa pembunuhan. Entah sudah berapa nyawa yang melayang di tangan orang ini.

Meski sedikit terkejut, Bradford tidak terlalu peduli. Sejak kecil dia sudah sering melihat tokoh-tokoh jahat dengan aura lebih menyeramkan dari ini, bahkan pernah mengalahkan beberapa di antaranya.

"Aku melihatnya dari hidangan ini."

Menjawab pertanyaan lelaki tua itu, Bradford menunjuk hidangan Rezeki Langit, yaitu tumisan asparagus dengan bunga bakung segar.

"Dari masakan bisa terlihat?"

Lelaki tua itu menggenggam untaian tasbih kayu di tangannya, lalu membungkuk sedikit sambil meneliti hidangan tersebut. Namun, dia sama sekali tidak menemukan kejanggalan.

Dengan nada bingung, dia bertanya, "Apa yang aneh dari hidangan ini? Kenapa aku nggak bisa melihatnya?"

"Masalah fengsui bukan hal yang bisa dipahami oleh sembarang orang."

Bradford menggunakan sendoknya untuk mengangkat sedikit hidangan itu, lalu berkata datar, "Ada masalah dengan aura pada masakan ini. Dan kelihatannya, masalah itu terbawa langsung dari dapur. Karena itu aku bertanya, apakah di dapur kalian memang ada sesuatu yang aneh terjadi."

Lelaki tua itu terperanjat, penilaiannya terhadap Bradford jadi lebih tinggi.

Orang ini tidak lain adalah pemilik sesungguhnya dari Restoran Hardara, dijuluki dengan Kakek Hardara, alias Robby Sulaiman.

Sebagai salah satu penguasa dunia mafia yang paling disegani di wilayah selatan, Robby memang sudah lama percaya tentang fengsui dan sejenisnya. Saat membuka Restoran Hardara dua tahun lalu, dia bahkan mengundang ahli fengsui ternama untuk merancang tata letak seluruh bangunan.

Istilah "aura" ini memang sering digunakan oleh para ahli fengsui.

Konon katanya, segala sesuatu yang ada di dunia ini memiliki aura. Pemahaman tentang aura memang cenderung mistis. Jika dijelaskan dengan bahasa ilmu pengetahuan modern, aura bisa diartikan sebagai sejenis energi metafisis yang misterius.

Kini, pemuda di depan mata ini ternyata mampu melihat aura dalam sebuah hidangan, lalu menyimpulkan bahwa ada masalah di dapur. Itu sudah cukup membuktikan bahwa dirinya bukan orang biasa!

"Makanan bisa punya energi apa? Paling juga panas uapnya. Kalau makan ya makan saja, jangan asal bicara!"

Pria paruh baya berkacamata yang berdiri di belakang lelaki tua itu mengerutkan alis. Suaranya penuh ketidakpuasan saat menegur Bradford.

Orang ini tak lain adalah pemilik resmi Restoran Hardara secara hukum, namanya Husein. Dia berasal dari Honka, logat bicaranya masih kental dengan aksen Honka.

Beberapa hari belakangan ini, dapur Restoran Hardara memang sering terjadi hal-hal aneh. Para pekerja dapur jatuh sakit satu per satu sehingga membuatnya sangat pusing. Dia khawatir Robby akan menegurnya karena dianggap gagal mengelola, maka dari itu dia selalu merahasiakan kabar ini dan tidak pernah melaporkannya ke atasan.

Kini setelah mendengar Bradford berbicara terus terang, hatinya semakin tidak senang. Dia sama sekali tidak ingin pemuda ini melanjutkan pembicaraan.

Bradford hanya melirik sekilas pada Husein. Baru saja dia hendak membuka mulut, Robby sudah terlebih dulu menunjukkan raut tak senang. Dia menoleh dan bertanya dengan suara dingin, "Husein, aku lagi ngomong sama anak muda ini. Apa hakmu untuk ikut menyela?"

"Jangan-jangan, kamu kira aku nggak tahu soal pekerja dapur yang jatuh sakit berturut-turut selama beberapa hari ini?"

Saat melihat sorot mata Robby yang dingin, tubuh Husein langsung bergetar hebat. Sekujur tubuhnya dibasahi keringat dingin. Dia buru-buru menunduk dan berkata, "Tuan Robby, maafkan aku terlalu banyak bicara. Mengenai dapur ... aku memang sudah berniat melaporkannya pada Tuan."

"Tutup mulutmu dulu," tegur Robby.

Husein tidak berani berkata lebih banyak lagi. Dia hanya bisa mengangguk dan mundur ke samping.

Sementara itu, Kimmy yang sedari tadi duduk berhadapan dengan Bradford, hanya bisa melongo kaget. Matanya terbelalak tak percaya menatap Robby.

Baru sekarang dia menyadari, lelaki tua di hadapannya ini adalah sosok legendaris bernama Kakek Haradara itu!

Mengingat berbagai rumor tentang Robby yang beredar di dunia mafia , bahkan Kimmy pun merasa jantungnya berdebar kencang. Dia melirik ke arah Bradford, lalu ragu-ragu sejenak. Akhirnya, diam-diam dia menyentuh kaki Bradford dengan ujung kaki di bawah meja dan menendang pelan untuk memberi isyarat.

Bradford mengangkat alis dan menoleh padanya. "Kenapa?"

"Ng ... nggak apa-apa." Kimmy memaksakan senyum, sambil menggeleng cepat.

Namun diam-diam, dia menutupi setengah wajahnya dengan tangan, lalu memberi kode dengan matanya untuk memperingatkan Bradford agar berhati-hati, jangan sampai menyinggung Robby.

Bradford hanya bisa tertawa tanpa suara.

Bisa membuat putri Keluarga Taulany sampai setegang itu ... jelas Robby ini bukan sosok yang sepele. Namun di mata Bradford, Robby tak jauh berbeda dengan orang biasa.

Saat itu, Robby kembali menoleh pada Bradford. Kali ini wajahnya dihiasi senyum ramah. "Anak muda, sepertinya kamu cukup paham soal fengsui. Bisa nggak kamu bantu aku melihat apa yang sebenarnya terjadi di dapur sana?"

Bradford menelusuri pandangannya ke sekeliling, lalu berkata, "Fengsui di Restoran Hardara ini memang bagus. Jelas ada seseorang yang mengerti soal fengsui yang menata tempat ini."

"Tapi, tetap saja ilmunya cuma sampai setengah, nggak sampai 100 persen sempurna. Dapur adalah tempat yang dipenuhi dengan pembunuhan hewan. Cepat atau lambat, tempat itu akan bermasalah."

"Maksudmu, masalah dapur ini ada hubungannya dengan fengsui bangunan restoran ini?"

Robby sempat tertegun. Pasalnya, orang yang dia undang untuk merancang fengsui restoran ini adalah seorang master dari Honka yang sangat terkenal di sana.

Beberapa hari belakangan, para pekerja dapur memang jatuh sakit satu per satu dengan gejala yang sangat aneh. Dia sendiri menyadari hal ini tidak normal, sehingga sudah memanggil kembali sang master itu untuk datang ke Kota Herburt.

Hari ini, dia berada di restoran juga memang untuk menunggu kedatangan orang itu.

Ironisnya, Husein masih mengira dirinya tidak tahu apa-apa dan berusaha menyembunyikan masalah ini darinya.

Awalnya, Robby berniat membiarkan sang master dari Honka yang datang untuk menangani masalah ini. Tak disangka, pemuda di hadapannya malah tampak begitu paham soal fengsui. Dia sempat merenung sejenak, lalu tersenyum dan bertanya, "Kalau begitu, anak muda, apakah kamu punya cara untuk menyelesaikan masalah ini?"

"Ada, tentu saja ada. Tapi hari ini aku datang untuk makan, bukan untuk bekerja. Aku nggak tertarik menangani urusan ini."

Bradford berkata datar, lalu melirik sekilas pada Robby. "Lagi pula kalau tebakanku benar, kamu sudah memanggil seseorang untuk mengatasi masalah ini. Aku nggak mau merusak ladang orang lain mencari nafkah."

Senyum di wajah Robby seketika lenyap, matanya membelalak penuh keterkejutan. Dia masih bisa terima jika Bradford bisa melihat masalah fengsui dari aura dalam makanan. Namun, bagaimana mungkin pemuda ini bisa langsung menebak bahwa dia telah memanggil seorang master dari Honka?

Kemampuan seperti meramal masa depan ini benar-benar membuatnya terkesima.

"Kamu ... kenapa kamu bisa tahu aku sudah memanggil orang?"

Bradford menjawab dengan tenang, "Ada hal-hal yang sebaiknya dipahami tanpa harus diucapkan. Lagian, kamu juga nggak akan mengerti kalaupun kuceritakan."

Ucapannya terdengar arogan, bahkan agak meremehkan.

Seketika, wajah Husein yang berdiri di belakang Robby bersama dua pria lainnya, berubah masam. Mereka menatap Bradford dengan sorot mata yang tidak bersahabat.

Salah satunya, pria berbadan tegap dengan pelipis yang menonjol tinggi, berbicara dengan suara serak, "Anak muda, sebaiknya sopan sedikit kalau bicara! Tuan Robby sudah bersikap ramah padamu, bukan berarti kamu bisa melampaui batas seenaknya!"

Bradford menoleh padanya dan menatap penuh penilaian, lalu berkata perlahan, "Darah dan tenagamu kuat, pelipismu menonjol, sendi-sendi jarimu penuh kapalan. Jelas kamu seorang ahli bela diri eksternal, sekelas master tingkat dua."

Ahli bela diri terbagi menjadi dua, yaitu eksternal dan internal. Aliran eksternal lebih menekankan pada kekuatan otot, latihan fisik, serta serangan yang keras dan cepat. Sementara aliran internal menekankan prinsip "mengalahkan yang keras dengan yang lembut", penggunaan niat dan konsentrasi batin, serta pengeluaran tenaga secara menyeluruh.

Pria itu mendengus sinis. "Kalau kamu tahu aku punya kekuatan sebesar itu, seharusnya kamu tahu diri dan rendah hati sedikit waktu bicara sama Tuan Robby!"

Namun, Bradford malah mendengus dingin. "Seorang master tingkat dua rendahan yang bahkan belum bisa melatih tenaga dalam saja berani-beraninya menggonggong seperti anjing saat tuannya sedang berbicara?"

Selama Robby berbicara padanya dengan sopan, Bradford masih bersedia menanggapi dengan tenang.

Namun jika ada orang lain yang berkata kasar dan bersikap sombong, dia sama sekali tidak akan segan-segan terhadapnya.

"Berani-beraninya kamu memanggilku anjing? Cari mati, ya!"

Pada dasarnya, ahli bela diri memang berdarah panas dan sering kali berwatak keras. Saat dimaki oleh Bradford, pria ini tentu tidak bisa menerimanya. Dia mengentakkan kakinya dengan keras, lalu meluncurkan pukulan cepat dan penuh tenaga lurus ke wajah Bradford!

Melihat pengawalnya bertindak tanpa perintah, wajah Robby pun mengernyit marah. "Orion, beraninya kamu!"

Namun, tinju Orion sudah telanjur meluncur dan tidak mungkin lagi ditarik kembali.

Kimmy pun berteriak kaget dan wajahnya pucat ketakutan. "Berhenti!"

Melihat pukulan Orion yang sekuat itu, jelas sekali dia adalah seorang ahli bela diri yang berpengalaman. Jika tinju itu benar-benar menghantam wajah Clayden, bukankah bisa membuatnya gegar otak?

Namun, Bradford sama sekali tidak menunjukkan rasa takut. Ekspresinya tetap tenang.

Dalam sekejap, dia hanya mengangkat tangan. Sendok di tangannya diarahkan ke atas, lalu menusuk lengan Orion. Hanya dengan sebuah sendok, Bradford mampu menghentikan tinju Orion.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 MINGGU MENGEJAR CINTA
8.7
Perjalanan bisnis Anya mendadak kacau karena kendala teknis yang memaksanya tinggal selama tiga minggu. Masalah kian pelik saat keponakan rekan bisnisnya melamar secara tiba-tiba, bahkan mengancam nyawa Anya setelah penolakan tersebut. Di tengah bahaya, Dastan yang merupakan mantan teman sekelasnya hadir menyelamatkan. Namun, Anya mulai mencurigai motif asli Dastan. Apakah ini ketulusan masa lalu atau ada niat lain? Anya harus menyelesaikan semua sebelum waktunya habis.
Sampul Novel Antara Cintanya dan Hartaku
9.2
Saat hendak menyetor uang ke bank, sebuah unggahan media sosial mengubah hidupku. Seorang netizen mengaku telah menikah diam-diam dengan cinta pertamanya, sementara pacarnya yang naif terus mengisi rekening bersama mereka hingga mencapai 1,3 miliar rupiah. Sang pengunggah bahkan berencana menguras habis uang itu saat mencapai 1,6 miliar. Begitu memeriksa saldo yang bernilai sama persis, aku menyadari kenyataan pahit bahwa kekasihku sendiri yang telah melakukan pengkhianatan besar ini.
Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
8.4
Dua pewaris takhta terkaya di New York, sang pembalap F1 dan genius investasi, telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, kehadiran Ella, putri konglomerat baru, mengubah segalanya. Ketika kedua pria itu membuang lencana Mia demi emblem kain pemberian Ella, persahabatan mereka retak. Kecewa dengan pengkhianatan ini, Mia yang menyembunyikan identitas aslinya memutuskan menyerah dan menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik demi keluarganya.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Pendek dengan Alur Ringan dengan Akhir yang Bahagia
9.7
Antologi fiksi romantis modern ini menyuguhkan rangkaian kisah cinta yang menyejukkan jiwa. Hadir dengan plot mandiri dan judul berbeda di setiap bab, buku ini menawarkan pengalaman membaca yang selalu segar. Di tengah peliknya dinamika kehidupan nyata, kumpulan cerita pendek ini dirancang khusus sebagai ruang nyaman bagi pembaca. Fokus utama dari setiap jalinan kisahnya adalah menjamin akhir yang bahagia dan manis bagi seluruh karakter di dalamnya.
Sampul Novel PERNIKAHAN KONTRAK TUJUH MILIAR
9.7
Demi melunasi utang sebesar lima ratus ribu dolar, Selena Watson terpaksa mendatangi kantor Cristian. Meski sempat terhina oleh gurauan sang pria, ia terpaksa menerima tawaran kerja tersebut. Setelah sebuah insiden memalukan yang melibatkan mantan kekasihnya, Selena justru dihadapkan pada kesepakatan besar. Cristian menawarkan uang berlimpah dengan satu syarat yang sangat mengejutkan. Alih-alih pekerjaan biasa, ia meminta Selena untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Sangat Salah Jatuh Cinta dengan Saudara Asuhku
9.5
Selama tujuh tahun, Rosalyn Wright mengorbankan hubungannya dengan keluarga demi mengejar cinta Saul, saudara asuhnya. Namun, amarah besar Saul hanya karena sebuah barang rusak akhirnya menyadarkan Rosalyn bahwa perasaannya tak terbalas. Menolak bertahan dalam ilusi, sang pewaris kaya ini memilih menyerah dan menggugat cerai. Ia memutuskan menghubungi ayahnya untuk pulang dan memimpin bisnis keluarga, meninggalkan pernikahan yang semu.